PENGGUNAAN GARAM NATRIUM SEBAGAI DIET TERAPHY TEKANAN DARAH TINGGI (HIPERTENSI)

M. Agus Krisno B, Retno Ningrum

Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang

Jl. Tlogomas 246 Malang Telp. 464318

Abstract

Changes in lifestyle and diet, nutrition problems Indonesia is facing a double. High blood pressure is a disease that is often found in people of Indonesia. Hypertension disease also has caused people with contagious diseases structures, where there is a blockage in the body and cause the patient can not move body members, not infrequently the disease claimed the lives of sufferers. The meaning here is the sodium salt contained in almost all foods derived from animals and plants. One major source of sodium is table salt. Sodium salts contained naturally in foods or added during cooking or processing food. Foods of animal origin usually contain more sodium than that derived from plants. research shows that the average reduction in sodium intake + 1.8 g / day can lower systolic blood pressure of 4 mmHg and diastolic 2 mmHg in patients with hypertension and decreased less in individuals with normal blood pressure. Some people think if the food is always bland diet of hypertensive patients tasteless. Yet by manipulating the use of herbs, food sodium diet with salt hypertension can look delicious and tempting.

Keywords: Hypertension, Sodium Salt, Decreased Blood Pressure, Diet Terapy.

Abstrak

       Perubahan gaya hidup dan pola makan, Indonesia menghadapi masalah gizi ganda. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai di masyarakat Indonesia. Penyakit hipertensi juga telah menyebabkan panderita menjangkit penyakit struk, dimana terjadi penyumbatan di daerah badan dan menyebabkan penderita tidak dapat menggerakkan anggota badannya, tidak jarang pula penyakit ini merenggut nyawa penderita. Yang dimaksud dengan garam disini adalah garam natrium yang terdapat dalam hampir semua bahan makanan yang berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan. Salah satu sumber utama garam natrium adalah garam dapur. Garam natrium terdapat secara alamiah dalam bahan makanan atau ditambahkan pada waktu memasak atau mengolah makanan. Makanan berasal dari hewan biasanya lebih banyak mengandung garam natrium dari yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan asupan natrium + 1,8 gram/hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik 4 mmHg dan diastolik 2 mmHg pada penderita hipertensi dan penurunan lebih sedikit pada individu dengan tekanan darah normal. Sebagian orang beranggapan jika hidangan diet penderita hipertensi selalu hambar tak berasa. Padahal dengan menyiasati penggunaan bumbu, hidangan diet hipertensi dengan garam natrium bisa tampil lezat dan menggugah selera.

Kata kunci : Hipertensi, Garam Natrium, Penurunan Tekanan Darah, Menu Diet Terapy.

PENDAHULUAN

 

Indonesia menghadapi banyak masalah terutama tentang asupan gizi masyarakatnya. Kurangnya bahan makanan di daerah terpencil menjadi salah satu faktor utama penyebab gizi buruk. Tetapi tidak jarang pula ketika masyarakat yang terkena penyakit tertimbunnya kolesterol akibat konsumsi lemak yang berlebihan. Hal ini juga menyebabkan meningkatnya tekanan darah seseorang sampai timbulnya kematian.

Hasil survey kesehatan rumah tangga tahun 2008, prevalensi hipertensi di Indonesia cukup tinggi, 83 per 1.000 anggota rumah tangga, pada tahun 2009 sekitar 15-20% masyarakat Indonesia menderita hipertensi. Prevalensi hipertensi di Indonesia, pada laki-laki dari 134 (13,6%) naik menjadi 165 (16,5%), sedangkan pada prempuan dari 174 (16%) naik menjadi 176 (17,6%) (Departemen Kesehatan, 2010).

Hipertensi adalah tekanan darah yang berada di atas 160/95 mmHg dinyatakan sebagi hipertensi. Dimna tekanan darah meningkatkan melebihi batas normal. Batas tekanan darah normal bervariasi sesuai dengan usia masing-masing.

Dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raaf ayat 31, Allah berfirman :

Artinya : “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid[534], makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.

Dalam ayat diatas dijelaskan bahwa kita sebagai umat nuslim dilarang untuk tidak makan yang berlebih-lebihan. Karena apabila kita memakan makanan dengan berlebihan seperti pada konsumsi lemak yang berlebihan, akan menyebabkan penyakit hipertensi yang diakibatkan kearena penimbunan asam lemak, hal ini juga menyebabkan terjadinya penyumbatan dan terkena resiko arterioskerosis dan stroke sehingga terjadi kematian.

Bila hipertensi yang tidak terkontrol dapat memicu timbulnya penyakit degeneratif, seperti gagal jantung, gagal ginjal, dan penyakit vaskuler. Hipertensi disebut “silent killer” karena sifatnya asimptomatik dan setelah beberapa tahun dapat menimbulkan stroke yang fatal atau penyakit jantung.

Banyak cara yang dilakukan oleh orang untuk bisa menurunkan tekanan darahnya. Namun, disini saya dengan menunjukan bahaya dari tekanan darah tinggi dan penggunaan garam nutrisi yang dapat menurunkan tekanan darah sehingga resiko terkena hipertensi dan komplikasi penyakit lainnya akan berkurang. Peranan garam yang tidak asing lagi bagi kehidupan masyarakat yang ternyata dapat digunakan untuk diet terapy hipertensi.

Manfaat penulisan ditujukan terhadap pembaca agar lebih memahami dan mengetahui peranan penting dari garam nutrisi yang tidak hanya digunakan sebagai garam dapur biasa. Diharapkan pula agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap makanan yang dikonsumsinya, karena berbagai asupan lemak yang banyak terkandung dalam makanan akan menyebabkan tertimbunya lemak jenuh sehingga terjadi hipertensi dan penyumbatan pembuluh darah dan resiko terkena penyakit stroke.

Pengertian Garam

       Garam dapur atau garam dalam pengertian sehari-hari, terdiri dari unsur mineral natruim (Na) alias sodium dan klorida (Cl), yang berlangsung bergabung menjadi satu molekul bernama natruim klorida (NaCl). Jumlah sodium dalam garam dapur sekitar 40% dan sisanya adalah ion klorida. Konsumsi garam tidak boleh lebih dari 6 gram (1 sendok teh) dalam 1 hari atau sama dengan 2.300 mg natrium untuk kebutuhan tiap orang. Garam yang erat dengan hipertensi, setengah sendok teh garam saja. Bisa menaikkan tekanan sistolik sebesar 5 poin dan tekanan diastolik naik 3 poin.

Mengkonsumsi terlalu banyak garam dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Ada enam yang perlu diketahui agar bisa mengurangi jumlah garam dalam makanan, sebagai berikut :

  1. Baca terlebih dahulu kandungan nutrisi pada kemasan makanan. Hal ini merupakan cara termudah untuk mengurangi konsumsi garam.
  2. Perhatikan label dalam kemasan makanan. Jika makanan tersebut bebas dari natrium, tidak mengandung garam atau kadar sodium yang terbatas maka makanan tersebut lebih baik daripada makanan lain dengan kadar garam yang lebih tinggi.
  3. Disiplin dengan jumlah natruim yang Anda konsumsi.
  4. Selalu perhatikan makanan Anda. Daging tanpa kulit, susu skim, buah dan sayur segar mnegandung sedikit garam.
  5. Sajikan makann tanpa menggunaakan garam saat Anda memasak, sebaiknya gunakan macam bumbu dapur untuk memperkaya rasa makanan bukan dengan menambahkan banyak garam.
  6. Hindari menaruh garam diatas meja makan (Medicastore, 2010).

Pengertian Hipertensi

       Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang mengakibatkan angka kesakitan yang tinggi. Menurut Adnil Basha (2004), hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang mengakibatkan angka kesakitan. Tekanan darah persistem dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik di atas 90 mmHg. Peningkatan tekanan darah secara terus menerus sehingga melebihi batas normal. Tekanan darah normal aadalah 110/90 mmHg. Hipertensi merupakan produk dari resistensi pembuluh darah perifer dan kardiak output ( Halim, 2003).

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang terkena hipertensi, antara lain :

  • Usia yang semakin tua

Semakin tua seseorang pengaturan metabolisme zat kapur dalam tubuh terganggu, sehingga banyak zat kapur uang beredar bersama darah. Banyaknya kalsium dalam darah (hypercalcidemia) menyebabkan darah menjadi lebih padat, sehingga tekanan darah menjadi meningkat.

  • Stres dan tekanan mental

Salah tugas saraf simpatis adalah merangsang pengeluaran hormon adrenalin. Hormon ini dapat menyebabkan jantung berdenyut lebih cepat dan menyebabkan penyempitan kapiler darah tepi. Hal ini berakibat terjadi penigkatan tekana darah. Saraf simpatis di pusat saraf pada orang tang stres atau mengalami tekanan mental bekerja keras. Bisa dimaklumi, mengapa orang stres jantungnya berdebar-debar dan mengalami peningkatan tekanan darah. Hipertensi akan mudah muncul pada orang yang sering stres.

  • Makan berlebihan

Makan berlebihan dapat menyebakan kegemukan (obesitas). Kegemukan lebih cepat terjadi dengan pola hidup pasif (kurang gerak dan olahraga). Jika makanan yang dimakan banyak mengandung lemak jahat (seperti kolesterol), dapat menyebabkan penimbunan lemak di sepanjang pembuluh darah. Setelah itu penyempitan dan sumbatan lemak memacu jantung untuk memompa darah lebih kuat lagi, agar dapat memasok kebutuhan darah ke jaringan. Akibatnya tekanan darah menjadi meningkat, maka terjadilah hipertensi.

  • Merokok

Rokok mengandung ribuan zat kimia yang berbahaya bagi tubuh, seperti tar, nikotin, dan gas karbon monoksida. Tar merupakan bahan yang dapat meningkatkan kekentalan darah, sehingga memaksa jantung untuk memompa darah lebih kuat lagi. Nikotin dapar memacu pengeluaran zat catecholamine tubuh seperti hormon adrenalin. Hormon adrenalin memacu kerja jantung untuk berdetak 10 sampai 20 x per menit dan menigkatkan tekanan darah 10 sampai 20 skala. Karbon monoksida (CO) dapat meningkatkan keasaman sel darah sehingga darah menjadi lebih kental dan menempel di dinding pembuluh darah.

  • Terlalu banyak minum alkohol

Alkohol dapat merusak fungsi saraf pusat maupun tepi. Alkohol juga meningkatkan keasaman darah. Darah menjadi lebih kental. Kekentalan darah ini memaksa jantung memompa darah lebih kuat lagi, agar darah dapat sampai ke jaringan yang membutuhkan dengan cukup. Ini berarti terjadi penigkatan tekanan darah.

  • Kelainan pada ginjal

Hipertensi dapat karena adanya penurunan massa ginjal yang dapat berfungsi dengan baik, kelebihan produksi angiotensin dan aldosteron serta meningkatnya hambatan aliran darah dalam arteri ginjal.

Ginjal yang mengalami penurunan fungsi dalam menyaring darah, menyebabkan sisa metabolisme yang seharusnya dibuang ikut beredar kembali ke bagian tubuh yang lain. Akibatnya volume darah total meningkat, sehingga darah yang dikeluarkan jantung juga meningkat.

Dengan demikian darah yang beredar melalui kapiler jaringan akan meningkat sehingga terjadi pengkerutan sfingter prekapiler. Peningkatan volume darah total yang keluar dari jantung dan peningkatan hambatan pada pembuluh darah tepi yang mengkerut, menyebabkan tekanan darah meningkat.

  • Lain-lain

Hipertensi disebabkan pula karena kebiasaan minum kafein (dalam kopi), menggunakan kontrasepsi oral (pil KB) dan menjalankan pola hidup pasif (kurang gerak). Tekanan darah dapat meningkat jika seseorang sering minum kopi. Kafein dalam kopi memacu kerja jantung dalam memompa darah. Peningkatan tekanan dari jantung ini juga diteruskan pada arteri, sehingga tekanan darah meningkat.

Pola hidup pasif cenderung meningkatkan kegemukan dan aterosklerosis. Hal ini juga beresiko terhadap timbulnya hipertensi. Seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat hipertensi, kemungkinan terkena hipertensi cenderung lebih besar. Sedangkan pada orang yang tidak memiliki silsilah keluarga penderita hipertensi, kemungkinan kecil terkena hipertensi.

Penggunaan Garam Sesuai Usia

Pakar kesehatan sepakat untuk memberikan Rekomendasi Penggunaan Garam berdasarkan usia, yaitu sebagai berikut :

  1. 0-6 bulan 1 gram
  2. 7-12 bulan 1 gram
  3. 1-3 tahun 2 gram
  4. 4-6 tahun 3 gram (setengah sendok teh)
  5. 7-10 tahun 5 gram
  6. 11-14 tahun 6 gram
  7. Dewasa 6 gram (satu sendok teh)

Diet Rendah Garam

Garam yang dimaksud dalam diet rendah garam adalah garam natrium. Garam ini terdapat dalam garam yang biasa digunakan untuk memasak sehari-hari. Selain garam dapur (NaCI), beberapa bahan makanan lain juga memiliki kandungan natrium cukup tinggi. Sumber natrium ini juga perlu dibatasi penggunaannya, yaitu soda kue (NaHCO3), baking powder, natrium benzoat, dan vetsin (monosodium glutamat).

Ketidaktahuan sumber natrium lain seringkali menyebabkan penggunaan garam di dalam pengolahan makanan sehari-hari cukup tinggi. Inilah yang menyebabkan asupan natrium harian umumnya lebih tinggi. Padahal tubuh hanya membutuhkan garam natrium minimum 500 mg perhari. Jumlah kebutuhan natrium harian sebenarnya tidak ada angka pasti. Badan kesehatan dunia ( World Health Organization! WHO) menganjurkan pembatasan konsumsi garam dapur hingga 6 gram sehari atau setara dengan 2400 mg natnium. Konsumsi garam di Indonesia tergolong tinggi, berkisar 30-40 gram perhari. Angka ini setara dengan 12-16 gram natrium (1 gram garam dapur 400 mg Na).

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam diet rendah garam, yaitu:

  • Kecukupan energi, protein, mineral, vitamin, serat dan air.
  • Kesesuaian bentuk makanan dengan kondisi penyakit.
  • Kesesuaian jumlah natrium dengan berat tidaknya retensi garam atau air dan/atau hipertensi.

Selain ketiga syarat tersebut, satu hal terpenting untuk menunjang keberhasilan diet rendah garam adalah kesadaran dan disiplin penderita.

Diet rendah garam dibagi menjadi beberapa tingkatan sesuai dengan keadaan penyakit. Pola ini disarankan oleh Departemen Kesehatan RI :

  • Diet rendah garam tingkat (200- 400 mg Na). Diet ini diberikan kepada penderita hipertensi berat. Garam dapur sama sekali tidak ditambahkan pada pengolahan makanan. Bahan makanan yang mengandung kadar natrium tinggi dihindari.
  • Diet rendah garam tingkat II (600-800 mg Na). Penderita hipertensi yang tidak terlalu berat masih diperbolehkan menambahkan garam dapur dalam pengolahan makanan, Penambahan garam hanya setengah sendok teh atau 2 g. Bahan makanan berkadar natrium tinggi tetap harus dihindari.
  • Diet rendah garam tingkat III (1000-1200 mg Na). Diet ini ditujukan untuk penderita hipertensi ringan. Satu sendok teh atau 4 gram garam dapur boleh ditambahkan dalam pengolahan makanan.

Diet Terapy Garam

Yang dimaksud dengan garam disini adalah garam natrium yang terdapat dalam hampir semua bahan makanan yang berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan. Salah satu sumber utama garam natrium adalah garam dapur. Oleh karena itu, dianjurkan konsumsi garam dapur tidak lebih dari ¼ – ½ sendok teh/hari atau dapat menggunakan garam lain diluar natrium. Asupan garam (Natrium Chlorida) dapat meningkatkan tekanan darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan asupan natrium + 1,8 gram/hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik 4 mmHg dan diastolik 2 mmHg pada penderita hipertensi dan penurunan lebih sedikit pada individu dengan tekanan darah normal. Respons perubahan asupan garam terhadap tekanan darah bervariasi diantara individu yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan juga faktor usia. Disarankan asupan garam < 6 gram sehari atau kurang dari 1 sendok teh penuh.

Garam natrium terdapat secara alamiah dalam bahan makanan atau ditambahkan pada waktu memasak atau mengolah makanan. Makanan berasal dari hewan biasanya lebih banyak mengandung garam natrium dari yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Garam Natrium yang ditambahkan ke dalam makanan biasanya berupa ikatan, yaitu :

Ø  Natrium Chlorida atau garam dapur

Ø  Mono-Natrium Glutamat atau vetsin

Ø  Natrium Bikarbonat atau soda kue

Ø  Natrium Benzoat untuk mengawetkan buah

Ø  Natrium Bisulfit atau sendawa yang digunakan untuk mengawetkan daging seperti Corned beef.

 

Cara Memasak Untuk Mengeluarkan Garam Natrium, antara lain :

Ø  Pada ikan asin di rendam dan di cuci terlebih dahulu

Ø  Untuk mengeluarkan garam natrium dari margarine dengan mencampur margarine dengan air, lalu masak sampai mendidih, margarine akan mencair dan garam natrium akan larut dalam air. Dinginkan cairan kembali dengan memasukkan panci kedalam kulkas. Margarine akan keras kembali dan buang air yang mengandung garam natrium hal ini dilakukan ini 2 kali.

Menu Diet makanan Penderita Hipertensi

     Sebagian orang beranggapan jika hidangan diet penderita hipertensi selalu hambar tak berasa. Padahal dengan menyiasati penggunaan bumbu, hidangan diet hipertensi dengan garam natrium bisa tampil lezat dan menggugah selera.

Sup Ayam Tabur Seledri

Bahan:

  • 200 g daging ayam kampung tanpa kulit, potong dadu
  • 1400 ml kaldu ayam tawar
  • 60 g wortel, potong dadu
  • 1 buah tomat, potong dadu
  • 60 kacang polong
  • 60 g jagung manis pipilan
  • 1 sdm minyak goreng

Bumbu:

  • 4 siung bawang putih, cincang kasar
  • 40 g bawang bombay, cincang kasar
  • 2 siung bawang merah, iris halus
  • 2cm jahe
  • 1 sdm seledri cincang
  • 1 sdt gula pasir
  • ¼ sdt lada halus

Cara membuat:

  • Panaskan minyak, tumis bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay hingga harum. Tuang kaldu, masak hingga mendidih.
  • Masukkan potongan daging ayam, wortel, tomat, kacang polong dan jagung manis. Bumbui jahe, gula pasir, dan lada. Masak hingga semua bahan matang.
  • Sesaat sebelum diangkat taburi dengan seledri cincang. Angkat. Tuang ke dalam mangkuk saji, hidangkan hangat.

Loaf Ikan Jamur

Bahan:

  • 250 g fillet ikan kakap, cincang halus
  • 100 g tahu, haluskan
  • 1 batang daun bawang, iris halus
  • 1 butir telur, kocok lepas
  • 60 g jamur kancing segar, potong-potong
  • 60 g paprika, potong dadu

Bumbu:

  • 4 siung bawang putih, haluskan
  • 2 sdm bawang bombay, cincang
  • 1 sdt gula pasir
  • 1/2 sdt lada halus
  • ¼ sdt pala halus

Cara membuat:

  1. Campur daging kakap, tahu, telur, daun bawang, jamur, paprika, dan semua bumbu. Aduk rata.
  2. Tuang adonan ke dalam pinggan tahan panas, kukus selama 30 menit atau hingga matang. Angkat. Sajikan hangat.

Kesimpulan

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang mengakibatkan angka kesakitan.

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan hipertensi, seperti usia semakin tua, stres dan tekanan mental, makan berlebihan, merokok, minuman beralkohol, kelainan pada ginjal, dan lain-lain

Hipertensi dapat disembuhkan dengan cara diet therapy seperti garam natrium yang terdapat dalam hampir semua bahan makanan yang berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan. Salah satu sumber utama garam natrium adalah garam dapur. Garam natrium terdapat secara alamiah dalam bahan makanan atau ditambahkan pada waktu memasak atau mengolah makanan. Makanan berasal dari hewan biasanya lebih banyak mengandung garam natrium dari yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Oleh karena itu, penggunaan garam natrium secara tepat dapat membantu penderita hipertensi untuk menurunkan tekanan darah, dengan cara memasak masakan untuk mengeluarkan garam natrium, antara lain :

Ø  Pada ikan asin di rendam dan di cuci terlebih dahulu

Ø  Untuk mengeluarkan garam natrium dari margarine dengan mencampur margarine dengan air, lalu masak sampai mendidih, margarine akan mencair dan garam natrium akan larut dalam air. Dinginkan cairan kembali dengan memasukkan panci kedalam kulkas. Margarine akan keras kembali dan buang air yang mengandung garam natrium hal ini dilakukan ini 2 kali.

Daftar Pustaka

Budiyanto, MAK. 2002. Dasar-Dasar Ilmu Gizi. UMM Press : Malang.

Departemen Kesehatan, 2010. Profil Indonesia sehat. Jakarta : Rineka Cipta.

Halim, 2003. Diet Sehat Untuk Penderita Hipertensi. Jakarta : Rineka Cipta.

Sustrani, 2004. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi). Jakarta. Raja Grasindo Pers.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: