MENU MADU SEBAGAI OBAT ANTI JERAWAT DAN LUKA BAKAR Menu Of Honey as an Anti-Acne And Burns

Dyah Setiawati, Moh. Agus Krisno Budiyanto

Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang

Jl. Tlogomas 246 Malang Telp 464318

ABSTRACT

Honey is an important food source and very sweet taste. Honey has many benefits and efficacy. Honey is composed of several sugar compounds like glucose and fructose and minerals like magnesium, pottasium, calcium, sodium, chlorine, sulfur, iron, and phosphate. Honey also contains vitamins B1, B2, C, B6 and B3. In addition, in honey, there is also a small amount of copper, iodine, and zinc, as well as several types of hormones (Yahya.2008:104).

Acne is a condition where the skin is abnormal due to impaired production of excessive oil glands. As a result of acne can cause inflammation of the skin. Inflammation of the skin is due to be caused by overproduction of skin oil glands and then covering the gland and form blackheads and seborhoea (Yahya.1999:207).

The burn is one of the very serious healt problems. Every year there are over 300.000 deaths due to electrical burns, not including burns due to other reasons (Kartini.2009:102). Causes burns hardest to overcome is the result of a chemical (acidic or alkaline), due to an electric to lightning or fire breathing. Injuries due to hot water, in fact, an injury is most easily terated, if treated early and appropriately.

Honey can be mixed with lemon as an anti-acne treatment. Meanwhile, to cope with burns, honey can be mixed with cinnamon powder. Lemon can also help eliminate acne. So, also with cinnamon, can help speed the healing of burns.

Keyword: honey, burns, acne, lemon, cinnamon powder

ABSTRAK

Madu merupakan sumber makanan yang paling penting dan rasanya sangat manis. Madu memiliki banyak manfaat dan khasiat. Madu tersusun atas beberapa senyawa gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium, klor, belerang, besi, dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6, dan B3. Di samping itu, dalam madu terdapat pula sejumlah kecil tembaga, yodium, dan seng, serta beberapa jenis hormon (Yahya.2008:104).

Jerawat merupakan keadaan dimana kulit yang abnormal akibat adanya gangguan produksi dari kelenjar minyak yang berlebihan. Akibat dari jerawat bisa menyebabkan terjadinya peradangan pada kulit. Peradangan yang terjadi pada kulit ini karena disebabkan oleh kelebihan produksi kelenjar minyak yang kemudian menutupi saluran kelenjar dan membentuk komedo dan seborhoea (yahya.1999:207).

Luka bakar adalah salah satu masalah kesehatan yang sangat serius. Setiap tahun ada lebih dari 300.000 kematian akibat luka bakar elektrik, belum termasuk luka bakar akibat sebab lain (Kartini.2009:102). Penyebab luka bakar tersulit untuk diatasi adalah akibat zat kimia (bersifat asam atau basa), akibat listrik atau petir yang membakar pernafasan. Luka karena air panas, sebetulnya merupakan luka yang paling mudah diatasi, bila ditangani secara dini dan tepat.

Madu dapat dicampur dengan jeruk nipis sebagai pengobatan anti jerawat. Sedangkan untuk mengatasi luka bakar, madu dapat dicampur dengan bubuk kayu manis. Jeruk nipis juga dapat membantu menghilangkan jerawat. Begitu juga dengan kayu manis, dapat membantu mempercepat penyembuhan pada luka bakar.


PENDAHULUAN

Madu bukanlah suatu hal yang baru bila kita bicarakan, bahkan madu memiliki nilai gizi yang tinggi, lengkap dan seimbang. Madu terbuat dari nektar bunga yang dikumpulkan oleh lebah dari berbagai macam bunga. Lebah menyimpan nektar di dalam kantung madu yang terdapat pada sarang, sebagai makanan mereka.

Kandungan gizi dalam madu sangat bervariasi tergantung pada asal sumber nektarnya. Bagaimanapun Madu merupakan cairan  alami dengan nilai gizi  tetap tinggi, asal saja  pengolahannya tepat dan baik. Menurut penelitian  menunjukkan bahwa madu yang mengalami  proses penyaringan, penjernihan, akan kehilangan sekitar 33-55% kandungan gizinya. Sejak jaman dahulu, madu tidak hanya digunakan sebagai pemanis alami, tetapi juga digunakan untuk membantu penyembuhan. Banyak ramuan tradisional yang menggunakan madu sebagai bahan dasar utama, untuk membantu dan mempercepat penyembuhan.

Madu bahkan telah digunakan oleh tentara Rusia selama Perang Dunia I, untuk mencegah infeksi pada luka dan mempercepat proses penyembuhannya. Madu merupakan larutan gula yang jenuh, yang sebagian besar terdiri dari fruktosa (38.5%) dan glukosa (31%). Selain karbohidrat, madu juga mengandung protein, asam amino, enzim, vitamin, dan mineral. Madu kaya akan kandungan antioksidan seperti vitamin C, flavanonoid dan alkaloid (Jull et al. 2004).

Jerawat merupakan keadaan dimana kulit yang abnormal akibat adanya gangguan produksi dari kelenjar minyak yang berlebihan. Akibat dari jerawat bisa menyebabkan terjadinya peradangan pada kulit. Peradangan yang terjadi pada kulit ini karena disebabkan oleh kelebihan produksi kelenjar minyak kulit yang kemudian menutupi saluran kelenjar dan membentuk komedo dan seborhoea. Jerawat juga bisa disebabkan oleh faktor genetik atau faktor keturunan, karena aktivitas hormonal, atau karena menumpuknya sel kulit mati. Jerawat yang timbul pada wajah akan mengganggu dan bisa menimbulkan kurangnya rasa percaya diri kita.

Walaupun sudah banyak obat jerawat, penggunaan obat jerawat juga belum tentu cocok dan hasilnyapun kadang tidak sesuai dengan keinginan kita. Mengapa tidak memanfaatkan khasiat madu untuk mengobati wajah yang berjerawat. Selain lebih alami, mudah di peroleh, minim resiko tapi juga mudah mendapatkannya. Memanfaatkan madu dan jeruk nipis sebagai masker juga bisa untuk mengatasi jerawat yang ada pada wajah. Madu memiliki kandungan zat antiseptik yang berkhasiat dan bermanfaat untuk membunuh bakteri yang terdapat pada wajah. Sementara air jeruk nipis bisa mengurangi minyak yang terdapat pada wajah sehingga bisa untuk mencegah kotoran yang menempel pada wajah.

Madu dengan kandunganya yaitu senyawa-senyawa gizi yang lengkap, tentunya terhadap tubuh kita mempunyai kerja yang merata dan seimbang. Memiliki sifat Stimulan  secara langsung yaitu, memperbaiki selera makan, membantu proses pencernaan makan makanan lain dan juga dapat membantu  menjaga kesehatan serta membantu proses penyembuhkan berbagai kasus penyakit.

Dalam hal ini penanganan luka bakar dapat menggunakan madu. Penanganan luka bakar dilakukan berdasarkan penyebab luka bakar, luas luka bakar dan derajat luka bakar.  Penyebab luka bakar tersulit untuk diatasi adalah akibat zat kimia (bersifat asam atau basa), akibat listrik atau akibat gas yang membakar pernafasan. Luka karena air panas, sebetulnya merupakan luka yang paling mudah diatasi, bila ditangani secara dini dan tepat. Luasnya luka bakar juga mempengaruhi penyembuhan luka bakar, dan untuk penilaian luas luka bakar dikenal rule of nine (bagi dewasa) dan tabel khusus untuk anak-anak (Suyanto.2006).

Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (Word Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di cina. Konferensi tersebut membahas pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Para ilmuan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari, dan propolis dapat mengobati berbagai penyakit termasuk obat anti jerawat dan luka bakar.

 

Substansi yang Terkandung Dalam Madu

Khan mendeskripsikan fakta nutrisional dari madu. Rata-rata, madu tersusun atas 17,1% air, 82,4% karbohidrat total, dan 0,5% protein, asam amino, vitamin, dan mineral (Khan et al.2007). Sebagai agen penyembuh luka, madu memiliki empat karakteristik yang efektif melawan pertumbuhan bakteri. Karakteristik-karakteristik itu adalah tinggi kandungan gula, kadar kelembaban rendah, asam glukonik (yang menciptakan lingkungan yang asam, pH 3,2-4,5) dan hidrogen reroksida. Kadar gula yang tinggi dan kadar kelembaban yang rendah akan membuat madu memiliki osmolaritas yang tinggi, yang akan menghambat pertumbuhan bakteri (Aznan, Lelo. 2008).

Namun demikian, madu dapat berbeda berdasarkan tempat asalnya, spesies lebah penghasilnya, teknik pemrosesan dan penyimpanan. Madu dikenal dengan kandungan anti bakterial yang tinggi. Kandungan anti bakterial tambahan yang terdapat pada madu adalah substansi yang belum teridentifikasi yang berasal dari sumber flora tertentu. Madu gizinya kurang lebih 80 substansi yang berbeda namun penting untuk pemenuhan gizi manusia.

Dari hasil analisis kumia menurut “institute Madu Amerika” menunjukkan bahwa madu mengandung 17,1% air, 40,5% Fruktosa (levulosa), 34,0% glukosa, 1,9% sukrosa, 1,5% dekstrin dan gum, 0,18% vitamineral, dan 4,22 % substansi yang belum diketahui (willix et al. 1992).

Beberapa Manfaat yang Terdapat Dalam Madu

Dalam Alqur’an Surat An-Nahl Ayat 69 telah dijelaskan mengenai madu sebagai pengobatan berbagai macam penyakit. Termasuk obat anti jerawat dan penyembuh luka bakar. Allah SWT berfirman dalam surat An- Nahl ayat 69 yang artinya: “Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan tuhanMU yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”(Q.S An-Nahl: 69).

Manfaat-manfaat yang terdapat madu sangat banyak, antara lain: a) Meningkatkan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan serta menghambat bakteri yang merugikan. Madu membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri bifido yang merupakan bakteri yang sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Membantu menghambat bakteri yang merugikan seperti Helicobacter pylori, yang dapat menyebabkan tukak pada lambung. b) Memperbaiki dan melindungi sistem pencernaan. Efektif dalam mengatasi diare dan dapat menghambat bakteri E.coli yang menyebabkan diare. c) Membantu penyerapan kalsium. Kandungan asam glukonat dalam madu dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium. d) Sebagai antioksidan. Kandungan nutrisi dalam madu seperti vitamin C, asam organik, enzim, asam fenolik dan flavonoid bermanfaat sebagai antioksidan tinggi. e) Sebagai sumber energi yang baik. Madu terdiri dari fruktosa dan glukosa yang mudah diubah menjadi energi glukosa oleh tubuh. f) Aman untuk penderita diabetes. Madu dapat digunakan sebagai pengganti gula, dan aman untuk penderita diabetes. g) Mempercepat penyembuhan luka. Madu memiliki sifat higroskopis yang tinggi (mudah menyerap air). Ketika dioleskan pada luka yang terbuka, madu menarik kandungan air dari luka tersebut, membuat luka cepat kering, sehingga dapat membantu mempercepat penyembuhan luka. Sifat antimikroba dari madu dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab infeksi pada luka (Yahya.1999).

Setelah mengetahui manfaat dari madu, kita dianjurkan untuk berobat atau menggunakan madu sebagai pengobatan. Dalam kajian Al Qur’an surat An-Nahl: 68-69, Allah SWT menjelaskan secara terperinci mengenai pengobatan menggunakan madu. Allah SWT mewahyukan kepada lebah agar membuat rumah-rumah di gunung-gunung, pohon-pohon, dan pada tempat-tempat yang terdapat manusia. Dari dalam perut lebah itu keluar cairan dengan berbagai warna dan didalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia. Allah Swt memberikan tanda-tanda kekuasaanNYA bagi umat yang berpikir.

Dalam sunnah nabi juga terdapat beberapa hadits yang diriwayatkan, menyebutkan tentang manfaat-manfaat madu serta menjelaskan pentingnya madu dalam penyembuhan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Kesembuhan terdapat dalam tiga hal, yakni minuman madu, sayatan alat bekam, dan sundutan api. Aku melarang umatku berobat dengan sundutan api.”

Menu Madu Sebagai Obat Jerawat

Manusia telah menggunakan madu sebagai pengobatan. Sumber lain mengatakan madu sebagai pengobatan untuk wajah dan jerawat dengan tambahan jeruk nipis.

Image

Gambar 1 Jeruk Nipis.

Sumber: http://www.garudaterkini.web.id

Dengan memanfaatkan madu dan jeruk nipis sebagai masker untuk mengobati jerawat. Menyiapkan jeruk nipis dan peras airnya sekitar satu sendok teh. Kemudian mencampur air jeruk nipis tersebut dengan 1 sendok teh madu. Setelah itu mengoles ramuan tersebut pada wajah dan diamkan kurang lebih selama 30 menit. Setelah itu, membilas wajah memakai air dingin. Kerjakanlah dengan teratur, insya Allah dengan masker dari madu dan jeruk nipis ini dapat menghilangkan jerawat anda.

Selain cara tersebut, terdapat cara lain untuk mengobati jerawat dengan bahan dasar madu. Sebelum tidur, mengambil madu sebanyak 3 sendok makan dan bubuk kayu manis sebanyak 1 sendok teh. Kemudian mencampur kedua bahan tersebut. Setelah itu, oleskan pada wajah yang terinfeksi bakteri penyebab jerawat. Jika rutin dilakukan selama 2 minggu, dapat menyembuhkan jerawat sampai ke akar-akarnya.

Image

Gambar 2 Menu madu dengan jeruk nipis.

Sumber: http://www.garudaterkini.web.id

Sifat madu yang membunuh bakteri disebut efek inhibisi. Penelitian tentang madu menunjukkan bahwa sifat ini meningkat dua kali lipat bila diencerkan dengan air. Sungguh menarik bahwa lebah yang baru lahir dalam koloni diberi makan madu encer oleh lebah-lebah yang bertanggung jawab merawat mereka seolah mereka tahu kemampuan madu itu. Fungsi madu pada jaringan kulit yaitu, menjaga elastisitas kulit, pelembab alami kulit, membantu mengelupaskan jaringan kulit yang rusak atau mati, membersihkan kulit dari peradangan dan infeksi bakteri (jerawat), menghaluskan dan menyegarkan kembali jaringan kulit sehingga bisa tampil lebih lembut dan segar.

Madu yang mengandung propolis cukup kuat untuk mengobati jerawat yang disebabkan oleh komedo, peradangan atau infeksi bakteri Propionilbacterium acne. Oleh karena itu madu propolis sangat baik untuk mengobati jerawat. Untuk hasil maksimal gunakan madu murni yang baru dipanen dari sarangnya. Terdapat pula madu propolis yang berasal dari madu pilihan, propolis dan royal jelly yang kaya collagen.

Madu Sebagai Penyembuh Luka Bakar

Pembahasan mengenai luka bakar sebenarnya telah dibahas pada tahun 2006. Penanganan luka bakar dilakukan berdasarkan penyebab luka bakar, luas luka bakar dan derajat luka bakar. Penyebab luka bakar tersulit untuk diatasi adalah akibat zat kimia (bersifat asam atau basa), akibat listrik, petir atau akibat gas yang membakar pernafasan. Luka karena air panas, sebetulnya merupakan luka yang paling mudah diatasi, bila ditangani secara dini dan tepat.

Sedangkan derajat luka bakar dibagi atas tiga tingkat yaitu, luka bakar derajat satu, apabila yang terkena hanya lapisan tanduk (Lapisan tanduk adalah lapisan paling luar dari epidermis yang terdiri dari sel-sel kulit yang dapat terkelupas dan mati, lalu diganti dengan sel-sel baru) dan tidak mengenai jaringan kulit yang ditandai dengan warna kemerah-merahan. Biasanya luka bakar derajat satu akan sembuh dalam 3 hari hingga 5 hari agar luka tidak terinfeksi dan tidak terbuka.

Derajat kedua terjadi apabila luka bakar mengenai jaringan bawah lapisan tanduk yang ditandai dengan timbulnya gelembung-gelembung berisi cairan berwarna jernih tetapi kental, rasa sakit atau nyeri yang mengganggu, dan bila gelembung tersebut pecah akan terlihat kulit yang berwarna kemerah-merahan. Bila luka bakar merusak kelenjar keringat, kelenjar lemak dan akar rambut, maka luka bakar akan lebih lama sembuh sekitar dua minggu hingga tiga minggu serta berpotensi menimbulkan cacat pada kulit.

Luka bakar derajat tiga ditandai dengan mengeringnya luka bakar sehingga warna kulit terlihat menjadi putih atau kuning. Pada luka bakar derajat tiga, tidak ditemukan rasa sakit karena serabut sarafnya telah rusak. Penyembuhannya akan lebih lama lag, sekitar 3 bulan hingga 5 bulan serta memerlukan transplantasi kulit untuk memperbaiki kulit yang hilang. Pemberian madu pada luka bakar telah diteliti pada berbagai pusat penelitian di dunia. Hasil dari penelitian tersebut dikatakan bahwa pemakaian madu hanya berguna untuk luka bakar tingkat satu. Yang utama sebenarnya penanganan luka bakar tingkat satu harus sedini dan sesteril mungkin, karena dengan cara itu luka bakar tingkat satu akan sembuh dalam waktu 5 sampai dengan 10 hari tanpa cacat. Apabila pemakaian madu tidak atau kurang steril maka akan menyebabkan infeksi. Pemakaian madu tidak direkomendasikan bagi luka bakar tingkat dua atau tiga, atau pada luka bakar yang telah terinfeksi.

Menu Madu Untuk Mengobati Luka Bakar

Penanganan luka bakar dengan cara mengoleskan madu dibagian tubuh yang terkena luka bakar. Bisa juga dengan mengambil madu sebanyak satu sendok teh dan bubuk kayu manis sebanyak satu sendok teh. Mencampur bubuk kayu manis dengan madu kemudian oleskan pada bagian kulit yang terkena luka bakar.

Image

Gambar 3 Menu madu dengan kayu manis.

Sumber: http://www.karimatuzzahra.blogspot.com

Image

Gambar 4 Madu dengan bubuk kayu manis sebagai pengobatan pada luka bakar.

Sumber: http://www.investor.blogspot.com

KESIMPULAN

1.      Madu tersusun atas beberapa senyawa gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium, klor, belerang, besi, dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6, dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas nektar dan serbuk sari. Di samping itu, dalam madu terdapat pula sejumlah kecil tembaga, yodium, dan seng, serta beberapa jenis hormon.

2.      Jerawat merupakan keadaan dimana kulit yang abnormal akibat adanya gangguan produksi dari kelenjar minyak yang berlebihan.

3.      Luka bakar adalah keadan kulit yang dikarenakan akibat zat kimia (bersifat asam atau basa), akibat listrik, petir atau akibat gas yang membakar pernafasan.

4.      Madu digunakan untuk pengobatan jerawat, luka bakar dan berbagai macam penyakit lainnya serta berkhasiat untuk kecantikan.

5.      Madu yang mengandung propolis cukup kuat untuk mengobati jerawat yang disebabkan oleh komedo, peradangan atau infeksi bakteri Propionilbacterium acne.

DAFTAR PUSTAKA

Jull et al. 2004. Honey as a Topical Treatment for Wounds. The Cochrane Database of Systematic Review.

Suyanto. 2006. Penanganan Luka Bakar secara intensif. Numed: Bandung.

Yahya, Harun. 1998. Pengobatan jerawat. Ganesha express: Jakarta.

Yahya, Harun. 2008. Kandungan dalam madu. Ganesha express: Jakarta.

Anonymous. 2006. (Online) menu-madu-sebagai-obat-jerawat. http://www.garudaterkini.web.id. Diakses pada tanggal 31 Oktober 2006.

Anonymous. 2008. (Online) menu-madu-untuk-luka-bakar. http://www.investor.com. Diakses pada tanggal 08 Maret 2008.

Anonymous. 2010. (Online) menu-madu-dengan-kayu-manis. http://www.karimatuzzahra.blogspot.com. Diakses pada tanggal 17 Juli 2010.

Aznan, Lelo. 2008. Pharmacologic Effect of Bee Products to the Human Health. available at http://www.sobat-muda.com.

Willix et al. 1992. A Comparison of the Sensitivity of Wound-Infecting Spesies of Bacteria to the Antibacterial Activity of Manuka Honey and Other Honey. Journal of Applied Bacteriology, Volume 73, Number 5. available at http://www.internurse.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: