MENU KACANG MERAH (Vigna angularis) SEBAGAI DIET TERAPHY PENDERITA OBESITAS

M. Agus Krisno B., Aulia Risqi Rohmatin

Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang

Jl. Tlogomas 246 Malang Telp. 464318

Abstract

Kidney beans are beans which are from China and Japan. Kidney beans have a scientific name, it is Vigna angularis. They contain very low fat and sodium, and also almost free of saturated fat, and cholesterol free. Moreover, kidney beans are also one of sources of fiber for body. They are also rich of antioxidants, proteins, folat, and minerals. Kidney beans contain resistant digestive’s starch which its advantages have been proven for health. The advantages are such as increasing body’s ability to burn fat, making stomach feel full longer so that it can help obese people to lose weight, and also reducing risk of cancer.

Obesity is defined as an excess of fat in a body. Classically, obesity has been defined as more 20% weight than appropriate weight for women and men in certain height. Obesity is caused by an imbalance condition between food consumption and energy required, in which the energy is too much than the energy needed or used. The excess energy is stored in a body in fat tissues form. Normally, the fat tissues are stored in particular places such as subcutaneous tissues and intestine curtain tissues (omentum) (Budiyanto, 2002).

Keywords: Kidney beans, Obesity

Abstrak

Kacang merah adalah kacang yang berasal dari negara China dan Jepang. Kacang merah memiliki nama ilmiah Vigna angularis. Kacang merah memiliki kandungan lemak dan natrium yang sangat rendah, nyaris bebas lemak jenuh, serta bebas kolesterol. Disamping itu, kacang merah juga merupakan sumber serat yang sangat baik bagi tubuh. Kacang merah sarat akan antioksidan dan juga protein, folat, dan juga mineral. Kacang merah juga mengandung pati tahan cerna yang telah terbukti manfaatnya untuk kesehatan. Manfaat tersebut diantaranya meningkatkan kemampuan tubuh untuk membakar lemak, membuat perut terasa kenyang lebih lama sehingga bisa membantu penderita obesitas untuk menurunkan berat badan, bahkan mengurangi resiko kanker.

Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelebihan lemak dalam tubuh. Secara klasik obesitas telah didefinisikan sebagai bobot yang lebih besar dari 20% bobot yang layak bagi wanita dan pria untuk tinggi tertentu. Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi makanan dan kebutuhan energi, dimana energi terlalu banyak dibanding kebutuhan atau pemakaian energi. Kelebihan energi dalam tubuh disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Pada keadaan normal, jaringan lemak ditimbun dibeberapa tempat tertentu, diantaranya dalam jaringan subkutan dan didalam jaringan tirai usus (omentum), (Budiyanto, 2002).

Kata kunci : Kacang merah, Obesitas

PENDAHULUAN

            Setiap manusia pasti menginginkan tubuh yang ideal sehingga badan bisa tetap sehat dan segar. Namun, pola makan yang tidak sehat dan kecenderungan masyarakat saat ini yang terlalu sering memakan makanan tinggi lemak mengakibatkan penyakit kegemukan atau obesitas semakin sering kita jumpai bahkan menjadi masalah besar di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengindikasikan, bahwa ada 1,6 miliar orang di dunia (usia di atas 15 tahun) yang memiliki berat badan berlebihan. Setidaknya, 400 juta orang di dunia tergolong obesitas. Sedangkan, sekitar 20 juta anak di bawah usia 5 tahun memiliki bobot tubuh berlebihan.

Di Indonesia penderita obesitas mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berikut adalah perkiraan prevalensi overweight dan obesitas di Indonesia  (Dit BGM DepKes,2010)

Image

Sumber : https://aguskrisnoblog.wordpress.com

Obesitas adalah salah satu penyakit gizi salah yang disebabkan oleh asupan bahan makan kedalam tubuh yang terlalu banyak. Seseorang tersebut bisa digolongkan mengalami obesitas jika berat badannya melebihi 10% dari berat badan idealnya.

Dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raaf ayat 31, Allah berfirman yang artinya :

Artinya : “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-oarng yang berlebih-lebihan”.

Dari ayat diatas, Allah telah melarang manusia untuk makan dan minum secara berlebih-lebihan, karena hal tersebut akan berdampak buruk pada kesehatan. Misalnya obesitas, obesitas adalah suatu penyakit yang disebabkan akibat pola makan yang berlebih-lebihan, sehingga hal tersebut akan mengganggu fungsi tubuh yang lain.

Obesitas ini dikatakan menjadi penyakit serius karena obesitas dapat menimbulkan berbagai penyakit serius seperti kencing manis, hipertensi, dan jantung, kolesterol tinggi, stroke bahkan obesitas juga dapat meningkatkan resiko kematian bagi penderitanya. Orang yang mempunyai berat badan lebih dari 40% dari berat badan rata-rata populasi mempunyai resiko 2 kali lebih besar resiko kematian dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan ideal.

Telah banyak sekali cara-cara yang ada untuk menurunkan berat badan. Namun, disini saya mencoba mengangkat khasiat dari kacang merah untuk diet therapy penderita obesitas yang belum terlalu dikenal. Kacang merah termasuk jenis kacang-kacangan yang rendah lemak namun tinggi serat. Kacang merah member efek kenyang yang lebih lama di dalam usus, sehingga penderita obesitas akan lebih lama merasa kenyang. Didalam artikel ini saya akan mencoba membahas bagaimana cara mengolah kacang merah yang benar sehingga mampu menurunkan berat badan penderita obesitas.

Pengertian Kacang Merah

Kacang merah adalah kacang yang berasal dari negara China dan Jepang. Kacang ini berasal dari genus Vigna yaitu jenis kacang-kacangan. Kacang merah memiliki nama ilmiah Vigna angularis.

Kacang merah adalah jenis kacang-kacang bewarna merah dan memiliki ukuran lebih besar daripada kacang tanah. Kacang merah dikenal di Indonesia sebagai bahan pelengkap sup atau digunakan sebagai selai roti.

Kandungan gizi pada kacang merah sangat baik bagi kesehatan tubuh manusia. Kacang merah ini merupakan sumber protein nabati yang mengandung karbohidrat kompleks, serat, vitamin B, kalsium serta zat besi.

Pengertian Obesitas

Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelebihan lemak dalam tubuh. Secara klasik obesitas telah didefinisikan sebagai bobot yang lebih besar dari 20% bobot yang layak bagi wanita dan pria untuk tinggi tertentu. Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi dan kebutuhan energi, dimana energi terlalu banyak disbanding kebutuhan atau pemakaian energi. Kelebihan energi dalam tubuh disimpan dalam bentuk jaringan lemak pada keadaan normal, jaringan lemak ditimbun dibeberapa tempat tertentu, diantaranya dalam jaringan subkutan dan didalam jaringan tirai usus (omentum), (Budiyanto,2002).

Obesitas mengakibatkan penderitanya lebih sulit dalam bergerak serta mengurangi kelincahan. Penderita obesitas juga akan lebih mudah terjangkit penyakit-penyakit yang tergolong serius.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang terkena obesitas, antara lain :

1.      Faktor Genetik

Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetic. Tetapi sering kali sulit dibedakan antara obesitas yang disebabkan oleh faktor genetik dan faktor gaya hidup. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badan seseorang.

2.      Faktor Lingkungan

Lingkungan juga memegang peranan penting dalam gaya hidup seseorang. Lingkungan ini termasuk perilaku atau pola makan serta aktivitas seseorang. Orang yang memiliki masalah kegemukan biasanya lebih responsid terhadap isyarat lapar eksternal seperti rasa dan bau makanan yang menggoda dibandingkan orang yang memiliki tubuh ideal. Orang yang memiliki masalah kegemukan ini cenderung makan jika ia ingin makan, bukan makan karena ia merasa lapar. Pola makan yang berlebihan inilah yang menyebabkan orang yang memiliki masalah kegemukan ini bisa keluar dari masalah mereka.

Seseorang bisa memperbaiki pola hidupnya dengan lebih banyak beraktivitas dan memakan makanan yang baik sehingga dapat menghindari obesitas. aktivitasnya).
Seseorang tentu saja tidak dapat mengubah pola genetiknya, tetapi dia dapat mengubah pola makan dan aktivitasnya.

3.      Faktor Psikis

Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa mempengaruhi kebiasaan makannya.
Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan. Hal ini tentu saja akan berakibat buruk pada kesehatan tubuh.

Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif. Gangguan ini merupakan masalah yang serius pada banyak wanita muda yang menderita obesitas, dan bisa menimbulkan kesadaran yang berlebihan tentang kegemukannya serta rasa tidak nyaman dalam pergaulan sosial.

Ada dua pola makan abnormal yang bisa menjadi penyebab obesitas yaitu makan dalam jumlah sangat banyak (binge) dan makan di malam hari (sindroma makan pada malam hari).
Kedua pola makan ini biasanya dipicu oleh stres dan kekecewaan. Binge mirip dengan bulimia nervosa, dimana seseorang makan dalam jumlah sangat banyak, bedanya pada binge hal ini tidak diikuti dengan memuntahkan kembali apa yang telah dimakan. Sebagai akibatnya kalori yang dikonsumsi sangat banyak.
Pada sindroma makan pada malam hari, adalah berkurangnya nafsu makan di pagi hari dan diikuti dengan makan yang berlebihan, agitasi dan insomnia pada malam hari.

4.      Obat-obatan

Mengkonsumsi obat-obatan juga dapat memicu obesitas. Beberapa jenis obat-obatan dapat menyebabkan bertambahnya berat badan. Semua jenis obat yang biasa dikonsumsi seperti obat antidepresi, kontrasepsi, tekanan darah tinggi, dan diabetes dalam beberapa kasus dapat menyebabkan peningkatan beratbadan secara drastis.

5.      Faktor Aktivitas Fisik

Kurangnya aktivitas fisik juga berpengaruh terhadap berat badan dan merupakan penyebab utama dari meningkatnya angka kejadian obesitas ditengah masyarakat yang makmur, misalnya Amerika Serikat. Orang-orang yang tidak aktif memerlukan lebih sedikit kalori, namun seseorang tersebut cenderung mengkonsumsi makanan yang kaya lemak namun tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang seimbang. Hal tersebut memicu peningkatan kemungkinan obesitas.

Tingkat pengeluaran energi tubuh sangat peka terhadap pengendalian berat tubuh. Pengeluaran energi tergantung dari dua faktor yaitu 1). tingkat aktivitas dan olahraga umum; 2). Angka metabolisme basal atau tingkat energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi  minimal tubuh. Dari kedua faktor tersebut, metabolisme basal memiliki tanggung jawab dua pertiga dari pengeluaran energi orang normal. Meski aktivitas fisik memiliki peran hanya satu pertiga pengeluaran energi seseorang dengan berat normal. Pada saat berolahraga kalori akan terbakar. Makin banyak berolahraga maka semakin banyak kalori yang hilang. Kalori secara tiudak langsung mempengaruhi system metabolisme basal.

Kekurangan aktivitas gerak akan menyebabkan suatu siklus yang hebat, obesitas membuat kegiatan olahraga menjadi sangat sulit dan kurang dapat dinikmati dan kurangnya olahraga secara tidak langung akan mempengaruhi turunnya metabolisme basal tubuh orang tersebut. Jadi olahraga serta aktivitas yang cukup sangat penting dalam penurunan berat badan tidak saja karena dapat membakar kalori, melainkan juga karena dapat membantu mengatur berfungsinya metabolisme normal.

Kandungan Kacang Merah

            Kacang merah memiliki kandungan lemak dan natrium yang sangat rendah, nyaris bebas lemak jenuh, serta bebas kolesterol. Disamping itu, kacang merah juga merupakan sumber serat yang sangat baik bagi tubuh. Kacang merah juga terdiri dari serat yang larut air serta serat yang tidak larut air. Serat yang larut air ini telah terbukti dapat melunturkan lemak didalam tubuh serta menurunkan kadar kolesterol dan kadar gula darah.

            Kacang merah sarat akan antioksidan dan juga protein, folat, dan juga mineral. Kacang merah juga mengandung pati tahan cerna yang telah terbukti manfaatnya untuk kesehatan seperti meningkatkan kemampuan tubuh untuk membakar lemak, membuat perut terasa kenyang lebih lama, bahkan mengurangi resiko kanker.

Dari berbagai macam kandungan kacang merah yang sangat bermanfaat bagi tubuh tersebut, telah terbukti bahwaserat serta pati tahan cerna yang ada didalamnya dapat membantu menurunkan berat badan bagi penderita obesitas jika dikonsumsi secara rutin.

Cara pemilihan makanan yang baik bagi penderita obesitas

  1. Pilihlah bahan makanan yang mengandung sedikit hidrat arang dan sedikit lemak
    1. Pilihlah daging yang tidak berlemak, atau buanglah lemaknya
    2. Hindari makanan yang melalui proses penggorengan sebisa mungkin. Lebih baik merebus, mengukus, mengungkep, menumis, memanggang dan membakar.
    3. Sebagian sayuran dimakan sebagai lalapan. (Budiyanto, 2009).

Cara memasak kacang merah secara tradisional

Untuk mendapatkan khasiat yang sempurna dari kacang merah, ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum mengolahnya. Rendamlah kacang merah selama 5 menit, kemudian buanglah air rendamankacang merah tersebut. Kemudian rebuslah kacang merah selama 3 menit, dan diamkan selama 2 jam hingga airnya mengendap. Gantilah air rendaman itu dengan air matang, dan diamkan selama semalam, barulah keesokan harinya kacang merah bisa di masak.

Menu makanan dari kacang merah yang baik untuk diet therapy Obesitas

Sayur Kacang Merah

Bahan :

  • 250 gr kacang merah, rebus matang
  • 300 gr daging has dalam, potong dadu 1 cm
  • 2 liter air
  • 2 buah wortel, bentuk bunga
  • 1 batang seledri, simpulkan
  • 1 buah tomat, potong 8 bagian
  • 2 batang daun bawang, potong 1 cm
  • 2 sendok makan minyak goring (untuk menumis)
  • Garam secukupnya

Bumbu Halus :

  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih

Cara Membuat :

  1. Rebus daging hingga matang. Angkat.
  2. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum.
  3. Masukkan tumisan bumbu ke dalam rebusan daging. Masak kembali hingga mendidih.
  4. Masukkan wortel, kacang merah, seledri dan garam. Masak hingga matang.
  5. Masukkan tomat dan daun bawang, aduk rata. Angkat.
    Sajikan hangat.

 Sup Kacang Merah

Bahan :

  • 500gr daging sapi has dalam
  • 150gr kacang merah, rendam selama 1 jam lalu rebus sampai empuk
  • 3 siung bawang putih dimemarkan
  • 1 buah bw bombay, iris tipis
  • 1 sdt merica bubuk
  • 2 sendok teh pala bubuk
  • 6 btr cengkeh
  • 1 sendok teh minyak untuk menumis
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 2 btg daun bawang, iris tipis
  • taburan bawang merah kalau suka

Cara membuat :

  1. Buang air rendaman kacang merah, tiriskan
  2. Didihkan air 1.5 liter air di panci, masukkan kacang merah rebus sampai empuk
  3. Masukkan daging, pala dan merica. Masak hingga daging lunak
  4. Di pan kecil tumis bawang putih dan bawang bombay dengan minyak hingga layu
  5. Masukkan ke dalam panci sup bersama-sama dengan cengkeh
  6. Tambahkan air bila perlu, beri sedikit garam dan sedikit gula pasir sesuai selera
  7. Jika semuanya telah matang, angkat dan hidangkan selagi panas.

Kesimpulan

            Obesitas adalah penyakit gizi salah karena tubuh mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang sarat dengan lemak. Obesitas bisa mengakibatkan berbagai penyakit timbul seperti kolesterol, diabetes, hipertensi dan lain-lain.

Ada berbagai faktor yang dapat mengakibatkan obesitas, seperti faktor genetic, faktor lingkungan, faktor psikis, konsumsi obat-obatan yang dapat memicu naiknya berat badan, serta kurangnya aktivitas yang dilakukan oleh tubuh.

Obesitas dapat disembuhkan dengan cara diet therapy seperti memakan makanan yang segar dan rendah lemak, seperti kacang merah. Kacang merah adalah alternatif  makanan yang bisa digunakan untuk diet therapy obesitas. Kacang merah memiliki kandungan lemak yang sangat rendah dan hampir bebas dari lemak jenuh. Kacang merah juga megandung pati tahan cerna yang telah terbukti manfaatnya untuk kesehatan seperti meningkatkan kemampuan tubuh untuk membakar lemak, membuat perut terasa kenyang lebih lama, sehingga hal tersebut akan memudahkan penderita obesitas dalam menurunkan berat badannya.

Oleh karena itu, pengolahan kacang merah secara tepat dapat membantu penderita obesitas dalam mengurangi berat badan.

Daftar Pustaka

Budiyanto, MAK. 2002. Dasar-Dasar Ilmu Gizi. UMM Press:Malang

Budiyanto, MAK. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Gizi. UMM Press:Malang

Anonymous. 2009. (Online). http://ikaray.net/kitchen/?p=60. Diakses tanggal 17 Juni 2012.

Intan. 2010. (Online). http://intanpsikologi.wordpress.com/2010/05/29/penyebab-obesitas/. Diakses tanggal 17 Juni 2012.

Krisno,Agus. 2011. (Online) https://aguskrisnoblog.wordpress.com/2011/06/13/diet-sehat-bagi-penderita-obesitas-dengan-mengkonsumsi-makanan-rendah-lemak-dan-serat-sehat/. Diakses tanggal 20 Juni 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: