Produksi Air Susu Manusia Via Sapi Kloning

Dwi Haris Widodo (09330092),Dr H Agus Krisno B.M,kes

Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang

Jl. Tlogomas 246 Malang Telp 464318

Abstract

In an effort to achieve the maximum degree of health and optimal quality of life of the nation to improve the nutritional status is one of the most important element, especially in children and infants,.’s Growth and development of infants and toddlers are largely determined by the amount of milk obtained Indonesia Health Survey (IDHS) 2002, only 3.7% of infants breastfed on the first day while the National Social Economic Survey data in the Ministry of Health, 2007, the scope of exclusive breastfeeding in Indonesia in 2006 only 21.2% and decreased in up to 7 tahun2007 7% While the government’s target range of 0-6 months breastfed have already reached 80% in 2010. Low breastfeeding is due to the knowledge of mothers about the benefits of breastfeeding and the lack of lactation counseling services, lack of support from health workers, mothers working and marketing of infant formula influence the thinking of mothers and health workers (Ministry of Health, 2005; Michael Jackson, 2008)

Cloned cows can produce milk containing lysozyme to over 45 ug / ml. This course will help women with more research is expected to replace breast milk so mothers who worked or mothers who do not want to breastfeed their children no longer have to worry about the nutritional needs of children with insufficient breast milk. (Anonymous, 2011).

Key words: Development of Science and Technology, Cattle Cloning, Production of Human Milk

Abstrak

            Dalam sebuah upaya dalam mencapai derajat kesehatan yang maksimal dan optimal untuk meningkatkan Mutu kehidupan bangsa keadaan gizi merupakan salah satu unsur paling penting terutama pada anak-anak dan balita,.pertumbuhan serta  perkembangan bayi dan balita sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh

Survei Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002, hanya 3,7% bayi yang memperoleh ASI pada hari pertama sedangkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional dalam Depkes 2007,cakupan ASI eksklusif di Indonesia pada tahun 2006 hanya 21,2% dan pada tahun2007 mengalami penurunan hingga 7% Sementara target pemerintah cakupan ASI 0-6 bulan harus sudah mencapai 80% pada tahun 2010.

Rendahnya pemberian ASI ini disebabkan oleh pengetahuan para ibu mengenai manfaat ASI dan  kurangnya pelayanan konseling laktasi, kurangnya dukungan dari petugas tenaga kesehatan, ibu bekerja dan pemasaran susu formula mempengaruhi pemikiran ibu dan para petugas kesehatan(Depkes, 2005; Tasya, 2008)

Sapi hasil kloning bisa memproduksi susu yang mengandung lysozyme hingga lebih 45 ug/ml. Tentunya ini akan membantu wanita dengan penelitian lebih lanjut diharapkan mampu mengganti air susu ibu sehingga ibu-ibu yang bekerja ataupun ibu-ibu yang tak mau menyusui anaknya tak harus khawatir lagi dalam mencukupi kebutuhan gizi anaknya dengan ASI.(Anonymous,2011).

Kata kunci : Perkembangan IPTEK, Sapi Kloning , Produksi Air Susu Manusia

PENDAHULUAN

Dalam sebuah upaya dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal dalam meningkatkan Mutu kehidupan bangsa keadaan gizi merupakan salah satu unsur paling penting terutama pada anak-anak dan balita,dalam proses tumbuh kembang anak. Secara umum terdapat beberapa macam faktor utama yang berpengaruh faktor tumbuh kembang anak, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan., Lingkungan disini merupakan sebuah   lingkungan yaitu biologis, psikologi,sosial yang dapat mempengaruhi individu setiap hari mulai dari konsepsisampai akhir hayatnya. Faktor lingkungan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang sebuah. Pertumbuhan akan terjadi pada  seseorang meliputi perubahan fisik,sertaberpikir, berperasaanbertingkah laku dan lain-lain, sedangkan perkembanganpada seorang anak merupakan suatu rangkaian perubahan secara teratur dari satu ke tahap perkembangan menuju tahap perkembangan berikutnya, dan berlaku secara umum, misal  anak bisa berdiri dengan satu kaki,dan berjingkat (berjinjit), berjalan,menaiki tangga, berlari dan seterusnya. pertumbuhan serta  perkembangan bayi dan balita sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh, dan   zat gizi lainnya yang terkandung didalam ASI tersebut. ASI tanpa bahan makanan lainnya dapat dan mampuh mencukupi  kebutuhan pertumbuhan usia sekitar enam bulan  denganmenyusui secara eksklusif.mampuh mempengaruhi  Pertumbuhan otak bayi akan menentukan tingkat intelegensi seseorang yang dimulai sejak trimester umur kehamilan akan berakhir dalam periode 5 -6 bulan setelah kelahiran bayi .(Anonymous,2011)

Menurut  surve -Surve Demografi dan Kesehatan (SDKI) 2002 – 2003 pada tahun 2003 terdapat sekitar 6,7 juta balita (27,3%) menderita gizi kurang dan 1,5 juta diantaranya gizi buruk. Anemia defisiensi besi dijumpai pada sekitar 8,1 juta anak. Apabila dikaitkan dengan pemberian Air susu ibu secara ekslusif, keadaan  sangat memprihatinkan.

Menurut SDKI Dalam tahun 1997 dan 2002 lebih dari 95% ibu pernah menyusui bayinya namun yang menyusui dalam beberapa jam cenderung menurun dari 8% pada tahun 1997 menjadi 3,7% pada sekitar tahun 2002. Cakupan ASI eksklusif 6 bulan menurun dari 42,4% menjadi 39,5% tahun 2002. Sementara itu penggunaan susu formula justru meningkat lebihdari 3 kali lipat selama 5 tahun dari 10,8% tahun 1997 menjadi 32,5% pada tahun 2002,(tegu, 2003)

Pernyataan ini dukung dengan adanya Survei badan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002, hanya 3,7% bayi yang memperoleh ASI pada hari pertama sedangkan data Survei Sosial Nasional dalam Depkes tahun 2007,cakupan ASI eksklusif di Indonesia pada tahun 2006 hanya 21,2% dan pada tahun2007 mengalami penurunan hingga 7% dan di Jawa Tengah tahun 2007 cakupan jumlah ASI eksklusif mencapai antara 32,93%. Sedangkan di Bandung, ibu yang memberikan ASI eksklusif sebesar 39,37% (Dinkes Kota Bandung, 2005) dan diSumatera Utara tahun 2005  sekitar 34,63% (Depkes, 2007). Sementara itu dalam target pemerintah cakupan ASI 0-6 bulan harus sudah mencapai 80% pada tahun 2010.

Menurunnya angka pemberian ASI ini disebabkan rendahnya pengetahuan para ibu mengenai manfaat ASI dan cara menyusui yang benar, kurangnya pelayanan konseling laktasi, dan kurangnya dukungan dari petugas tenaga kesehatan, persepsi sosial budaya yang menentang pemberian ASI, ibu bekerja dan pemasaran susu formula mempengaruhi pemikiran ibu ,petugas kesehatan(Depkes, 2005; Tasya, 2008)

tersedianya susu kemasan yang dijual di pasaran dengan nilai gizi yang tidak lebih baik karena lysozyme ataupun laktoferin tidak dijumpai atau hanya ada dalam jumlah sangat sedikit pada susu suplemen di pasaran ataupun pada susu sapi segar (sapi biasa). Sebagai perbandingan, lysozyme yang terdapat pada air susu ibu mencapai antara 200-400 ug/ml, sementara hanya terdapat 0,05-0,22 ug/ml pada susu sapi biasa. Sapi hasil kloning memproduksi susu yang mengandung lysozyme hingga lebih  45 ug/ml. Tentunya ini akan membantu di era modernisasi dan emansipasi wanita yang dengan penelitian lebih lanjut diharapkan mampu mengganti air susu ibu sehingga ibu-ibu yang bekerja ataupun ibu-ibu yang tak mau menyusui anaknya tak harus khawatir lagi dalam mencukupi kebutuhan gizi anaknya dengan ASI.(Anonymous,2011)..

            Pada beberapa Negara maju genetik dari hewan  domestik dapat dimanipulasi untuk kepentingan manusia. Pada beberapa tahun terakhir, ini menujukan beberapa perkembangan sebuah  teknologi rekombinan DNA menjadi dasar penting untuk mengisolasi single gen,dalam upaya menganalisa dan memodifikasi struktur nukleotida dan mengkopi gen yang telah diisolasi dan mentransfer hasil copian pada genome. Saat ini medically human proteins produksi dalam jumlah besar dalam susu domba cloning,(Anonymous,2011).

Langkah dasar kloning gen

Penentuan sekuen atau fragmen DNA melalui sekuensing bertujuan untuk dapat memastikan fragmen DNA yang diisolasi adalah gen target sesuai dengan kehendak  Suatu fragmen DNA yang terdapat pada gen target yang akan diklon,

(Anonymous,2011)

selanjutnya diinsersikan ke dalam molekul DNA sirkular yang disebut vector(plasmid, phage) untuk dapat menghasilkan beberapa molekul DNA rekombinan. Vektor bertindak sebagai wahana atau wadah, yang membawa gen masuk ke dalam sel inang atau tuan rumah (host) DNA rekombinan yang dapat dihasilkan kemudian ditransformasi ke dalam sel inang  untuk diproduksi lebih banyak,( Ardiansyah. 1998)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anonymose,2011

 

 

(Proses Kloning sapi penghasil air susu manusia

Melalui Proses yang disebut  somatic cell nuclear transfer, melalui tahapan sebagai brikut:

  1. nukleus (inti sel) ditransfer dari sebuah sel somatik (sel dewasa pada sebuah organisme/individu) ke dalam sebuah sel telur yang sudah dibuang nukleus (inti sel)
  2.  Proses dilakukan secara manual dengan cara
  3. menggunakan pipet berukuran sangat kecil ukurannya (micropipette).
  4. Nukleus dari sel yang akan diklon tadi akan mengalami proses pemrograman ulang di dalam sel telur sehingga hilanglah ciri khas bahwa ia berasal dari sel somatik
  5. Proses pemrograman di dalam sel telur, yang terjadi secara alamiah membuat nukleus tadi seolah-olah berasal dari sebuah zigot atau calon embryo sehingga memiliki potensi untuk membentuk semua jenis sel yang ada.
  6. Sel telur yang sudah ditransfer dengan nukleus dari sel dewasa tersebut lalu akan melakukan pembelah dan memperbanyak diri setelah distimulasi dengan listrik. Kemudian dibiarkan beberapa hari dalam tabung di laboratorium untuk melihat perkembangannya normal atau tidak,
  7. baru kemudian diimplantasi ke dalam rahim hewan yang dijadikan surrogate mother (Potrykus, I. 1996.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anonymose,2011

 

 

Dalam proses membentuk sapi kloning yang menghasilkan protein sebagaimana yang terdapat pada ASI ini, rekayasa genetika dilakukan terlebih dahulu pada DNA/gen dari nukleus sel sapi yang akan ditransfer ke sel telur.

Pengambilan Gen manusia  dari inti sel somatic –> inti sel somatic manusia Disisipkan  ke dalam sel telur sapi yang sudah dibuang nukleusnya (inti sel) –> proses pemrograman ulang nukleus di dalam sel telur –> Pembelahan dan perbanyakan  sel hasil dari transfer nukleus ke sel telur –> Melakukan Pengamatan tentang  perkembangan sel yang terjadi –> Proses implantasi calon individu baru ke dalam rahim sapi –> Hasil Kloning sapi Penghasil ASI

Reproductive cloning gen mempunyai beberapa kelemahan sebagaimana keberadaannya yang masih baru di dunia sains. Di antara keterbatasannya adalah reproductive cloning tidak efisien dan memiliki tingkat keberhasilan yang rendah. Dari sekian banyak sel yang dipersiapkan didalam  laboratorium sebelum implantasi ke rahim, hanya beberapa saja yang normal. Kemudian dari beberapa yang diimplantasi, hanya beberapa saja yang sukses.dilakukan Dan dari beberapa yang lahir, banyak yang mati ketika masih bayi ataupun jika bertahan jarang yang mencapai usia dewasa. Hal ini dikarenakan sel yang digunakan untuk kloning tidak benar-benar mengalami pemrograman ulang secara sempurna, tetapi masih dalam menyisakan corak gen/DNA atau struktur kromosom sel asalnya yang mempengaruhi peran gen dalam memproduksi protein-protein yang dibutuhkan. Umur hewan kloning tidak bisa lama karena bagian ujung kromosom yang disebut telomere, dimana terkait dengan umur/usia suatu individu, adalah sama dengan sebagaimana telomere sel asal. Dengan kata lain bayi hasil kloning itu sebenarnya secara genetik sudah berumur sebagaimana sel asalnya(somatik sel) .Reproductive cloning juga memerlukan banyak resources yang dapat terbuang karena mengharuskan tersedia sel telur dalam jumlah banyak dan juga hewan-hewan yang akan dijadikan rahimnya sebagai tumpangan (Batosamma,. 2002).

Seiring berjalan waktu segala kelemahan reproductive cloning akan dapat ditekan terutama dengan berbagai usaha penelitian yang dilakukan,  teknik ini sendiri masih dalam tahap awal semenjak diperkenalkan. Sementara itu suatu perkembangan yang pesat didunia penelitian disetiap tahunya dan dengan beberapa usaha-usaha yang dilakukan sehingga dapat meminimalisir beberapa kelemahan -kelemahan tahun sebelumnya itu terbukti dari beberapa hasil kloning yang berhasil dilakukan kloning sapi untuk menghasilkan air susu manusia

rendahnya pengetahuan para ibu mengenai manfaat ASI dan cara menyusui yang baik/ benar, kurangnya pelayanan konseling laktasi, kurangnya dukungan dari petugas kesehatan, persepsi sosial budaya menentang pemberian ASI, ibu bekerja dan pemasaran susu formula mempengaruhi pemikiran para petugas kesehatan(Depkes, 2005; Tasya, 2008) Sapi hasil kloning bisa memproduksi susu yang mengandung lysozyme hingga lebih 45 ug/ml. Tentunya ini akan membantu di era modernisasi dan emansipasi wanita yang dengan penelitian lebih lanjut diharapkan mampu mengganti air susu ibu sehingga ibu-ibu yang bekerja ataupun ibu-ibu yang tak mau menyusui anaknya tak harus khawatir lagi dalam mencukupi kebutuhan gizi anaknya dengan ASI.(Anonymous,2011)

Sapi Kloning Penghasil Air Susu Manusia

melalui proses yang  disebut somatic cell nuclear transfer, yang mentransfer nukleus (inti sel) dari sebuah sel somatik (sel dewasa pada sebuah organisme/individu) ke dalam sebuah sel telur yang sudah dibuang nukleus bagian inti sel-nya. Proses dilakukan secara manual dengan menggunakan pipet berukuran sangat kecil (micropipette). Nukleus dari sel yang akan diklon tadi akan mengalami proses pemrograman ulang di dalam sel telur sehingga hilanglah ciri khas bahwa ia berasal dari sebuah sel dewasa. Sel dewasa disini tak lain dan tak bukan adalah sel-sel di dalam tubuh kita seperti sel kulit, sel darah, sel saraf, sel tulang dan sel tubuh lainya. Sebuah sel dewasa tidak bisa mengalami perubahan jenis, semisal sel kulit tak akan bisa menjadi sel darah dalam Proses pemrograman di dalam sel telur, yang terjadi secara alamiah dan masih belum begitu dimengerti oleh ilmuwan, akan membuat nukleus tadi seolah-olah berasal dari sebuah zigot atau calon individu baru/embryo sehingga memiliki potensi untuk membentuk semua jenis sel yang ada.Sel telur yang sudah ditransfer dengan nukleus dari sel dewasa tersebut lalu akan membelah dan memperbanyak diri setelah distimulasi semisal dengan  listrik. Kemudian akan dibiarkan beberapa hari dalam tabung di laboratorium untuk melihat suatu  perkembangannya normal atau tidak, baru kemudian diimplantasi ke dalam rahim sebuah hewan yang dijadikan (surrogate mother), untuk kemudian dilahirkan. dari  reproduksikloning.(Anonymaus,2011)

Dalam proses membentuk sapi kloning yang menghasilkan protein sebagaimana yang terdapat pada ASI ini, rekayasa genetika dilakukan terlebih dahulu pada DNA/gen dari nukleus sel sapi yang akan ditransfer ke sel telur. gen pada manusia yang bertanggung jawab dalam pembentukan protein pada air susu akan di insert ke dalam DNA yang terdapat pada nukleus sapi, sehingga nantinya gen tersebut menjadi bagian dari gen sapi hasil kloning, dan membuatnya bisa menghasilkan air susu yang mirip dengan air susu manusia Dalam proses membentuk sapi kloning yang mampu dalam  menghasilkan protein seperti yang terdapat pada air susu manusia Sebagai perbandingan, lysozyme yang terdapat pada ASI mencapai 200-400 ug/ml, sementara hanya terdapat 0,05-0,22 ug/ml pada susu sapi biasa., Sapi hasil kloning bisa memproduksi susu yang dapat  mengandung lysozyme hingga lebih dari 45 ug/ml. ini, rekayasa genetika dilakukan terlebih dahulu pada DNA/gen dari nukleus sel sapi yang akan ditransfer ke sel telur. Gen-gen pada manusia yang bertanggung jawab terhadap pembentukan protein pada air susu akan di insert (disisipi) ke dalam DNA yang terdapat pada nukleus sapi, sehingga nantinya gen tersebut menjadi bagian dari gen sapi hasil kloning, dan dapat  menghasilkan air susu yang mirip dengan air susu manusia, .(Anonymaus,2011)

Sehingga membuka jalan bagi tersedianya susu kemasan yang dijual dengan nilai gizi yang sama dengan ASI tentunya akan membantu ibu sehingga ibu-ibu yang berkerja ataupun ibu-ibu yang tidak mau menyusui anaknya tidak harus khawatir dalam mencukupi kebutuhan anaknya dengan ASI.

Perspektif Islam

Alloh SWT telah menjadikan makhluk hidup dibumi semata –mata diciptakan untuk kepentingan manusia

Allah Berfirman dalam QS. Al-Hijr ayat 20: “Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan -keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya”

Meskipun DNA yang sangat kecil, tapi Mampu mengendalikan sebagaian proses tubuh manusia itu adalah ciptaan allah. Hal  ini tercantum dalam beberapa surat didalam Al-Qur’an diantaranya adalah:

QS. Al-Furqan ayat 2: “Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya”

Maksud dari ayat diatas adalah segala sesuatu yang telah dijadikan Allah yang diberinya perlengkapan-perlengkapan dan persiapan-persiapan,yang  sesuai dengan naluri, sifat-sifat dan fungsinya masing-masing dalam hidup

KESIMPULAN

Dari uraian bahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa:

Sapi hasil kloning  mampu memproduksi susu mengandung lysozymehampir sama dengan air susu manusia hingga lebih dari 45 ug/ml Sehingga dapat membuka jalan tersedianya susu kemasan yang dijual dengan nilai gizi yang sama dengan ASI tentunya akan membantu ibu sehingga ibu-ibu yang berkerja ataupun ibu-ibu yang tidak mau menyusui anaknya tidak harus khawatir dalam mencukupi kebutuhan anaknya dengan ASI.

DAFTAR PUSTAKA

Ardiansyah. 1998. Kloning Dalam Produksi Hewan Ternak. Warta Biotek Tahun XII No. 1 – 2 (Maret – Juni) : 20 – 23.

Batosamma, T. 2002b. Teknologi Reproduksi Transfer Embrio. Makalah Kursus Singkat Teknik Biologi Reproduksi dalam Meningkatkan Produktivitas Ternak Kerjasana Fakultas Peternakan Unhas dengan Dirjen Dikti Depdiknas. Fakultas Peternakan Unhas, Makassar.

Depkes. (2006). Pedoman Pelayanan Farmasi untuk Ibu Hamil Dan Menyusui.Jakarta: Direktorat Bina Farmasi Komunitas Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan

Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat.(2007).Pedoman

Penyelenggaraan Pelatihan Konseling Menyusui dan Pelatihan Fasilitator Jakarta

Departemen Kesehatan. Simadasari. (2007). Karakteristik dan Perilaku Ibu Yang Memberikan ASI Eksklusif dan Manajemen Laktasi di Wilayah Kerja Puskesmas Kabanjahe.Digitized by USU FKM digital library

 Gordon I. 1994. Laboratory Production of cattle embryos. Cab International Walingford.

Potrykus, I. 1996. Gene transfer to plants: Assesment and Prepectives. Physiol. Plant. 79: 125-134.

Anonymous.2011.http//www. wah-sapi-transgenik memproduks i-asi.htm diakses tanggal 29-12-2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: