Fenomena Hereditas Penderita Penyakit Asma dalam Perspektif Genetika Populasi Di Indonesia

Fenomena Hereditas Penderita Penyakit Asma dalam Perspektif Genetika Populasi Di Indonesia

The phenomenon of Heredity Disease Asthma Patients in Population Genetics Perspective on Indonesia

Zukiya (09330085),Dr.H.  Moch. Agus Krisno Budiyanto

Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang

Jl. Tlogomas 246 Malang Telp 464318

Abstract

 

Asthma is a disease that results in the lung airways (bronchioles). Asthma caused by chronic inflammation and continuous in the time period lama.Ini cause respiratory someone with asthma, have the high sensitivity to a variety of “triggers”.  when inflammation sparked by a variety of factors from outside and from within, respiratory swelling and met with snot. Muscle contraction in the absence of the respiratory tract (bronchospasm), causing further restriction of the airways, these restrictions cause difficulties in ekspiration (blowing air out of the lungs)

 

Key word: Population genetics, Heredity, Asthma

 

Abstrak

            Asma adalah penyakit yang berakibat pada saluran pernafasan pada paru (bronchioles).Asthma disebabkan peradangan yang kronis dan terus menerus dalam jangka waktu yang lama.Ini menyebabkan saluran pernafasan seseorang dengan asthma, memilki sensivitas yang tinggi terhadap berbagai macam “pencetus”.baca selengkapnya…Ketika peradangan tercetus oleh berbagai factor dari luar dan dari dalam , saluran pernafasan mengalami pembengkakan dan terpenuhi oleh ingus. Otot tanpa adanya kontraksi saluran pernafasan (bronchospasm), lebih lanjut menyebabkan terjadinya pembatasan saluran udara, pembatasan ini menyebabkan kesulitan dalam ekspiration (menghembuskan udara keluar dari dalam paru).

 

PENDAHULUAN

Genetika populasi adalah cabang dari ilmu genetika yang mempelajari gen-gen dalam populasi dan menguraikannya secara matematik akibat dari keturunan pada tingkat populasi. Genetika populasi berusaha menjelaskan implikasi yang terjadi terhadap bahan genetik akibat saling kawin yang terjadi di dalam satu atau lebih populasi. Suatu populasi dikatakan seimbang apabila frekuensi genetik berada dalam keadaan tetap dari setiap generasi (Elrod S &Stansfield W, 2002).

Hereditas adalah pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen (DNA) atau secara sosial melalui pewarisan gelar, atau status sosial. Seperti diketahui kromosom ada dua jenis yaitu Autosom dan Gonosom, jadi penyakit genetik pada manusia juga ada dua sebab yaitu disebabkan oleh kelainan autosom dan disebabkan oleh kelainan gonosom (Anonymous, 2011).

Peristiwa penurunan sifat atau hereditas telah mendapat banyak perhatian peneliti. Peneliti yang paling popular adalah Gregor Johann Mendel. Ilmuwan ini lahir pada tahun 1822 di Cekoslowakia.  Pada tahun 1842, mendel mulai mengadakan penelitian dan meletakkan dasar-dasar hereditas. Ilmuwan yang juga birawan ini menemukan prinsip-prinsip dasar pewarisan melalui percobaan yang dikendalikaan dengan cermat dalam pembiakan silang (Yulianto, Arie. 2009).

Asma (Asthma)

1.Pengertian Asma

Frekuensi dan beratnya serangan asma bervariasi. Beberapa penderita lebih sering terbebas dari gejala dan hanya mengalami serangan serangan sesak nafas yang singkat dan ringan, yang terjadi sewaktu-waktu.

Gambar .1

Penderita lainnya hampir selalu mengalami batuk dan mengi (bengek) serta mengalami serangan hebat setelah menderita suatu infeksi virus, olah raga atau setelah terpapar oleh alergen maupun iritan. Menangis atau tertawa keras juga bisa menyebabkan timbulnya gejala.

Suatu serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan nafas yang berbunyi (wheezing, mengi, bengek), batuk dan sesak nafas. Bunyi mengi terutama terdengar ketika penderita menghembuskan nafasnya. Di lain waktu, suatu serangan asma terjadi secara perlahan dengan gejala yang secara bertahap semakin memburuk.

Pada kedua keadaan tersebut, yang pertama kali dirasakan oleh seorang penderita asma adalah sesak nafas, batuk atau rasa sesak di dada. Serangan bisa berlangsung dalam beberapa menit atau bisa berlangsung sampai beberapa jam, bahkan selama beberapa hari.

Gejala awal pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau di leher. Batuk kering di malam hari atau ketika melakukan olah raga juga bisa merupakan satu-satunya gejala. Selama serangan asma, sesak nafas bisa menjadi semakin berat, sehingga timbul rasa cemas. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.

Pada serangan yang sangat berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karena sesaknya sangat hebat. Meskipun telah mengalami serangan yang berat, biasanya penderita akan sembuh sempurna.

Kebingungan, letargi (keadaan kesadaran yang menurun, dimana penderita seperti tidur lelap, tetapi dapat dibangunkan sebentar kemudian segera tertidur kembali) dan sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa persediaan oksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera dilakukan pengobatan.

Kadang beberapa alveoli (kantong udara di paru-paru) bisa pecah dan menyebabkan udara terkumpul di dalam rongga pleura atau menyebabkan udara terkumpul di sekitar organ dada. Hal ini akan memperburuk sesak yang dirasakan oleh penderita.

Pengenalan jenis serangan asma berkaitan erat dengan cara pengobatannya.

Serangan asma/bengek ada 2 macam, yaitu:

1. Serangan asma bronkial karena otot polos saluran napas yang berkerut (Asma Episodik)Serangan asma bronkial/bengek hanya sekali-sekali, ada periode bebas sesak napas, serangan “mengi” mungkin terjadi misalnya sewaktu jogging, makan suatu makanan yang kebetulan alergi, mencium binatang piaraan, dsb.Jenis ini memberikan respon yang baik terhadap pemberian obat pelonggar nafas hirup (inhaler) dimana merupakan obat yang paling aman dengan sedikit efek samping yang minimal. Dapat juga diberikan obat pelonggar napas dalam bentuk tablet maupun sirup.
2. Serangan asma bronkial karena proses peradangan saluran pernapasan (Continuing Asma/Asma Berkelanjutan)Penderita asma bronkial/bengek ini tidak pernah merasakan benar-benar bebas sesak, jadi hampir setiap hari menderita “mengi”. Saluran pernapasannya mengalami keradangan sehingga mempunyai resiko untuk terjadi serangan lebih sering, walaupun telah diberikan obat pelonggar napas.Oleh karenanya, penderita memerlukan obat tambahan berupa anti keradangan (biasanya keluarga steroid).

2. Penyebab Penyakit Asma

Istilah penyebab asma sebenarnya kurang tepat karena sampai saat ini penyebab asma belum diketahui. Telah banyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli di bidang asma untuk menerangkan sebab terjadinya asma, namun belum satu pun teori atau hipotesis yanga dapat diterima atau disepakati semua para ahli.

Pada penderita asma bronkial karena saluran napasnya sangat peka (hipersensitif) terhadap adanya partikel udara ini, sebelum sempat partikel tersebut dikeluarkan dari tubuh, maka jalan napas (bronkus) memberi reaksi yang sangat berlebihan (hiperreaktif), maka terjadilah keadaan dimana:

  • Otot polos yang menghubungkan cincin tulang rawan akan berkontraksi/memendek/mengkerut
  • Produksi kelenjar lendir yang berlebihan
  • Bila ada infeksi, misal batuk pilek (biasanya selalu demikian) akan terjadi reaksi sembab/pembengkakan dalam saluran napas

Gambar .2

Meskipun demikian yang jelas saluran pernapasan penderita asma memiliki sifat yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan (bronchial hyperreactivity = hipereaktivitas saluran napas). Asap rokok, tekanan jiwa, alergen pada orang normal tidak menimbulkan asma tetapi pada penderita asma rangsangan tadi dapat menimbulkan serangan.

Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.

Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara.

Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas.

Sel-sel tertentu di dalam saluran udara (terutama sel mast) diduga bertanggungjawab terhadap awal mula terjadinya penyempitan ini. Sel mast di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya:

  • kontraksi otot polos
  • peningkatan pembentukan lendir
  • perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki.

Sel mast mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen), seperti serbuk sari, debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang.

Tetapi asma juga bisa terjadi pada beberapa orang tanpa alergi tertentu. Reaksi yang sama terjadi jika orang tersebut melakukan olah raga atau berada dalam cuaca dingin.Stres dan kecemasan juga bisa memicu dilepaskannya histamin dan leukotrien.

Sel lainnya (eosnofil) yang ditemukan di dalam saluran udara penderita asma melepaskan bahan lainnya (juga leukotrien), yang juga menyebabkan penyempitan saluran udara. (Samuel, 2011).

3.Faktor Pencetus Serangan Asma

Pemicu mengakibatkan terganggunya saluran pernafasan dan mengakibatkan penyempitan dari saluran pernafasan (bronkokonstriksi). Pemicu tidak menyebabkan peradangan. Banyak kalangan kedokteran yang menganggap pemicu dan bronkokonstriksi adalah gangguan pernafasan akut, yang belum berarti asma.

Gambar.3

Gejala-gejala dan bronkokonstriksi yang diakibatkan oleh pemicu timbul seketika, berlangsung dalam waktu pendek dan lebih mudah diatasi dalam waktu singkat. Namun saluran pernafasan akan bereaksi lebih cepat bila sudah ada atau terjadi peradangan.

  1. Faktor pada pasien
    • Aspek genetik
    • Kemungkinan alergi
    • Saluran napas yang memang mudah terangsang
    • Jenis kelamin
    • Ras/etnik
  2. Faktor lingkungan
  • Bahan-bahan di dalam ruangan :Tungau debu rumah,Binatang, kecoa
  • Bahan-bahan di luar ruangan :Tepung sari bunga,Jamur
  • Makanan-makanan tertentu, bahan pengawet, penyedap, pewarna makanan
  • Obat-obatan tertentu
  • Iritan (parfum, bau-bauan merangsang, household spray )
  • Ekspresi emosi yang berlebihan
  • Asap rokok dari perokok aktif dan pasif
  • Polusi udara dari luar dan dalam ruangan
  • Infeksi saluran napas
  • Exercise induced asthma, mereka yang kambuh asmanya ketika melakukan aktivitas fisik tertentu.
  • Perubahan cuaca (Reliance, 2010).

4.Diagnosa Penyakit Asma

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas. Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pemeriksaan spirometri berulang. Spirometri juga digunakan untuk menilai beratnya penyumbatan saluran udara dan untuk memantau pengobatan.

Menentukan faktor pemicu asma seringkali tidak mudah. Tes kulit alergi bisa membantu menentukan alergen yang memicu timbulnya gejala asma. Jika diagnosisnya masih meragukan atau jika dirasa sangat penting untuk mengetahui faktor pemicu terjadinya asma, maka bisa dilakukan bronchial challenge test.

Saat anda mendatangi dokter anda untuk konsultasi, dokter anda akan menanyakan mengenai riwayat kesehatan keluarga anda yaitu apakah ada salah seorang anggota keluarga anda yang menderita asma?

Pertanyaan ini akan mendukung pendapat mereka untuk melakukan test fungsi paru anda atau test pernafasan untuk menyakinkan hasil pemeriksaan sebelum mereka memberikan resep/obat-obatan dan terapi kepada anda.

Test fungsi saluran pernafasan/paru digunakan untuk mengukur kemampuan bernafas anda. Hasil pemeriksaan rontgen paru dapat memperlihatkan jika ada sumbatan pada saluran pernafasan yang merupakan indikasi asma.

5 .Pencegahan Asma

Semua serangan penyakit asma harus dicegah. Serangan penyakit asma dapat dicegah jika faktor pemicunya diketahui dan bisa dihindari. Serangan yang dipicu oleh olah raga bisa dihindari dengan meminum obat sebelum melakukan olah raga. (Price,2003).

Ada usaha-usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah datangnya serangan penyakit asma, antara lain :

  1. Menjaga kesehatan
  2. Menjaga kebersihan lingkungan
  3. Menghindarkan faktor pencetus serangan penyakit asma
  4. Menggunakan obat-obat antipenyakit asma

Setiap penderita harus mencoba untuk melakukan tindakan pencegahan. Tetapi bila gejala-gejala sedang timbul maka diperlukan obat antipenyakit asma untuk menghilangkan gejala dan selanjutnya dipertahankan agar penderita bebas dari gejala penyakit asma. (Pratiwi, dkk. 2006).

Gambar.4

1. Menjaga Kesehatan

Menjaga kesehatan merupakan usaha yang tidak terpisahkan dari pengobatan penyakit asma. Bila penderita lemah dan kurang gizi, tidak saja mudah terserang penyakit tetapi juga berarti mudah untuk mendapat serangan penyakit asma beserta komplikasinya.

Usaha menjaga kesehatan ini antara lain berupa makan makanan yang bernilai gizi baik, minum banyak, istirahat yang cukup, rekreasi dan olahraga yang sesuai.         Penderita dianjurkan banyak minum kecuali bila dilarang dokter, karena menderita penyakit lain seperti penyakit jantung atau ginjal yang berat.

Banyak minum akan mengencerkan dahak yang ada di saluran pernapasan, sehingga dahak tadi mudah dikeluarkan. Sebaliknya bila penderita kurang minum, dahak akan menjadi sangat kental, liat dan sukar dikeluarkan.

Pada serangan penyakit asma berat banyak penderita yang kekurangan cairan. Hal ini disebabkan oleh pengeluaran keringat yang berlebihan, kurang minum dan penguapan cairan yang berlebihan dari saluran napas akibat bernapas cepat dan dalam.

2. Menjaga kebersihan lingkungan

Lingkungan dimana penderita hidup sehari-hari sangat mempengaruhi timbulnya serangan penyakit asma. Keadaan rumah misalnya sangat penting diperhatikan. Rumah sebaiknya tidak lembab, cukup ventilasi dan cahaya matahari.

Saluran pembuangan air harus lancar. Kamar tidur merupakan tempat yang perlu mendapat perhatian khusus. Sebaiknya kamar tidur sesedikit mungkin berisi barang-barang untuk menghindari debu rumah.

Hewan peliharaan, asap rokok, semprotan nyamuk, atau semprotan rambut dan lain-lain mencetuskan penyakit asma. Lingkungan pekerjaan juga perlu mendapat perhatian apalagi kalau jelas-jelas ada hubungan antara lingkungan kerja dengan serangan penyakit asmanya.

3. Menghindari Faktor Pencetus

Alergen yang tersering menimbulkan penyakit asma adalah tungau debu sehingga cara-cara menghindari debu rumah harus dipahami. Alergen lain seperti kucing, anjing, burung, perlu mendapat perhatian dan juga perlu diketahui bahwa binatang yang tidak diduga seperti kecoak dan tikus dapat menimbulkan penyakit asma.

Infeksi virus saluran pernapasan sering mencetuskan penyakit asma. Sebaiknya penderita penyakit asma menjauhi orang-orang yang sedang terserang influenza. Juga dianjurkan menghindari tempat-tempat ramai atau penuh sesak.

Hindari kelelahan yang berlebihan, kehujanan, penggantian suhu udara yang ekstrim, berlari-lari mengejar kendaraan umum atau olahraga yang melelahkan. Jika akan berolahraga, lakukan latihan pemanasan terlebih dahulu dan dianjurkan memakai obat pencegah serangan penyakit asma.

Zat-zat yang merangsang saluran napas seperi asap rokok, asap mobil, uap bensin, uap cat atau uap zat-zat kimia dan udara kotor lainnya harus dihindari.

Sesuai  firman Allah SWT:

Surat At-tin ayat 4
Artinya:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .

Dari ayat diatas dapat kita ketahui bahwa Allah SWT menciptakan manusia sebagai Khalifah di bumi karena manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna. Manusia dilengkapi dengan akal yang membedakan dengan makhluk lain.

Manusia dilengakapi dengan akal yang mana pada bahasan ini agar dia mampu melakukan atau mengobati penyakit yang telah Allah berikan salah satunya yaitu asma dengan berobat atau dengan menghindarkan dia dari sesuatu yang membahayakan hidupnya.

Surat Al-baqarah ayat 286

Artinya:

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Dari ayat diatas dapat kita ketahui bahwa Allah SWT memberikan penyakit kepada manusia sebagai bentuk ujian, salah satunya penyakit asma. Allah memberikan penyakit kepada manusia sebagai bentuk pengujian kepada manusia, apakah dia   mampu menerima dan bersabar dalam mengahadapi ujian. Tapi Allah SWT  juga tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan   umatnya.

Pada prinsipnya tata cara pengobatan asma dibagi atas:
1. Pengobatan Asma Jangka Pendek
2. Pengobatan Asma Jagka Panjang

6.Penderita Asma Di Indonesia

Asma adalah satu penyakit turunan. Jika orang tuanya atau kakek-neneknya asma, kemungkinan seseorang bisa mendapat penyakit asma. Gejala penyakit Asma adalah orang sukar bernapas hingga berbunyi (mengi/bengek) karena saluran pernafasannya menyempit akibat lendir yang disebabkan alergi.

Sekitar 7% penduduk dunia (300 juta jiwa) menderita penyakit asma. Di AS, 4.000 orang tewas setiap tahun karena asma.Asma adalah penyakit menahun/kronis. Menurut ilmu kedokteran Modern tidak bisa disembuhkan. Namun gejalanya bisa dikurangi.

Penderita Asma juga harus menghindari faktor alergi yang bisa menyebabkan asma seperti debu, kapuk, bedak, udara dingin, dan sebagainya. Tertawa atau kecemasan yang berlebihan juga harus dihindari. Faktor alergi tersebut mungkin berbeda-beda untuk tiap orang.

Jika orang tua merupakan penderita asma, maka dapat dipastikan akan melahirkan anak-anak yang asma. Akan tetapi, tidak tertutup kemungkinan kedua orang tua yang fenotipenya normal melahirkan anak asma.

Kasus demikian dapat terjadi jika kedua orang tua tersebut memiliki genotipe heterozigot (carrier). Orang tua yang membawa sifat asma, kemungkinan 25% menghasilkan keturunan (F1) yang menderita asma. Bagaimana hal ini dapat terjadi?

Bila gen  P = normal

p = asma

P         :          Pp       ><        Pp

Gamet : P dan p              P dan p

F1       : PP, Pp, Pp dan pp

Untuk PP, Pp, Pp (normal) = 75%

pp (asma)                 = 25%

Penderita asma juga dapat dilahirkan oleh orang tua yang satu normal dan lainnya menderita asma:

P         :          Pp       ><        pp

(normal)          (asma)

Gamet :  P dan p                  p

F1       : Pp dan pp

Untuk Pp (normal) = 50%

pp (asma)   = 50%

Contoh dalam populasi:

Dalam masyarakat A yang berpenduduk 10.000 orang terdapat 4 orang asma. Berapa orang pembawa sifat asma  pada masyarakat tersebut?

  1. Penderita asma    = aa =      4__

10.000

= 0,0004

a =  = 0,02

A + a = 1

A = 1 – 0,02 = 0,98

Jadi frekuensi gen A = 0,98 dan a = 0,02

  1. Orang pembawa sifat asma (Aa)

Aa = 2Aa = 2 x 0,98 x 0,02 = 0,0392 = 3,92 %

Berarti dalam populasi 10.000 orang terdapat carrier asma sebanyak 10.000 x 0,0392 = 392 orang.

Dalam hal ini digunakan hukum Hardy-Weinberg. Hukum Hardy-Weinberg ini berfungsi sebagai parameter evolusi dalam suatu populasi.

Bila frekuensi gen dalam suatu populasi selalu konstan dari generasi ke generasi, maka populasi tersebut tidak mengalami evolusi. Bila salah satu saja syarat tidak dipenuhi maka frekuensi gen berubah, artinya populasi tersebut telah dan sedang mengalami evolusi.

Kesimpulan

 

Asma didefinisikan sebagai gangguan inflamasi kronis dari tabung bronkial atau saluran udara dari paru-paru. Ada peningkatan produksi lendir, pembengkakan saluran napas bronkial, dan pengencangkan otot-otot sekitar saluran udara yang mengurangi dan menghambat aliran oksigen ke paru-paru.

Berbagai penyebab asma diantaranya adalah adanya infeksi bakteri dan virus seperti pilek atau flu, alergi terhadap hewan peliharaan, bulu atau ketombenya, serbuk sari, dan makanan tertentu. Juga adanya limbah beracun di lingkungan rumah atau di tempat kerja, udara kering dan dingin juga dapat menyebabkan batuk dan memicu serangan asma, asap rokok, alergi terhadap makanan tertentu, seperti seafood, kacang, atau produk susu serta alegi pada beberapa obat bisa menyebabkan serangan, seperti aspirin dan NSAID.

Bahan kimia dan racun di udara dapat menyebabkan timbulnya gejala serangan asma. Ini termasuk: asap knalpot, parfum atau aroma lainnya yang kuat, bahan kimia yang digunakan dalam rumah tangga seperti penyemprot nyamuk, debu dari tepung dan serbuk gergaji.

Ada usaha-usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah datangnya serangan penyakit asma, antara lain :

  1. Menjaga kesehatan
  2. Menjaga kebersihan lingkungan
  3. Menghindarkan faktor pencetus serangan penyakit asma
  4. Menggunakan obat-obat anti penyakit asma

DAFTAR PUSTAKA

Acandra, 2010. Penderita Asma Tak Terurus. http://kesehatan.kompas.com/read/2010/04/15/16081298/Penderita.Asma.Tak.Terurus. Diakses 28 Desember 2011.

Akhyar, M. Salman. 2004. Biologi untuk SMA kelas XII Semester 1. Bandung: Grafindo Media Utama

Anonymous, 2008. Gangguan Saluran PernafasanatauAsmai.http://devin4.blogdetik.com/ Diakses 28 Desember 2011..

Anonymous, 2011. Asma. http://medicastore.com/penyakit/768/Asma.html. Diakses 28 Desember 2011

Anonymous, 2011. Makalah Asma.http://www.scribd.com/doc/63045240/MAKALAH-ASMA diakses 28 Desember 2011.

Anonymous, tanpa tahun. Tetes Cinta Asma. http://www.soindonesia.org/files/fact%20sheet%20AsmaBahasa%20Indonesia_0.pdf. Diakses 28Desember 2011.

Elrod S, Stansfield W.2002. Genetika Edisi 4. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Karmana, Oman. 2008.Biologi untuk kelas XII Semester I Sekolah Menengah Atas. Bandung: Grafindo Media Pratama

Pratiwi, dkk. 2006. Biologi SMA 3. Erlangga: Jakarta. Erlangga.

Price.Sylvia A &Lloraine M.Wilson,2003. Patofisioogi klinik proses-proses penyakit vol.1.)

Reliance, 2010. Asma. http://www.reliance-insurance.com/Info%20Sehat/Info_Sehat_Mar_2010_ASMA.pdf. Diakses 28 Desember 2011.

Samuel, 2011. Asma pada Remaja.http://www.morphostlab.com/artikel/asma-pada-remaja.html. Diakses 28 Desember 2011.

Yulianto, Arie. 2009. Kenali asmaSejak Dini. http://www.tanyadokteranda.com/2010/03/kenali-Asma-sejak-dini/. Diakses 28 Desember 2011.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: