“MENU OLAHAN MAKKOTA DEWA SEBAGAI ALTERNATIF PEMINIMALISIR PENYAKIT DISENTRI”

PENDAHULUAN

Disentri merupakan peradangan pada usus besar yang ditandai dengan sakit perut dan buang air besar yang encer secara terus menerus (diare) yang bercampur lendir dan darah. Berdasarkan penyebabnya disentri dapat dibedakan menjadi dua yaitu disentri amuba dan disentri basiler. Penyebab yang paling umum yaitu adanya infeksi parasit Entamoeba histolytica yang menyebabkan disentri amuba dan infeksi bakteri golongan Shigella yang menjadi penyebab disentri basiler.Kuman-kuman tersebut dapat tersebar dan menular ke orang lain melalui makanan dan air yang sudah terkontaminasi kotoran juga lalat.
Paragraf diatas,adalah penjelasan disentri pada zaman dahulu. Yaitu,disentri dianggap hanya terdiri dari dua jenis yang didasarkan pada penyebabnya, yakni disentri basiler yang disebabkan oleh basil Shigella spp. dan disentri amuba yang disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica. Akan tetapi berkat perkembangan pesat pengetahuan kita tentang mikrobiologi, sindroma disentri di atas temyata disebabkan oleh berbagai mikroba, bakteri dan parasit, yakni: Shigella spp.,Salmonella spp.,Campylobacter spp.,Vibrio arahaemolyticus ,I’leisomonas shigelloides, EIEC (Enteriinnasive E. coil), Aeromonus spp., Entamoeba histolytica / Giardia.

Gejala khas yang disebut sebagai sindroma disentri, yakni: sakit di perut yang sering disertai dengan tenesmus, berak-berak meperet, dan tinja mengandung darah lendir. Adanya darah dan lekosit dalam tinja merupakan suatu bukti bahwa kuman penyebab disentri tersebut menembus dinding kolon dan bersarang di bawahnya1-3. ltulah sebabnya pada akhir-akhir ini nama diare invasif lebih disukai olch para ahli.    (Simanjuntak,2004)

Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (scheff) boerl, sinonimnya adalah Phaleria macrocarpa warb. Var. wichanii (val) back) ini berasal dari Irian. Tumbuhan berfamili Thymelaeceae ini, dikenal bangsa asing dengan nama The crown of God. Pohonnya diyakini mengeluarkan aura untuk meningkatkan derajat. Makanya, tak heran bila pohon ini dinamai pohon derajat yang tak jarang menjadi tanaman di depan rumah.

Akan tetapi, tanaman mahkota dewa masih belum banyak dikenal sebagai tumbuhan obat-obatan. Sebagian orang malah kerap mengidentikkan tanaman ini dengan daun dewa dan sambung nyawa. Padahal, tanaman ini mengandung kahsiat yang melimpah untuk mengobati berbagai penyakit mematikan di Indonesia. Ha inilah yang mendorong kami dalam usaha memanfaatkan khasiat-khasiat yang ada dengan mengolahnya sebagai menu makanan sebagai peminimalisir berbagai macam penyakit, terutama disentri.

Disentri

Pengertian Disentri

Disentri berasal dari bahasa Yunani, yaitu dys (=gangguan) dan enteron (=usus), yang berarti radang usus yang menimbulkan gejala meluas, tinja lendir bercampur darah . Gejala-gejala disentri antara lain adalah Buang air besar dengan tinja berdarah , diare encer dengan volume sedikit , buang air besar dengan tinja bercampur lender(mucus), nyeri saat buang air besar (tenesmus). (Anynomous,2010)

Dalam Media Litbang Kesehatan (2004) disebutkan, disentri merupakan sindrom atau kumpulan gejala penyakit yang muncul seperti diare berdarah, lendir dalam tinja, dan nyeri yang dipaksakan untuk mengeluarkan tinja. Mudahnya, diare berdarah dapat digunakan sebagai penanda kecurigaan terhadap disentri. Itu sebabnya, disentri dimasukkan ke dalam kelompok bloody diarhea atau diare berdarah. Dalam situs WHO, definisi sederhana ini telah digunakan pada banyak studi berbasis komunitas.

Didasarkan pada penyebabnya, yakni disentri basiler yang disebabkan oleh basil Shigella spp. dan disentri amuba yang disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica. Akan tetapi berkat perkembangan pesat pengetahuan kita tentang mikrobiologi, sindroma disentri di atas temyata disebabkan oleh berbagai mikroba, bakteri dan parasit, yakni: Shigella spp.,Salmonella spp., Campylobacter spp., Vibrio parahaemolyticus,I’leisomonas shigelloides, EIEC (Enteriinnasive E. coil), Aeromonus spp., Entamoeba histolytica atau Giardia lambha.

Penyebab Disentri

 

Sindroma disentri  disebabkan oleh berbagai mikroba, bakteri dan parasit, yakni: Shigella spp., Salmonella spp., Campylobacter spp., Vibrio parahaemolyticus , I’leisomonas shigelloides, EIEC (Enteriinnasive E. coil) ,Aeromonus spp., Entamoeba histolytica atau Giardia lambha.

 

1. Shigella spp.

Shigelloides terdapat di mana-rnana tapi yang terbanyak terdapat di negara dengan tingkat kesehatan perorangan yang sangat buruk. Manusia sendiri merupakan surnber penularan dan hospes alami dad penyakit ini, yang cara penularannya adalah secara oro- faecal.Shigella spp. sebagai penyebab disentri basiler merupakan kuman yang unik di antara enteropatogen lainnya.

Ambang infeksinya rendah yakni 10–100 kuman sudah cukup untuk menularkan penyakit tersebut dari penderita ke orang lain.  Dengan demikian dapatlah dimengerti mengapa epidemi penyakit ini bagi penduduk yang kesehatan perorangannya sangat buruk, sulit dicegah. Hal lain yang juga unik ialah sifat basil ini yang rapuh (fragile, cepat rnati di luar tubuh hospesnya), menyebabkan penyakit ini lebih banyak tertular dengan cara kontak langsung (person to person). Inilah sebabnya penyakit ini disebut hand washing disease.

Kedua sifat yang kontradiktif yaitu ambang infeksi yang rendah dan sifat rapuh ini mewarnai epidemiologi penyakit ini. Dapatlah dimengerti bahwa penyakit ini akan menimbulkan epidemi yang sulit dicegah di daerah yang kesehatan perorangannya rendah, sedang di daerah dengan kesehatan perorangan cukup baik penyakit ini akan lebih cepat menghilang. Kedua hal yang bertentangan ini akan lebih nyata lagi karena hospes alami (tuan rumah) penyakit ini adalah manusia, walaupun kuman ini dapat diisolasi dari tinja primata yang hidup dekat dengan habitat manusia.

2. Salmonella sp.

Beberapa spesies Salmonella yang bukan S. typhi, S. paratyphiA dan B dapat menyebabkan diare invasif. Seperti diketahui Salmonella merupakan penyaldt zoonosis, hewan dan unggas merupakan reservoir penyakit ini, .dan manusia tertular melalui makanan, daging, unggas dan telur. Penyakit ini lebih sering terdapat di negara yang penduduknya pemakan daging. Maka dapat dimengerti bahwa Salmonellosis menjadi problem kesehatan yang lebih besar di negara yang telah maju dibandingkan dengan negara yang sedang berkembang.

 

3. Campylobacter spp.

Pada akhir-akhir ini Campylobacter jejuni (dulu disebut “vibrio lainnya” (related vibrio) mulai muncul sebagai penyebab penting penyakit diare. Penyakit ini umumnya adalah zoonosis walaupun penularan dari orang melalui air yang terkontaminasi. Infeksi Campylobacter terutama terdapat pada masa kanak-kanak & dan, diare yang ditimbulkannya biasanya lebih dari 7 hari walaupun dengan gejala yang tidak terlalu berat.

Diperkirakan unggas merupakan reservoir yang paling potensial. Hal ini amat penting karena Indonesia penduduknya lebih senang makan daging unggas daripada daging sapi. Selain itu telur juga memegang peran penting dalam,penularan penyakit ini. Berbagai letusan penyakit ini di Inggris, Amerika Serikat dan Canada telah dihubungkan dengan susu yang tidak dipasteurisasi.

Susu terkontaminasi melalui kontak langsung dengan tinja sapi. C. jejuni akan dapat bertahan selama 22 hari dalam susu yang disimpan pada 4°C tapi segera mati apabila dipasteurisasi.

 

 

4. EIEC (Entero Invasive E. coli)

Sejak 1967, para peneliti di Jepang, Brazil dan negara-negara lain telah membuktikan bahwa serotipe tertentu dari E. coli selain dari yang dinamakan EPEC (serotipe tertentu lainnya dari E. coli), telah berhasil diisolasi dari tinja penderita anak dan dewasa yang menderita diare invasif.

Sekarang telah diketahui bahwa serotipe dari I. coli yang invasif ialah: 028ac, 029, 0112ac, 0124, 0136, 0143, 0144, 0152, 0164 dan 0167. Serotipe 0124 merupakan EIEC yang paling sering menimbulkan letusan epidemi, seperti yang terjadi di Hongaria dan USA. EIEC sangat menyerupai Shigella karena sifat biokimia yang sering sama yaitu laktosa negatif, tidak bergerak, dekarboksilase lysin juga negatif9, selain itu mempunyai antigen somatik 0 yang bersamaan.

Kesulitan yang timbul dalam isolasi EIEC dari penderita diare invasif ialah cara  membedakannya dari If. coil lainnya. Karena dari 85% orang normal maupun yang diare dapat diisolasi E. coli. Dengan begitu reaksi biokimia dan serologi dari isolat E. coil yang cukup besar tak mungkin dilakukan secara rutin. Penentuan EIEC secara Sereny testil yaitu dengan mempergunakan minimal dua marmut untuk tiap isolat E. coli dari satu penderita, akan memakan biaya yang sangat besar.  (Anonymous,2004)

Cara penyebaran penyakit dalam tubuh (Patogenesis) :

Transmisinya dapat melalui : fecal-oral, melalui : makanan / air yang   terkontaminasi, person-to-person contact.

Menurut bakteri yang ada,cara penyebaran penyakit ini dibagi menjadi 2:

Ø  Disentri basiler

·    Shigella dan EIEC

Dimulai dari shigela dan EIEC masuk ke dalam tubuh, kemudian membentuk kelompok dan kolonisasi di ileum terminalis/ kolon (terutama kolon distal) yang selanjutnya melakukan penyerangan ke sel epitel usus. Setelah berhasil, mereka akan menggandakan diri sebanyak mungkin lalu menyebar ke  intrasel dan intersel dan memproduksi enterotoksin. Saat itu tubuh mulai diserang, dan menyebabkan hipersekresi usus (diare cair,diare sekresi ). Pada keadaan seperti ini,tubuh akan memproduksi eksotoksin (shiga toxin) yang berlanjut dengan proses sitotoksik dan infiltrasi sel radang. Lalu Shigella dan EIEC akan masuk menyerang nekrosis sel epitel mukosa,masuk ke dalam ulkus-ulkus kecil dan menyerang eritrosit dan plasma lalu pergi keluar, yaitu ke lumen usus. Hal ini akan menyebabkan pengeluaran tinja yang bercampur dengan darah. Tapi hal ini tidak hanya berhenti sampai disini bakteri selanjutnya juga akan menyerang ke lamina propia. Dan akan menjalar ke organ-organ lain di tubuh.

·     Salmonella

Dimulai dari masuk ke dalam tubuh, kemudian membentuk kelompok dan kolonisasi di ileum terminalis/ kolon (terutama kolon distal) yang selanjutnya melakukan penyerangan ke sel epitel mukosa usus dan lamina propia yang menyebabkan infiltrasi sel-sel radang. Dan melakukan sintesis Prostaglandin yang menghasilkan heat-labile cholera-like enterotoksin. Hal ini akan berlanjut dengan invansi ke Plak Penyeri dan penyebaran ke KGB mesenterium yang menyebabkan hipertrofi dan penurunan aliran darah ke mukosa. Bakteri selanjutnya pergi ke nekrosis mukosa dan ulkuspun menggaung. Lalu diteruskan dengan eritrosit dan plasma darah pergi ke lumen yang pada akhirnya menyebabkan pengeluaran tinja yang bercampur darah.

·    Campylobacter jejuni

Dimulai dari masuk ke dalam tubuh, kemudian membentuk kelompok dan kolonisasi di ileum terminalis/ kolon (terutama kolon distal) yang selanjutnya melakukan penyerangan ke sel epitel mukosa usus dan lamina propia yang menyebabkan infiltrasi sel-sel radang. Dan melakukan sintesis Prostaglandin yang menghasilkan heat-labile cholera-like enterotoksin. Yang dilanjutkan dengan adanya produksi sitotoksin di nekrosis mukosa lalu berlanjut ke ulkus. Yang menyebabkan eritrosit dan plasma keluar ke lumen dan  pengeluaran tinja bercampur darah karena bakteri masuk ke sirkulasi (bakteremia).

Ø  Disentri amoeba

Dimulai dari masuk ke dalam tubuh dan membentuk histolika (trofozoit) yang selanjutnya melakukan invansi ke sel epitel mukosa usus yang akan memproduksi enzim histolisin di  nekrosis jaringan mukosa usus. Selanjutnya akan melakukan invasi ke jaringan submukosa. Ulkus akan dipenuhi oleh amoeba, akan melebar dan saling berhubungan membentuk sinus-sinus submukosa. Hal ini akan menyebabkan kerusakan permukaan absorpsi (malabsorpsi) dan naiknya masa intraluminal yang diikuti naiknya tekanan osmotik intraluminal yang menyebabkan diare osmotik.   (Anonymous,2011)

Gejala – Gejala  Disentri

Disentri basiler juga biasanya menyerang secara tiba – tiba sekitar dua hari setelah kemasukan kuman/bakteri Shigella. Gejalanya yaitu demam, mual dan muntah-muntah, diare dan tidak napsu makan. Bila tidak segera diatasi, dua atau tiga hari kemudian keluar darah, lendir atau nanah dalam feses (tinja) penderita. Pada disentri basiler, penderita mengalami diare yang hebat yaitu mengeluarkan feses yang encer hingga 20-30 kali sehari sehingga menjadi lemas, kurus dan mata cekung karena kekurangan cairan tubuh (dehidrasi). Hal tersebut tidak bisa dianggap remeh, karena bila tidak segera diatasi dehidrasi dapat mengakibatkan kematian. Gejala lainnya yaitu perut terasa nyeri dan mengejang.  (Anonymous,2008)

         Disentri basiler

Gejala yang akan dialami penderita disentri basiler adalah Diare mendadak yang disertai darah dan lendir dalam tinja. Pada disentri shigellosis, pada permulaan sakit, bisa terdapat diare encer tanpa darah dalam 6-24 jam pertama, dan setelah 12-72 jam sesudah permulaan sakit, didapatkan darah dan lendir dalam tinja., Panas tinggi (39,5 – 40,0 C), kelihatan toksik., Muntah-muntah., Anoreksia., Sakit kram di perut dan sakit di anus saat BAB., Kadang-kadang disertai dengan gejala menyerupai ensefalitis dan sepsis (kejang, sakit kepala, letargi, kaku kuduk, halusinasi).

          Disentri amoeba

Gejala yang akan dialami penderita disentri amoeba adalah Diare disertai darah dan lendir dalam tinja., Frekuensi BAB umumnya lebih sedikit daripada disentri basiler (≤10x/hari)., Sakit perut hebat (kolik)., Gejala konstitusional biasanya tidak ada (panas hanya ditemukan pada 1/3 kasus).

Diagnosis Disentri

               Diagnosis klinis dapat ditegakkan semata-mata dengan menemukan tinja bercampur darah. Diagnosis etiologi biasanya sukar ditegakkan. Penegakan diagnosis etiologi melalui gambaran klinis semata sukar, sedangkan pemeriksaan biakan tinja untuk mengetahui agen penyebab seringkali tidak perlu dilakukan karena memakan waktu lama (minimal 2 hari) dan umumnya gejala membaik dengan terapi antibiotika empiris. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah  pemeriksaan tinja Makroskopis ( suatu disentri amoeba dapat ditegakkan bila ditemukan bentuk trofozoit dalam tinja). Selain itu dapat penderita dapat diketaui mengalami disentri dengan adanya Benzidin test Mikroskopis ( leukosit fecal petanda adanya kolitis), darah fecal , Biakan tinja (Media : agar MacConkey, xylose-lysine deoxycholate (XLD) ) , Pemeriksaan darah rutin ( leukositosis (5.000 – 15.000 sel/mm3), kadang-kadang dapat ditemukan leukopenia. (Antho,2011)

Komplikasi Akibat Disentri
1. Dehidrasi
2. Gangguan elektrolit, terutama hiponatremia
3. Kejang
4. Protein loosing enteropathy
5. Sepsis dan DIC
6. Sindroma Hemolitik Uremik
7. Malnutrisi/malabsorpsi
8. Hipoglikemia
9. Prolapsus rektum
10. Reactive arthritis
11. Sindroma Guillain-Barre
12. Ameboma
13. Megakolon toksik
14. Perforasi lokal
15. Peritonitis

Pengobatan Disentri

 

Penyakit ini umumnya lebih cepat menyerang anak-anak. Kuman – kuman masuk ke dalam organ pencernaan yang mengakibatkan pembengkakan dan pemborokan sehingga timbul peradangan pada usus besar.
Penderita disentri harus segera mendapat perawatan, yang perlu dihindari adalah mencegah terjadinya dehidrasi karena dapat berakibat fatal. Dalam keadaan darurat, dehidrasi yang ringan dapat diatasi dengan pemberian cairan elektrolit (oralit) untuk mengganti cairan yang hilang akibat diare dan muntah-muntah. Oralit dilarutkan dalamm 200 cc air matang, diaduk dan diberikan sedikit demi sedikit dengan sendok kepada penderita. Apabila oralit tidak tersedia, dapat membuat larutan campuran gula dan garam (1 sendok teh gula + ¼ sendok teh garam, dilarutkan dengan 200 cc air hangat) atau bisa juga dengan meminum air kelapa. Apabila dehidrasi cukup berat, setelah diberi oralit atau larutan campuran gula dan garam sebagai pertolongan pertama, sebaiknya penderita di bawa ke rumah sakit untuk diberikan perawatan. http://www.anthogoodwillblogspot.com-create.g?blogID=11091988
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi penyakit disentri yaitu dengan memperhatikan pola hidup sehat dan bersih, seperti selalu menjaga kebersihan makanan dan minuman dari kontaminasi kotoran dan serangga pembawa kuman, menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan tangan secara baik sesudah buang air besar atau menjelang makan atau ketika memegang makanan yang akan dimakan. Diagnosis pasti penderita amoebiasis adalah menemukan parasit (bentuk trofosoit atau kista) didalam tinja atau jaringan.  (Antho,2011)

Selain itu ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan :

1.               Perhatikan keadaan umum anak, bila anak appear toxic, status gizi kurang, lakukan pemeriksaan darah (bila memungkinkan disertai dengan biakan darah) untuk mendeteksi adanya bakteremia. Bila dicurigai adanya sepsis, berikan terapi sesuai penatalaksanaan sepsis pada anak. Waspadai adanya syok sepsis.

2.   Komponen terapi disentri :

a . Koreksi dan maintenance cairan dan elektrolit.

Seperti pada kasus diare akut secara umum, hal pertama yang harus diperhatikan dalam penatalaksanaan disentri setelah keadaan stabil adalah penilaian dan koreksi terhadap status hidrasi dan keseimbangan elektrolit.

b. Diet

Anak dengan disentri harus diteruskan pemberian makanannya. Berikan diet lunak tinggi kalori dan protein untuk mencegah malnutrisi. Dosis tunggal tinggi vitamin A (200.000 IU) dapat diberikan untuk menurunkan tingkat keparahan disentri, terutama pada anak yang diduga mengalami defisiensi. Untuk mempersingkat perjalanan penyakit, dapat diberikan sinbiotik dan preparat seng oral8,9. Dalam pemberian obat-obatan, harus diperhatikan bahwa obat-obat yang memperlambat motilitas usus sebaiknya tidak diberikan karena adanya risiko untuk memperpanjang masa sakit

c. Antibiotika

Anak dengan disentri harus dicurigai menderita shigellosis dan mendapatkan terapi yang sesuai. Pengobatan dengan antibiotika yang tepat akan mengurangi masa sakit dan menurunkan risiko komplikasi dan kematian. • Pilihan utama untuk Shigelosis (menurut anjuran WHO) : Kotrimoksazol (trimetoprim 10mg/kbBB/hari dan sulfametoksazol 50mg/kgBB/hari) dibagi dalam 2 dosis, selama 5 hari. • Dari hasil penelitian, tidak didapatkan perbedaan manfaat pemberian kotrimoksazol dibandingkan plasebo10. • Alternatif yang dapat diberikan : o Ampisilin 100mg/kgBB/hari dibagi dalam 4 dosis o Cefixime 8mg/kgBB/hari dibagi dalam 2 dosis o Ceftriaxone 50mg/kgBB/hari, dosis tunggal IV atau IM o Asam nalidiksat 55mg/kgBB/hari dibagi dalam 4 dosis. • Perbaikan seharusnya tampak dalam 2 hari, misalnya panas turun, sakit dan darah dalam tinja berkurang, frekuensi BAB berkurang, dll. Bila dalam 2 hari tidak terjadi perbaikan, antibiotik harus dihentikan dan diganti dengan alternatif lain. • Terapi antiamebik diberikan dengan indikasi : o Ditemukan trofozoit Entamoeba hystolistica dalam pemeriksaan mikroskopis tinja. o Tinja berdarah menetap setelah terapi dengan 2 antibiotika berturut-turut (masing-masing diberikan untuk 2 hari), yang biasanya efektif untuk disentri basiler. • Terapi yang dipilih sebagai antiamebik intestinal pada anak adalah Metronidazol 30-50mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 dosis selama 10 hari. Bila disentri memang disebabkan oleh E. hystolistica, keadaan akan membaik dalam 2-3 hari terapi.

d.. Sanitasi

Adalah suatu usaha kita dalam mencegah penyakit disentri. Yaitu dengan menjaga kebersihan diri. Langkah awal yang paling sederhana adalah membiasakan mencuci tangan sebelum makan dan mengkonsumsi makanan yang bersih dan sehat. Dan sebaiknya kita memberitahukan anak untuk selalu mencuci tangan dengan bersih sehabis membersihkan tinja anak untuk mencegah autoinfeksi. (Anonymous,2011 )

Pandangan  Islam terhadap Disentri

Penyakit Disentri

Menurut penjelasan yang ada diatas, penyakit disentri disebabkan oleh bakteri. Yang mungkin bisa kita temukan pada makanan / air yang terkontaminasi, dan dapat ditularkan dari orang-per orang. Berikut adalah hadist yang berhubungan dengan disentri. Maka dari itu, lebih baiklah kita bila bisa menjaga kebersihan diri dan makanan yang kita konsumsi.

Berikut ini adalah hadist yang berhubungan dengan hal diatas:

Artinya : “Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)”

 

Artinya : “Diriwayatkan dari Malik Al Asy’ari dia berkata, Rasulullah saw. bersabda : Kebersihan adalah sebagian dari iman dan bacaan hamdalah dapat memenuhi mizan (timbangan), dan bacaan subhanallahi walhamdulillah memenuhi kolong langit dan bumi, dan shalat adalah cahaya dan shadaqah adalah pelita, dan sabar adalah sinar, dan Al Quran adalah pedoman bagimu.” (HR. Muslim)”

Dalam hadis kedua ini dinyatakan bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman. Maksudnya adalah, keimanan seseorang akanmenjadi lengkap kalau dia dapat menjaga kebersihan. Dengan kata lain, orang yang tidak dapat menjaga kebersihan berarti keimanannya masih belum sempurna. Secara tidak langsung hadis ini menandaskan bahwa kebersihan bagi umat Islam merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diterapkan. (Waluyo Al-Fadhil, 2010)

Mahkota Dewa

 

Klasifikasi Mahkota Dewa:

     Kingdom     : Plantae

Divisi           :Magnoliophyta

Kelas           : Magnolipsida

Ordo            : Myrtales

Family         : Thymelaeaceae

Genus          : Phaleria

Spesies         :Phaleria macrocarpa(Scheff)

Boerl.


            Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (scheff) boerl, sinonimnya adalah Phaleria macrocarpa warb. Var. wichanii (val) back) ini berasal dari Irian. Tumbuhan berfamili Thymelaeceae ini, dikenal bangsa asing dengan nama The crown of God. Pohonnya diyakini mengeluarkan aura untuk meningkatkan derajat. Makanya, tak heran bila pohon ini dinamai pohon derajat yang tak jarang menjadi tanaman di depan rumah. (Siswono,2001)

Menurut H. Sarah Kriswanti, penduduk KPAD Geger Kalong Bandung, yang banyak mengoleksi tanaman obat-obatan mengungkapkan, Mahkota Dewa adalah tanaman aperduk yang bisa mencapai ketinggian lima meter. Ia dapat tumbuh dari ketinggian 10 m dpl ( di atas permukaan laut ) hingga 1.200 m dpl.

Mahkota dewa termasuk tanaman perdu menahun yang tumbuh tegak dengan tinggi 1-2,5 m. Batangnya bulat, permukaannya kasar, warnanya cokelat, berkayu dan bergetah, percabangan simpodial. Daun tunggal, letaknya berhadapan, bertangkai pendek, bentuknya lanset atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin, warnya hijau tua, panjang 7-10 cm, lebar 2-5 cm. Bunga keluar sepanjang tahun, letaknya tersebar di batang atau ketiak daun, bentuk tabung, berukuran kecil, berwarna putih dan harum.
Buah bentuknya bulat, diameter 3-5 cm, permukaan licin, beralur, ketika muda warnanya hijau dan merah setalah masak. Daging buah berwarna putih, berserat dan berair. Biji bulat, keras, berwarna cokelat. Berakar tunggang dan berwarna kuning kecoklatan. Perbanyakan dengan cangkok dan bijinya.

Pengembangbiakan tanaman ini melalui bijinya. Seangkan pemeliharaannya tak rumit, hanya membutuhkan tanah gembur dan air. Pupuk yang digunakan hanya pupuk dasar.

(Kang Arul,2011)

Akan tetapi, tanaman mahkota dewa masih belum banyak dikenal sebagai tumbuhan obat-obatan. Sebagian orang malah kerap mengidentikkan tanaman ini dengan daun dewa dan sambung nyawa. Padahal, tanaman ini mengandung kahsiat yang melimpah untuk mengobati berbagai penyakit mematikan di Indonesia.

 

 

Khasiatnya    

Khasiatnya adalah mengobati luka dalam sekaligus obat luar seperti diabetes, lever dan pilek. Dari penelitian ilmiah, buah dan daunnya bisa mengatasi alergi seperti biduren, gatal-gatal (antipruritus) , bersin-bersin dan sesak napas. Dan disebutkan dalam buku Inventaris tanaman obat Indonesia yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes disebut bahwa tanaman ini berkhasiat obat anti tumor, obat disentri, obat sakit kulit dan anti kanker.
Kandungan Kimia
Daun mahkota dewa mengandung antihistamin, alkoloid, saponin dan polifenol (lignan). Kulit buah mengandung alkaloid, saponin dan flavonoid.

· Alkaloid berfungsi sebagai detoksifikasi yang dapat menetralisir racun-racun di dalam tubuh.
· Saponin menjadi sumber anti-bakteri dan anti-virus, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas, mengurangi kadar gula dalam darah dan mengurangi penggumpalan darah
· Flavanoid melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah, mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah, mengurangi kadar resiko penyakit jantung koroner, mengandung anti-inflamasi (anti-radang), berfungsi sebagai anti-oksidan dan membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan
· Polifenol berfungsi sebagai anti-histamin (anti-alergi)

Bagian yang digunakan
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun, daging dan kulit buahnya. Daun dan kulit buah bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan, sedangkan daging buah digunakan setelah dikeringkan.

Efek Farmakologis

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioefektivitas ekstrak buah mahkota dewa dengan metode BSLT yang dilanjutkan dengan uji penapisan antikanker in vitro terhadap sel leukimia 1210, menunjukkan toksisitas yang sangat tinggi dan potensial sebagai antikanker. Identifikasi senyawa kimia aktif dalam ekstrakl buah mahkota dewa didapat senyawa lignan yang termasuk dalam golongan polifenol dan senyawa syringaresinol ( Vivi , 2003).

Cara pengolahan yang biasa dilakukan :

         

  • Pada beberapa penyakit
  •  Pada penyakit  Disentri
    Rebus kulit buah mahkota dewa yang sudah dikeringkan (15g) dengan dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.
  • Pada penyakit  Psoriasis
    Belah dua mahkota dewa segar (tiga buah), bijinya dibuang, lalu iris tipis-tipis dan jemur sampai kering. Rebus simplisia ini dengan satu liter air dengan api besar. Setelah mendidih, kecilkan api dan rebus sampai airnya tersisa seperempatnya. Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing separuhnya. Jika timbul gejala keracunan, turunkan dosis atau hentikan penggunaannya.
  • Eksim, gatal-gatal
    Cuci daun mahkota dewa segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tempelkan pada bagian yang sakit, lalu balut. Ganti 2-3 kali dalam sehari.

    ( Anynomous,2005)

  • Pada pengolahan beberapa minuman :  
  • Dijadikan teh racikan

Dengan melalui beberapa proses pengolahan, maka daun batang dan bagian buah dari mahkota dewa diolah menjadi teh yang bisa dibilang praktis. Dan kita hanya tinggal menyeduhnya saja.

  • Diminum secara instan

Yaitu dengan merebus daun setelah mencucinya hingga bersih. Tetapi, bagi yang pertama kali meminumnya dianjurkan untuk mencoba satu sendok teh dulu, diseduh dengan air panas. Sehari cukup satu kali dan minum menjelang tidur malam. Bila belum merasakan perubahan, barulah dosis ditambah menjadi satu sendok makan untuk segelas air. Untuk sakit yang agak parah bisa minum sehari dua kali.

  • racikan dan kapsul

pengolahan tanaman ini dilakukan dengan mencampurnya dengan beberapa tanaman obat tradisional lainnya. Misalnya saja dengan menambahkan temulawak yang nantinya berkhasiat untuk mengobati lever, mag, dan melancarkan peredaan darah. Racikan dan kapsul Curcuma zedoaria untuk kanker, keputihan, mag, dan pencernaan.

Pandangan Al-Qur`an terhadap Disentri.

Disini , Al-Qur`an juga menganjurkan kita agar mau memanfaatkan apa-apa yang ada secara baik dan tidak berlebihan. Salah satunya dengan jalan pengobatan secara herbal, umumnya pemakaian obat-obatan yang dikonsumsi sebelumnya yaitu berupa OHO tidak dihentikan. Namun tetap dikombinasikan agar tubuh tetap beradaptasi.

Ayat-ayat Allah yang berhubungan dengan herbal dan memerintahkan manusia untuk mengkonsumsi nya :

Artinya: Dia Menumbuhkan untuk kegunaan kamu, minyak zaitun, kurma dan        segala anggur, juga setiap buah-buahan. Sesungguhnya dalam hal yang         demikian terdapat tanda2 bagi kaum yang berfikir. (QS AN-NAHL :11)

 

Makanan olahan mahkota dewa

 Mahkota dewa merupakan salah 1 tanaman yang berkhasiat. Diantaranya obat anti tumor, obat disentri, obat sakit kulit, tekanan darah tinggi, diabetes, kanker (zat damnacanthal: menghambat pertumbuhan sel kanker), asam urat, gangguan Lever, alergi, ginjal, jantung, berbagai macam penyakit kulit, mengatasi ketergantungan obat, rematik, Insomnia, meningkatkan stamina dan ketahanan terhadap influenza, revitalisasi atau perbaikan sel yang rusak, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, bahkan mahkota dewa ini untuk mengatasi penyakit degeneratif yakni penyakit yang timbul karena adanya penuaan organ.

Mengingat banyaknya khasiat yang dimiliki oleh tanaman ini, maka timbullah rasa ingin mengolah tanaman ini agar dapat dinikmati orang tetapi dalam bentuk unik, praktis, dan sangat bermanfaat.

Mahkota dewa dapat dikonsumsi dengan hanya merebusnya saja. Tetapi, rasa pahit dan rasa asli mahkota dewa yang kurang kita sukai masih ada. Beberapa cara pengolahan telah disebutkan diatas. Sebagai bentuk cara penyajian berbeda-beda agar unik dan diminati. Salah satu tujuannya juga meminimalkan rasa pahit dari mahkota dewa.

Makanan olahan yang dapat dibuat antara lain :


Es campur mahkota dewa

Bahan-bahan:

ü  Buah mahkota dewa (2 buah)

ü  nanas (200 gr )

ü  Agar-agar (15 gr)

ü  Semangka ( 200 gr )

ü  Cendol  ( 2 sendok makan )

ü  Susu kental manis ( sesuai selera)

ü  Madu murni  ( 2 sendok teh )

ü  Es batu ( secukupnya)

Cara pembuatan:

ü  Kupas dan cuci bersih semua buah.

ü  Potong dadu semua buah yang sudah dicuci.

ü  Untuk mahkotadewa rebus menggunakan air yang dicampur dengan tanah liat yang diambil dari bekas penggalian sumur.

ü  Kemudian cuci lagi dengan air bersih. Masukkan seluruh bahan kedalam mangkok yang sudah di isi es.

ü  Kemudian tambahkan susu kental manis dan madu (sesuai selera).

ü  Tambahkan air matang secukupnya kedalam mangkok.

ü  Aduk hingga merata

Lalu es campur mahkotadewa siap dinikmati

Kolak mahkota dewa ( untuk ± 10  porsi )

Bahan-bahan:

  • Mahkotadewa ( 8 buah )             
  • pisang raja ( buah )
  • ketela ( 2 buah )
  • santan ( 50 ml )
  • gula merah ( 50 gr )
  • kacang ijo ( 100 gr )
  • daun pandan (2 buah)
  • air (±500 ml)

Cara pembuatan:

  • Kupas dan cuci bersih semua bahan.
  • Potong dadu semua bahan yang sudah dicuci.
  • Untuk mahkotadewa rebus menggunakan air yang dicampur dengan tanah liat yang diambil dari bekas penggalian sumur.
  • Kemudian cuci lagi dengan air bersih.
  • Masukkan seluruh bahan kedalam panci yang sudah di isi air mendidih.
  • Kemudian tambahkan santan,gula merah,dan daun pandan (sesuai selera).
  • Setelah matang tuangkan kedalam mangkok.
  • Lalu kolak mahkotadewa siap dinikmati.

Nastar mahkotadewa

Bahan:

w   tepung terigu 250 gram

w   tepung maizena 25 gram                   

w   susu bubuk 1 sendok makan

w   mentega 175 gram

w   gula halus 50 gram

w   telur 4 butir, 3 untuk adonan, dan   margarin (untuk olesan)

w   cengkeh 50 gram, (untuk hiasan)

w   tepung mahkotadewa (mahkotadewa yang sudah dikeringkan dan ditumbuk halus).

Bahan selai nanas:

w   nanas 1/2 buah, parut

w   gula pasir 100 gram

w   garam 1/2 sendok teh

Cara membuat kue kering nastar mahkotadewa adalah sebagai berikut:

w   Selai nanas = rebus nanas parut, gula pasir, kayu manis, dan garam hingga

agak mengering, aduk hingga berbentuk selai.

w   Nastar = campur tepung terigu, tepung maizena,tepung mahkotadewa dan

susu bubuk lalu ayak. Kocok mentega, gula halus, dan kuning telur hingga

lembut

w   Campurkan semua adonan, aduk rata menggunakan spatula hingga adonan

bisa dibentuk.

w   Ambil adonan, bentuk bulatan yang diisi selai nanas. hiasi atasnya dengan

cengkeh lalu olesi dengan kuning telur

w   Letakkan di atas loyang yang sudah diolesi margarin secukupnya,

panggang selama 25 menit.

w   Nastar mahkotadewa siap dinikmati.

Lumpia mahkotadewa

Bahan Lumpia Mahkotadewa :

  • Tepung terigu protein sedang 200 gram
  • Telur ayam 1 butir
  • Garam secukupnya
  • Santan cair kurang lebih 50 ml
  • Daun bawang 5 batang, bersihkan
  • Cabai rawit secukupnya
  • Minyak goreng 1 liter
  • mahkotadewa

Bahan Isi Lumpia Mahkotadewa :

  • Mahkotadewa yang sudah direbus dengan tanah liat (300 gram)
  • Udang kupas 200 gram
  • Wortel 1 buah, potong korek api
  • Bawang putih 3 siung, cincang
  • Bawang merah 3 butir, cincang
  • Kecap asin 1 sendok makan
  • Kecap manis 1 sendok makan
  • Garam secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
  • Merica bubuk 1/2 sendok teh
  • Minyak wijen 1 sendok teh

Cara membuat Lumpia Mahkotadewa :

  1. Kupas dan bersihkan mahkota dewa
  2. Kemudian rebus mahkotadewa dengan air yang bercampur tanah liat.
  3. Lalu cuci dengan air bersih kemudian potong tipis panjang
  4. Isi : Panaskan 2 sdm minyak, tumis bawang putih dan bawang merah hingga beraroma harum. Masukkan bahan isi yang lain, aduk rata. Masak hingga semua bahan matang. Angkat.
  5. Kulit : Campur semua bahan, aduk rata. Tipiskan adonan hingga setebal 3 mm dengan gilingan mie sambil sesekali ditaburi terigu. Potong bentuk bulat.
  6. Ambil 1 lembar adonan kulit, isi dengan 2 sdm adonan isi. Lipat, gulung dan rekatkan dengan putih telur. Lakukan hingga adonan habis.
  7. Panaskan minyak, goreng lumpia hingga kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
  8. Lumpia mahkotadewa siap untuk dinikmati.

 

Kue dodol mahkotadewa

Bahan :

1 1/2 kg tepung beras santan
3 1/2 gelas santan
1 kg gula pasir
1/4 kg gula merah
½ kg tepung mahkotadewa

Cara Membuat :

  1. Kupas dan bersihkan mahkota dewa
  2. Kemudian rebus mahkotadewa dengan air yang bercampur tanah liat.
  3. Keringakan kemudian tumbuk hingga halus.
  4. Kemudian campur dengan tepung ketan dan gula merah menjadi satu, aduk hingga tercampur rata.
  5. Masukkan santan cair kedalamnya, baru kemudian santan kental, rebus hingga mendidih tetapi usahakan jangan sampai santan pecah.
  6. Setelah adonan menjadi matang, tuangkan adonan diatas kedalam loyang yang sebelumnya diberi kertas tray atau kertas minyak.
  7. Biarkana sampai dingin, barulah digulung menjadi bulat dan bisa dipotong menurut selera.
  8. Kue dodol mahkotadewa siap dinikmati.

 

Es krim mahkotadewa

Bahan :

*      400 g mahkotadewa ( kukus, kupas, dan haluskan).

*      600 ml krim kental

*      4 kuning telur ayam                                                                  

*      200 g gula palem

*      250 g gula pasir

*      1/2 sdt garam

*      500 ml susu cair

*      10 buah cone es krim siap
pakai

Cara Membuat :

1  .Cuci semua bahan yang akan digunakan. Khusus untuk mahkota dewa,  Haluskan mahkota dewa selagi panas, campur dengan krim, aduk
hingga tercampur rata. Sisihkan.

2. Kocok kuning telur sambil tim di atas api kecil.
Tambahkan sedikit demi sedikit gula palem, gula pasir, dan garam sambil kocok terus hingga kental dan telur matang. Angkat. Tuangi susu, aduk hingga rata.

3. Masukkan campuran telur dan susu ke dalam ubi halus sedikit demi sedikit sambil aduk-aduk hingga tercampur rata. Tutup dengan plastik, simpan dalam freezer hingga membeku.

4  .Keluarkan dari freezer, diamkan sebentar di suhu ruang hingga agak cair. Kocok kembali dengan bantuan mixer hingga rata. Simpan lagi dalam freezer. Lakukan hal yang sama sebanyak 3 atau 4 kali hingga butiran es krim lembut.

5. kemudian tuangkan kedalam mangkok dan tambahkan roti di sampingnya.

6. es krim mahkotadewa siap di sajikan.

KESIMPULAN

Diare Disentri merupakan peradangan pada usus besar yang ditandai dengan sakit perut dan buang air besar yang encer secara terus menerus (diare) yang bercampur lendir dan darah.

Disentri merupakan suatu infeksiidengan gejala trias disentri: sakit perut, tenesmus dan berak-berak darah; sekarang lebih disukai disebut sebagai diare invasif. Oulu dikenal hanya dua macam disentri berdasarkan penyebabnya, yakni disentri amuba dan basiler.

Tapi sekarang telah diketahui banyak penyebab lain berupa parasit dan bakteri. Shigella terdapat di mana-mana dan merupakan penyebab terbanyak disentri. Penularan secara orofaecal dengan ambang infeksi yang rendah dan merupakan basil yang rapuh sehingga penularannya telah tercegah dengan cuci tangan saja (hand washing disease).

Ada empat spesies Shigella, yang berdasarkan urutan frekuensinya di Indonesia ialah Sh. flexneri,Sh. disentriae, Sh. boydii dan Sh. sonnei. Beberapa spesies Samonella, yang umumnya zoonosis dan bukan S. typhi juga merupakan penyebab disentri. Di negara industri/maju yang umumnya pemakan daging, diare invasif lebih . sering terdapat daripada di negara yang sedang berkembang, sehingga sering merupakan problem keracunan makanan di negara maju.

Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (scheff) boerl, sinonimnya adalah Phaleria macrocarpa warb. Var. wichanii (val) back) ini berasal dari Irian. Tumbuhan berfamili Thymelaeceae ini, dikenal bangsa asing dengan nama The crown of God. Pohonnya diyakini mengeluarkan aura untuk meningkatkan derajat. Makanya, tak heran bila pohon ini dinamai pohon derajat yang tak jarang menjadi tanaman di depan rumah.

Akan tetapi, tanaman mahkota dewa masih belum banyak dikenal sebagai tumbuhan obat-obatan. Sebagian orang malah kerap mengidentikkan tanaman ini dengan daun dewa dan sambung nyawa. Padahal, tanaman ini mengandung kahsiat yang melimpah untuk mengobati berbagai penyakit mematikan di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Kang Arul,2011   Mahkota Dewa http//: www.kang arul .blogspot.com    diakses tanggal 10 juni 2011

Anonymous, 2011   Mahkota Dewa http//: www.wikipedia.com    diakses tanggal 10 juni 2011

Anonymous, 2008  Jangan remehkan disentri  http//: http://www.f-buzz.com     diakses tanggal 10 juni

Siswono,2001 Mahkota Dewa “Racun” Irian yang Berkhasiat  http //: http://www.gizi.net mahkota dewa.htm  diakses tanggal 8 Juni 2011

Anonymous,2005 Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa [Scheff.] Boerl.)  http// : pdpersi.co.id   Diakses tanggal 8 Juni 2011

Waluyo Al-Fadhil ,2010  Hadist tentang kebersihan  http//: MuTiaRa iSLaM _ BlOg PenDidiKan AgaMa IsLAm.htm Diakses tanggal 8 Juni 2011

Iwan ,2010. Iwan Malik`s Production  http //:  Iwanmalik’s.blogspot.com/ Production.htm  Diakses tanggal 12 Juni 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: