UPAYA PEMENUHAN DAN STANDARISASI KEBUTUHAN CAIRAN PADA MANULA

Latar Belakang

Menjadi manula secara alami akan dialami oleh setiap orang. Prosesnya tidak dapat dihindari, dicegah atau ditolak, kecuali lagi mereka yang ditakdirkan meninggal pada usia muda. Kekuatan fisik dan daya tahan tubuh pada manula telah menurun, serta mekanisme kerja organ tubuh mulai terganggu. Cairan dalam bentuk air dalam minuman dan makanan sangat diperlukan tubuh untuk mengganti yang hilang (dalam bentuk keringt dan urine) membantu pencernaan makanan dan membersihkan ginjal (membantu fungsi kerja ginjal).

Semakin bertambah umur, terjadi tidak seimbangan antara kebutuhan air dengan rasa haus yang disebabkan oleh metabolisme tubuh yang melambat. Kenyataannya, semakin sedikit manula minum air, semakin sedikit mereka merasa haus, menjadikan mereka beresiko tinggi terhadap dampak dehidrasi dan komplikasi lainnya. Sebagian besar para manula mengurangi minum karena berbagai alasan, misalnya rasa mual setelah minum susu, keasaman sari buah (jeruk) yang mengganggu lambungnya, serta tidak suka air. Kenyataan menunjukkan bahwa penyebab utamanya adalah keengganan untuk seringkali buang air kecil, karena menurunnya kontrol terhadap kandung air seni.

Mengingat air biasanya berlimpah disekitar kita, kenyataannya manula sering mengalami dehidrasi tingkat awal. Semua makanan mengandung air, sayur-sayuran lebih dari 75% adalah air, roti mengandung lebih dari 30% air. Walaupun air yang terdapat dalam makanan yang dikonsumsi berlimpah, mereka tetap membutuhkan tambahan dua setengah gelas air minum yang sehat dan aman setiap harinya sehingga dapat memelihara kesehatannya dengan baik.

Fungsi Air Minum secara Fisiologis

Mengkonsumsi air sangat bermanfaat bagi kesehatan, antara lain adalah menjaga keseimbangan pH pada tubuh, menjaga suhu tubuh, melancarkan metabolisme, menjaga kesehatan pernafasan, mencegah konstipasi, rasa panas pada perut, sakit kepala sebelah (migrain), radang dan infeksi lambung, batu ginjal, penyakit kardiovaskuler, nyeri sendi, sakit punggung dan osteoporosis.

Selain itu, fungsi air juga sangat penting bagi ibu hamil dan menyusui karena dapat mempengaruhi perkembangan janin atau bayinya. Manfaat lainnya yang dimiliki oleh  air adalah dapat menjaga fungsi ginjal dan kesehatan kulit agar tetap sehat. Bukan hanya itu, air juga merupakan komponen penting untuk menghantarkan zat-zat yang berguna bagi tubuh, membersihkan kotoran pada usus, dan memaksimalkan semua fungsi sistem organ tubuh.

Air adalah bagian terbesar dari komposisi tubuh manusia. Hampir semua reaksi di dalam tubuh memerlukan cairan. Bila konsumsi air sangat sedikit, maka reaksi yang terjadi dalam tubuh akan terganggu. Agar metabolisme tubuh dapat berlangsung dengan normal, tubuh harus mendapatkan masukan cairan setiap hari untuk menggantikan cairan yang hilang.


Masukan air terjadi karena kita minum saat haus. Rangsangan rasa haus ini diatur oleh pusat haus di hipotalamus tengah. Hal ini merupakan suatu mekanisme tepenting untuk mempertahankan keseimbangan cairan. Normalnya kehilangan air terjadi melalui paru-paru, kulit saluran cerna, dan ginjal. Kehilangan cairan normal berlangsung akibat pemakaian energi. Kehilangan cairan sebesar 1 ml terjadi pada pemakaian kalori sebesar 1 kal.

Di samping kehilangan cairan normal, dapat pula terjadi kehilangan cairan abnormal yang disebabkan oleh berbagai penyakit atau keadaan tak normal. Misalnya, suhu lingkungan tinggi, berkeringat, maupun akibat berbagai penyakit.
Pengeluaran cairan yang banyak dari tubuh tanpa diimbangi dengan konsumsi cairan akan berakibat dehidrasi. Tubuh dengan terpaksa harus menyedot cairan baik dari darah maupun organ-organ tubuh agar kita tetap hidup. Orang yang berat tubuhnya mendadak turun pada suatu waktu sangat mungkin ia mengalami dehidrasi.
Air juga berperan penting dalam menjaga fungsi sirkulasi tubuh, pernafasan, sistem pengeluaran, sistem syaraf, sistem metabolisme, kulit dan pencegahaan berbagai penyakit lainnya.
Air memiliki banyak peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh, berikut adalah salah satu fungsi-fungsi terpentingnya:
Keseimbangan pH
Perubahan asam bisa timbul dari makanan atau minuman yang kita konsumsi, hal ini dapat menimbulkan penyakit atau hilangnya kemampuan tubuh dalam mencerna vitamin dan mineral. Maka dari itu tubuh manusia harus menjaga kesimbangan pH sekitar 7,35 – 7,45 dengan cara mengkonsumsi air. Karena kadar pH ini adalah kadar yang tepat bagi tubuh untuk menyerap oksigen ke dalam tubuh, sehingga energi pada tubuh juga lebih tinggi dan sistem imun jadi lebih baik dalam menghadapi penyakit.
Suhu Tubuh
Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari cairan, dan cairan inilah yang berperan dalam mengatur suhu tubuh manusia. Seperti yang terlihat saat berkeringat, yaitu tubuh melepaskan keringat saat panas untuk mengurangi panas berlebih dalam tubuh sehingga mengurangi suhu tubuh yang tinggi tersebut. Semua pengaturan suhu tubuh seperti ini dilakukan dan bergantung pada asupan air yang ada pada tubuh kita. Bila kekurangan air, suhu tubuh akan menjadi panas dan naik. Jika berada pada daerah atau tempat yang suhunya panas, tubuh Anda membutuhkan air yang cukup. Pada tempat yang panas seperti itu, tubuh akan merespon dengan mengeluarkan keringat untuk menormalkan suhu tubuh.
Metabolisme
Air berfungsi sebagai penghantar oksigen, nutrisi, hormon, serta zat lainnya ke berbagai bagian tubuh dan menjadi media dalam menghilangkan racun ringan, sel-sel mati, dan kotoran pada tubuh, dll. Selain itu, protein dan enzim yang diperlukan dalam beberapa proses penting dalam tubuh juga memerlukan air agar berfungsi dengan baik.
Pernafasan
Dalam pernafasan, air berfungsi untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh sekaligus mengambil karbondioksida untuk dikumpulkan dan dikeluarkan dalam bentuk uap air. Paru-paru juga memerlukan air untuk pernapasan. Paru-paru kita harus basah dalam bekerja memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompakan karbondioksida keluar tubuh. Cobalah Anda menghembuskan napas ke kaca, maka Anda akan melihat cairan yang keluar lewat napas.
Kecerdasan Otak
Kita lupa bahwa 90 persen komponen di dalam otak itu adalah cairan, apabila tubuh kurang air, maka otak juga akan kekurangan cairan, Akibatnya, sistem kerja saraf otak menjadi terhambat. Apalagi, jika hal itu tejadi secara berulang-ulang. Semakin lama sistem kerja syaraf pun semakin lambat dan hal itu sangat berpengaruh pada tingkat kecerdasan otak.
Konstipasi, rasa panas pada perut,migrain, radang dan infeksi lambung
Penyakit-penyakit ini timbul berkaitan dengan kurangnya asupan air pada tubuh. Penyakit-penyakit ini dapat dicegah dengan mengkonsumsi air secara cukup dan teratur.
Batu Ginjal
Menurut penelitian Lembaga Internasional Batu Ginjal , untuk mencegah munculnya batu ginjal diperlukan konsumsi air sebanyak 2 liter atau 10 gelas air setiap harinya. Hal ini dikarenakan air adalah bahan pelarut terbaik yang tidak akan membiarkan garam dan mineral lainnya berakumulasi dan membentuk batu ginjal. Kandungan garam pada ginjal ini akan diurai oleh air dan dikeluarkan melalui urin.
Penyakit Kardiovaskuler
Air dapat mencegah berkembangnya penyakit kardiovaskuler pada tubuh. Karena, air dapat menjaga kekentalan darah dan plasma, serta melancarkan distribusi fibrinogen dalam tubuh. Oleh karena itu, hidrasi yang cukup sangat disarankan, sehingga komponen vasukler dapat bekerja maksimal.
Nyeri Sendi
Tulang sendi pada tubuh manusia sangat rentan terjadi gesekan dan kerusakan akibat iklim. Hal ini dapat dicegah dengan mengkonsumsi air yang cukup. Karena konsumsi air yang tidak cukup dapat menjadi pemicu timbulnya nyeri sendi pada tubuh Anda. Kecukupan air akan melindungi dan melumasi gerakan sendi dan otot. Untuk itulah perlu mengonsumsi air selama beraktivitas untuk meminimalkan risiko kejang otot dan kelelahan. Otot-otot tubuh akan mengempis bila tubuh kekurangan cairan.
Sakit Punggung
Bagian belakang tubuh manusia tergantung pada urat syaraf tulang belakang. Sedangkan tulang belakang ini sebagian besar terdiri air, maka dari itu tidak mengherankan jika konsumsi air yang tidak cukup dapat memicu sakit punggung.
Osteoporosis
Menurut penelitian yang diadakan oleh Lembaga Pauling Linus, konsumsi air yang cukup dapat mengurangi resiko tubuh terkena osteoporosis dan patah tulang.
Perempuan Hamil & Menyusui
Kondisi janin pada ibu hamil sangat bergantung pada sang ibu. Untuk itu diperlukan asupan cairan yang cukup agar darah dapat bekerja maksimal dan mengantarkan semua nutrisi yang diperlukan dari ibu ke janinnya. Selain itu masalah konstipasi, infeksi kandung kemih, dan anus yang biasa terjadi pada kebanyakan ibu hamil, dapat dihindari dengan mengkonsumsi air lebih banyak.
Fungsi Ginjal
Kotoran tubuh yang berbentuk urea sangat beracun bagi jaringan tubuh dan harus dicairkan sebelum dikeluarkan dari dalam tubuh. Untuk itu dibutuhkan air sebagai “pelarut universal”.
Kesehatan Kulit
Air berfungsi mengatur dan meregulasi kesimbangan alami kulit. Air yang baik bagi kulit adalah air hangat, karena air hangat memiliki kemampuan untuk menghidrasi, meremajakan, mendetoksifikasi, memberi oksigen pada kulit, menghilangkan komedo dan memperkecil pori-pori. Selain itu, mengkonsumsi air juga dapat membuat tubuh lebih rileks dan segar, serta dapat menggantikan kelembapan kulit yang hilang karena aktivitas sehari-hari.  Air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Bila kekurangan air, kulit akan terlihat lebih kusam, kasar, berkerut dan tidak segar. Keadaan ini disebabkan cairan dalam kulit menjadi menghilang. Kecukupan air tubuh perlu untuk menjaga kelembaban, kelembuatan dan elastilitas kulit akibat pengaruh udara panas dari luar tubuh.
Melancarkan darah 
Air juga berfungsi melancarkan peredaran darah. Bila tubuh kita kurang cairan, maka darah akan menjadi lebih mengental. Keadaan ini disebabkan cairan dalam darah tersedot untuk kebutuhan dalam tubuh. Proses ini akan berpengaruh pada kinerja otak dan jantung.
Membuang racun dan sisa makanan
Kecukupan air tubuh akan membantu mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh. Air membersihkan racun dalam tubuh lewat keringat, air seni dan pernapasan. Air akan membersihkan sisa-sisa makanan yang tidak diperlukan tubuh melalui ginjal.
Pencernaan
Peran air dalam tubuh sangat vital dalam proses pencernaan. Di sini air berfungsi mengangkut nutrisi dan oksigen melalui darah untuk segera dikirim ke sel-sel tubuh. Konsumsi air yang cukup juga akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar dalam mencegah konstipasi karena gerakan usus menjadi lebih lancar dan feses pun dikeluarkan lebih lancar.
Pemulihan penyakit                                                                                                                                                                                      
Air mendukung proses pemulihan. Asupan air yang memadai ketika sakit, berkhasiat meredakan demam dan mengganti cairan yang terbuang. Untuk itulah mengapa orang yang sakit terutama demam disarankan untuk selalu banyak minum melebihi kebutuhan konsumsi air orang normal.

Sumber – sumber Air Minum

Pada prinsipnya semua air dapat diproses menjadi air minum.

Sumber-sumber air ini, sebagai berikut :

1.      Air Hujan

Air hujan dapat ditampung kemudian dijadikan air minum. Tetapi air hujan ini tidak mengandung kalsium. Oleh karena itu agar dapat dijadikan air minum yang sehat perlu ditambahkan kalsium didalamnya.

 2.      Air Sungai dan Danau

Menurut asalnya sebagian dari air sungai dan air danau ini juga dari air hujan yang mengalir melalui saluran-saluran ke dalam sungai atau danau ini. Kedua sumber air ini sering juga disebut air permukaan. Oleh karena air sungai dan danau ini sudah terkontaminasi atau tercemar oleh berbagai macam kotoran maka bila akan dijadikan air minum harus diolah terlebih dahulu.

3.      Mata Air

Air yang keluar dari mata air ini berasal dari air tanah yang muncul secara alamiah. Oleh karena itu air dari mata air ini bila belum tercemar oleh kotoran sudah dapat dijadikan air minum langsung. Tetapi karena kita belum yakin apakah betul belum tercemar maka alangkah baiknya air tersebut direbus dahulu sebelum diminum.

4.      Air Sumur Dangkal

Air ini keluar dari dalam tanah maka juga disebut air tanah. Air berasal dari lapisan air didalam tanah yang dangkal. Dalamnya lapisan air ini dari permukaan tanah dari tempat yang satu ke yang lain berbeda-beda. Biasanya berkisar antara 5 sampai dengan 15 meter dari permukaan tanah. Air sumur pompa dangkal ini belum begitu sehat karena kontaminasi kotoran dari permukaan tanah masih ada. Oleh karena itu perlu direbus dahulu sebelum diminum.

5.      Air Sumur Dalam

Air ini berasal dari lapisan air kedua didalam tanah. Dalamnya dari permukaan tanah biasanya diatas 15 meter. Oleh karena itu sebagaian besar air sumur dalam ini sudah cukup sehat untuk dijadikan air minum yang langsung (tanpa melalui proses pengolahan).

 

Kebutuhan Cairan pada Manula

Manusia perlu minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang setelah melakukan aktivitas. Air sangat besar artinya bagi tubuh kita, karena air membantu menjalankan fungsi tubuh, mencegah timbulnya berbagai penyakit di saluran kemih seperti kencing batu, batu ginjal, dll. Air juga sebagai pelumas bagi fungsi tulang dan sendi. Manfaat lain dari minum air putih adalah mencegah sembelit karena untuk mengolah makanan dalam usus sangat dibutuhkan air, tentu saja tanpa air yang cukup kerja usus tidak dapat maksimal dan timbullah sembelit.

Air mineral atau air putih lebih baik daripada kopi, teh kental, softdrink, alkohol, es, maupun sirup dan dianjurkan minimal kita minum air putih 1.5 sampai dengan 2 liter/hari. Minuman seperti kopi, teh kental, softdrink, alkohol, es, maupun sirup bahkan tidak baik untuk kesehatan dan harus dihindari terutama bagi para lansia yang mempunyai penyakit-penyakit tertentu seperti kencing manis, darah tinggi, obesitas, dan jantung.

 

Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Cairan Pada Manula :

a).  Berat badan (lemak tubuh) cenderung meningkat dengan bertambahnya usia, sedangkan sel-sel lemak mengandung sedikit air, sehingga komposisi air dalam tubuh manula kurang dari manusia dewasa yang lebih muda atau anak-anak dan bayi.

b).  Fungsi ginjal menurun dengan bertambahnya usia. Terjadi penurunan kemampuan untuk memekatkan urin, mengakibatkan kehilangan air yang lebih tinggi.

c). Terdapat penurunan asam lambung, yang dapat mempengaruhi individu untuk mentoleransi makanan-makanan tertentu. Manula terutama rentan terhadap konstipasi karena penurunan pergerakan usus. Masukan cairan yang terbatas, pantangan diet, dan penurunan aktivitas fisik dapat menunjang perkembangan konstipasi. Penggunaan laksatif yang berlebihan atau tidak tepat dapat mengarah pada masalah diare.

d). Manula mempunyai pusat haus yang kurang sensitif dan mungkin mempunyai masalah dalam mendapatkan cairan ( misalnya gangguan dalam berjalan ) atau mengungkapkan keinginan untuk minum (misalnya pasien stroke)

Masalah kebutuhan cairan pada manula

Masalah cairan yang lebih sering dialami manula adalah kekurangan cairan tubuh, hal ini berhubungan dengan berbagai perubahan-perubahan yang dialami manula, diantaranya adalah peningkatan jumlah lemak pada manula, penurunan fungsi ginjal untuk memekatkan urin dan penurunan rasa haus.

a). Kekurangan Cairan Pada Lansia

Hal ini berhubungan dengan berbagai perubahan-perubahan yang dialami manula, diantaranya adalah peningkatan jumlah lemak pada manula, penurunan fungsi ginjal untuk memekatkan urin dan penurunan rasa haus.

Tanda-tanda utama kekurangan cairan pada manula antara lain :

  • Terjadi peningkatan suhu tubuh
  • Dapat terjadi peningkatan frekuensi pernafasan dan kedalaman pernafasan (normal : 14 – 20 x/menit)
  • Peningkatan frekwensi denyut nadi (normal : 60-100 x/mnt), nadi lemah, halus.
  • Tekanan darah menurun.
  • Terjadi penurunan jumlah urine

Jika terjadi kekurangan cairan juga akan nampak perubahan fisik pada manula, antara lain :

  • Kulit kering dan agak kemerahan.
  • Lidah kering dan kasar.
  • Mata cekung.
  • Penurunan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba atau drastis.
  • Turgor kulit menurun.

Selain perubahan yang nampak pada fisik, akibat kekurangan cairan yang dialami oleh seorang manula bisa mengakibatkan hal-hal sebagai berikut :

  • Penurunan kesadaran
  • Gelisah
  • Lemah
  • Pusing
  • Tidak nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Kehausan (pada lansia kurang signifikan)

b). Kelebihan Cairan Pada Manula

Selain masalah kekurangan cairan, seorang lanjut usia juga bisa mengalami kelebihan cairan, hal ini bisa berakibat buruk bagi kesehatannya. Berbeda atau berlawanan dengan kekurangan cairan, tanda-tanda kelebihan cairan pada manula antara lain :

  • Terjadi penurunan suhu tubuh.
  • Dapat terjadi sesak nafas.
  • Denyut nadi teraba kuat dan frekuensinya meningkat.
  • Tekanan darah meningkat.
  • Peningkatan jumlah urine (jika ginjal masih baik).

Juga akan nampak pada perubahan fisik pada manula, antara lain :

  • Turgor kulit meningkat
  • Edema
  • Peningkatan berat badan secara tiba-tiba
  • Kulit lembab

Selain perubahan yang nampak pada fisik, akibat kelebihan cairan yang dialami oleh seorang manula bisa mengakibatkan hal-hal sebagai berikut :

  • Pusing
  • Anoreksia / tidak nafsu makan
  • Mual muntah

Selain itu juga minum air berlebihan tidak baik untuk manula penelitian terbaru, minum air berlebihan tidak baik untuk manula, karena konsumsi  air yang tinggi justru mengakibatkan hiponatremia. Hiponatremia, merupakan gangguan elektrolit atau gangguan kadar garam di dalam darah, di mana konsentrasi sodium (natrium) dalam plasma rendah. Perubahan fisiologi pada usia lanjut yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air dan natrium mudah terjadi. Perubahan itu antara lain, penurunan volume air tubuh total, penurunan laju filtrasi, glomerulus, penurunan kemampuan pemekatan urine, peningkatan kadar hormon antidiuretik (ADH) dalam plasma, peningkatan kadar atril natriuretic peptide (ANP), penurunan kadar aldosteron, penurunan kepekaan pusat rasa haus, dan kemampuan bersihan air. Berdasarkan hasil penelitian terhadap manula itu ditemukan asupan air yang terlalu banyak merupakan pemicu tersering terjadinya hiponatremia, yakni 78 persen

Kalau ditotal, perubahan ini sifatnya menahan air dan menyebabkan garam dari tubuh lansia keluar lebih banyak daripada orang yang belum lansia, sehingga manula sangat rentan hiponatremia. Kadar natrium yang normal dalam tubuh 135-140 meq/L. Jadi, hiponatremia berarti lebih rendah dari itu Masalah hiponatremia ini sangat penting untuk ditanggulangi. Jika tidak, akan menimbulkan beberapa komplikasi seperti edema otak. Jika berlanjut bisa mengakibatkan kerusakan jaringan otak yang menetap. Hiponatremia kronis ringan juga bisa berisiko patah tulang pada manula karena kesadaran menurun. “Gejala ringannya adalah ngantuk, lemas-lemas, dan pada saat seperti ini seorang lansia mudah sekali jatuh dan itu berisiko patah tulang. Kalau sudah berat, gejalanya bisa kejang-kejang sehingga menyebabkan kerusakan otak permanen.

 

Menghindari Dehidrasi pada Manula

Manula merupakan umur yang beresiko terhadap dehidrasi, karena kemampuan organ termasuk ginjal mereka terus menurun. Gejala dehidrasi yang sampai menyebabkan kematian hanya terjadi pada keadaan yang ektrim, termasuk lupa, mengantuk, sulit berbicara, mulut kering, dan mata cekung.

Efek samping tetap terjadi pada manula yang tidak cukup minum, walaupun telah dipenuhi secara berlebihan setelah terjadi dehidrasi, Bahkan kekurangan cairan untuk waktu yang singkat diketahui sebagai penyebab timbulnya rasa sakit yang berkepanjangan.

Kekurangan air yang berkepanjangan diketahui menjadi penyebab kejang pada otot, kelebihan berat badan, metabolisme tubuh melambat, meningkat kadar racun dalam tubuh, bahkan kegagalan organ tubuh. Efek negatif lainnya termasuk artritis, kulit kering, migran, tekanan darah tinggi, komplikasi perut dan sembelit berkepanjangan. Untuk memelihara kesehatan, ginjal harus mengeluarkan sekurang-kurangnya 10 ons kotoran perhari. Jika tidak tersedia cukup air, pembersihan kotoran dari ginjal tidak akan terjadi. Akibatnya kotoran akan menumpuk dalam tubuh dan dapat membentuk batu ginjal sambil menunggu tambahan air untuk membersihkannya.

Berdasarkan hasil pembahasan diatas, untuk itu disarankan, pada usia lanjut sebaiknya mengontrol asupan air ke dalam tubuh. Jumlah air yang cukup dan optimal untuk lansia adalah 1.000 mL/24 jam, terdiri dari air minum dan kuah makanan. “Jumlah ini sudah optimal dan seimbang. Tidak menyebabkan kekurangan air dan tidak menjadikan dia hiponatremia.

Dari penelitian itu terbukti bahwa asupan air 1.000 mL/24 jam adalah jumlah optimal untuk tidak menimbulkan penurunan natrium. Penelitian ini menggunakan parameter fungsi ginjal yakni, antara urea dan kreatinin. Ternyata dari survei itu, rasio urea dan kreatininnya di atas 20, jadi tidak kekurangan air, sehingga manula dapat memelihara kesehatannya dengan baik.

Kesimpulan

Menjadi manula secara alami akan dialami oleh setiap orang. Semakin bertambah umur, terjadi tidak seimbangan antara kebutuhan air dengan rasa haus yang disebabkan oleh metabolisme tubuh yang melambat. Kenyataannya, semakin sedikit manula minum air, semakin sedikit mereka merasa haus, menjadikan mereka beresiko tinggi terhadap dampak komplikasi lainnya.

Air adalah bagian terbesar dari komposisi tubuh manusia. Hampir semua reaksi di dalam tubuh memerlukan cairan. Mengkonsumsi air sangat bermanfaat bagi kesehatan, Bila konsumsi air sangat sedikit, maka reaksi yang terjadi dalam tubuh akan terganggu. Agar metabolisme tubuh dapat berlangsung dengan normal, tubuh harus mendapatkan masukan cairan setiap hari untuk menggantikan cairan yang hilang.

Air juga berperan penting dalam menjaga fungsi sirkulasi tubuh, pernafasan, sistem pengeluaran, sistem syaraf, sistem metabolisme, kulit dan pencegahaan berbagai penyakit lainnya. Selain itu, fungsi air antara lain adalah menjaga keseimbangan pH pada tubuh, menjaga suhu tubuh, melancarkan metabolisme, menjaga kesehatan pernafasan, mencegah konstipasi, rasa panas pada perut, sakit kepala sebelah (migrain), radang dan infeksi lambung, batu ginjal, penyakit kardiovaskuler, nyeri sendi, sakit punggung dan osteoporosis.

Pada prinsipnya semua air dapat diproses menjadi air minum. Sumber-sumber air ini, sebagai berikut : Air Hujan, Air Sungai dan Danau, Mata Air, Air Sumur Dangkal, Air Sumur Dalam.

Masalah kebutuhan cairan pada manula, yaitu kekurangan cairan pada manula dan kelebihan cairan pada manula, selain itu juga minum air berlebihan tidak baik untuk manula penelitian terbaru, minum air berlebihan tidak baik untuk manula, karena konsumsi  air yang tinggi justru mengakibatkan hiponatremia. Hiponatremia, merupakan gangguan elektrolit atau gangguan kadar garam di dalam darah, di mana konsentrasi sodium (natrium) dalam plasma rendah. Selain hiponatremia, manula beresiko terhadap dehidrasi, karena kemampuan organ termasuk ginjal mereka terus menurun. Gejala dehidrasi yang sampai menyebabkan kematian.

Oleh karena itu disarankan, pada manula sebaiknya mengontrol asupan air ke dalam tubuh. Jumlah air yang cukup dan optimal untuk lansia adalah 1.000 mL/24 jam, terdiri dari air minum dan kuah makanan. “Jumlah ini sudah optimal dan seimbang. Tidak menyebabkan kekurangan air dan tidak menjadikan dia hiponatremia. Sehingga manula dapat memelihara kesehatannya dengan baik.

Sumber : http://www.smallcrab.com/lanjut-usia/568-kebutuhan-cairan-pada-lanjut-usia

                   http://tokodidi.blogspot.com/2009/10/pentingnya-air-untuk-manula.html

                   http://gizisehat.wordpress.com/2010/05/31/gizi-bagi-manula/

                   http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20753/4/Chapter%20II.pdf

                   http://koran.republika.co.id/berita/16302

                   http://www.aqua.com/airdankesehatan/kebaikan-air-bagi-kesehatan

                   http://www.estuindonesianwater.com/index.php/Latest/multifungsi-cairan-tubuh.html

                   http://www.estuindonesianwater.com/index.php/Latest/

                   http://nandawater.blogspot.com/feeds/posts/default?orderby=updated 

                   http://www.airminumisiulang.com/page.php?pengolahan_air_minum_dan_air_bersih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: