“PUDING LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) SEBAGAI ALTERNATIF PEMINIMALISIR PENYAKIT DIABETES MELLITUS”

PENDAHULUAN

Masa sekarang ini timbul dari berbagai jenis makanan yang dikonsumsi dan pola makan.Salah satunya adalah penyakit Diabetes Mellitus(kencing manis).Diabetes Mellitus merupakan suatu jenis penyakit yang disebabkan menurunnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Penurunan hormon ini mengakibatkan seluruh gula (glukosa) yang dikonsumsi tubuh tidak dapat diproduksi secara sempurna, sehingga kadar glukosa di dalam tubuh akan meningkat.Menurut survei yang dilakukan WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia setelah India, Cina dan Amerika Serikat.

Dengan prevalensi 8,6% dari total penduduk, diperkirakan pada tahun 1995 terdapat 4,5 juta pengidap diabetes dan pada tahun 2025 diperkirakan meningkat menjadi 12,4 juta penderita. Sedangkan dari data Depkes, jumlah pasien diabetes rawat inap maupun rawat jalan di rumah sakit menempati urutan pertama dari seluruh penyakit endokrin(Anonimos, 2007).

Berbagai cara dilakukan untuk upaya penyembuhan penyakit ini,dan Untuk penanganani penyakit tersebut lebih sering menggunakan pengobatan secara medis, namun adapula yang menggunakan sistim pengobatan dengan memanfaatkan tanaman obat herbal.

Lidah buaya (Aloe vera L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat digunakan dalam terapi pengobatan diabetes mellitus. Beberapa kandungan lidah buaya yang baik untuk tubuh diantaranya asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya bukan cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. Misalnya, lidah buaya mampu menurunkan dan menormalkan kadar gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin. Saat ini lidah buaya dimanfaatkan untuk terapi pengobatan diabetes mellitus dalam bentuk minuman yang langsung dikonsumsi. Hal ini kurang menarik perhatian para diabetesi untuk mengkonsumsinya.

Di sisi lain lidah buaya dapat dikonsumsi dengan cara dan penyajian yang berbeda yaitu mengolahnya menjadi puding lidah buaya. Puding ini selain lebih bentuknya yang lebih bisa divariasikan, juga menarik perhatian, penyajiannya lebih mudah, cita rasanya lebih enak, lebih murah dan lebih disukai semua kalangan. Misalnya pada anak-anak, dia dapat mengkonsumsi puding ini selain sebagai obat pencegahan awal diabetes mellitus juga dapat sebagai pilihan menu camilan dan jajanan. Oleh karena itu penulis ingin memberikan alternatif baru penyajian obat terapi herbal untuk penderita diabetes mellitus yang berjudul “Puding Lidah Buaya(Aloe vera L.) Sebagai Alternatif Peminimalisir Penyakit Diabetes Mellitus”.

ISI

Penyakit Diabetes Mellitus

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh (Anonymous, 2009).

Diabetes melitus merupakan penyakit kelainan metabolisme yang disebabkan kurangnya hormon insulin. Hormon insulin dihasilkan oleh sekelompok sel beta pankreas dan sangat berperan dalam metabolisme glukosa bagi sel tubuh. Kadar glukosa yang tinggi dalam tubuh penderita diabetes tidak bisa diserap semua semua dan tidak mengalami metabolisme dalam sel. Akibatnya penderita akan kekurangan energi sehingga penderita mudah lelah dan berat badan terus menurun. Kadar glukosa yang berlebihan dikeluarkan melalui ginjal dan dikeluarkan bersama urine. Gula bersifat menarik air, sehingga penderita banyak mengeluarkan urine dan selalu mengalami kehausan.

Penyebab Diabetes mellitus

Umumnya diabetes melittus disebabkan oleh rusaknya sebagian kecil atau sebagian besar dari sel-sel betha dari pulau-pulau Langerhans pada pankreas yang berfungsi menghasilkan insulin, akibatnya terjadi kekurangan insulin. Insulin sendiri adalah merupakan salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan diabetes melitus, yaitu sebagai berikut:

1. Genetik atau Faktor keturunan

Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa sebagian besar diabetesmemiliki riwayat keluarga penderita diabetes melitus. Penderita diabetes melitus yang sudah dewasa, lebih dari 50% memiliki riwayat keluarga diabetes melitus. Sesuai dengan ilmu genetika bibit diabetes melitus menggunakan simbol D untuk normal dan simbol d untuk resesif. Diabetes melitus merupakan penyakit yang terpaut kromosom seks. Berdasarkan usia penderitanya, penyakit diabetes ada 2 macam yaitu :

a. Penyakit Diabetes yang ditemukan pada usia muda ( paling banyak ditemukan pada usia antara 10-12 tahun ), disebut Juvenile Diabetes

b. Penyakit Diabetes yang ditemukan pada orang dewasa diatas 30 tahun disebut Adult Diabetes

2. Virus dan Bakteri

Virus yang menyebabkan diabetes melitus adalah rubela, mumps, dan human coxsackievirus B4. Hasil dari penelitian meyebutkan bahwa virus dapat menyebabkan diabetes melitus melalui mekanisme infeksi sitolitik pada sel beta yang menyebabkan destruksi atau perusakan sel. Selain itu, melalui reaksi otoimunitas yang menyebabkan hilangnya otoimun pada sel beta

3. Bahan Toksik dan Beracun

Ada beberapa bahan toksik yang merusak sel beta secara langsung, yakni alloxan, pyrinuron dan streptozoticon (produk arisejenis jamur). Bahan toksik lain berasal dari singkong. Singkong mengandung glikosa sianogenik yang dapat melepaskan sianida sehingga memberi efek toksik bagi jaringan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa sianida dapat menyebabkan kerukan pankreas sehingga dapat menyebabkan diabetes melitus.

4. Nutrisi

Diabetes Melitus dikenal sebagai penyakit yang berhubungan dengan nutrisi, baik sebagai faktor penyebab maupun pengobatan. nutrisi yang berlebihan (overnutirtion) merupakan faktor resiko utama yang menyebabkan diabetes melitus.

Klasifikasi Diabetes mellitus

Pada tahun 1978 telah berhasil disusun suatu klasifikasi oleh The National Diabetes Data Group of the National Institut of Health yang kemudian dikenal sebagai “Classification of Diabetes Mellitus and Other Catagories of Glucose Intolerance”.

Penggolongan Diabetes Mellitus menurut klasifikasi ini adalah sebagai berikut:

a. Kelompok Berdasarkan Perbedaan Pola Makan

1. Jenis diabetes mellitus yang menjangkit wilayah dengan penduduk berpola makan dan berpola hidup modern.
2.Jenis diabetes mellitus yang menjangkit wilayah dengan penduduk berpola makan dan berpola hidup tradisional. Komposisi makanannya adalah kalori dan karbohidrat tinggi, tetapi protein rendah.
3. Jenis diabetes mellitus yang disebabkan kekurangan makanan (malnutrition).
Biasanya terdapat di wilayah yang kekurangan pangan. Penderita diabetes mellitus ini umumnya berusia muda dan bertubuh kurus. Keadaan seperti ini membutuhkan insulin dosis tinggi.

b. Kelompok Berdasarkan Gejala Klinis atau Medis

1. Diabetes Mellitus
a. Diabetes Mellitus Tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Gejala yang menonjol yaitu sering kencing (terutama malam hari), sering lapar, dan sering haus,sebagian penderita DM type ini berat badannya normal atau kurus. Biasanya terjadi pada usia muda dan memerlukan insulin seumur hidup. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja. Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.

b. Diabetes mellitus tipe 2 adalah diabetes yang tidak tergantung insulin. Diabetes mellitus tipe 2 ini biasa dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). DM ini disebabkan insulin yang ada tidak dapat bekerja dengan baik, selain itu karena kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah, kadar insulin dapat normal, rendah atau bahkan meningkat tetapi fungsi insulin untuk metabolisme glukosa tidak ada atau kurang. Akibatnya glukosa dalam darah tetap tinggi sehingga terjadi hiperglikemia, 75% dari penderita DM type II dengan obesitas atau sangat kegemukan Dan biasanya diketahui setelah usia 30 tahun. Kegemukan atau obesitas salah satu faktor penyebab penyakit DM, dalam pengobatan penderita DM, selain obat-obatan anti dibetes, perlu ditunjang dengan terapi diet untuk menurunkan kadar gula darah serta mencegah komplikasi-komplikasi yang lain.

c. DMTM (Diabetes Mellitus Terkait Malnutrisi) Disebabkan kekurangan nutrisi atau gizi pada penderita diabetes

d. Diabetes Mellitus yang Berhubungan dengan Keadaan atau Sindrom tertentu Termasuk ke dalam kelompok ini adalah penyakit pankreas, penyakit hormonal, keadaan yang disebabkan oleh obat atau zat kimia, gangguan reseptor insulin, dan sindrom tertentu.

2. Gangguan Toleransi Glukosa (GTG)
Gangguan ini terjadi pada kelompok tidak gemuk, gemuk, dan berhubungan dengan keadaan atau sindrom tertentu.

3. Diabetes Mellitus pada Kehamilan (Gestational DM)

Dialami oleh seseorang yang baru menderita diabetes mellitus setelah hamil. Padahal sebelumnya kadar glukosa darah dalam keadaan normal. tidak dikelompokkan kedalam NIDDM pada pertengahan kehamilan meningkat sekresi hormon pertumbuhan dan hormon chorionik somatomamotropin (HCS). Hormon ini meningkat untuk mensuplai asam amino dan glukosa ke fetus (Jokoprawiro, 1999).

c. Kelompok Berdasarkan Risiko Tinggi untuk Menderita Diabetes Mellitus
1. Toleransi glukosanya pernah abnormal.
2. Kedua orang tua mengidap diabetes mellitus.
3. Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih 4 kg.(Utami, 2003).

Gejala-Gejala Diabetes Mellitus

Adapun gejala-gejala yang ditunjukkan oleh penderita DM adalah sebagai berikut :
a.Poliuri (banyak kencing)
Hal ini disebabkan oleh karena kadar glukosa darah meningkat sampaimelampaui daya serap ginjal terhadap glukosa sehingga terjadi osmotic diuresis yang mana gula banyak menarik cairan dan elektrolit sehingga klien mengeluh banyak kencing.

b.Polidipsi (banyak minum)
Hal ini disebabkan pembakaran terlalu banyak dan kehilangan cairan banyak karena poliuri, sehingga untuk mengimbangi klien lebih banyak minum.

c.Polipagi (banyak makan)
Hal ini disebabkan karena glukosa tidak sampai ke sel-sel mengalami starvasi (lapar). Sehingga untuk memenuhinya klien akan terus makan. Tetapi walaupun klien banyak makan, tetap saja makanan tersebut hanya akan berada sampai pada pembuluh darah.

d.Berat badan menurun, lemas, lekas lelah, tenaga kurang.
Hal ini disebabkan kehabisan glikogen yang telah dilebur jadi glukosa, maka tubuh berusama mendapat peleburan zat dari bahagian tubuh yang lain yaitu lemak dan protein, karena tubuh terus merasakan lapar, maka tubuh selanjutnya akan memecah cadangan makanan yang ada di tubuh termasuk yang berada di jaringan otot dan lemak sehingga klien dengan DM walaupun banyak makan akan tetap kurus

e.Mata kabur
Hal ini disebabkan oleh gangguan lintas polibi (glukosa – sarbitol fruktasi) yang disebabkan karena insufisiensi insulin. Akibat terdapat penimbunan sarbitol dari lensa, sehingga menyebabkan pembentukan katarak (Dalimartha, 2005).

Sedangkan pada diabetes kronis biasanya gejala timbul secara perlahan, antara lain:
1. Sering kesemutan
2. Kulit terasa panas atau seperti tertusuk jarun
3. Rasa tebal di kulit
4. Mudah kram
5. Mengantuk
6. Gatal sekitar kemaluan (terutama wanita)
7. Gigi mudah goyang dan lepas
8. Kemampuan seksual menurun bahkan impotent
9. Nyeri otot.
10.Menurunnya gairah seks.

Pada ibu hamil sering terjadi keguguran yang mengakibatkan kematian janin dalam kandungan. Kalau bayi dilahirkan selamat pun berta lahir bayi lebih dari 4 kg. Diabetes mellitus pada kehamilan umumnya sembuh dengan sendirinya setelahpersalinan.

Komplikasi Akibat Diabetes Melitus

1. Komplikasi Bersifat Akut

Komplikasi akut terjadi jika kadar glukosa darah seseorang meningkat atau menurun dengan tajam dalam waktu relatif singkat. Kadar glukosa darah bisa menurun drastis jika penderita menjalani diet yang terlalu ketat. Perubahan yang besar dan mendadak dapat berakibat fatal.

a. Hipoglikemia
Hipoglikemia adalah suatu keadaan seseorang dengan kadar glukosa darah dibawah normal. Gejala hipoglikemia ditandai dengan munculnya rasa lapar, gemetar, mengeluarkan keringat, berdebar-debar, pusing, gelisah, dan penderita bisa menjadi koma. Ada 4 macam keadaan hipoglikemia:

a. Hipoglikemia murni jika kadar glukosa darah kurang dari 50mg/d
b. Reaksi hoploglikemia akibat menurunnya kadar glukosa darah secara mendadak.
c. Koma hiploglikemia akibat kadar glukosa darah yang sangat rendah.
d. Hiploglikemia reaktif

b. Ketoasidosis Diabetik-Koma Diabetik
Komplikasi ini dapat diartikan sebagai suatu keadaan tubuh yang sangat kekurangan insulin dan bersifat mendadak akibat infeksi, lupa suntik insulin, pola makan yang terlalu bebas, atau stres.

c. Koma Hiperosmoler Non Ketotik
Gejala ini adalah adanya dehidrasi yang berat, hipotensi dan menimbulkan shock. Karena itu, koma hiperosmoler non ketotik diartikan sebagai keadaan tubuh tanpa penimbunan lemak yang menyebabkan penderita menunjukkan pernapasan yang cepat dan dalam (kusmaul).

d. Koma Lakto Asidosis
Komplikasi ini diartikas sebagai suatu keadaan tubuh dengan asam laktat tidak dapat diubah menjadi bikarbonat. Akibatnya, kadar asam laktat dalam darah meningkat dan seseorang bisa mengalami koma.

2. Komplikasi Kronis Diabetes Melitus
Komplikasi kronis diartikan sebagai kelainan pembuluh darah yang akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung, gangguan fungsi ginjal, dan gangguan saraf. Komplikasi kronis sering dibedakan berdasarkan bagian tubuh yang mengalami kelainan, seperti kelainan di bagian mata, mulut, jantung, urogenital, saraf, dan kulit. Penyakit DM dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang dapat membahayakan jiwa maupun mempengaruhi kualitas hidup seseorang.

a. Komplikasi Spesifik

* Retinopati diabetika yakni Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan mata menjadi sembab, penglihatan berangsur berkurang, lensa mata menjadi keruh atau katarak, pandangan berkabut, retina mata rusak.
* Nefropati diabetika yaitu penurunan fungsi ginjal dengan tanda awal ditemukannya protein di urin, bisa mencapai 200 mg/menit (normal 15mg/mnt). Tekanan darah naik secara bertahap. Muncul gajala gagal ginjal kronis seperti mual, muntah, nafsu makan turun, gangguan konsentrasi hingga gangguan kesadaran hingga koma, anemia, kejang dan perdarahan selaput lendir mulut.
* Neuropatika diabetika, kondisi rusaknya saraf dengan gejala kesemutan di kaki dan tangan, berkurangnya sensasi terhadap getaran dan nyeri hingga tidak sadar kalau kakinya tertusuk paku atau terluka, rasa panas seperti terbakar di ujung tubuh misalnya di kantong zakar, rasa nyeri seperti disayat di ujung jari kaki, sulit membedakan temperatur panas dan dingin, otot lengan atas dan tungkai atas lemah, mata jereng, disfungsi ereksi sementara atau menetap.
* Diabtik foot, tidak berfunsinya kulit, adanya gelembung berisi cairan pada kulit dan mudah terinfeksi.
* Kematian Otot jantung dan Pembuluh Darah Otak. Resiko serangan jantung dan stroke pada diabetes bisa mencapai 30% hingga 40% lebuh tinggi dibanding dengan non DM. Kadar gula darah tinggi menyebabkan pengerasan dan penebalan pembuluh darah. Gangguan pembuluh darah di otak menyebabakan kepikunan karena suplai darah menurun.

b. Komplikasi tak Spesifik

* Kelainan pembuluh darah besar
* Kekeruhan pada lensa mata
* Adanya infeksi seperti infeksi saluran kencing atau tuberkulosis (TBC) paru.

Gambar:

Mengobati Diabetes Melitus Secara Medis

Diabetes Melitus dapat diobati dengan obat-obatan anti diabetes yang secara medis disebut sebagai obat hipoglikemia oral (OHO). Merek Obat-obatan tersebut antara lain Diabenese, Diamicron, dan Daonil. Obat hipoglikemia oral tidak boleh sembarangan dikonsumsi karena dikhawatirkan penderita menjadi hipoglikemia.

“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat, dan menjadikan bagi setiap penyakit obatnya, maka (berobatlah kamu sekalian, tetapi) jangan berobat dengan yang haram.” (HR. Abu Dawud).

Dari Jabir berkata, “Rasulullah bersabda, bagi tiap-tiap penyakit itu ada obatnya, apa bila obat yang dengan penyakitnya maka ia sembuh dengan izin Allah.” (H.R. Muslim) .

Dengan adanya hadist diatas maka kita harus yakin bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya.

Pengobatan Diabetes Melitus dengan Terapi Herbal.

Pada tahap awal pengobatan secara herbal, umumnya pemakaian obat-obatan yang dikonsumsi sebelumnya yaitu berupa OHO tidak dihentikan. Namun tetap dikombinasikan agar tubuh tetap beradaptasi.

Ayat-ayat Allah yang berhubungan dengan herbal dan memerintahkan manusia untuk mengkonsumsi nya :

Artinya: Dia Menumbuhkan untuk kegunaan kamu, minyak zaitun, kurma dan segalaanggur, juga setiap buah-buahan. Sesungguhnya dalam hal yang demikian terdapat tanda2 bagi kaum yang berfikir. (QS AN-NAHL :11)

Semua tanaman obat yang berkhasiat menurunkan gula darah akan memperbaharui jaringan tubuh yang rusak. Pada pengolahannya diharapkan menggunakan alat berbahan dasar tanah karena lebih aman. Bahan dari besi, alumunium, atau kuningan sebaiknya dihindari karena akan bereaksi dengan tanaman obat dan akan menyebabkan racun.

Lidah Buaya

Klasifikasi Lidah Buaya:

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Family : Asphodelaceae
Genus : Aloe
Spesies : Aloe vera L.

Lidah buaya (Aloevera) adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM. Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian.

Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.

Dalam laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga (Anonymous, 2010).

Menurut seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen), Dr Freddy Wilmana MFPM SpFK, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat, antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik. Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya menurut Dr. Freddy bukan cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. Misalnya, lidah buaya mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin (Anonymous, 2008).

Lidah buaya (Aloe vera L.) merupakan kelompok liliceae. Lidah buaya mengandung aloin, barbalion, isobarbalion, aleonin dan aleosin. Tanaman ini memiliki rasa pahit dan bersifat dingin. Berkhasiat sebagai anti radang, pencahar, parasitiside dan untuk memperbaiki pankreas. Bagian yang digunakan biasanya adalah daun, bunga dan akar. Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.Selain wasir, lidah buaya bisa mengatasi bengkak sendi pada lutut, batuk, dan luka. Lidah buaya juga membantu mengatasi sembelit atau sulit buang air besar karena lendirnya bersifat pahit dan mengandung laktasit, sehingga merupakan pencahar yang baik (Utami, 2003).

Sejauh ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping penggunaan lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka yang belum pernah mengonsumsi lidah buaya. Yang perlu diingat, menurut Dr. Freddy, sifat tanaman lidah buaya hampir mirip dengan buah apel yang bila habis digigit langsung berwarna cokelat. Hal itu bisa menjadi tanda lidah buaya telah teroksidasi, sehingga beberapa zat yang dikandungnya rusak.

Pembuatan Puding Lidah Buaya

Lidah buaya dapat dikonsumsi dengan cara dan penyajian yang berbeda yaitu mengolahnya menjadi puding lidah buaya. Puding ini bisa divariasikan atau dikombinasikan dengan susu namun jangan terlalu berlebihan, selain itu juga bisa ditambah dengan gula rendah kalori misalnya gula jagung, bisa ditambah pula dengan saus misalnya saus jeruk dan sebagainya. Puding ini selain lebih bentuknya yang lebih bisa divariasikan, juga menarik perhatian, penyajiannya lebih mudah, cita rasanya lebih enak, lebih murah dan lebih disukai semua kalangan. Misalnya pada anak-anak, dia dapat mengkonsumsi puding ini selain sebagai obat pencegahan awal diabetes mellitus juga dapat sebagai pilihan menu camilan dan jajanan.

Puding Lidah Buaya

Bahan:

* 2 Batang Lidah Buaya
* 600 ml air
* 1 bungkus agar-agar
* Susu sesuai selera
* Gula tropikana/ gula jagung rendah kalori

Saus jeruk :
* 250 ml air
* 4 sendok makan konsentrat jeruk
* 3 sendok makan gula rendah kalori(gula jagung)
* 1 buah jeruk sunkist, potong-potong
* 1 sendok teh maizena, larutkan dengan 3 sendok makan air

Cara Pembuatan:
1. 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong.
2. Masukkan potongan lidah buaya pada blender yang telah ditambahkan 600 ml air kemudian blender
3. Saring untuk memisahkan ampas lidah buaya yang telah di blender Sampai mencapai 750 ml air sarinya
4. Campurkan 1 bungkus agar – agar ke dalam air sari lidah buaya
5. Tambahkan susu bila menginginkan rasa yang lebih enak sesuai dengan selera dan takaran
6. Masak hingga mendidih, kemudian angkat dan dinginkan
7. Sajikan sesuai selera

Aneka Olahan Puding Lidah Buaya

1. Es Campur Puding Lidah buaya

Bahan:
– Agar-agar bubuk 1 bungkus
– Daging Lidah Buaya 500 gr
– Air 700 ml
– Susu kental sesuai selera
– Gula tropikana(jagung) yang rendah kalori 100 gr
– Buah semangga, melon, nanas, dan selasih dipotong dadu 100 gr
– Air gula rendah kalori sesuai selera(sebagai sirup)
– Es batu

Cara Membuat :
1. Blender daging lidah buaya dengan 200 ml air sampai halus.
2. Campur jadi satu dalam panci susu, sisa air, gula, dan agar-agar bubuk aduk hingga tercampur rata, setelah itu baru masukkan lidah buaya yang telah di blender lalu aduk kembali.
3. Dimasak diatas kompor sampai mendidih, jangan lupa sambil di aduk terus.
4. Kemudian diangkat lalu tuangkan dalam cetakan, diamkan sampai dingin. Atau lebih cepat masukkan kedalam kulkas atau lemari es.
5. Setelah dingin potong-potong puding sesuai selera
6. Atur dan Campurkan potongan puding dengan bahan-bahan yang lain (potongan buah semangga, melon, nanas, dan selasih)
7. Beri sedikit air dan air gula rendah kalori (sebagai sirup)
8. Tambahkan es batu
9. Sajikan sesuai selera

2. Es Lilin Puding Lidah Buaya

Bahan :
– Agar-agar bubuk 1 bungkus
– Daging Lidah Buaya 500 gr
– air 700 ml
– Susu kental sesuai selera
– Gula tropikana(jagung) yang rendah kalori 100 gr

Cara Pembuatan:

1. Blender daging lidah buaya dengan 200 ml air sampai halus.
2. Campur jadi satu dalam panci susu, sisa air, gula, dan agar-agar bubuk aduk hingga tercampur rata, setelah itu baru masukkan lidah buaya yang telah di blender lalu aduk kembali.
3. Dimasak diatas kompor sampai mendidih, jangan lupa sambil di aduk terus
4. Kemudian angkat dan takar lalu masukkan ke dalam kantong es lilin
5. Biarkan agar tidak terlalu panas
6. Masukkan ke dalam frezeer(lemari pendingin es)
7. Setelah kurang lebih 3 jam, es lilin puding lidah buaya siap disajikan

3. Puding Lidah Buaya Lapis Buah

Bahan:
– 1 bungkus agar-agar
– Daging Lidah Buaya 500 gr
– Air 700 ml
– 100 gram gula rendah kalori(tropikana/jagung)
– 300 ml susu cair
– 1 butir putih telur, kocok kental
– Pasta orange secukupnya
– Pasta pandan secukupnya
– Melon dipotong dadu 100 gr
– Semangka potong dadu 100 gr
– Pepaya 100 gr, dipotong-potong
– Nanas 100 gr, potong dadu
– Loyang persegi panjang kecil

Cara Pembuatan:
1. Blender daging lidah buaya dengan 200 ml air sampai halus.
2. Campur jadi satu dalam panci susu, sisa air, gula, dan agar-agar bubuk aduk hingga tercampur rata, setelah itu baru masukkan lidah buaya yang telah di blender lalu aduk kembali.
3. Dimasak diatas kompor sampai mendidih, jangan lupa sambil di aduk terus
4. Campur dengan kocokan putih telur.
5. Adonan dibagi 3. Beri pasta orange, pasta pandan dan sebagian dibiarkan putih.
6. Tuang adonan pasta orange di loyang.
7. Tutup adonan putih. Beri potongan buah (Melon, Semangka, Pepaya, dan Nanas)
8. Tutup adonan hijau. Biarkan beku. Keluarkan. Potong. Sajikan.

4. Naga Jawa Puding Lidah Buaya

Bahan:
– Agar-agar bubuk 1 bungkus
– Daging Lidah Buaya 500 gr
– Air 300 ml
– Susu kental sesuai selera
-Gula tropikana(jagung) yang rendah kalori 100 gr
– 50 gram tepung beras
– 2 sendok makan tepung sagu
– 175 gram gula rendah kalori
– 1/2 sendok teh garam
– 2 lembar daun pandan, sobek-sobek, buat simpul
– 850 ml santan dari 1 1/2 butir kelapa
– 8 – 9 pisang raja/pisang kepok yang tua, potong-potong
– Daun pisang untuk membungkus

Cara pembuatan:
1. Blender daging lidah buaya dengan 200 ml air sampai halus.
2. Campur jadi satu dalam panci susu, sisa air, gula, dan agar-agar bubuk aduk hingga tercampur rata, setelah itu baru masukkan lidah buaya yang telah di blender lalu aduk kembali.
3. Cairkan tepung beras dengan sebagian santan, sisihkan.
4. Didihkan sisa santan, daun pandan, dan garam. Masukkan cairan tepung beras dan gula, serta masukkan adonan dari lidah buaya,susu, gula, dan agar-agar, aduk sampai larut dan adonan kental.
5. Angkat dari api, taburkan tepung sagu sambil diaduk rata.
6. Ambil 1 lembar daun pisang, beri 1 sendok makan adonan tepung, beri 1 potong pisang, tutup dengan 1 sendok makan adonan tepung. Gulung dengan daun pisang, lipat kedua sisinya ke tengah.
7. Kukus sampai matang kurang lebih 30 menit.
8. Angkat, rapikan daunnya.
9. Dan dinginkan.

5. Bubur Nano Puding Lidah Buaya

Bahan:
– Agar-agar bubuk 1 bungkus
– Daging Lidah Buaya 500 gr
– Air 700 ml
– Susu kental sesuai selera
– Gula tropikana(jagung) yang rendah kalori 100 gr
– 200 gram kacang hijau, kupas, rendam 1 jam
– 2 potong gula merah (± 100 gram)
– 100 gram gula rendah kalori(jagung/tropikana)
– 1 Liter air
– 3 lembar daun pandan
– 50 gram sagu tani + 50 ml air, aduk rata

Bahan Saus Santan:
– 200 ml santan Kara
– 300 ml air
– 3 lembar daun pandan
– garam secukupnya

Cara Membuat:
1. Blender daging lidah buaya dengan 200 ml air sampai halus.
2. Campur jadi satu dalam panci susu, sisa air, gula, dan agar-agar bubuk aduk hingga tercampur rata, setelah itu baru masukkan lidah buaya yang telah di blender lalu aduk kembali.
3. Dimasak diatas kompor sampai mendidih, jangan lupa sambil di aduk terus.
4. Kemudian diangkat lalu tuangkan dalam cetakan, diamkan sampai dingin. Atau lebih cepat masukkan kedalam kulkas atau lemari es.
5. Setelah dingin potong-potong puding bentuk dadu dengan ukuran sesuai selera
6. Setelah itu buat buburnya
7. Rebus kacang hijau hingga matang, angkat dan tiriskan
8. Masak air, gula merah, gula pasir rendah kalori dan daun pandan hingga mendidih.
9. Masukkan kacang hijau kupas yang sudah matang, aduk sebentar.
10. Masukkan campuran sagu tani dan air ke dalam bubur kacang hijau tadi, aduk rata sampai kental (dengan api kecil). Angkat.
11. Saus: masak semua bahan saus santan hingga mendidih.
12. Tambahkan potongan puding kedalam bubur
13. Sajikan bubur nano puding lidah buaya bersama saus santan.

KESIMPULAN

Dimasa sekarang ini timbul dari berbagai jenis makanan yang dikonsumsi dan pola makan.Diabetes Mellitus merupakan suatu jenis penyakit yang disebabkan menurunnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Penurunan hormon ini mengakibatkan seluruh gula (glukosa) yang dikonsumsi tubuh tidak dapat diproduksi secara sempurna, sehingga kadar glukosa di dalam tubuh akan meningkat.Menurut survei yang dilakukan WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia setelah India, Cina dan Amerika Serikat.

Penanganan secara medis dapat dilakukan, namun ada pula yang menggunakan sistem pengobatan yang lebih aman dan lebih murah yaitu dengan memanfaatkan tanaman obat herbal.

Lidah buaya (Aloe vera L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat digunakan dalam terapi pengobatan diabetes mellitus. Beberapa kandungan lidah buaya yang baik untuk tubuh diantaranya asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat, antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.. Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya bukan cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. Salah satunya lidah buaya mampu menurunkan dan menormalkan kadar gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin. Selain itu Lidah buaya mengandung aloin, barbalion, isobarbalion, aleonin dan aleosin. Tanaman ini memiliki rasa pahit dan bersifat dingin. Berkhasiat sebagai anti radang, pencahar, parasitiside dan untuk memperbaiki pankreas. Lidah buaya dapat dikonsumsi dengan cara dan penyajian yang berbeda yaitu mengolahnya menjadi puding lidah buaya.

Puding ini selain lebih bentuknya yang lebih bisa divariasikan, juga menarik perhatian, penyajiannya lebih mudah, cita rasanya lebih enak, lebih murah dan lebih disukai semua kalangan. Misalnya pada anak-anak, dia dapat mengkonsumsi puding ini selain sebagai obat pencegahan awal diabetes mellitus juga dapat sebagai pilihan menu camilan dan jajanan.

DAFTAR PUSTAKA

Dalimartha, Setiawan. 2005. Diabetes Mellitus. Penebar Swadaya: Jakarta

Jokoprawiro, A. 1999. Diabetes Millitus Klasifikasi Diagnosis dan Terapi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Utami, Prapti. 2003. Tanaman Obat Untuk Mengatasi Diabetes Mellitus. PT Agromedia Pusataka. Jakarta

Anonymous. 2007. http://hbis.wordpress.com/2007/11/23/Diabetes Mellitus. Diakses05 juni 2011

Anonymous. 2009. http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&q=gejala+Diabetes+mellitus&btnG=Telusuri&meta. Diakses 5 juni 2011

Anonymous. 2010. http://www. bioobat.com. Lidah Buaya.Diakses 05 juni 2011

Anonymous. 2008. http://id.wikipedia.org/wiki/manfaat lidah buaya. Diakses 05 juni 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: