OPTIMALISASI POLA MAKAN VEGETARIAN SEBAGAI UPAYA DIET TERAPI BAGI DIABETES MELLITUS

PENDAHULUAN

Meningkatnya pendapatan perkapita dan perubahaan gaya hidup terutama di kota besar telah menyebabkan naiknya angka kekerapan penyakit degeneratif, dimana salah satunya adalah diabetes mellitus (DM). Di Indonesia, penderita diabetes diperkirakan 3 juta orang atau 1,5%  dari 200 juta penduduk .Bahkan pada 2020 mendatang diperkirakan ada sekitar 3,5 juta pasien DM di Indonesia. Jika seseorang sudah divonis menderita DM mau tidak mau harus merubah hidupnya agar kadar gula dalam darahnya bisa terkendali dan si penderita bisa tetap merasa nyaman dengan penyakitnya.

Diabetes Mellitus merupakan suatu jenis penyakit yang disebabkan menurunnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Penurunan hormon ini mengakibatkan seluruh gula (glukosa) yang dikonsumsi tubuh tidak dapat diproduksi secara sempurna, sehingga kadar glukosa di dalam tubuh akan meningkat. Gula yang meliputi polisakarida, digosakarida, disakarida, dan monosakarida merupakan sumber tenaga yang menunjang keseluruhan aktivitas manusia. Seluruh gula ini akan diproses menjadi tenaga oleh hormon insulin tersebut karena penderita diabetes mellitus biasanya akan mengalami lesu, kurang tenaga, selalu merasa haus, sering buang air kecil, dan penglihatan menjadi kabur. Gejala lain akibat adanya kadar glukosa yang terlalu tinggi akan terjadi ateroma sebagai penyebab awal penyakit jantung koroner (Utami, prapati.2003)

. Meningkatnya kejadian Diabetes Mellitus di negara Indonesia adalah akibat dari peningkatan kemakmuran di negara tersebut dengan perubahan pola hidup terutama di kota-kota besar. Fenomena peningkatan jumlah penderita DM ini juga dialami oleh negara-negara maju lainnya sekitar 40-50 tahun yang lalu saat mereka mulai mengalami kemajuan okonomi yang cukup pesat. Ahli metabolik Jerman, Mehnert megistilahkan dengan nama “Wohistands syndrom” (Sindrom Kemakmuran). Namun pola hidup masyarakat Indonesia sudah sedikit bergeser. Dahulu orang suka makan ikan sekarang lebih suka menyantap makanan siap saji. Aktivitas sehari-hari juga dapat mempengaruhi  meningkatnya prevalensi penderita. Seperti makan yang belebihan, berlemak , kurang aktivitas fisik, dan stress berperan besar sebagai pemicu diabetes. Akan tetapi diabetes juga bisa muncul karena faktor keturunan. Faktor keturunan memang tidak dapat dicegah tapi gaya hidup dapat diubah. (Anonimous.2007)

 

Pengertian Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus (DM) (dari kata Yunani διαβαίνειν, diabaínein, “tembus” atau “pancuran air”, dan kata Latin mellitus, “rasa manis”) yang umum dikenal sebagai kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglisemia (peningkatan kadar gula darah) yang terus-menerus dan bervariasi, terutama setelah makan.

 

Menurut Barbara C. Long, Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang kompleks yang mengakibatkan gangguan metabolisme karbohidrat, protein, lemak dan berkembang menjadi komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler dan neurologis.

Menurut Brunner dan Sudart, Diabetes mellitus adalah suatu penyakit kronis yang menimbulkan gangguan multi sistem dan mempunyai karakteristik hyperglikemia yang disebabkan defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat.

Menurut Suyono, Diabetes mellitus adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh kekurangan insulin baik absolut maupun relative.

Diabetes mellitus adalah keadaan hyperglikemia kronis yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan keturunan secara bersama-sama, mempunyai karakteristik hyperglikemia kronis tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol (WHO).

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.

Diabetes melitus merupakan penyakit kelainan metabolisme yang disebabkan kurangnya hormon insulin. Hormon insulin dihasilkan oleh sekelompok sel beta pankreas dan sangat berperan dalam metabolisme glukosa bagi sel tubuh. Kadar glukosa yang tinggi dalam tubuh penderita diabetes tidak bisa diserap semua semua dan tidak mengalami metabolisme dalam sel. Akibatnya penderita akan kekurangan energi sehingga penderita mudah lelah dan berat badan terus menurun. Kadar glukosa yang berlebihan dikeluarkan melalui ginjal dan dikeluarkan bersama urine. Gula bersifat menarik air, sehingga penderita banyak mengeluarkan urine dan selalu mengalami kehausan.

 

Penyebab Diabetes mellitus

Umumnya diabetes melittus disebabkan oleh rusaknya sebagian kecil atau sebagian besar dari sel-sel betha dari pulau-pulau Langerhans pada pankreas yang berfungsi menghasilkan insulin, akibatnya terjadi kekurangan insulin. Insulin sendiri  adalah merupakan salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan diabetes melitus, yaitu sebagai berikut:

  1. Genetik atau Faktor keturunan

Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa sebagian besar diabetes memiliki riwayat keluarga penderita diabetes melitus. Penderita diabetes melitus yang sudah dewasa, lebih dari 50% memiliki riwayat keluarga diabetes melitus. Sesuai dengan ilmu genetika bibit diabetes melitus menggunakan simbol D untuk normal dan simbol d untuk resesif. Diabetes melitus merupakan penyakit yang terpaut  kromosom seks.

Berdasarkan usia penderitanya, penyakit diabetes ada 2 macam yaitu :

  1. Penyakit Diabetes yang ditemukan pada usia muda ( paling banyak ditemukan pada usia antara 10-12 tahun ), disebut Juvenile Diabetes
  2. Penyakit Diabetes yang ditemukan pada orang dewasa diatas 30 tahun disebut Adult Diabetes
  1.   Virus dan Bakteri

Virus yang menyebabkan diabetes melitus adalah rubela, mumps, dan human coxsackievirus B4. Hasil dari penelitian meyebutkan bahwa virus dapat menyebabkan  diabetes melitus melalui  mekanisme infeksi sitolitik pada sel beta yang menyebabkan destruksi atau perusakan sel. Selain itu, melalui reaksi otoimunitas yang menyebabkan hilangnya otoimun pada sel beta

  1. Bahan Toksik dan Beracun

Ada beberapa bahan toksik yang merusak sel beta secara langsung, yakni alloxan, pyrinuron dan streptozoticon (produk arisejenis jamur). Bahan toksik lain berasal dari singkong. Singkong mengandung glikosa sianogenik yang dapat melepaskan sianida sehingga memberi efek toksik bagi jaringan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa sianida dapat menyebabkan kerukan pankreas sehingga dapat menyebabkan diabetes melitus.

  1.  Nutrisi

Diabetes Melitus dikenal sebagai penyakit yang berhubungan dengan nutrisi, baik sebagai faktor penyebab maupun pengobatan. nutrisi yang berlebihan (overnutirtion) merupakan faktor resiko utama yang menyebabkan diabetes melitus.

Klasifikasi Diabetes mellitus

Pada tahun 1978 telah berhasil disusun suatu klasifikasi oleh The National Diabetes Data Group of the National Institut of Health yang kemudian dikenal sebagai “Classification of Diabetes Mellitus and Other Catagories of Glucose Intolerance”. Penggolongan Diabetes Mellitus menurut klasifikasi ini adalah sebagai berikut:

a)      Kelompok Berdasarkan Perbedaan Pola MakanJenis diabetes mellitus yang menjangkit wilayah dengan penduduk berpola makan dan berpola hidup modern.

DM penduduk berpola makan + hidup Modern

DM penduduk berpola makan + hidup Tradisional

DM penduduk yang kekurangan makanan(Malnutrition

Kelompok Berdasarkan Gejala Klinis atau Medis

Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus Tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Gejala yang menonjol yaitu sering kencing (terutama malam hari), sering lapar, dan sering haus,sebagian penderita DM type ini berat badannya normal atau kurus. Biasanya terjadi pada usia muda dan memerlukan insulin seumur hidup. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja. Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.

Diabetes mellitus tipe 2 adalah diabetes yang tidak tergantung insulin. Diabetes mellitus tipe 2 ini biasa dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). DM ini disebabkan insulin yang ada tidak dapat bekerja dengan baik, selain itu karena kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah, kadar insulin dapat normal, rendah atau bahkan meningkat tetapi fungsi insulin untuk metabolisme glukosa tidak ada atau kurang. Akibatnya glukosa dalam darah tetap tinggi sehingga terjadi hiperglikemia, 75% dari penderita DM type II dengan obesitas atau sangat kegemukan Dan biasanya  diketahui setelah usia 30 tahun. Kegemukan atau obesitas salah satu faktor penyebab penyakit DM, dalam pengobatan penderita DM, selain obat-obatan anti dibetes, perlu ditunjang dengan terapi diet untuk menurunkan kadar gula darah serta mencegah komplikasi-komplikasi yang lain

DMTM (Diabetes Mellitus Terkait Malnutrisi)

Disebabkan kekurangan nutrisi atau gizi pada penderita diabetes

Diabetes Mellitus yang Berhubungan dengan Keadaan atau Sindrom tertentu

Termasuk ke dalam kelompok ini adalah penyakit pankreas, penyakit hormonal, keadaan yang disebabkan oleh obat atau zat kimia, gangguan reseptor insulin, dan sindrom tertentu.

Gangguan Toleransi Glukosa (GTG)

Gangguan ini terjadi pada kelompok tidak gemuk,  gemuk, dan berhubungan dengan keadaan atau sindrom tertentu.

Diabetes Mellitus pada Kehamilan (Gestational DM)

  1. Dialami oleh seseorang yang baru menderita diabetes mellitus setelah hamil. Padahal sebelumnya kadar glukosa darah dalam keadaan normal. tidak dikelompokkan kedalam NIDDM pada pertengahan kehamilan meningkat sekresi hormon pertumbuhan dan hormon chorionik somatomamotropin (HCS). Hormon ini meningkat untuk mensuplai asam amino dan glukosa ke fetus.

    b)     Kelompok Berdasarkan Risiko Tinggi untuk Menderita Diabetes Mellitus

    1. Toleransi glukosanya pernah abnormal.
    2. Kedua orang tua mengidap diabetes mellitus.
    3. Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih 4 kg.

    (Utami, Prapti. 2003)

Gejala – Gejala  Diabetes Mellitus

Gejala diabetes Melitus sangat bervariasi. Pada tahap awal sering ditemukan :

a.Poliuri (banyak kencing)

Hal ini disebabkan oleh karena kadar glukosa darah meningkat sampai melampaui daya serap ginjal terhadap glukosa sehingga terjadi osmotic diuresis yang mana gula banyak menarik cairan dan elektrolit sehingga klien mengeluh banyak kencing.

b.Polidipsi (banyak minum)

Hal ini disebabkan pembakaran terlalu banyak dan kehilangan cairan banyak karena poliuri, sehingga untuk mengimbangi klien lebih banyak minum.

c.Polipagi (banyak makan)

Hal ini disebabkan karena glukosa tidak sampai ke sel-sel mengalami starvasi (lapar). Sehingga untuk memenuhinya klien akan terus makan. Tetapi walaupun klien banyak makan, tetap saja makanan tersebut hanya akan berada sampai pada pembuluh darah.

d.Berat badan menurun, lemas, lekas lelah, tenaga kurang.

Hal ini disebabkan kehabisan glikogen yang telah dilebur jadi glukosa, maka tubuh berusama mendapat peleburan zat dari bahagian tubuh yang lain yaitu lemak dan protein, karena tubuh terus merasakan lapar, maka tubuh selanjutnya akan memecah cadangan makanan yang ada di tubuh termasuk yang berada di jaringan otot dan lemak sehingga klien dengan DM walaupun banyak makan akan tetap kurus

e.Mata kabur

Hal ini disebabkan oleh gangguan lintas polibi (glukosa – sarbitol fruktasi) yang disebabkan karena insufisiensi insulin. Akibat terdapat penimbunan sarbitol dari lensa, sehingga menyebabkan pembentukan katarak.

Sedangkan pada diabetes kronis biasanya gejala timbul secara perlahan, antara lain:

1.  Sering kesemutan

2.  Kulit terasa panas atau seperti tertusuk jarun

3.  Rasa tebal di kulit

4.  Mudah kram

5.  Mengantuk

6.  Gatal sekitar kemaluan (terutama wanita)

7.  Gigi mudah goyang dan lepas

8.  Kemampuan seksual menurun bahkan impotent

9.  Nyeri otot.

10.Menurunnya gairah seks.

Pada ibu hamil sering terjadi keguguran yang mengakibatkan kematian janin dalam kandungan. Kalau bayi dilahirkan selamat pun berta lahir bayi lebih dari 4 kg.Diabetes mellitus pada kehamilan umumnya sembuh dengan sendirinya setelah persalinan.

Pada penderita diabetes tipe I, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Kadar gula di dalam darah adalah tinggi tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis). Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.

Penderita diabetes tipe II bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat stres-misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri).

DM dapat dicegah dengan menerapkan hidup sehat sedini mungkin yaitu dengan mempertahankan pola makan sehari-hari yang sehat dan seimbang dengan meningkatkan konsumsi sayuran, buah dan serat, membatasi makanan yang tidak tinggi karbohidrat protein dan lemak, mempertahankan BB  yang normal sesuai dengan umur dan tinggi badan serta olah raga teratur sesui dengan umur dan kemampuan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diagnosis Diabetes Millitus

Penyakit diabetes mellitus dapat diketahui denmgan cara memeriksa kandungan gula dalam darah. Pemeriksaan kandunga gula darah yang paling sering dilakukan adalah kandungan darah setelah puasa (fasting blood glucose test), atau kandunagn gula darah 2 jam sehabis makan (postprandial blood glucose test). Kadar gula setelah puasa biasanya berkisar antara 70 mg – 100 mg per 100 ml darah. Demikian juga halnya dengan kandungan gula darah pada pemeriksaan 2 jam seterlah makan.apabila kandungan darah yang ditemukan pada kedua test itu berkisar antara 110 mg – 120 mg per 100 ml darah, harus diulakukan test lebihlanjut katrena kandungan gula darah sedemikian itu sudah merupakan petunjuk adanya penyakit diabetes mellitus.

Oral Glucose Tolerance Test  (OGIT) merupakan test yang lebih lanjut terhadap adanya penyakit diabetes. Untuk melakukan test ini penderita diharuskan puasa selama 24 jam. Kemudian penderita diberi minuman air dengan kadar gula sebanyak 75-100 gr. Sebelum diberi minum, darah dan urin penderita diambil terlebih dulu untuk diperiksa kandungan gulanya. Pemeriksaan berikutnya adalah berturut-turut setelah jarak waktu ½ jam, 1 jam dan 1 ½ jam. Dalam hal-hal tertentu periksaan dilakukan setelah waktu 3 jam.

Dalam keadaan normal kandungan gula darah akan menurun sesuai dengan jarak waktu setelah pemberian caira gula. Komisi diabetes dari WHO merekomendasikan konsentrasi glukosa darah baik setelah puasa ataupun setelah

2 jam diberi glukosa sebagai berikut;

Sampel darah Konsentrasi glukosa  (mg / 100 ml)
Bukan diabetes Penderita diabetes
Darah vena < 110 >130
Darah kapiler <120 >140
Plasma darah <135 >155

 

Bagi penderita yang sudah  jelas menunjukkan tanda diabetes, dianjurkan untuk dapat memeriksa sendiri adanya gula dalam urin. Untuk itu diperlukan peralatan sederha berupa tabung reaksi, pipet kecil, dan larutan benedict sebagai pereaksi.

Larutan Benedict sebanyak 5 ml dimasukkan ke dalam tabung reaksi kemudian ditambah dengan 8 tetes urin yang akan diperiksa, dengan menggunakan pipet. Campuran dipanaskan sambil dikocok di atas api sampai mendidih. Dapat juga bagian bawah tabumg dimasukkan ke dalam air mendidih selama 5 menit. Jika campuran dalam tabung berubah warna, maka berarti terdapat gula dalam urin yang diperiksa.

Arti perubahan warna campuran urin dengan larutan Benedict yang dipanaskan itu adalah sebagai berikut :

Perubahan warna Tafsiran
Warna larutan tetap biru tua Gula negative
Warna larutan berubah hijau Ada gula : +
Warna larutan berubah kekuning-kuningan Ada gula : ++
Warna larutan berubah hijau coklat Ada gula : +++
Warna larutan berubah merah coklat Ada gula : ++++

 

 

 Komplikasi Akibat Diabetes Melitus

 Komplikasi Bersifat Akut

Komplikasi akut terjadi jika kadar glukosa darah seseorang meningkat atau menurun dengan tajam dalam waktu relatif singkat. Kadar glukosa darah bisa menurun drastis jika penderita menjalani diet yang terlalu ketat. Perubahan yang besar dan mendadak dapat berakibat fatal.

  1. Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah suatu keadaan seseorang dengan kadar glukosa darah dibawah normal. Gejala hipoglikemia ditandai dengan munculnya rasa lapar, gemetar, mengeluarkan keringat, berdebar-debar, pusing, gelisah, dan penderita bisa menjadi koma.. Ada 4 macam keadaan hipoglikemia:

  1. Hipoglikemia murni jika kadar glukosa darah kurang dari 50mg/dl
  2. Reaksi hoploglikemia akibat menurunnya kadar glukosa darah secara mendadak.
  3. Koma hiploglikemia akibat kadar glukosa darah yang sangat rendah.
  4. Hiploglikemia reaktif
  1. Ketoasidosis Diabetik-Koma Diabetik

Komplikasi ini dapat diartikan sebagai suatu keadaan tubuh yang sangat kekurangan insulin dan bersifat mendadak akibat infeksi, lupa suntik insulin, pola makan yang terlalu bebas, atau stres.

  1. Koma Hiperosmoler Non Ketotik

Gejala ini adalah adanya dehidrasi yang berat, hipotensi dan menimbulkan shock. Karena itu, koma hiperosmoler non ketotik diartikan sebagai keadaan tubuh tanpa penimbunan lemak yang menyebabkan penderita menunjukkan pernapasan yang cepat dan dalam (kusmaul).

  1. Koma Lakto Asidosis

Komplikasi ini diartikas sebagai suatu keadaan tubuh dengan asam laktat tidak dapat diubah menjadi bikarbonat. Akibatnya, kadar asam laktat dalam darah meningkat dan seseorang bisa mengalami koma.

Komplikasi Kronis Diabetes Melitus

Komplikasi kronis diartikan sebagai kelainan pembuluh darah yang akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung, gangguan fungsi ginjal, dan gangguan saraf. Komplikasi kronis sering dibedakan berdasarkan bagian tubuh yang mengalami kelainan, seperti kelainan di bagian mata, mulut, jantung, urogenital, saraf, dan kulit. Penyakit DM  dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang dapat membahayakan jiwa maupun mempengaruhi kualitas hidup seseorang.

  1. Komplikasi Spesifik
  • Retinopati diabetika yakni Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan mata menjadi sembab, penglihatan berangsur berkurang, lensa mata menjadi keruh atau katarak, pandangan berkabut, retina mata rusak.
  • Nefropati diabetika yaitu penurunan fungsi ginjal dengan tanda awal ditemukannya protein di urin, bisa mencapai 200 mg/menit (normal 15mg/mnt). Tekanan darah naik secara bertahap. Muncul gajala gagal ginjal kronis seperti mual, muntah, nafsu makan turun, gangguan konsentrasi hingga gangguan kesadaran hingga koma, anemia, kejang dan perdarahan selaput lendir mulut.
  • Neuropatika diabetika, kondisi rusaknya saraf dengan gejala kesemutan di kaki dan tangan, berkurangnya sensasi terhadap getaran dan nyeri hingga tidak sadar kalau kakinya tertusuk paku atau terluka, rasa panas seperti terbakar di ujung tubuh misalnya di kantong zakar, rasa nyeri seperti disayat di ujung jari kaki, sulit membedakan temperatur panas dan dingin, otot lengan atas dan tungkai atas lemah, mata jereng, disfungsi ereksi sementara atau menetap.
  • Diabtik foot, tidak berfunsinya kulit, adanya gelembung berisi cairan pada kulit dan mudah terinfeksi.
  • Kematian Otot jantung dan Pembuluh Darah Otak. Resiko serangan jantung dan stroke pada diabetes bisa mencapai 30% hingga 40% lebuh tinggi dibanding dengan non DM. Kadar gula darah tinggi menyebabkan pengerasan dan penebalan pembuluh darah. Gangguan pembuluh darah di otak menyebabakan kepikunan karena suplai darah menurun.
  • Kelainan pembuluh darah besar
  • Kekeruhan pada lensa mata
  • Adanya infeksi seperti infeksi saluran kencing atau tuberkulosis (TBC) paru.
  1. Komplikasi tak Spesifik

 

 Pengobatan Diabetes mellitus

Tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Kadar gula darah yang benar-benar normal sulit untuk dipertahankan, tetapi semakin mendekati kisaran yang normal, maka kemungkinan terjadinya komplikasi sementara maupun jangka panjang adalah semakin berkurang.Seseorang yang obesitas yang menderita diabetes tipe II tidak akan memerlukan pengobatan jika mereka menurunkan berat badannya dan berolah raga secara teratur. Tetapi kebanyakan penderita merasa kesulitan menurunkan berat badan dan melakukan olah raga yang teratur. Karena itu biasanya diberikan terapi sulih insulin atau obat hipoglikemik per-oral. Pengobatan diabetes meliputi obat-obatan, olah raga dan diet .

  1. Diet

Penderita DM sangat dianjurkan untuk menjalankan diet sesuai yang dianjurkan, yang mendapatkan pengobatan anti diuretik atau insulin, harus mentaati diet terus menerus baik dalam jumlah kalori, komposisi dan waktu makan harus diatur. Ketaatan ini sangat diperlukan juga pada saat : undangan atau pesta, melakukan perjalanan,melakukan olah raga dan aktivitas lain.

Prinsip Diet bagi Diabetisi:

  1. Konsumsi karbohidrat kompleks, antara lain: nasi, kentang, pasta (makaroni, sphageti, dll), mie, bihun, roti, sereal, kacang polong, sayuran, kacang merah.
  2. Makan makanan berserat tinggi, misalnya: roti berserat kasar, kacang polong, kacang merah, sayuran, buah segar.
  3. Kurangi makan makanan yang banyak mengandung lemak (mentega/margarin, minyak, krim, keju, bacon, sosis, ham, es krim, kue atau roti bercita rasa manis)
  1. Obat-obatan

Tablet atau suntikan anti diabetes diberikan, namun therapy diet tidak boleh dilupakan dan pengobatan penyakit lain yang menyertai/ suntikan insulin.

  1. Olah raga

Penderita DM dianjurkan untuk melakukan olah raga secara teratur 3-4 kali/minggu, setidaknya 20-30 menit misalnya jalan kaki cepat, senam. Olah raga bisa meningkatkan kapasitas kerja jantung dan membantu kerja metabolisme tubuh sehingga membantu mengurangi kebutuhan insulin. Namun tetap saja perlu dipantau kemungkinan terjadinya hipoglikemia atau hiperglikemia saat atau sesudah berolah raga. Karena itu, sebelum melakukan olah raga perlu diperhitungkan hal-hal seperti tingginya gula darah,dosis insulin yang dipergunakan, perlu tidaknya makanan tambahan sebelum atau sesudahnya. Jenis olah raga yang dipilih, intensitas, tingkat kebugaran serta kebiasaan sehari-hari pasien.

Selain itu olah raga juga membantu BB pada penderita gemuk atau obesitas. Bila melakukan olah raga berat sebaiknya sebelum, selama dan sesudah olah raga memonitor kadar gula darah, khususnya untuk DM type I, guna menentukan kebutuhan insulin dan asupan makanan harus disesuaikan. Bila melakukan olah raga ringan, tidak perlu mengatur kebutuhan insulin cukup snack kecil sebelum olah raga pada gula darah < 80 mg/ dl untuk olah raga yang lama snack diperlukan ½ -1 jam. Pada olah raga berat dan lama seperti ski lintas alam dosis insulin perlu diturunkan untuk mencegah hipoglikemia(kadar gula darh turun). Pada penderita DM dianjurkan memperbanyak cairan sebelum , selama dan sesudah olah raga untuk mencegah dehidrasi.

 

 Pandangan  Islam terhadap Diabetes Mellitus

Dari uraian di atas, sangat jelas  bahwa factor paling potensial yang menjadi penyebab penyakit diabetes mellitus yaitu ( bawaan; keturunan dan obesitas). Terkait dengan keturunan sebenarnya bisa dicegah dengan selektif ketika mencari pasangan atau jodoh. Dengan demikian seseorang tidak akan malahirkan generasi yang membawa bibit penyakit diabetes mellitus.

Sedangkan terkait dengan obesitas maka etika makan dalam islam adalah solusi yang paling utama. Ajaran islam mencakup seluruh aspek kehidupan, tak terkecuali masalah makan. Oleh karena itu bagi kaum muslimin, ,makanan di samping berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, juga berkaitan dengan ruhani, iman, dan ibadah juga dengan identitas diri, bahkan dengan perilaku.

Dalam Al-Qur’an An Nahl (16):114

 

Artinya:

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.

 

Dalam Al-Qur’an Al-Araaf (7):31

 

Artinya:

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Dalam Al-Qur’an An-Nahl (16):115

 

Artinya:

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

 

 Gizi dan Diabetes Mellitus

DM adalah gangguan metabolisme karbohidrat yang merupakan salah satu unsur gizi makro. Gangguan metabolisme ini juga menyebabkan gangguan metabolisme zat gizi lain yaitu protein, lemak, vitamin, dan mineral yang mana proses metabolisme tubuh itu saling berinteraksi antar semua unsur zat gizi. Oleh karena itu, DM adalah merupakan salah satu dari  “Nutrition Related Desease” dimana gangguan salah satu metabolisme zat gizi dapat menimbulkan penyakit.

Terapi diet adalah penatalaksanaan gizi paling penting pada penderita DM. Tanpa pengaturan jadwal dan jumlah makanan serta kualitas makanan sepanjang hari, sulit mengontrol kadar gula darah agar tetap  dalam batas normal.

Bila dibiarkan dalam jangka waktu lama, akan mengakibatkan komplikasi baik akut atau kronis, yang pada akhirnya dapat membahayakan keselamatan DM  sendiri atau mempengaruhi produktifitas kerja. (contoh : pada penderita DM yang mengalami luka gangren yang harus diamputasi karena kadar gulanya selalu tinggi sehingga lukanya tidak dapat sembuh).

Strategi gizi atau perencanaan makanana yang tepat merupakan pengobatan diabetes yang penting. Tujuan perencanaan makanan adalah mempertahankan kadar glukosa darah senormal mungkin serta mengusahakan agar berat badan penderita mencapai batas-batas normal.dahulu banyak makanan yang dipotog atau dibatasi bagi penderita DM. Sejak ditemukan insulin dan tablet hipoglikomik lainnya sususna makanan penderita sudah mendekati makanan orang normal.yang penting jumlah kalori yang didapat dari makanan tidak lebih dari jumlah yang diharapkan ahli gizi.

Dalam membuat susunan menu pola perencanaan makanan, seorang ahli gizi tentunya akan mengusahakan mendekati kebiasaan makan sehari-hari, sederhana, bervariasi, dan mudah dilaksanakan, seimbang dan sesuai kebutuhan.di samping menu harus diperhatikan juga cara hidup, selera, dan adat istiadat penderita.bila menyusun menu yang sukar dilaksanakan dan tidak sesuai dengan selera makan maka perencanaan makan tentunya tidak akan berhasil dan akan ditinggalkan oleh penderita. Kebutuhan kalori pada pria juga lebih besar dibanding wanita. Demikian juga untuk orang pada masa petumbuhan, orang dengan aktivitas tinggi dan sebagainya.

Jadwal makan penderita DM juga diusahakan lebih sering dari 3X sehari, dengan porsi makan yang lebih kecil. Hal ini untuk mencegah naiknya glukosa darah yang sekaligus tinggi, disamping mencegah hipoglikemia bagi penderita yang memakai suntikan insulin.

 

 Kebutuhan Gizi Bagi Penderita Diabetes Mellitus

Perencanaan makan hendaknya dengan kandungan zat gizi yang cukup dan disertai pengurangan total lemak terutama lemak jenuh. Pengetahuan porsi makanan sedemikian rupa sehingga supan zat gizi tersebar sepanjang hari. Penurunan berat badan ringan atau sedang (5 – 10 kg), sudah terbukti dapat meningkatkan kontrol diabetes, walaupun berat badan idaman tidak dicapai.

Penurunan berat badan dapat diusahakan dicapai dengan baik dengan penurunan asupan energi yang moderat dan peningkatan pengeluaran energi. Dianjurkan pembatasan kalori sedang yaitu 250-500 Kkal lebih rendah dari asupan rata-rata sehari.

 

Kebutuhan zat gizi dapat diuraikan sebagai berikut:

1.Protein

Hanya sedikit data ilmiah untuk membuat rekomendasi yang kuat tentang asupan protein orang dengan diabetes. ADA pada saat ini menganjurkan mengkonsumsi 10% sampai 20% energi dari protein total. Menurut konsensus pengelolaan diabetes di Indonesia kebutuhan protein untuk orang dengan diabetes adalah 10 – 15% energi.

Perlu penurunan asupan protein menjadi 0,8 g/kg perhari atau 10% dari kebutuhan energi dengan timbulnya nefropati pada orang dewasa dan 65% hendaknya bernilai biologi tinggi.

2.Total Lemak

Asupan lemak dianjurkan < 10% energi dari lemak jenuh dan tidak lebih 10% energi dari lemak tidak jenuh ganda, sedangkan selebihnya yaitu 60- 70% total energi dari lemak tidak jenuh tunggak dan karbohidrat. Distribusi energi dari lemak dan karbohidrat dapat berbeda-beda setiap individu berdasarkan pengkajia gizi dan tujuan pengobatan. Anjuran persentase energi dari lemak tergantung dari hasil pemeriksaan glukosa, lipid, dan berat badan yang diinginkan.

Untuk individu yang mempunyai kadar lipid normal dan dapat mempertahankan berat badan yang memadai (dan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal pada anak dan remaja) dapat dianjurkan tidak lebih dari 30% asupan energi dari lemak total dan < 10% energi dari lemak jenuh. Dalam hal ini anjuran asupan lemak di Indonesia adalah 20 – 25% energi.

Apabila peningkatan LDL merupakan masalah utama, dapat diikuti anjuran diet dislipidemia tahap II yaitu < 7% energi total dari lemaj jenuh, tidak lebih dari 30% energi dari lemak total dan kandungan kolesterol 200 mg/hari.

Apabila peningkatan trigliserida dan VLDL merupakan masalah utama, pendekatan yang mungkin menguntungkan selain menurunkan berat badan dan peningkatan aktivitas adalah peningkatan sedang asupan lemak tidak jenuh tunggal 20% energi dengan < 10% masing energi masing-masing dari lemak jenuh dan tidak jenuh ganda sedangkan asupan karbohidrat lebih rendah. Perencanaan makan tinggi lemak tidak jenuh tunggal dapat dilakukan antara lain dengan penggunaan nuts, alpukat dan minyak zaitun. Namun demikian pada individu yang kegemukan peningkatan asupan lemak dapat memperburuk kegemukannya. Pasien dengan kadar trigliserida > 1000 mg/dl mungkin perlu penurunan semua tipe lemak makanan untuk menurunkan kadar lemak plasma dalam bentuk kilomikron.

3.Lemak Jenuh dan Kolesterol

Tujuan utama pengurangan konsumsi lemak jenuh dan kolestrol adalah untuk menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler. Oleh karena itu < 10% asupan energi sehari seharusnya dari lemak jenuh dan asupan makanan kolesterol makanan hendaknya dibatasi tidak lebih dari 300 mg perhari. Namun demikian rekomendasi ini harus disesuaikan dengan latar belakang budaya dan etnik.

4.Karbohidrat dan Pemanis

Rekomendasi tahun 1994 lebih menfokuskan pada jumlah total karbohidrat dari pada jenisnya. Rekomendasi untuk sukrosa lebih liberal, menilai kembali fruktosa dan lebih konservatif untuk serat. Buah dan susu sudah terbukti mempunyai respon glikemik menyerupai roti, nasi dan kentang. Walaupun berbagai tepung-tepungan mempunyai respon glikemik yang berbeda, prioritas hendaknya lebih pada jumlah total karbohidrat yang dikonsumsi dari pada sumber karbohidrat. Anjuran konsumsi karbohidrat untuk orang dengan diabetes di Indonesia adalah 60 – 70% energi.

5.Sukrosa

Bukti ilmiah menunjukkan bahwa penggunaan sukrosa sebagai bagian dari perencanaan makan tidak memperburuk kontrol glukosa darah pada individu dengan diabetes tipe 1 dan 2. Sukrosa dan makanan yang mengandung sukrosa harus diperhitungkan sebagai pengganti karbohidrat makanan lain dan tidak hanya dengan menambahkannya pada perencanaan makan.

Dalam melakukan substitusi ini kandungan zat gizi dari makanan-makanan manis yang pekat dan kandungan zat gizi makanan yang mengandung sukrosa harus dipertimbangkan, demikian juga adanya zat gizi-zat gizi lain pada makanan tersebut seperti lemak yang sering dimakan bersama sukrosa. Mengkonsumsi makanan yang bervariasi memberikan lebih banyak zat gizi dari pada makanan dengan sukrosa sebagai satu-satunya zat gizi.

6.Pemanis

a.  Fruktosa menaikkan glukosa plasma lebih kecil dari pada sukrosa dan kebanyakannya karbohidrat jenis tepung-tepungan. Dalam hal ini fruktosa dapat memberikan keuntungan sebagai bahan pemanis pada diet diabetes. Namun demikian, karena pengaruh penggunaan dalam jumlah besar (20% energi) yang potensial merugikan pada kolesterol dan LDL, fruktosa tidak seluruhnya menguntungkan sebagai bahan pemanis untuk orang dengan diabetes. Penderita dislipidemia hendaknya menghindari mengkonsumsi fruktosa dalam jumlah besar, namun tidak ada alasan untuk menghindari makanan seperti buah dan sayuran yang mengnadung fruktosa alami ataupun konsumsi sejumlah sedang makanan yang mengandung pemanis fruktosa.

b.  Sorbitol, mannitol dan xylitol adalah gula alkohol biasa (polyols) yang menghasilkan respon glikemik lebih rendah dari pada sukrosa dan karbohidrat lain. Penggunaan pemanis tersebut secra berlebihan dapat mempunyai pengaruh laxatif.

c.  Sakarin, aspartam, acesulfame adalah pemanis tak bergizi yang dapat diterima sebagai pemanis pada semua penderita DM.

7. Serat

Rekomendasi asupan serat untuk orang dengan diabetes sama dengan untuk orang yang tidak diabetes. Dianjurkan mengkonsumsi 20 – 35 g serat makanan dari berbagai sumber bahan makanan. Di Indonesia anjurannya adalah kira-kira 25 g/hari dengan mengutamakan serat larut.

8.Natrium

Anjuran asupan untuk orang dengan diabetes sama dengan penduduk biasa yaitu tidak lebih dari 3000 mg, sedangkan bagi yang menderita hipertensi ringan sampai sedang, dianjurkan 2400 mg natrium perhari.

.

 Pengaturan Makanan untuk penderita Diabetes Mellitus

Menurut ( Budiyanto, 2001) pengobatan penyakit untuk penyakit ini selalu berupa obat atau suntikan. Diabetes mellitus juga dilakukan melalui makanan . bila pada pemberian makanan juga disertai pemberian obat atau suntikan diabetes, maka pengaturan makanan harus disesuaikan dengan pemberian obat.

1)      Makanan dan olah raga

Pada pasien yang gemuk, pankreas biasanya menghasilkan hormone insulin dalam jumlah yang cukup. Oleh karena jumlah makanan lebih banyak dari pada yang diperlukan tubuh, maka kelebihan ini merupakan beban yang besar dari pancreas sehingga seakan-akan hasil insulinnya tidak seimbang. Untuk menyesuaikan jumlah insulin yang dihasilkan oleh pancreas yang masih baik kemampuannya ini, pasien gemuk diberikan makanan rendah kalori dan sekaligus berakibat menurunkan berat badan hingga normal. Olah raga dapat pula membantu usaha ini.

2)      Makanan dan pemberian tablet diabetes mellitus

Pada pasien dengan berat badan sedang dan pancreas menghasilkan hormone insulin dalam jumlah yang kurang, maka dapat diberikan tablet sebagai pengobatan. Obat ini bertujuan untuk merangsang pancreas supaya menghasilkan hormon insulin lebih banyak.

3)      Makan dan suntikan insulin

Biasanya diberikan pada pasien remaja. Pankreas tidak dapat menghasilkan insulin  sama sekali sehingga insulin harus disuntikkan dari luar. Makanan pada golongan ini mengandung kalori tinnggi karena mereka masih harus tumbuh atau untuk menaikkan berat badan sampai mencapai berat normal.

 

  1. a.      Tujuan Diet pada penyakit Diabetes Mellitus

1)      Menyesuaikan kemampuan tubuh untuk mengelola makanan.

2)      Menurunkan kadar gula darah agar mencapai standart yang normal.

3)      Mempertahankan tubuh supaya dapat melakukan pekerjaan sehari-hari seperti pada orang yang normal.

b)   Syarat-syarat Diet untuk Pasien Diabetes Mellitus

1)      Kalori rata-rata 30-35 kalori per kg berat badan

2)      Jumlah kalori yang diberikan sedikit di bawah normal dan sedapat mungkin diusahakan dan dipertahankan berat badan normal

3)      Bila pasien tidak mendapat obat-obatan diabetes, maka pemberian makanan dapat diberikan menurut standart makanan untuk pasien diabetes mellitus. Bila digunakan obat-obatan tertentu maka jumlah hidrat arang yang diberikan untuk setiap kali makan  dan frekwensi  pemberian makan akan ditentukan oleh dokter. Biasanya makanan diberikan sama setiap waktu  makan dengan porsi kecil. Susunan hidrat arang seperlima, dua perlima, dua perlima bagian, ataupun seper enam,dua per enam, dua per enam dan seper enam bagian.

4)      Protein cukup 1 gram per kg berat badan.

5)      Lemak antara 30 – 35 % dari jumlah kalori sehari. Sebaiknya dipilih lemak rantai panjang yang tidak jenuh  untuk menghindari kemungkinan komplikasi dengan penyakit jantung.

6)      Vitamin serta mneral cukup.

Dengan penelitian berbagai keadaan penyakit dan tingkat pemberian makanan pada pasien diabetes maka dikembangkanlah standart makanan diabetes mellitus yang baru. Pada standart makanan diabetes yang baru pemberian dan susunan makanan disesuaikan dengan kebiasaan makan bangsa Indonesia. Ada susunan makanan untuk penyakit diabetes mellitus yaitu 60 – 70 % terdiri dari hidrat arang, 15 – 25 % lemak. Dalam penyusunan makan untuk pasien diabetes mellitus ini, daftar penukar makanan akan sangat membantu dam bermanfaat dalam penyusunan menu yang bervariasi. Penggunaan daftar ini sama seperti pada pengggunaan daftar penukar untuk menyusun menu seimbang.

Diet 1 s/d III               diberikan pada pasien yang terlalu gemuk

Diet IV s/d V              diberikan pada pasien yang mempunyai berat badan normal

Diet VI s/d VIII         diberikan pada pasien kurus, diabetes remaja atau diabetes dengan komplikasi.

Macam diet

Kalori

Protein gram

Lemak gram

Hidrat arang gram

I

1100

50

30

160

II

1300

55

35

195

III

1500

60

40

225

IV

1700

65

50

245

V

1900

70

55

280

VI

2100

80

55

325

VII

2300

85

65

350

VIII

2500

90

65

390

 

Sementara itu Dr. David ( Majalah Intisari 1/30/97 ) menganjurkan kepada penderita DM di Indonesia, gunakan komposisi 68% kalori karbohidrat , 20% kalori lemak, dan 12% kalori protein . pada dasarnya , diet diabetes terdiri terdiri atas 3 kali makan antara (snack) dengan jarak 3 jam . contohnya :

1. Pukul 06.30-makan pagi

2. Pukul 09.30-makanan kecil atau buah

3. Pukul 12.30-makan siang

4. Pukul 15.30-makanan kecil atau buah

5. Pukul 18.30-makan malam

6. Pukul 21.30-makanan kecil atau buah

Setiap kali makan dalam jumlah porsi kecil sampai sedang agar tidak membebani pancreas. Buah-buahan yang dianjurkan, papaya,kedondong, pisang, apel, tomat, semangka yang kurang manis. Yang dilarang, sawo, mangga, jeruk, rambutan, durian,anggur. Dalam melaksanakan diet  diabetes sehari-hari hendaknya mematuhi pedoman diet 3J, yakni jumlah kalori, jadwal diet, dan jenis makanan yang boleh dan yang tidak.

Penentuan gizi penderita DM dilaksanakan berdasarkan BBR (berat badan relative) dengan rumus :

 

Dimana:

BB       =          Berat badan (kg)

TB       =          Tinggi baddan (cm)

 

 Penerapan Pola Vegetarian sebagai diet terapi DM

 Vegetarian

Istilah ‘vegetarian’ diciptakan pada tahun 1847. Pertama kali digunakan secara formal pada tanggal 30 September tahun itu oleh Joseph Brotherton dan lain-lain, di Northwood Villa, Kent, Inggris. Saat itu adalah pertemuan pengukuhan dari Vegetarian Society Inggris.

Kata ini berasal dari bahasa Latin vegetus, yang berarti keseluruhan, sehat, segar, hidup; (jangan dihubungkan dengan ‘vegetable-arian’ – mitos manusia yang diimajinasikan hidup seluruhnya dari sayur-sayuran tetapi tanpa kacang, buah, biji-bijian, dan sebagainya).

Nabatiwan atau vegetarian adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan, tidak mengkonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti daging dan unggas, namun masih mungkin mengonsumsi makanan laut seperti ikan, atau produk olahan hewan seperti telur, keju, atau susu. Mereka  berpendapat bahwa manusia hendaknya sayang pada binatang, dan tidak selayaknya  manusia hidup dengan jalan membunuh dan makan sesama makhluk tuhan yang bernyawa : manusia masih dapat hidup tanpa membunuh binatang. Ada juga yang berkeyakinan bahwa mereka merasa lebih sehat bila dalam makanannya tak ada bahan yang berasal dari hewan.

 

Selain tidak makan daging mereka juga tak suka bahan-bahan kenikmatan dan bahan perangsang seperti alcohol, rempah-rempah, kopi, rokok, garam dan yang pedas-pedas. Bahkan kadang-kadang bagi penganut vegetarian yang kuat dan ketat memakai barang dari hasil binatang yang  dibunuh seperti tas kulit, sepatu kulit, juga tidak dibenarkan. Golongan ini paling mudah terkena kekurangan zat gizi, bila menu sehari-hari kurang baik komposisinya.

 

 

 Tipe-Tipe Vegetarian

1. Lacto Ovo Vegetarian (Latin: Lacto=susu, Ovo = telur), ialah orang yang tidak memakan daging dari semua kenis hewan apapun termasuk tidak memakan daging ikan, tetapi memakan telur, mengkonsumsi susu, dan hasil produksi susu disamping sayur-mayur, kacang-kacangan, dan makanan nabati lainnya. Jenis ini disebut Lactovarian.

2. Lacto Vegetarian, ialah orang yang tidak memakan segala jenis daging hewan, ikan dan telur, tetapi mengkonsumsi susu dan hasil produksi susu, sayur-mayur, kacang-kacangan, dan makanan nabati lainnya. Jenis ini disebut Lactarian.

3. Total Vegetarian (Vegetarian Murni), ialah orang yang sama sekali tidak memakan segala jenis daging hewan, ikan, telur, susu dan hasil produk susu, bahkan tidak memakai produk yang diolah dari tubuh hewan, misalnya apa saja yang terbuat dari kulit hewan. Mereka hanya memakan sayur-mayur, kacang-kacangan, dan makanan nabati lainnya.

Selain itu:

1. Pesca vegetarian

Vegetarian jenis ini tidak mengkonsumsi daging merah atau daging unggas, tapi tetap mengkonsumsi telur, susu, dan daging ikan.

2. Flexitarian

Merupakan kelas vegetarian yang peraturannya paling longgar. Vegetarian jenis ini masih mengkonsumsi daging dan produk olahannya, namun hanya sekali-sekali.

3. Frutarian

Vegetarian jenis ini hanya makan buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan yang kaya vitamin E. Para frutarian yakin bahwa buah, biji, dan kacang-kacangan berguna untuk kecantikan kulit dan membuat awet muda.

4. Raw foodist

Vegetarian golongan ini hanya mengkonsumsi makanan mentah. Mereka beranggapan bahwa proses memasak dapat merusak zat-zat alami dan gizi yang ada dalam makanan. Vegetarian jenis ini makan daging mentah seperti makanan sushi di Jepang, atau gemar makan lalapan sayur mayur mentah seperti di Indonesia.

Kelebihan Diet Vegetarian

Kelebihan diet vegetarian adalah dapat menurunkan risiko penyakit degeneratif seperti kolesterol tinggi, jantung koroner, asam urat, hipertensi, diabetes, dan kanker. Penyakit-penyakit ini biasanya dipicu oleh pola makan tinggi lemak hewani , protein, garam, tinggi gula, namun rendah serat. Sedangkan diet vegetarian minim asupan produk hewani.

Pola makan vegetarian juga memungkinkan tubuh banyak mendapan asupan vitamin dan mineral. Di dalam tubuh, vitamin dan mineral merupakan zat pengatur, menjaga dan memelihara kesehatan tubuh. Dengan tubuh yang sehat, tentu beragam serangan penyakit, terutama jenis penakit yang disebabkan oleh virus. Asupan yang tinggi sumber serat pelaku diet vegetarian juga dapat mencegah tubuh dari risiko kanker saluran pencernaan.Walaupun bahan makanan dari tumbuhan kalah dari diet hewani dalam hal kandungan asam lemak dan asam amino essential, namun buah-buahan dan sayuran memiliki kandungan tinggi akan vitamin dan antioksidan ( seperti karotenoid, asam askorbat, tokoferol dan asam folat) serta apa yang dinamakan phytochemicals ( serat, flavonoid, fenol, sterol, dll). Zat-zat antioksidan dan phytochemicals semacam itu sangat penting berfungsi sebagai agen protektif terhadap kanker dan berbagai penyakit degeneratif lainnya. Sebaliknya berbagai panganan hewani selain tidak memiliki kandungan phytochemicals, merupakan sumber energi tinggi (cenderung berlebih), tinggi asam lemak jenuh dan kolesterol serta potensi karsinogenik, yang semuanya menghasilkan resultan negatif bagi tubuh.

  1. Contoh-contoh menu vegetari

a.   Menu laktovegetari

pagi     Roti + mentega

jam nenas

Coklat susu

Pisang

10.00   Biskuit

Air jeruk

Siang nasi

Terong isi kacang merah

Tahu bumbu tomat

Selada sayuran

Sop wortel

Nenas

16.00   kue kadar

Via coklat

The

Malam Nasi

Sambal goring kering tempe

Pecel

Emping

Pisang

b.  Menu pagi  Ovovegetari

Roti

Margarine

Telur kacau

Tomat, daun slada

Teh

Siang   Nasi

Tahu bumbu bali

Tempe goring

Sayur  menir bayam

Pisang

16.00   Slada sayuran

Teh

 

Malam        Nasi

Fo yong hay + sos tomat

Tumis tahu

Sayur kiemlo

Nenas

c.  menu vegetari mutlak ( strengvegetari)

Pagi     Roti

Margarine

keju kacang tanah

Tomat

Tomat

Sari buah

10.00  Biskuit

Air tomat

Siang Nasi

Tahu goreng

Pecel sayuran

Emping

Papaya

16.00  Bubur hevermout

Air jeruk

Malam nasi

Perkedel tahu

Sop kacang merah + wortel

Stup buncis

Pisang

 

 Pandangan Islam tentang Diet Vegetarian

Diabetes Melitus dapat diobati dengan obat-obatan anti diabetes yang secara medis disebut sebagai obat hipoglikemia oral (OHO). Merek Obat-obatan tersebut antara lain Diabenese, Diamicron, dan Daonil. Obat hipoglikemia oral tidak boleh sembarangan dikonsumsi karena dikhawatirkan penderita menjadi hipoglikemia.

Namun alangkah baiknya apabila menerapkan budaya alam atau vegetarian untuk mengupayakan penyembuhan Diabetes Mellitus melalui jalan terapi.Sabda   Nabi    Muhammad     SAW:
“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat, dan menjadikan bagi setiap penyakit obatnya, maka (berobatlah kamu sekalian, tetapi) jangan berobat dengan yang haram.” (HR. Abu Dawud).

Dari Jabir berkata, “Rasulullah bersabda, bagi tiap-tiap penyakit itu ada obatnya, apa bila obat yang dengan penyakitnya maka ia sembuh dengan izin Allah.” (H.R. Muslim) .

Dengan adanya hadist diatas maka kita harus yakin bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya.

Ayat-ayat Allah yang berhubungan dengan vegetarian(herbal) dan memerintahkan manusia untuk mengkonsumsi nya :

Dia Menumbuhkan untuk kegunaan kamu, minyak zaitun, kurma dan          segala anggur, juga setiap buah-buahan. Sesungguhnya dalam hal yang         demikian terdapat tanda2 bagi kaum yang berfikir. (QS AN-NAHL :11)

 

 

 

 

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan

langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

Maka sesungguhnya setiap yang ada di bumi yang diturunkan oleh Allah, meliputi hujan, buah-buahan(sayur) adalah mempunyai manfaat bagi setiap umatNya.

KESIMPULAN

  1. Diabetes mellitus (DM) melitus merupakan penyakit kelainan metabolisme yang disebabkan kurangnya hormon insulin. Hormon insulin dihasilkan oleh sekelompok sel beta pankreas dan sangat berperan dalam metabolisme glukosa bagi sel tubuh.
  2. Penyakit Diabetes yang ditemukan pada usia muda ( paling banyak ditemukan pada usia antara 10-12 tahun ), disebut Juvenile Diabetes
  3. Penyakit Diabetes yang ditemukan pada orang dewasa diatas 30 tahun disebut Adult Diabetes
  4. Penyakit ini disebabkan oleh adanya kerusakan kelenjar pancreas ataupun alat dalam pancreas , untuk melakukan fungsinya secara wajar, terutama dalam membagi insulin yang memproses gula dalam tubuh dengan baik sehingga kurang aktifnya produksi hormone insulin dari sel kelenjar langerhans pada organ pancreas . factor keturunan dan diabetes berkaitan erat dengan kegemukan.
  5. Adapun gejala-gejala yang ditunjukkan oleh penderita DM  adalah sebagai berikut : sering kencing (pelyuria), sering haus (polidipsia) dan makan (poliphgia),berat badan menurun meskipun banyak makan ,Sering merasa leleh dan mengantuk,gatal-gatal dan bila ada luka sikar sembuh,nyeri otot,menurunnya gairah sek.
  6. Penyakit diabetes mellitus dapat diketahui dengan cara memeriksa kandungan gula dalam darah. Pemeriksaan kandungan gula darah yang paling sering dilakukan adalah kandungan darah setelah puasa (fasting blood glucose test), atau kandunagn gula darah 2 jam sehabis makan (postprandial blood glucose test). Kadar gula setelah puasa biasanya berkisar antara 70 mg – 100 mg per 100 ml darah. Dan Oral Glucose Tolerance Test  (OGIT) merupakan test yang lebih lanjut terhadap adanya penyakit diabetes. Untuk melakukan test ini penderita diharuskan puasa selama 24 jam.
  7. Bahaya yang menyertai Diabetes Mellitus menyangkut komplikasi akut dan kronis.
  8. Tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Pengobatan diabetes meliputi obat-obatan, olah raga dan diet.
  9. pengobatan penyakit untuk penyakit Diabetes Mellitus  selalu berupa obat atau suntikan. Diabetes mellitus juga dilakukan melalui makanan . bila pada pemberian makanan juga disertai pemberian obat atau suntikan diabetes, maka pengaturan makanan harus disesuaikan dengan pemberian obat.
    1. Nabatiwan atau vegetarian adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan, tidak mengkonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti daging dan unggas, namun masih mungkin mengonsumsi makanan laut seperti ikan, atau produk olahan hewan seperti telur, keju, atau susu.

11. Tipe-Tipe Vegetarian

1. Lacto Ovo Vegetarian

2. Lacto Vegetarian

3. Total Vegetarian (Vegetarian Murni)

12. Kelebihan diet vegetarian adalah dapat menurunkan risiko penyakit degeneratif seperti kolesterol tinggi, jantung koroner, asam urat, hipertensi, diabetes, dan kanker. Penyakit-penyakit ini biasanya dipicu oleh pola makan tinggi lemak hewani , protein, garam, tinggi gula, namun rendah serat. Sedangkan diet vegetarian minim asupan produk hewani.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Budiyanto, M, A,K. 2002. Gizi dan Kesehatan. UMM Press. Malang

Budiyanto,M,A,K. 2004. Dasar-Dasar Ilmu Gizi. UMM Press. Malang

Dalimartha, Setiawan. 2005. Diabetes Mellitus. Penebar Swadaya: Jakarta

Moehyi, S. 1992. Pengetahuan Makanan dan Diit Untuk Penyembuhan Penyakit.   Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Jokoprawiro, A. 1999. Diabetes Millitus Klasifikasi Diagnosis dan Terapi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Utami, Prapti. 2003. Tanaman Obat Untuk Mengatasi Diabetes Mellitus: PT Agromedia Pusataka. Jakarta

Anoniumos. 2007. http://hbis.wordpress.com/2007/11/23/Diabetes Mellitus. Diakses 01 Mei 2011

Anoniumos. 2007. http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&q=gejala+Diabetes+mellitus&btnG=Telusuri&meta. Diakses 01 Mei 2011

Anonimos 2007. http://www.blogdokter.net/2008/08/09/tanda-dan-gejala-kencing-manis-diabetes-melitus-tipe-2/. Diakses 01 Mei 2011

Anonimos 2009. http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus. Diakses 01 Mei 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: