Peran Penting Vitamin dan Mineral untuk Perkembangan Janin pada Ibu Hamil

PERAN PENTING VITAMIN DAN MINERAL UNTUK PERKEMBANGAN JANIN PADA IBU HAMIL

PENDAHULUAN

Mamalia yang sering dikatakan sebagai manusia, mempunyai cara tersendiri dalam melestarikan keturunannya yaitu dengan cara melahirkan. Melahirkan individu baru yang mempunyai gen yang tidak jauh dengan induknya. Banyak proses yang terjadi sebelum melahirkan, di antaranya yaitu kehamilan (pregnancy) atau gestasi, adalah kondisi mengandung satu atau lebih embrio, yaitu individu yang baru berkembang dalam uterus. Kehamilan sendiri di awali oleh konsepsi, yaitu proses fertilisasi atau pembuahan telur oleh sebuah sperma, dan berlangsung terus sampai kelahiran sang anak. Kehamilan pada manusia berlangsung rata-rata 266hari (38 minggu) dari konsepsi, atau 40 minggu dari permulaan siklus menstruasi terakhir.

Kehamilan manusia dapat di bagi ke dalam tiga trimester masing-masing sekitar 3 bulan lamanya :

Masa kehamilan trimester I : 0 – 12 minggu

Masa kehamilan trimester II : 13 – 27 minggu

Masa kehamilan trimester III : 28 – 40 minggu

Pada masa kehamilan inilah metabolisme energy meningkat, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya juga menjadi meningkat selama kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan, perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu, pengaliran makanan dari pembuluh darah ibu ke pembuluh darah janin melalui plasenta. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna.

PEMENUHAN GIZI (VITAMIN DAN MINERAL) PADA IBU HAMIL

Pada masa kehamilan, semua zat yang di konsumsi oleh ibu sangat penting pengaruhnya terhadap pertumbuhan janin. Karena melalui plasenta (tali pusar) janin memperoleh makanan dari dalam tubuh ibu dan perkembangan janin merupakan perkembangan dini terpenting yang nantinya dari perkembangan janin di dapatkan suatu keturunan yang baik (tidak mengalami cacat). Dari sinilah ibu seharusnya menyeleksi asupan makanan dengan baik.

 

Salah satunya dengan memperhatikan pemenuhan gizi dengan baik Dengan mendapatkan gizi yang seimbang dan baik, ibu hamil dapat mengurangi resiko kesehatan pada janin dan sang ibu. Gizi ibu hamil sebetulnya tidak jauh dari gizi untuk pola makanan sehat. Hanya saja, adanya janin di kandungan mengharuskan ibu hamil ekstra hati-hati dalam mengkonsumsi. Misalnya, kopi atau teh yang tidak berdampak langsung pada seorang wanita, tetapi pada ibu hamil akan mengurangi asupan zat besi bagi janin.

Kebutuhan gizi ibu hamil akan meningkat seiring pertambahan usia kandungan, terutama setelah memasuki kehamilan trimester kedua. Sebab pada saat itu, pertumbuhan janin berlangsung pesat, terutama perkembangan otak dan susunan syaraf, dan membutuhkan asupan gizi yang optimal.

Vitamin

Wanita hamil membutuhkan lebih banyak vitamin dibanding sebelum hamil. Kebutuhan vitamin diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel.

Vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, K) diserap bersama dengan makanan yang mengandung lemak, jika kelebihan akan disimpan dalam lemak tubuh, hati, dan ginjal. Itu sebabnya, tak dianjurkan mengkonsumsinya setiap hari. Sedangkan vitamin yang larut dalam air (vitamin B kompleks dan C), jika kelebihan akan dibuang bersama urin, hingga perlu dikonsumsi tiap hari untuk mengisi kebutuhan tubuh.

Kebutuhan vitamin antara lain meliputi:

  1. Asam folat.

  2. Vitamin A.

  3. Vitamin B.

  4. Vitamin C.

  5. Vitamin D.

  6. Vitamin E.

  7. Vitamin K.

  1. Asam Folat

Asam folat merupakan vitamin B yang memegang peranan penting dalam perkembangan embrio. Asam folat juga membantu mencegah neural tube defect, yaitu cacat pada otak dan tulang belakang.

Kekurangan asam folat dapat menyebabkan kehamilan prematur, anemia, cacat bawaan, bayi dengan berat bayi lahir rendah (BBLR), dan pertumbuhan janin terganggu.

Kebutuhan asam folat sekitar 600-800 miligram. Menurut Widyakarya Pangan dan Gizi VI 2004 menganjurkan mengkonsumsi asam folat sebesar 5 mg/kg/hr (200 mg). Asam folat dapat didapatkan dari suplemen asam folat, sayuran berwarna hijau, jeruk, buncis, kacang-kacangan dan roti gandum .

  1. Vitamin A

Vitamin A mempunyai fungsi untuk penglihatan, imunitas, perkembangan paru-paru janin, pertumbuhan tulang dan gigi ,mencegah kelainan bawaan dan perkembangan embrio.

Kekurangan vitamin A menyebabkan gangguan penglihatan, kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Kebutuhan vitamin A pada ibu hamil 200 iu / hari, lebih tinggi daripada ibu tidak hamil. Sumber vitamin A antara lain: buah-buahan, sayuran warna hijau atau kuning, mentega, susu, kuning telur dan lainnya.

  1. Vitamin B

Vitamin B1 (Tiamin), B2 (Riboflavin), dan B3 (Niasin) dibutuhkan untuk membantu metabolisme energi. Vitamin B6 dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu mengatasi mual, muntah, dan mengatur metabolism protein dalam tubuh. Vitamin B12 penting bagi perkembangan sistem syaraf janin, membentuk DNA dan pematangan sel darah merah.

Selama hamil cadangan vitamin B12 dalam tubuh kemungkinan habis yang membuatnya berisiko mengalami defisiensi. Kekurangan vitamin B bisa menyebabkan komplikasi pada kehamilannya.

Ibu hamil memerlukan 0,2 mg tiamin; 0,2 mg riboflavin; 0,1 mg niasin; 0,3 mg vitamin B12; 1,9 mg vitamin B6 setiap hari yang membantu untuk membentuk antibody. Sumber dari vitamin B adalah gandum, daging, susu, ragi, beras, kuning telur, sayur-sayuran segar, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

  1. Vitamin C

Vitamin C merupakan antioksidan yang melindungi jaringan dari kerusakan, mencegah anemia, berperan dalam proses penyembuhan luka, membangun kekuatan plasenta, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi dan stress ibu hamil, bahan semen jaringan ikat dan pembuluh darah, membantu penyerapan zat besi di dalam tubuh, pembentukan tulang dan sendi janin.

Jika kekurangan / defisiensi vitamin C dapat mengakibatkan keracunan kehamilan, ketuban pecah dini (KPD). Penggunaan vitamin C dalam trimester pertama tidak boleh berlebihan karena akan mengakibatkan cacat.

Ibu hamil disarankan mengkonsumsi sekitar 70- 85 miligram per hari. Sumber dari vitamin C adalah Jambu klutuk atau jambu batu, jeruk, tomat, nanas, sayur segar, dan lain sebagainya.

  1. Vitamin D

Vitamin D berfungsi mencegah hipokalsemia, membantu penyerapan kalsium dan fosfor, mencegah hipokalsemia, mineralisasi tulang dan gigi serta mencegah osteomalacia pada ibu.

Jika asupan vitamin D tidak mencukupi, maka bayi akan mengambil asupan vitamin D dari tulang ibu. Hal ini meningkatkan risiko osteoporosis pada ibu dan infeksi pernapasan pada bayi.

Kebutuhan vitamin D pada ibu hamil adalah 10 mg. Sumber dari vitamin D adalah Minyak ikan, susu, telur, keju, dan dibuat sendiri oleh tubuh dengan bantuan sinar matahari.

  1. Vitamin E

Vitamin E berfungsi pada pertumbuhan sel dan jaringan (mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati) serta integrasi sel darah merah. Vitamin ini juga berfungsi sebagai senyawa antioksidan alami.

Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan perubahan degeneratif pada sistem saraf dan otot, gangguan penglihatan, anemia, dan kelainan kulit.

Selama kehamilan dianjurkan mengkonsumsi 2 mg/hari. Sumber dari vitamin E banyak tersedia dalam sayuran dan minyak biji-bijian, yang dapat ditemukan dalam bentuk margarine, salad dressing, dan shortening. Minyak kacang dan minyak kulit gandum mempunyai konsentrasi vitamin E yang tertinggi.

  1. Vitamin K

Vitamin ini merupakan kebutuhan vital untuk sintesis beberapa protein termasuk dalam pembekuan darah. Disebut juga vitamin koagulasi, vitamin ini bertugas menjaga konsitensi aliran darah dan membekukannya saat diperlukan. Vitamin yang larut dalam lemak ini juga berperan penting dalam pembentukan tulang dan pemeliharaan ginjal.

Kekurangan vitamin K dapat mengakibatkan gangguan perdarahan pada bayi. Tetapi pada umumnya, kekurangan vitamin K jarang terjadi.

Ibu hamil memerlukan 65 mg vitamin K. Sumber dari vitamin K adalahmakanan yang mengandung vitamin K adalah hati, sayur-sayuran berwarna hijau yang berdaun banyak, sayuran segar sejenis kobis (kol), susu, kuning telur dll

Mineral

Hampir sama dengan vitamin, pada wanita hamil membutuhkan lebih banyak mineral dibanding sebelum hamil. Kebutuhan mineral diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel.

Kebutuhan mineral antara lain meliputi:

  1. Zat besi.

  2. Zat seng (zinc).

  3. Kalsium.

  4. Yodium.

  5. Fosfor.

  6. Fluor.

  7. Natrium.

  1. Zat besi (Fe)

Zat besi dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin, yaitu protein di sel darah merah yang berperan membawa oksigen ke jaringan tubuh. Selain itu, penting untuk pertumbuhan dan metabolisme energi dan mengurangi kejadian anemia.

Defisiensi zat besi akan berakibat ibu hamil mudah lelah dan rentan infeksi, resiko persalinan prematur dan berat badan bayi lahir rendah. Efek samping dari zat besi adalah konstipasi dan nausea (mual muntah).

Kelebihan zat besi menyebabkan kelainan metabolisme, misalnya pembentukan zat besi pada darah jadi berlebihan. Akan tetapi, hal ini jarang terjadi karena tubuh sudah bisa mengontrol sendiri.

Kebutuhan zat besi akan meningkat 200-300 miligram dan selama kehamilan yang dibutuhkan sekitar 1040 miligram. Untuk mencukupi kebutuhan zat besi, ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi 30 miligram tiap hari. Zat besi baik dikonsumsi dengan vitamin C, dan tidak dianjurkan mengkonsumsi bersama kopi, the, dan susu. Sumber alami zat besi dapat ditemukan pada daging merah, ikan, kerang, unggas, sereal, dan kacang-kacangan.

  1. Zat seng (Zinc) 

 

Fungsinya mencegah bayi terlahir prematur, mencegah kelainan bawaan, perkembangan otak agar normal, mencegah gangguan pertumbuhan organ tubuh janin, perkembangan otak agar normal, untuk kekebalan janin, proses pertumbuhan janin, sebagai factor pelancar dalam metabolism zat gizi. Jadi, seng juga diperlukan untuk membantu perkembangan otak janin dan mencegah kelainan saat lahir.

Defisiensi zink dapat menjadi hambatan pertumbuhan pada janin, kelahiran prematur dan berat bayi lahir rendah. Apabila kelebihan juga dapat menyebabkan terganggunya proses aktifitas sebagian organ tubuh dalam masa kehamilan.

Kebutuhan seng pada ibu hamil sekitar 20 miligram per hari. Sumber makanan yang mengandung seng antara lain: daging, kerang-kerangan, biji-bijian, serealia dan kacang-kacangan. Namun kandungan zinc terbanyak ditemukan pada makanan kacang-kacangan.

  1. Kalsium

Ibu hamil membutuhkan kalsium untuk pembentukan tulang dan gigi janin, mencegah kerapuhan tulang pada ibu hamil, sebagai zat yang membantu penyerapan zat besi, membantu pembuluh darah berkontraksi dan berdilatasi, serta mengantarkan sinyal syaraf, kontraksi otot dan sekresi hormon.

Apabila selama kehamilan kurang mengkonsumsi kalsium, janin akan mengambil cadangan kalsium dari ibu. Akibatnya ibu akan menderita kerapuhan tulang (osteoporosis), gangguan pembentukan tulang pada janin. Kelebihan Kalsium juga dapat menyebabkan terjadinya kram kaki dan kejang kaki pada ibu hamil.

Kebutuhan kalsium untuk ibu hamil kurang lebih 600 hingga 1200 mg / hari . Makanan sumber kalsium: susu, keju, mentega, yoghurt, sayuran berdaun hijau, tulang ikan teri, sarden, makarel, salmon, kacang-kacangan, tahu, dan tempe.

  1. Yodium

 

Yodium merupakan bahan baku bagi pembentukan hormone tiroksin yang berfungsi mengatur pertumbuhan. Manfaat dari yodium adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan janin, mencegah penyakit tiroid, cacat bawaan dan memenuhi kebutuhan metabolisme yang meningkat.

Kekurangan yodium bisa menyebabkan janin mengalami hipotirodisme yang berkelanjutan menjadi kretinisme dengan mental terbelakang (cacat mental). Sedangkan pada ibu hamilnya, bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar gondok di leher bagian bawah. Kekurangan yodium juga dapat menyebabkan keguguran, kelahiran premature, gangguan pertumbuhan pada bayi. Kelebihan yodium jarang terjadi, karena umumnya yang muncul adalah kekurangan yodium.

Ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi yodium sekitar 200 miligram/hari dalam bentuk garam beryodium. Sumber yodium: maknan laut dan garam yang sudah diiodinisasi.

  1. Fosfor

Fosfor berhubungan erat dengan Ca. Fosfor berfungsi membantu mempertahankan keseimbangan asam / basa dalam cairan tubuh, berperan dalam pelepasan energi dari hidrat arang serta lemak, Untuk pembentukan komponen sel yang esensial dan berfungsi pada pembentukan rangka dan gigi janin serta kenaikan metabolisme kalsiums ibu.

Defisiensi fosfor sering mengakibatkan kram pada tungkai. Seperti kalsium, kelebihan mengkonsumsi fosfor juga dapat menyebabkan kejang kaki pada ibu hamil.

Kebutuhan terhadap fosfor menurut Nasoetion dan Karyadi (1988) untuk bayi-bayi yang lahir pada waktunya dapat di penuhi pada ASI, yaitu 150 gram fosfor perliternya atau kira-kira 0.2 gram perkalorinya. Dan Fosfor dapat ditemukan pada bahan makanan seperti susu (baik ASI atau susu buatan), susu padatan, keju, sereal, ikan, telur dan berbagai roti.

  1. Flour

Fluor berfungsi sebagai protilaktis penyakit gigi, pembentukan dan untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada janin.

Kekurangan fluor menyebabkan pembentukan gigi tidak sempurna. Dan jika kadar fluor berlebih, akan menyebabkan warna dan struktur/ bangunan gigi yang tidak normal.

Kebutuhan fluor juga tidak terlalu banyak diperlukan pada ibu hamil. Dalam air minum yang normal cukup mengandung banyak flour.

  1. Natrium

Natrium berperan dalam metabolisme air dan bersifat mengikat cairan dalam jaringan sehingga mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh pada ibu hamil.

Defisiensi Natrium dapat menyebabkan gangguan pada system metabolisme pada ibu hamil. Tetapi jumlah kadar yang Natrium yang tinggi (kelebihan) juga dapat mempercepat perburukan fungsi ginjal. Kelebihan Natrium sendiri jarang terjadi dalam masa kehamilan.

Kebutuhan natrium meningkat seiring dengan meningkatnya kerja ginjal. Kebutuhan natrium ibu hamil sekitar 3,3 gram per minggu. Sumber natrium yang utama dalam makanan adalah garam (NaCl)

KESIMPULAN

Kehamilan (pregnancy) atau gestasi, adalah kondisi mengandung satu atau lebih embrio, yaitu individu yang baru berkembang dalam uterus. Kehamilan sendiri di awali oleh konsepsi, yaitu proses fertilisasi atau pembuahan telur oleh sebuah sperma, dan berlangsung terus sampai kelahiran sang anak.

Pada masa kehamilan inilah banyak perubahan yang terjadi dan dialami, baik secara fisik dan emosional ketika mulai mengandung. Kebutuhan energi dan zat gizi lainnya juga menjadi meningkat selama kehamilan. Peningkatan tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan, perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna.

Semua zat yang di konsumsi oleh ibu sangat penting pengaruhnya terhadap pertumbuhan janin. Karena melalui plasenta (tali pusar) janin memperoleh makanan dari dalam tubuh ibu dan perkembangan janin merupakan perkembangan dini terpenting yang nantinya dari perkembangan janin di dapatkan suatu keturunan yang baik (tidak mengalami cacat). Dari sinilah ibu seharusnya menyeleksi asupan makanan dengan baik.Tidak sekedar terus menerus menambah jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh, namun juga pertimbangkan segala sesuatu yang di konsumsi.

Wanita hamil membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral dibanding sebelum hamil. Ini perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel. Tak cuma itu. Tambahan zat gizi lain yang penting juga dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme energy. Contohnya vitamin B1, vitamin B2, niasin, dan asam pantotenat. Vitamin B6 dan B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah, sedangkan Vitamin B6 juga berperan penting dalam metabolisme asam amino.

Bukan hanya kebutuhan vitamin, kebutuhan mineral juga turut meningkat. Terutama zat besi. zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah dan sangat penting untuk pertumbuhan dan metabolisme energi, disamping untuk meminimalkan peluang terjadinya anemia. Kebutuhan zat besi menjadi dua kali lipat dibandingkan sebelum hamil.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2007. Gizi Tepat Saat Hamil. http://www.google.com/Gizi Tepat Saat Hamil.mht. Diunduh 16 Maret 2011.

Anonymous. 2009. gizikuseimbang.blogspot.com. http://www.google.com/gizi-seimbang-bagi-wanita-hamil.html. Diunduh 21 Maret 2011, 06:46 PM.

Anonymous. 2009. Kebutuhan-Zat-Gizi-Sepanjang-Daur-Kehidupan-Manusia. http://www.scribd.com/doc. Diunduh 21 Maret 2011, 06:49 PM.

Anonymous. 2010. Kebutuhan Gizi Ibu Hamil. http://www.google.com/Kebutuhan Gizi Ibu Hamil Part Gizi USA.mht. Diunduh 16Maret 2011.

Campbell, Neil A. 2003. Biologi. Erlangga. Jakarta

Francin, P. 2005. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta.

lenteraimpian. 2010. gizi-seimbang-ibu-hamil.http://www.wordpress.com. Diunduh 22 Maret 2011, 12:21 AM.

Sophia, E. 2009. Kebutuhan Gizi Ibu Hamil. http://www.medicastore.com/artikel/Kebutuhan Gizi Ibu Hamil.html. Diunduh 21 Maret 2011, 09:21 PM.

Wiryo, H. 2002. Peningkatan Gizi Bayi, Anak, Ibu Hamil dan Menyusui dengan Bahan Makanan Lokal. Sagung Seto. Jakarta.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: