Keragaman Genetika Mikroorganisme sebagai Bukti Kedahsyatan Penciptaan

1. Ilmu Genetika dan Kedhasyatan Penciptaan Allah

Ilmu genetika mendefinisikan dan menganalisis keturunan (heredity) atau konstansi dan perubahan pengaturan dari berbagai fungsi fisiologis yang membentuk karakter organisme.Unit keturunan disebut gen,adalah suatu segmen DNA yang nukleotidanya membawa informasi karakter biokimia atau fisiologis tertentu. Pendekatan tradisional pada genetika telah mengidentifikasikan gen sebagai dasar kontribusi karakter fenotip atau karakter dari keseluruhan stuktural dan fisiologis dari suatu sel atau organisme, karakter fenotip seperti warna mata pada manusia atau resistensi terhadap antibiotik pada bakteri, pada umumnya di amati pada tingkat organisme. Dasar kimia untuk variasi daam fenotip, atau perubahan urutan DNA dalam suatu gen atau dalam organisasi gen (Jawets, 2001).

Penelaahan tentang genetika pertama kali dilakukan oleh seorang ahli botani bangsa Austria, Gregor Mendel  pada tanaman kacang polongnya. Pada tahun 1860-an ia menyilangkan galur-galur kacang polong dan mempelajari akibat-akibatnya. Hasilnya antara lain terjadi perubahan-perubahan pada warna,bentuk, ukuran, dan siat-sifat lain dari kacang polong tersebut.Penelitian iniia mengembangkan hukum-hukum dasar kebakaan. Hukum kebakaan berlaku umum bagi semua bentuk kehidupan. Hukum-hukum mendel berlaku manusia dan juga organisme percobaan dahulu amat populer dalam genetika, yakni lalat buah Drosophila. Namun sekarang, percobaan-percobaan ilmu kebakaan dengan menggunakan bakteri Escherichia coli.Bakteri ini di pilih karena paling mudah di pelajari pada taraf molekuler sehingga merupakan organisme pilihan bagi banyak ahli genetika.Hal ini membantu perkembangan bidang genetika mikroba.Jasad renik yang di pelajari dalam bidang genetika mikroba meliputi bakteri, khamir, kapang, dan virus (Waluyo, 2005).

Variasi fenotif telah diamati berdasar kemampuan gen untuk tumbuh dibawah kondisi terseleksi, misalnya bakteri yang mengandung satu genyang resisten terhadap ampisilin dapat dibedakan dari bakteri kekurangan gen selama pertumbuhannya dalam lingkungan yang mengandung anti biotik sebagai suatu bahan penyeleksi. Catatan, bahwa seleksi gen memerlukan expresinya dibawah kondisi yang tepat, dapat diamati pada tingkat fenotif.

Genetika mikroba telah mengungkapkan bahwa gen terdiri dari DNA, suatu pengamatan yang melekat dasar bagi biologi molekuler. Penemuan selanjutnya dari bakteri telahmengungkapkan adanya restriction enzymes (enzim restriksi) yang memotong DNA pada tempat spesifik, menghasilkan fragmen potongan DNA.Plasmida diidentifikasikan sebagai elemen genetika kecil yang mampu melakukan replikasi diri pada bakteri dan ragi.Pengenalan dari sebuah fragmen potongan DNA kedalam suatu plasmid memungkinkan fragmen di perbanyak (teramplifikasi).Amplifikasi regio DNA spesifik dapat di capai oleh enzim bakteri menggunakan polymerase chain reaction (PCR) atau metode amplifikasi nukleotida berdasar enzim yang lain (misalnya amplifikasi berdasar transkripsi).DNA yang di masukkan kedalam plasmid dapat di kontrol oleh promoter ekspresi pada bakteri yang mengamati protein, di ekspresi pada tingkat tinggi.Genetika bakteri mendasari perkembangan rekayasa genetika, suatu teknologi yang bertanggung jawab terhadap perkembangan di bidang kedokteran (Jewetz, 2001).

Eksperimen-eksperimen telah berulang-ulang dilaksanakan selama bertahun-tahun oleh para ahli biokimia dan biofisika dalam upaya membuktikan kemungkinan secara spontan kuantitas-kuantitas tak terbatas senyawa-senyawa kimia tertentu yang terdapat pada sel-sel yang susunannya sangat kompleks.Para ilmuwan tersebut berpendapat bahwa karena pengaruh fisis yang mendukung, maka senyawa-senyawa itu secara spontan menjadi tertata dan teratur, kemudian membentuk kompleks menabjubkan yang kita namakan sel, atau bahkan organisme-organisme hidup yang elementer.

Semua keanekaragaman yang terjadi dengan berbagai proses yang begitu rumit dan lengkap tidak terjadi semata-mata secara kebetulan. Semua itu terencana secara rapi dan  terperinci. Setiap gen-gen mengatur aktifitas kimiawi dalam sel yang melahirkan pertukaran-pertukaran zat dan energy sesuai kode yang tepat.Aktifitas semacam ini sangat besar jumlahnya, terutama yang menyangkut reproduksi bakteri.Sungguh sebuah bakteri baru dapat dibentuk dari substansi bakteri itu sendiri dalam waktu singkat, mengikuti informasi yang diterima dari gen-gen yang tercatat didalam pita DNA.Setiap terjadi pembagian diri, pita itu dibuat duplikatnya secara menyeluruh dalam organisme yang baru.Beginilah caranya hidup diturunkan.Fungsi-fungsi kimiawi bakteri pada kenyataannya sangat banyak.E. coli dapat melahirkan tiga ribu spesies protein.Pita DNA bakteri itu, di situ gen-gen tercatat, satu millimeter panjangnya.Semua itu merupakan modifikasi Allah yang memiliki teka-teki dan melihatkan kebesaran Allah.

Dalam hubungan ini, kita akan percaya pada Allah labih rela untuk mengemukakan adanya campur tangan dari kemampuan-Nya untuk mencipta. Ilmu sendiri didapatkan untuk membuktikan batapa kekuasaan Allah itu nyata dan dapat kita lihat di sekeliling kita melalui apa saja termasuk alam ini. Nabi sendiri memerintahkan untuk “Mencari ilmu sejak dari buaian hingga ke liang kubur” hal ini bertujuan untuk agar manusia mengerti bahwa banyak Al-Qur’an mendorong manusia agar mencari tanda-tanda kekuasaan Allah melalui perenungan maupun fenomena alam.

Di dalam Al Quran, Allah SWT menyiratkan akan penciptaan makhluk hidup termasuk penciptaan mikroorganisme yang merupakan bagian dari mahluk hidup ciptaan Allah SWT, serta proses penciptaan dan komponen penyusun makhluk hidup termasuk mikroorganisme seperti dalam beberapa ayat yaitu:

Q.S Al Baqarah 164: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Q.S An Nur 45: Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Q.S An Nahl 12: Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya).

Q.S 21:30 “ Tidakkah orang-orang kafir itu melihat kelangit dan bumi disatukan, kemudian mereka Kami pisahkan dan Kami menjadikan setiap yang hidup dari air. Lantas akankah mereka tak beriman?”

QS 82:7-8 “ (Tuhanlah) yang menciptakan kamu lalu membentukmu secara selaras dan dalam proporsi yang tepat, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia membuatmu dari komponen-komponen.

Dari beberapa ayat diatas dapat kita ketahui bahwa Allah SWT telah menciptakan makhluk hidup termasuk mikroorganisme secara sempurna atau secara mendetail tanpa ada hal yang tertinggal atau kurang pada diri makhluk hidup tersebut termasuk mikroorganisme.Sehingga kita sebagai makhluk hidup harus bersukur dengan pemberian Allah SWT, termasuk penciptaan mikroorganisme yang banyak memberi manfaat kepada manusia.Begitu dahsyatnya Allah menciptakan makhluk hidup di dunia ini.

2. Genetika Berbagai Mikroba

A. Genetika Bakteri

a) DNA Bakteri

Bakteri memiliki kekurangan unsur-unsur yang mengacu pada stuktur komplek yang terlibat dalam pemisahan kromsom-kromosom eukariota menjadi nukleid anak yang berbeda.Replikasi dari DNA bakteri dimulai pada satu titik dan bergerak ke semua arah.Dalam prosesnya, dua pita lama DNA terpisah dan digunakan sebagai model untuk mensistensiskan pita-pita baru (replikasi semikonservatif).Strukur dimana dua pita terpisah dan sintesis baru terjadi disebut sebagai percabangan replikasi.Replikasi kromosom bakteri sangat terkontrol, dan kromosom tiap sel yang tumbuh berkisar antara satu dan empat. Beberapa plasmida bakteri bias memiliki sampai 30 tiruan dalam satu sel bakteri, dan mutas yang menyebabkan control bebas dari relikasi plasmida bahkan bias menghasilkan tirun yang lebih banyak.

Replikasi pita DNA ganda sirkular dimuli pada locus ori dan membuuhkan interaksi dengan beberapa protein.Dalam E coli, replikasi kromosom berakhir pada suatu tempat yang disebut “ter“.Dua kromosom anak terpisah, atau terpecah sebelum pembagian sel, sehingga tiap-tiap keturunan memiliki satu DNA anak.Hal ini dapat disempurnakan dengan bantuan topoisomerase atau melakukan pengkombinasian. Proses serupa yang mengacu pada replikasi DNA plasmida, kecuali pada beberpa kasus, replikasinya adalah tidak terarah.

b) Rekombinasi Gen pada Bakteri

Rekombinasi gen ialah pembentukan suatu genotip baru melalui pemilihan kembali gen-gen setelah terjadinya pertukaran bahan genetis antara dua kromosom yang berbeda mempunyai gen-gen serupa pada situssitus yang bersangkutan

Konjugasi

Konjugasi ialah pemindahan gen antara sel-sel yang kontak satu dengan yang lain secara fisik. Konjugasi bakteri pertama kali dipertunjukkan o!eh Lederbeng dan Tatuni pada tahun 1946. Mereka menggabungkan dua galur mutan Eschericihia Coli yang berbeda yang tidak mampu mensintesis satuatau lebih faktor tumbuh esensiil dan memberinya kesempatan untuk kawin.Kemudian mereka mencawankan biakan campuran tersebut pada medium minimal yang hanya menunjang pertumbuhan galur-galur tipe liar.Ketika mereka menemukan koloni-kotoni tipe liar, mereka tahu bahwa mestinya koloni-kolooni tersebut merupakan hasil rekombinasi genetik melalui kunjugasi antara galur-galur mutan.Konjugasi pada bakteri dapat dipahami dengan lebih jelas ketika ditemukan bahwa ada diferensiasi seksual pada E.coli, dengan perkataan lain, ada tipe-tipe perkawinan yang berbeda-beda pada bakteri tersebut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Transformasi

Transformasi ialah proses pemindahan DNA bebas sel atau “bugil” yang mengandung sejumlah terbatas informasi DNA dari satu sel ke sel yang lain. DNA tersebut diperoleh dari sel donor melalui lisis sel alamiah atau dengan cara ekstraksi kimiawi. Begitu DNA diambil oleh sel resipien, maka terjadilah rekombinasi. Bakteri yang telah mewarisi penanda dan sel donor tersebut telah tetransformasi, bakteri-bakteri tertentu, bila ditumbuhkan dengan diberi sel- sel mati, filtrat biakan, atau ekstrak sesuatu galur yang berkerabat dekat, maka akan memperoleh dan lalu memindah sebarkan ciri-ciri dari galur yang sekerabat tersebut.

Transduksi

Di samping melalui konjugasi dan transformasi, mikroorganisme juga dapat melakukan rekombinasi gen dengan cara transduksi. Transduksi ialah proses pemindahan gen dari satu bakteri ke bakteri lain oleh bakteriofaga. Beberapa bakteriofaga tenang (yang mempunyai siklustemperate), yang biasanya tidak melisis sel inang, membawa DNA yang dapat berperilaku sebagai episom di dalam bakteri.

B. Genetika Virus

a) Komponen Penyusun

Virus mampu bertahan hidup, tetapi tidak tumbuh, bila tidak di dalam sel inang.Replikasi genom virus tegantung pada energi metabolik dan mesin sintesis makromolekul pada inang.Sering, bentuk parasitisme genetik ini mengakibatkan debilitas atau kematian sel inang. Oleh karena itu, keberhasilan perbanyakan virus memerlukan sebagai berikut :

  1. Suatu bentuk stabil yang memungkinkan virus bertahan hidup di luar inangnya,
  2. Suatu mekanisme invasi pada sel inang,
  3. Informasi genetik untuk replikasi komponen virus dalam sel
  4. Informasi tambahan yang mungkin diperlukan untuk packaging (menyimpan) komponen virus dan pengeluaran virus dari sel inang.

Perbedaan sering ditemukan antara virus pada sel eukariotik dengan virus pada sel prokariotik (bakteriofag). Perhatian lebih tepat pada sub grup virus, tetapi jangan dilupakan dictum Andre Lwoff : Virus adalah virus. Banyak konsep dasar dari biologi molekuler, muncul dari penemuan bakteriofag.

b) Replikasi Gen Virus

Replikasi DNA (RNA) virus terjadi melalui beberapa tahap di sel host, yaitu sebagai berikut :

1.   Adsorpsi dan penetrasi

Langkah pertama pada reproduksi suatu bakteriofag ialah adsorpsi.Di sini ujung ekor virus menjadi melekat pada dinding sel. Pelekatan itu khusus bagi virus-virus tertentu tersebut dan bakteri yang rentan mempunyai konfigurasi molekular yang komplementer pada situs-situs penerimanya yang berlawanan.Bila terlampau banyak faga melekat pada bakteri itu dan menembusnya, maka mungkin terjadi lisis prematur, yang tidak disertai pembentukan virus-virus baru.Penetrasi yang sesungguhnya oleh faga kedalam sel inang bersifat mekanis, tetapi dipermudah oleh sutu enzim lizozim, yang dibawa pada ekor faga yang mencernakan dinding sel.

Penetrasi tercapai bila :

  1. Serabut ekor virus melekat pada sel dan ekor terikat pada dinding sel
  2. Selundang seludang sel berkontraksi, mendorong inti ekor kedalam sel melalui dinding sel dan membran sel
  3. Virus itu menginfeksikan DNAnya seperti menggunakan sebuah alatsuntik menyuntikkan vaksin. Selundang proteinnya yang membentuk kepala faga, dan struktur ekor virus tetap tertinggal diluar sel

Virus menginfeksi bakteri dengan cara menginjeksikan isi kepala virus (stain asam nukleat virus) melalui sebuah lubang tusukan yang dibuatnya pada dinding sel Asam nukleat virus itu kemudian mengendalikan metabolisme sel dan mengarahkan bakteri itu untuk mensintesis lebih banyak asam nukleat virus serta bahan-bahan lain yang diperlukan unusik untuk membuat partikel virus yang lengkap. Dalam waktu singkat partikel-partikel virus baru yang terbentuk ini dibebaskan oleh pecahnya dinding sel secara tiba-tiba yaitu lisis dan menjadi bebas untuk menginfekisi menginfeksikan bakleri-bakteri lain yang rentan.Penetrasi sel inang oleh bakteriofaga. Serabut ekor menempatkan virus tersebut ketempatnya pada dinding sel. Selundang ekor memendek, intinya menembus kedalam sel, dan DNA virus disuntikkan kedalam sel. Pada kasus bakteriofaga yang tidak rnempunyai seludang kontraktil, masih belum jelas bagaimana asam nukleat memasuki sel. Faga coli RNA dan yang berbentuk filamen, keduanya teradsorpsi pada pili, yaitu suatu embel-embel halus yang mencuat dan dari permukaan sel, Asam nukleat rnungkin lewat di bagian dalam pili pillus itu sampai suatu jarak pendek tertentu dan kemudian pilus itu tertarik masuk ke dalam sel dengan demikian mengawali injeksi asam nukleat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.   Replikasi, Perakitan, dan Lisis

Penelitian mengenai faga coli telah menyingkapkan beberapa aspek reproduksi dan struktur faga serta mekanisme pengendalian genetis terhadap perbanyakan ini.Seperti telah disebutkan sebelumnya, bahan virus yang memasuki sel ialah asam nukleat (RNA atau DNA), yang membawa informaasi yang diperlukan bagi sintesis partikel-partikel virus baru.Segera setelah infeksi asam nukleat virus ke dalam sel inang, virus itu mengambil alih perlengkapan metabolik sel inang, menyebabkannya membuat asam nukleat virus ketimbang asam nukleat bakteri.Kira-kira 25 menit setelah infeksi awal.sejumlah 200 bakteriofaga baru telah terakit dan sel bakteri itupun meledak pecah, melepaskan faga-faga baru itu untuk menginfeksi bakteri-bakteri lain dan memulai lagi daur tersebut. Tahapan pertama ialah periode laten (selarna waktu ini tidak dapat diperagakan adanya virus yang dapat mengirsfeksi menginfeksi) diikuti oleh periode naik (disebabkan oleh lisis sel dan pembebasan sejumlah besar faga). Daur hidup yang serupa telah diperlihatkan untuk sejumlah virus lain.

3.   Lisogeni

Tidak semua infeksi pada sel bakteri oleh faga berlangsung sebagaimana diuraikan di atas untuk menghasilkan lebih banyak partikel virus dan berakhir dengan lisis. Suatu hubungan yang sama sekali berbeda dikenal sebagai lisogeni, dapat berkembang antara virus dan bakteri inangnya. Pada lisogeni, DNA virus faga tenang itu tidak mengambil alih fungsi gengen sel, tetapi menjadi tergabung ke dalam DNA inang dan menjadi profaga pada kromosom bakteri, berlaku seperti gen. Pada keadaan ini bakteri itu bermetabolisme dan berbiak secara normal, dengan DNA virusnya diteruskan kepada setiap sel anak melalui semua generasi berikutnya. Tetapi, kadang-kadang karena alasan-alasan yang belum diketahui, DNA virus itu terlepas dan dari kromosom inang dan terjadilah daur litik. Proses ini disebut induksi spontan. Infeksi suatu bakteri oleh faga lisogenik dapat dikenali oleh fakta bahwa bakteri itu resisten terhadap infeksi oleh faga yang sama atau yang sekerabat dan bahwa bakteri itu dapat diinduksi untuk menghasilkan partikel-partikel faga. Suatu perubahan dan lisogeni menjadi lisis kadang-kadang dapat diinduksi oleh iradiasi dengan cahaya ultraviolet atau dikenai suatu zat kimia.Banyak dan dari pengetahuan kita mengenai lisogeni diperoleh dan dari penelitian-penelitian mengenai fagakoli lambda.

C. Genetika Jamur

a) Komponen Penyusun

Genom adalah keseluruhan informasi genetik dalam suatu organisme.Hampir semua genom eukariota dibawa pada satu atau lebih kromosom linear terpisah dari sitoplasma didalam membran inti sel (nukleus).Diploid sel eukariota mengandung 2 homologeus (salinan evolusioner) dari setiap kromosom.Mutasi atau perubahan genetik sering tidak dapat dideteksi pada sel diploid karena susunan satu salinan gen kompensasi untuk perubahan fungsi homolognya. Satu gen yang tidak dapat mengekspresi fenotipitik pada keberadaan homolognya. Dinyatakan resesif, sedangkan satu gen yang mengatasi efek homolognya dinyatakan dominan.Efek mutasi dapat sangat tampak pada sel – sel haploid, yang membawa hanya satu salinan tunggal dari kebanyakan gen. Sel – sel yeast (suatu eukairota) sering diteliti, Karena dapat dipertahankan dan dianalisis pada keadaan haploid.

Sel-sel eukariota mengandung mithocondria.Pada beberapa kasus dinyatakan sebagai kllroplas. Didalam setiap organel ini ada satu molekul DNA sirkuler yang mengandung beberapa gen yang berfungsi seperti organel khusus. Kebanyakan gen berhubungan dengan fungsi organel, dibawa oleh kromosom eukariota. Banyak yeast mengandung suatu elemen genetik tambahan, suatu lingkaran 2 μm mampu berreplikasi secara independen, mengandung 6,3 kbp DNA. Semacam lingkaran kecil DNA ini disebut plasmid, sering ditmukan padagenetik eukariota.Ukuran kecil dari plasmid memudahkan manipulasi genetik, dan setelah perubahannya, dapat dimasukkan ke dalam sel-sel. Oleh karena itu, plasmid digunakan pada rekayasa genetika.

Gen-gen yang penting untuk pertumbuhan jamur dibawa pada kromosom, dan plasmid yang membawa gen dikaitkan dengan fungsi-fungsi spesifik. Banyak plasmid membawa gen untuk di pindahkan dari satu organisme ke organisme lain sebaik pada pengaturan DNA (rearrangement DNA). Oleh karena itu gen-gen yang berasal dari hasil evolusi independent dapa di gabungkan dengan plasmid, dapat menyebar diantara populasi bakteri secara luas.Akibat kejadian genetik ini telah diamati pada penyebaran plasmid pembawa resistensi anti biotika setelah penggunaan anti biotika yang bebas di rumah sakit.

b) Replikasi DNA

Replikasi DNA eukariota terjadi pada beberapa titik tumbuh di sepanjang kromosom linear.Replikasi akurat pada ujung-ujung kromosom linear membutuhkan aktifitas enzimatis yang berbeda dari fungsi-fungsi normal yang terkait dengan replikasi DNA.Berbagai aktifitas tersebut mungkin melibatkan telomere, rangkaian DNA khusus (yang dibawa pada ujung kromosom eukariota) yang cenderung terlibat dalam replikasi akurat dari ujung kromosom. Eukariota telah mengembangkan alat – alat khusus yang disebut kumparan, yang melepas kromosom anak menjadi nukleid terpisah yang baru terbentuk oleh proses mitosis. Pembagian nukleid yang lebih ekstensif oleh meiosis merupakan satu faktor penting dalam mempertahankan struktur kromosom dalam satu spesies.Terkadang sel – sel tunggal tersebut merupakan gamet.Pembentukan gamet yang diikuti oleh penyatuan mereka untuk membentu zigot – zigot gandan merupakan sumber utama untuk variabilitas genetika melalui rekombinasi eukariota.

Jamur juga memiliki RNA yang berperan dan sintesis polipeptida.Baik jamur yang bersahaja maupun jamur yang tingkat tinggi tubuhnya mempunyai ciri yang khas, yaitu berupa benang tunggal bercabang-cabang yang disebut miselium atau berupa benang-benang padat yang menjadi satu.Golongan ragi misalnya, Saccharomycetes tubuhnya terdiri dari sel tunggal, sehingga hidupnya heterotrof.Sifat ini menguatkan pendapat, bahwa jamur itu merupakan kelanjutan bakteri di dalam evolusi.Golongan jamur mencakup lebih 55.000 spesies, jumlah ini jauh melampaui jumlah spesies bakteri.Tentang klasifikasinya belum ada kesatuan pendapat yang menyeluruh diantara para sarjana taksonomi.Bakteri dan jamur merupakan golongan tumbuh-tumbuhan yang tubuhnya tidak mempunyai diferensiasi, oleh karena itu disebut tumbuhan talus (thallophyta), lengkapnya adalah thalophyta yang tidak berklorofil.Ganggang adalah thallophyta yang berklorofil.

Daftar Pustaka

Budiyanto, A.K. 2010.Hand Out-7 Genetika Mikroorganisme.UMM Malang

Jawetz. 2001. Mikrobiologi Kedokteran. Salemba Medika. Jakarta.

Schlegel, Hans. 1994. Mikrobiologi Umum Edisi Keenam. Gajah Mada University Press.Yogyakarta.

Stanier Roger, Edward Alderberg dan John Ingraham. 1982. Dunia Mikroba 1. Bharata Karya Aksara. Jakarta.

Stanier Roger, Edward Alderberg dan John Ingraham. 1986. Dunia Mikroba 3. Bharata Karya Aksara. Jakarta.

Syurachman, Agus. 1994. Mikrobiologi Kedokteran. Binarupa Aksara. Jakarta

Waluyo, Lud. 2005. Mikrobiologi Umum. Universitas Muhammadiyah Malang Prees. Malang.

Anonymous, 2010.Keanekaragaman Genetika. (On line) Http://huzaifbio.wordpress.com(diakses 19 November 2010)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: