Bakteri Asam Laktat sebagai Penurun Kolesterol

Pengertian Bakteri asam laktat

Bakteri asam laktat adalah kelompok bakteri yang mampu mengubah karbohidrat (glukosa) menjadi asam laktat. Efek bakterisidal dari asam laktat berkaitan dengan penurunan pH lingkungan menjadi 3 sampai 4,5 sehingga pertumbuhan bakteri lain termasuk bakteri pembusuk akan terhambat (Amin dan Leksono, 2001). Pada umunya mikroorganisme dapat tumbuh pada kisaran pH 6-8 (Amano,1962).

Lactobacillus plantarum


Lactobacillus plantarum merupakan salah satu jenis BAL homofermentatif dengan temperatur optimal lebih rendah dari 37oC (Frazier dan Westhoff, 1988). L. plantarum berbentuk batang (0,5-1,5 s/d 1,0-10 _m) dan tidak bergerak (non motil). Bakteri ini memiliki sifat katalase negatif, aerob atau fakultatif anaerob, mampu mencairkan gelatin, cepat mencerna protein, tidak mereduksi nitrat, toleran terhadap asam, dan mampu memproduksi asam laktat. Dalam media agar, L. plantarum membentuk koloni berukuran 2-3 mm, berwarna putih opaque, conveks, dan dikenal sebagai bakteri pembentuk asam laktat (Kuswanto dan Sudarmadji, 1988).

L. plantarum mampu merombak senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan hasil akhirnya yaitu asam laktat. Menurut Buckle et al. (1978) asam laktat dapat menghasilkan pH yang rendah pada substrat sehingga menimbulkan suasana asam. L. plantarum dapat meningkatkan keasaman sebesar 1,5 sampai 2,0% pada substrat (sarles et al., 1956). Dalam keadaan asam, L. plantarum memiliki kemampuan untuk menghambat bakteri pathogen dan bakteri pembusuk (Delgado et.al., 2001). Pertumbuhan L. plantarum dapat menghambat kontaminasi dari mikrooganisme pathogen dan penghasil racun karena kemampuannya untuk menghasilkan asam laktat dan menurunkan pH substrat, selain itu BAL dapat menghasilkan hidrogen peroksida yang dapat berfungsi sebagai antibakteri (Suriawiria, 1995). L. plantarum juga mempunyai kemampuan untuk menghasilkan bakteriosin yang berfungsi sebagai zat antibiotik (Jenie dan Rini, 1995).

Bakteri Laktat (Lactobacillus) merupakan  kelompok mikroba dengan habitat dan lingkungan hidup yang sangat luas, baik diperairan (air tawar maupun air laut), tanah lumpur,maupun bebatuan. Bakteri ini juga menempel pada jasad hidup lain seperti tanaman, hewan, serta manusia. Pada manusia, sejumlah bakteri laktat ditemukan di usus, aliran darah, paru-paru, serta mulut. Pada vagina yang merupakan organ reproduksi wanita, tercatat delapan jenis bakteri laktat, antara lain Lacobacillus acidophilus, L fermentum, L brevis, L sporogenes, L casei, L leichmannii, L lactis, L salivarius, dan L cellobiosus. Berdasarkan hal tersebut maka kami mencoba menggunakan kandungan bakteri asam laktat terutama bakteri Lactobacilus acidophilus sebagai penurun kolesterol, dan aman dikonsumsi oleh manusia.

Peranan dan Manfaat Bakteri Asam Laktat

beberapa spesies laktobasili telah diketahui mempunyai peranan penting dalam menjaga fisiologis dan kesehatan manusia yaitu berfungsi menjaga system kekebalan tubuh.Sepanjang hari bakteri ini akan mengidentifikasi mikroorganisme patogen yang berbahaya dan bahan-bahan asing lainnya yang ada dalam tubuh kita.Selama proses ini sel kekebalan dan antibody akan bekerjasama dalam aliran darah untuk menghentikan sebaran virus dan bakteri jahat.Salah satu upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah dengan mengkomsumsi probiotik guna menunjang metabolisme tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa manfaat probiotik dalam tubuh yaitu berperan dalam penurunan kadar kolesterol, dimana bifidobakteria menghasilkan niasin yang memberi konstribusi terhadap penurunan kolesterol tersebut.

Efek menurunkan Kolesterol-bakteri asam laktat (LAB: Streptococcus, Lactobacillus dan Bifidobacterium) yang terkenal. Jadi, kami meneliti LAB diisolasi dari usus manusia pada efek penurun kolesterol in vitro. Tujuh Streptococcus (61.1%), 11 Lactobacillus (71.8%) and 7 Bifidobacterium (27.9%) diisolasi sebagai asam (pH 2.5 and 3.0) dan toleran strain empedu (0.3% oxgall). Streptococcus HJS-1, Lactobacillus HJL-37 and Bifidobacterium HJB-4 akhirnya dipilih sebagai strain probiotik untuk menggunakan melalui hidrolase garam empedu (BSH) uji aktivitas oleh media MRS menggunakan ditambahkan asam taurodeoxycholic (TDCA) dan uji penurun kolesterol dengan menggunakan larut kolesterol mengandung kaldu MRS. Studi-studi ini menyarankan bahwa LAB terisolasi memiliki efek hipokolesterolemik yang sangat baik.(The Korean Society of veterinary Science). Riset membuktikan, menunjukkan bahwa bakteri asam laktat asal dadih berpotensi mengikat kolesterol. Bakteri asam laktat itu menghasilkan enzim Bile Salt Hydrolase (BSH). Enzi mini menghasilkan asam empedu terdekonjugasi dalam bentuk asam kolat bebas yang kurang diserap oleh usus halus dibanding asam empedu terkonjugasi.Karenanya asam empedu yang kembali ke hati menjadi berkurang.Asam empedu yang terbuang lewat buang air besar itu mengakibatkan semakin banyak kolesterol yang dibutuhkan untuk mensintesis garam empedu lagi, sehingga kadar kolesterol akhirnya menurun.

Bakteri asam laktat terdapat dalam yogurt. Bakteri ini membentuk koloni dan menciptakan lingkungan dalam saluran pencernaan sedemikian rupa sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri patogen yang masuk ke tubuh.

Bakteri asam laktat juga dapat mencegah infeksi saluran urine, mengurangi risiko timbulnya kanker atau tumor saluran pencernaan dan organ lain, menurunkan kadar kolesterol serum darah, mengurangi risiko penyakit jantung koroner, merangsang terbentuknya sistem imun, membantu penderita lactose intolerance dalam mengkonsumsi susu, dan memperlancar buang air besar.

Mekanisme Penurunan Kolesterol

Mekanisme penurunan kolesterol bisa terjadi karena asam laktat yang ada dalam yoghurt dapat mendegradasi kolesterol menjadi coprostanol. Coprostanol ini merupakan zat yang tidak dapat di serap oleh usus. Berkat yoghurt, coprostanol tersebut dan sisa kolesterol bisa dikeluarkan bersama tinja. Dengan kata lain, jumlah kolesterol yang diserap tubuh menjadi rendah. Sebuah laporan mengenai hal ini memaparkan bahwa penurunan kolesterol oleh bakteri asam laktat (Lactobacillus) dapat mencapai kisaran 27-38% (Poerwosoedarmo dan Sediaoetama, A.D. 1977).

Konsumsi lemak yang tinggi akan meningkatakan sterol dalam usus besar dan meningkatkan sekresi garam empedu, yang selanjutnya akan dimetabolis oleh bakteri dalam usus menghasilkan senyawa karsinogenik (pemicu kanker). Kolestero dalam bahan pangan melalui lambung ke duodenum dan dalam usus dalam fase minyak triasilgliserol.

Asam empedu diabsorpsi dari bagian bawah ileum dan kembali ke hati. Ini adalah sirkulasi hepatic. Kumpulan asam empedu di ahti kira-kira 3,5 gram disirkulasi 6-10 kali per hari. Tiap kali 1% yaitu sekitar 500 miligram /hari lolos dari absorpsi dan di ekskresikan melalui feces. Lebih lanjut kolesterol tubuh disekresikan melalui usus oleh dinding usus. Garam empedu terbuang melalui feces dan mengakibatkan semakin banyak kolesterol yang dibutuhkan untuk mensintesis garam empedu lagi sehingga menurunkan kadar kolesterol tubuh (Surono, 2004).

Produk Fermentasi Bakteri Asam Laktat

Yogurt adalah  minuman susu berfermentasi bakteri bakteri. Yogurt adalah salah satu produk susu terkoagulasi (mengental), diperoleh dari fermentasi asam laktat melalui aktifitas bakteri Lactobacillus delbrueckii var. bulgaricus dan Streptococcus salivarus var. thermophillus, dimana mikroorganisme ini dalam produk akhir harus hidup aktif dan berlimpah.

Yogurt, susu asidophilus (dari bakteri L. acidophilus) dan susu bifidus (dari bakteri Bifidobakterium bifidum) mampu menurunkan kolesterol darah. Kemampuan ini berasal dari zat factor antikolesterol yang menghambat kerja enzim pembentuk kolesterol. Pengurangan kolesterol juga terjadi karena selama pertumbuhan bakteri menyerap sejumlah zat kolesterol ke dalam selnya. Penyerapan ini terjadi di usus kecil dan membantu mengurangi kolesterol dalam darah.(Oktaviani,2004).

Yoghurt dibuat dengan memasukkan bakteri spesifik ke dalam susu di bawah temperatur  yang dikontrol dan  kondisi lingkungan, terutama dalam produksi industri. Bakteri merombak gula susu alami dan melepaskan asam laktat sebagai produk sisa. Keasaman meningkat menyebabkan protein susu untuk membuatnya padat. Keasaman meningkat juga menghindari proliferasi bakteri patogen yang potensial. Pada kebanyakan negara, produk mungkin disebut yoghurt hanya jika bakteri hidup ada di produk akhir.  Produk yang telah dipasteurisasi, yang tidak punya bakteri hidup, disebut susu fermentasi (minuman). Yoghurt kaya akan protein, beberapa vitamin B, dan mineral yang penting. Yoghurt memiliki lemak sebanyak susu darimana ia dibuat. Karena struktur laktosa yoghurt dirusak, maka yoghurt bisa dikonsumsi orang yang alergi terhadap susu. Yoghurt kaya dengan vitamin B. Yogurt tidak mengandung vitamin C dan zat besi dalam jumlah yang cukup untuk tubuh, tapi yogurt merupakan sumber yang baik untuk mensuplai protein, fosfor, kalsium, magnesium, dan juga kalori. Selama fermentasi, gula susu (laktosa) turun menjadi sekitar 20%-50%. Kandungan protein, lemak dan mineral hamper sama dengan kandungan susu semula. Beberapa vitamin seperti A, B2, B3, biotin dan asam folat justru meningkat. Vitamin dan mineral pun menjadi lebih mudah diserap.(Oktaviani,2004).

Macam-macam Yogurt

Tergantung pada metode pembuatannya, yogurt dapat dikategorikan:

  1. Strained, yaitu dibuat dengan cara mengangkat air dadih dari susu.
  2. Set yoghurt, teksturnya lembut dan mampu dimasukkan ke boks karton.
  3. Stirred, yaitu yogurt yang diaduk dan ditambahkan jus atau potongan buah.

Khasiat yogurt antara lain yaitu :

  1. Memproduksi vitamin, meningkatkan nilai gizi dan membantu pertumbuhan
  2. Memproduksi antibiotic alam melawan virus dan jamur
  3. Memerangi kanker dan tumor. Meningkatkan kekebalan tubuh.
  4. Menurunkan kolesterol
  5. Menghambat bakteri patogen

Penelitian pada beberapa orang yang mengonsumsi yoghurt secara teratur dalam

jumlah dan waktu tertentu ternyata menunjukkan jumlah kolesterol dalam serum darahnya menurun. Mekanisme penurunan kolesterol ini bisa terjadi karena bakteri asam laktat yang ada dalam yoghurt dapat mendegradasi kolesterol menjadi coprostanol. Coprostanol ini merupakan zat yang tak dapat diserap oleh usus. Berkat yoghurt, coprostanol dan sisa kolesterol dikeluarkan bersama-sama tinja. Sebuah laporan mengenai hal ini memaparkan bahwa penurunan kolesterol oleh bakteri Lactobacillus dapat mencapai kisaran 27-38 persen.  Menghambat bakteri patogen. Flora usus pengonsumsi yoghurt terbukti sulit ditumbuhi kuman-kuman patogen atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit(Anonymous,2010).

Kajian Religius

Allah menciptakan jasad-jasad renik di dunia ini sesuai dengan fungsinya masing-masing. Sebagaiman dengan firman Allah dalam surat al-furqon ayat 2 yang berbunyi

yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya”.

Maksudnya: segala sesuatu yang dijadikan Tuhan diberi-Nya perlengkapan-perlengkapan dan persiapan-persiapan, sesuai dengan naluri, sifat-sifat dan fungsinya masing-masing dalam hidup.

Allah memberikan cobaan kepada umatnya yang berupa penyakit dan Allah pula yang menyembuhkan.  Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam alqur’an surat  Asy Syu’araa’:  ayat 78-80 yang artinya:

“ (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku”.

DAFTAR PUSTAKA

Amano, K. 1962. The Influence of Fermentation on The Nutritive Value of Fish Special Reference Fish Product of South Asia. Fish in Nutrition (FAO), 7 :180-200.

Buckle, K.A., R.A. Edwards, G.H. Fleet, and M. Wooton. 1987. Ilmu Pangan. Universitas Indonesia Press. Jakarta. 365 hlm.

Jenie, S.L., dan Shinta E. Rini. 1995. Aktivitas Antimikroba dari Beberapa Spesies

Lactobacillus terhadap Mikroba Patogen dan Perusak Makanan. Buletin

Teknologi dan Industri Pangan, 7(2) : 46-51.

Kuswanto, K.R., dan Slamet Sudarmadji. 1988. Proses-proses Mikrobiologi Pangan. PAU Pangann dan Gizi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. 160 hlm.

Oktaviani, Dini. 2004. Efektivitas Bakteriosin dari Lactobacillus plantarum terhadap

Masa Simpan Filet Nila Merah pada Suhu Rendah. Skripsi. Unpad.

Jatinangor. 62 hlm.

Poerwosoedarmo dan Sediaoetama, A.D. 1977. Ilmu Gizi. Dian Rakyat. Jakarta. 254

hlm.

Suriawiria, Unus. 1995. Pengantar Mikrobiologi Umum. Angkasa. Bandung. 238 hlm.

Surono, I.2004.Probiotik Susu Fermentasi dan Kesehatan .PT.Zitri Cipta Karya: Jakarta.

Anonymous, 2010. Aneka yogurt. http://kesehatan.kompas.com/read/2010/03/30/12154246/Aneka yogurt diakses 1 Desember 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: