KEANEKARAGAMAN MORFOLOGI DAN ANATOMI MIKROORGANISME SEBAGAI BUKTI KEDAHSYATAN SANG PENCINTA

Bentuk umum mikroorganisme terdiri dari satu sel (uniseluler), seperti yang umum didapatkan pada bakteri, ragi, dan mikroalga. Mikroorganisme dapat juga berbentuk filamen atau serat, yakni rangkaian sel yang terdiri dari 2 sel atau lebih yang berbentuk rantai, seperti yang umum didapatkan pada fungi. Bentuk filamen ada 2 jenis yakni:

1.        Bentuk filamen semu adalah hubungan antara sel satu dengan lainnya tidak nyata atau tidak ada.

2.        Bentuk filamen benar adalah hubungan antara satu sel dengan lainnya terdapat hubungan yang jelas, baik hubungan secara morfologis (bentuk) maupun secara fisiologi (fungsi sel).

Bakteri

Ada beberapa bentuk dasar bakteri, yaitu:

1.        Bulat (tunggal: coccus, jamak: cocci)

2.        Batang atau silinder (tunggal: bacillus, jamak: bacilli) dan

3.        Spiral yaitu bentuk batang melengkung atau melingkar-lingkar.

Bentuk cocci umumnya bulat atau oval. Bila cocci membelah diri, sel-sel dapat tetap melekat satu sama lain. Cocci yang tetap berpasangan setelah membelah disebut diplococci. Cocci yang membelah, namun tetap melekat membentuk struktur menyerupai rantai disebut streptococci, cocci yang membelah dalam 2 bidang dan tetap melekat membentuk kelompok 4 coccus disebut tetrad. Cocci yang membelah dalam 3 bidang dan tetap melekat membentuk kubus dengan 8 coccus disebut sarcina, sedangkan cocci yang membelah pada banyak bidang dan membentuk kumpulan menyerupai buah anggur disebut staphylococci (Pelczar & Chan, 2005).

Dalam bentuk yang sudah teratur seperti macam-macam bentuk bakteri seperi ini. Terbukti bahwa ini tidaklah kebetulan Allah SWT telah menciptakan manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme adalah sebaik-baiknya bentuk.

Morfologi Bakteri

Sel bakteri amat beragam panjangnya, sel beberapa spesies dapat berukuran 100 kali lebih panjang daripada sel spesies yang lain.

a.       Bakteri bentuk bulat

Bakteri berbentuk bulat dikenal sebagai basil. Kata basil berasal dari bacillus yang berarti batang. Bentuk basil dapat pula dibedakan atas:

1.    Basil tunggal yaitu bakteri yang hanya berbentuk satu batang tunggal, misalnya Salmonella typhi, penyebab penyakit tipus.

2.    Diplobasil yaitu bakteri berbentuk batang yag bergandengan dua-dua.

3.    Streptobasil yaitu bakteri berbentuk batang yang bergandengan memanjang membentuk rantai misalnya Bacillus anthracis penyebab penyakit antraks.

b.      Bakteri bentuk bola

Bakteri berbentuk bola dikenal sebagai coccus, bakteri ini juga dapat dibedakan atas:

1.      Monokokus, yaitu bakteri berbentuk bola tunggal, misalnya Neisseria gonorrhoeae, penyebab penyakit kencing nanah.

2.      Diplokokus, yaitu bakeri berbentuk bola yang bergandengan dua-dua, misalnya Diplococcus pneumonia penyebab penyakit pneumonia atau radang paru-paru.

3.      Sarkina, yaitu bakteri berbentuk bola yang berkelompok empat-empat sehingga bentuknya mirip kubus.

4.      Streptokokus, yaitu bakteri bentuk bola yang berkelompok memanjang membentuk rantai.

5.      Stafilokokus, yaitu bakteri berbentuk bola yang berkoloni membentuk sekelompok sel tidak teratur sehingga bentuknya mirip dompolan buah anggur.

6.      Tetracoccus, yaitu berbentuk 4 sel membentuk seperti bujur sangkar (Pratiwi, 2008).

c.       Bakteri bentuk spiral

Ada tiga mcam bentuk spiral:

1.      Spiral, yaitu golongan bakteri yang bentuknya seperti spiral misalnya Spirillum.

2.      Vibrio, ini dianggap sebagai bentuk spiral tak sempurna, misalnya Vibrio cholera penyebab penyakit kolera.

3.      Spiroseta, yaitu golongan bakteri berbentuk spiral yang besifat lentur. Pada Saat bergerak, tubuhnya dapat memanjang dan mengerut.

Anatomi Bakteri

Gambar Anatomi Bakteri

Struktur Luar Sel

a.         Flagel

Tidak semua bakteri mempunyai flagel, tapi banyak dari jenis spesies basillus dan spirilum memilikinya, dan jarang dijumpai pada golongan kokus. Pada golongan kokus tidak banyak yang dapat bergerak, mereka yang bergerak mempunyai satu sampai lima flagel. Dari golongan spiril banyak yang bisa bergerak karena mempunyai flagel pada salah satu atau pada kedua ujung sel. Golongan basil yang dapat bergerak mempunyai flagel yang tersebar pada ujung-ujung maupun pada sisi.

b.        Spora

Pada spesies-spesies bakteri tertentu ada yang menghasilkan spora.

Dinding Sel

Tebal dinding sel pada bakteri berbeda-beda yakni, beberapa bakteri memiliki dinding sel amat tebal dan berdinding tipis. Komposisi dinding sel bakteri dapat membedakan antara satu kelompok bakteri dan kelompok bakteri lain.

Dilihat dari komposisi dinding selnya dapat dibagi:

1.      Dinding sel bakteri gram positif mengandung banyak lapisan peptidoglikan yang dapat membentuk struktur yang tebal dan kaku, dan mengandung asam teikoat.

2.      Dinding sel bakteri Gram negatif mengandung satu atau beberapa lapis peptidoglikan dan membran luar. Dinding sel bakteri gram negatif tidak mengandung asam teikoat, karena hanya mengandung sejumlah kecil peptidoglikan maka dinding sel bakteri gram negatif relatif lebih lama tahan terhadap kerusakan mekanis.

Beberapa bakteri juga tidak memiliki dinding sel, contohnya pada genus Mycoplasma yang merupakan bakteri terkecil, namun membran plasmanya bersifat unik karena dapat melindungi sel dari lisis.

Struktur di Sebelah dalam Dinding Sel

Struktur di dalam dinding sel bakteri disebut dengan struktur internal sel bakteri yang terdiri atas:

a.       Spora

Pada beberapa spesies bakteri memiliki spora yang letaknya berbeda-beda, misalnya

1.      Bakteri Bacillus cereus letak spora eliptikal (letaknya di bagian sentral).

2.      Pada bakteri clostridium tetani memiliki spora berbentuk bola yang letaknya di ujung terminal, dan

3.      Pada spora ovoid yang letaknya dekat ujung atau subterminal, seperti yang tertera digambar dibawah ini:

b.        Eksospora

Tidak semua bakteri memiliki eksospora. Salah satu bakteri yang memiliki eksospora yakni Sterptomyces, eksospora menghasilkan serantaian spora (disebut konidia), yang disangga di ujung hifa, suatu filamen vegetatif. Eksospora ini serupa dengan pembentukan spora pada beberapa cendawan.

c.         Endospora

Endospora hanya terdapat pada bakteri. Merupakan tubuh berdinding tebal dan sangat resisten, dihasilkan oleh semua spesies Bacillus, clostridium, dan Sporosarcina.

Salah satu ciri unik endospora bakteri ialah susunan kimiawinya. Semua endospora bakteri mengandung sejumlah besar asam dipikolinat, yaitu suatu substansi yang tidak terdeteksi pada sel-sel vegetatif.

Letak endospora di dalam sel serta ukurannya selama pembentukannya tidaklah sama bagi semua spesies. Sebagai contoh, beberapa spora adalah sentral, yaitu dibentuk ditengah-tengah sel; yang lain terminal, yaitu yang dibentuk di ujung; dan yang lain lagi subterminal yaitu dibentuk di dekat ujung. Diameter spora dapat lebih besar atau lebih kecil dari diameter sel vegetatifnya. Karena itu, adanya letak serta ukuran endospora sangat bermanfaat di dalam pencirian dan identifikasi bakteri.

Bentuk morfologi dan anatomi bakteri yang dipaparkan di atas sangat bermacam-macam, dengan variasi bentuk yang berbeda-beda antara yang satu dan yang lain. Hal ini membuktikan bahwa mikrooganisme seperti bakteri pun memiliki banyak variasi yang beragam, baik dari bentuk morfologi maupun anatomi. Ini membuktikan bahwa adanya sang pencipta yang telah  menciptakan makhluk hidup dengan bentuknya sendiri tanpa adanya perubahan ke bentuk lain.

Ini sesuai dengan firman Allah SWT:

yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya” ( Al-furqaan ayat 2).

Jamur

Morfologi Jamur

Bentuk dan ukuran jamur sangat bervariasi, ada yang berbentuk seperti lembaran, misalnya jamur kuping dan ada yang berbentuk seperti payung, misalnya jamur merang.

Pada umumnya jamur dibagi menjadi 2 yaitu:

a. Khamir.

Khamir adalah bentuk sel tunggal dengan pembelahan secara pertunasan. Khamir mempunyai sel yang lebih besar daripada kebanyakan bakteri, tetapi khamir yang paling kecil tidak sebesar bakteri yang terbesar. Khamir sangat beragam ukurannya,berkisar antara 1-5 μm lebarnya dan panjangnya dari 5-30 μm atau lebih. Biasanya berbentuk telur, tetapi beberapa ada yang memanjang atau berbentuk bola.

b. Kapang

Tubuh atau talus suatu kapang pada dasarnya terdiri dari 2 bagian miselium dan spora (sel resisten, istirahat atau dorman). Miselium merupakan kumpulan beberapa filamen yang dinamakan hifa. Setiap hifa lebarnya 5-10 μm, dibandingkan dengan sel bakteri yang biasanya berdiameter 1 μm. Di sepanjang setiap hifa terdapat sitoplasma bersama.

Bentuk hifa juga membedakanAda 3 macam morfologi hifa:

1.        Aseptat atau senosit, hifa seperti ini tidak mempunyai dinding sekat atau septum.

2.        Septat dengan sel-sel uninukleat, sekat membagi hifa menjadi ruang-ruang atau sel-sel berisi nukleus tunggal. Pada setiap septum terdapat pori ditengah-tengah yang memungkinkan perpindahan nucleus dan sitoplasma dari satu ruang keruang yang lain.setiap ruang suatu hifa yang bersekat tidak terbatasi oleh suatu membrane sebagaimana halnya pada sel yang khas, setiap ruang itu biasanya dinamakan sel.

3.        Septat dengan sel-sel multinukleat, septum membagi hifa menjadi sel-sel dengan lebih dari satu nukleus dalam setiap ruang.

Anatomi Jamur

Jamur ada yang bersel satu, tetapi umumnya bersel banyak. Struktur tubuh jamur bersel banyak terdiri atas miselium dan spora. Jamur bersel banyak (multiseluler) terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa. Pada jamur tempe dan jamur oncom, hifa-hifa ini terlihat seperti kapas. Miselium merupakan kumpulan beberapa filamen (hifa). Hifa jamur ada yang bersekat dan tiap sekat mengandung satu sel, tetapi ada juga yang tidak bersekat dengan banyak inti sel

Jamur bersel banyak (multiseluler) terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa. Cabang dari hifa disebut dengan miselium yang berfungsi menyerap makanan dari substratnya. Hifa jamur ada yang bersekat dan tiap sekat mengandung satu sel, tetapi ada juga yang tidak bersekat dengan banyak inti sel. Jamur ada yang bersifat saprofit dan ada yang bersifat parasit.

Dan pernyataan ini sesuai dengan ayat Allah :

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan”.(Al- Anaam ayat 38)

Maksudnya adalah sebahagian mufassirin menafsirkan Al-Kitab itu dengan Lauhul mahfudz dengan arti bahwa nasib semua makhluk itu sudah dituliskan (ditetapkan) dalam Lauhul mahfudz. Dan ada pula yang menafsirkannya dengan Al-Quran dengan arti: dalam Al-Quran itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah dan pimpinan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat, dan kebahagiaan makhluk pada umumnya.

Virus

Morfologi

Struktur virus terdiri dari kepala, selubung, dan ekor. Pada virus cacar, virus herpes, virus mosaic tembakau, virus influenza, virus HIV, polio, virus adenovirus selubung ekor berfungsi sebagai penginfeksi. Berdasarkan penyusun intinya, virus dibedakan menjadi virus DNA dan virus RNA. Contoh virus DNA adalah virus cacar dan contoh virus RNA adalah virus Influenza dan HIV.

Anatomi


1.        Asam Nukleat

Seperti halnya bakteriofage virus juga mengandung “DNA” virus yang menginfeksi sel inang DNA akan mengalami replikasi (penggandaan).

2.        Lipid

Bererapa bentuk lipid ditemukan dalam tubuh virus, diantaranya adalah fosfolipid, glikolipid, asam-asam lemak alamiah dan lain-lain.

Tubuh virus tersusun atas materi genetik atau molekul pembawa sifat-sifat yang dapat diturunkan berupa ADN atau ARN saja. Virus yang isi tubuhnya berupa ADN antara lain: Papova virus, Herpes virus, Adeno virus, Pox virus, sedangkan tubuh virus yang berisi ARN antara lain: Paramyxo virus, Rhabdo virus, Reovirus, Picorna virus, Toga virus.

Dalam pengetahuan ilmu mikrobiologi tidak hanya mencari sebuah pengetahuan tentang ilmu mikroorganisme. Dimana mikroba yang diantaranya adalah bakteri, virus dan jamur yang hidup diantara mahkluk tuhan lainnya seperti manusia, hewan dan binatang. Para pakar mengungkap bahwa banyak organisme kecil yang hanya bisa dilihat dengan alat seperti mikroskop. Tidak hanya ilmu pengetahuan saja, islam juga menjelaskan tentang adanya mahkluk yang berukuran kecil yang tidak bisa dilihat oleh mata. Hal ini sebagaimana Allah telah dalam kitab suci Al-Qur’an sebagai berikut:

“ Dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran”(An Nahl ayat 13).

“Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang ada di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah” (Thaha  ayat 6).

Berdasarkan pernyataan firman Allah di atas dapat disimpulkan bahwasanya semua makhluk hidup baik makhluk hidup tingkat tinggi maupun makhluk hidup tingkat rendah merupakan ciptaan Allah SWT. Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah SWT memiliki bentuk, ukuran, jenis makanan, cara bereproduksi dan habitat yang beranekaragam. Mikroorganisme merupakan  makhluk hidup yang tidak bisa dilihat secara kasat mata, memiliki ukuran yang sangat kecil dan  memiliki bentuk morfologi serta struktur anatomi yang sangat baik. Pelajaran tentang mikroorganisme merupakan bukti yang secaran faktual menunjukkan betapa besarnya kekuasaan Allah serta penciptaannya.

DAFTAR PUSTAKA

Agus krisno B, Moch. DR. H. M. Kes. 2002. “Mikrobiologi Terapan”. UMM. Press. Malang.

Agus krisno B, Moch. DR. H. M. Kes.2010. ” (Hand Out-2) Morfologi DanAnatomi Mikroorganisme” .UMM. Press. Malang.

Ari Sulistyorini. 2008. Biologi 1”( SMA kelas 1). Departemen Pendidikan.Jakarta.

Dwidjoseputro. 1989. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Malang: Djambatan.

Lud Waluyo. 2009.” Mikrobiologi Lingkungan”. UMM Press.

Pratiwi, Sylvia T. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Erlangga.

Sri Widiyati. 2007. “ Biologi X” Departemen Pendidikan. Jakarta.

Waluyo, Lud. Drs. M. Kes. 2004. “Mikrobiologi Umum. UMM  Press. Malang.

Anonymous. 2008. Mikroorganisme, Bakteri dan Virus. http://massofa.wordpress.com/2008/02/05/mikroorganisme-bakteri-dan-virus/ diakses tanggal 3 Oktober 2010, pukul 11:23.

Anonymous. 2009. Bentuk Tubuh/Morfologi Bakteri. http://www.ardianrisqi.com/2009/11/bentuk-tubuhmorfologi-bakteri.html diakses tanggal 3 Oktober 2010, pukul 12:03.

Anonymous. 2010. Bakteri. file:///C:/Users/TOSHIBA%20M305/Desktop/Downloads/bahan%20mikrobiologi/Bakteri.htm#Morfologi.2Fbentuk_bakteri diakses tanggal 3 Oktober 2010, pukul 12: 24.

Jatmiko, Agus. 2009. Bakteriologi Dasar. http://blitarnursingcybercenter.blogspot.com/2009/10/bakteriologi-dasar.html diakses tanggal 3 Oktober 2010, pukul 12:23.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: