Vaksin

Vaksin (dari kata vaccinia, penyebab infeksi cacar sapi yang ketika diberikan kepada manusia, akan menimbulkan pengaruh kekebalan terhadap cacar), adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau “liar”. Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit. Vaksin dapat juga berupa organisme mati atau hasil-hasil pemurniannya (proteinpeptidapartikel serupa virus, dsb.). Vaksin akan mempersiapkan sistem kekebalan manusia atauhewan untuk bertahan terhadap serangan patogen tertentu, terutama bakteri, virus, atau toksin. Vaksin juga bisa membantu sistem kekebalan untuk melawan sel-sel degeneratif (kanker).

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa vaksin pandemik aman digunakan seperti halnya vaksin influenza musiman. Efek samping yang timbul sama dengan efek samping vaksin influenza musiman.

Perkembangan Vaksin

Perkembangan vaksin melesat bak roket, ada 41 macam vaksin untuk 26 jenis penyakit. Perkembangan vaksin sangat pesat 32% tiap tahunnya dibanding perkembangan obat sintetik. Penemuan terbaru dan terus di-follow up adalah vaksin HIV dan kanker serviks. Penelitian ter-update sedang mengembangkan therapeutic vaccine, yaitu vaksin yang digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan kanker. Seiring perkembangan zaman, produksi tidak lagi monoton. Dahulu vaksin dibuat dengan mengisolasi bakteri penyebab penyakit tetapi sekarang berkembang menjadi metode DNA recombinant. Meskipun rumit hasilnya bisa lebih cepat dan banyak. Prosesnya diawali dengan isolasi sebagian komponen antigen, kemudian ditanam di sel ragi sehingga terjadi perkembangbiakan. Setelah itu, dilanjutkan dengan proses ekstraksi serta purifikasi, dan akhinya menghasilkan jutaan dosis vaksin.

Berikut ini adalah prediksi Perkembangan Vaksin 10 Tahun Mendatang (Plotkin, 2002):

1.   Lisensi akan diberikan untuk vaksin rotavirus baru

2.   Vaksin meningococcus B yang berbasis campuran protein membran luarakan mendapat lisensi.

3.   Influensa akan dikendalikan dengan vaksin mati maupun vaksin hidup

4.   Vaksin HIV akan menunjukkan keberhasilan parsial, tetapi usaha untuk mengaplikasikan akan mendapat hambatan dari faktor sosial.

5.   Vaksin oral untuk melawan E. coli enterogenik dan Shigella akan tersedia untuk para traveller.

6.   Perempuan dewasa akan diimunisasi untuk perlindungan terhadap beberapa tipe papillomavirus, cytomegalovirus, dan Herpes simpleks tipe 2.

7.   Vaksin prophylactic akan dipergunakan untuk orang yang memiliki risiko genetik yang tinggi terhadap paling tidak satu penyakit kronis.

8.   Vaksin varicella akan diberikan pada orang dewasa untuk memodifikasi keparahan herpes zoster.

9.   Pasien berisiko tinggi dengan penyakit kronis akan mendapat imunisasi untuk melindungi mereka dari patogen nosocomial seperti staphylococcidan Pseudomonas. Nosocomial adalah infeksi yang didapat seseorang selama berada di rumah sakit ataupun fasilitas kesehatan lain.

10.  Vaksin Pertusis aseluler akan direkomendasikan untuk bayi baru lahir dan orang dewasa.

Perkembangan Teknologi Vaksin

Beberapa jenis vaksin yang terdapat di pasar bebas dan beberapa upaya untuk menghasilkan vaksin baru yaitu dengan metoda kombinasi; formulasi dan pengembangan bioteknologi.

Vaksin kombinasi adalah vaksin yang merupakan kombinasi dari beberapa jenis vaksin yang sudah ada, dikembangkan dengan tujuan mengurangi cara pemberian vaksin yang berulang kali.

Vaksin formulasi, yaitu vaksin yang menggunakan adjuvan dan dosis vaksin yang telah diperbaiki, tujuannya untuk membuat vaksin mempunyai masa kerja lama, sehingga efektivitas vaksinasi akan meningkat, hanya dengan pemberian dosis tunggal.

Vaksin rekayasa genetik, yaitu; vaksin yang dihasilkan dengan teknik rekombinan, tersebut juga vaksin packed DNA, menggunakan sejenis vektor dan diekspresikan dengan sistem ekspresi tertentu.

Vaksin polinukleotida, disebut vaksin naked DNA merupakan suatu terobosan baru dalam teknologi vaksin, khususnya vaksin virus, yaitu dengan memanfaatkan teknologi transfer gen. diketemukan pula respon imun yang dihasilkan oleh berbagai jenis vaksin tersebut, baik respon imun seluler ataupun respon imun humoral.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: