Serum

Di dalam darahserum (bahasa Inggrisblood serum) adalah komponen yang bukan berupa sel darah, juga bukan faktor koagulasi; serum adalah plasma darah tanpa fibrinogen, (bahasa Latinserum)  berarti bagian tetap cair dari susu yang membeku pada proses pembuatan keju. Serum terdiri dari semua protein (yang tidak digunakan untuk pembekuan darah) termasuk cairan lektrolitantibodiantigenhormon, dan semua substansi exogenous. Rumusan umum yaitu: serum = plasma – fibrinogen – protein faktor koagulasi.

Penemu serum tersebut adalah Louis Pasteur, seorang sarjana ilmu alam dan kimia, terkenal sangat tekun bekerja di laboratorium melakukan percobaan-percobaan, yang manfaatnya sangat besar bagi dunia kemanusiaan. Pada mulanya memang dianggap tidak masuk akal bahwa orang sakit disembuhkan dengan cara disuntik dengan bahan yang dibuat dari bakteri penyakit itu sendiri yang sudah dilemahkan. Namun dari bukti-bukti yang telah ada ternyata bahwa pikiran tersebut bukanlah hal yang dianggap sinting. Ide Louis Pasteur ini dikemukakan pada tahun 1873 di hadapan para sarjana kedokteran di Paris.

Propolis sering disebut pinisilin dari Rusia untuk obat sapu jagad

Perkembangan Teknologi Serum

Pemanfaatan serum dalam dunia kecantikan

1.      Serum Vitamin C

Manfaat serum vitamin C antara lain merangsang pembentukan kolagen kulit, sebagai water holder (menyimpan air), membuat kulit tidak kering, dan lembap, serta sebagai wound healing (mengobati luka). Perawatan dengan serum vitamin C sebelum tindakan laser, akan mempercepat dan menyempurnakan hasil pasca-laser. Selain itu juga sebagai antioksidan terhadap polusi.

Dengan sifatnya yang merangsang pembentukan kolagen di bawah kulit, serum vitamin C sangat baik dipakai orang yang mempunyai vlek sangat tebal di kulit. Pengolesan langsung serum vitamin ke kulit menjadi sangat penting, karena nutrisi yang masuk lewat makanan tidak semuanya bisa langsung dirasakan oleh kulit. “Itu sebabnya perlu menggunakan vitamin topikal (langsung ke kulit),” papar Tridia.

Kelemahan serum vitamin C adalah sifatnya yang sangat mudah berubah di suhu kamar, khususnya vitamin C murni. “Biasanya dua atau tiga kali pemakaian sudah berubah tidak efektif lagi,” kata Tridia. Vitamin C yang lebih tahan lama biasanya telah dicampur dengan zinc, bahan-bahan lain, atau memang bentuk vitamin C-nya dari sono-nya memang sudah stabil (misalnya L-ascorbic acid). Karena itulah, serum vitamin C biasanya dikemas dalam botol kecil berwarna kecokelatan, agar tidak mudah teroksidasi.

2. Serum Vitamin E

Secara garis besar, manfaat vitamin E adalah antioksidan dan penghilang radikal bebas. Manfaat serum Vitamin E antara lain melembapkan. “Pemakaian secara rutin akan mempertahankan pelembap alami (natural moisturizing factor) di kulit. Juga melindungi kulit dari polusi yang ada di sekitar kita, seperti dari asap rokok, atau sinar matahari,” ujar Tridia. Oleh sebab itu, pemakaian serum yang dioleskan rata ke seluruh permukaan kulit wajah, tangan, dan leher setiap hari, sangat dianjurkan.

Serum vitamin E juga baik dipakai untuk perawatan rambut, dengan cara melapisi batang rambut sehingga batang rambut lebih terlindungi. Dengan berbentuk serum, kandungan vitamin E tidak hanya akan melindungi batang rambut, tapi juga bisa menembus kulit bagian dermis.

3. Serum Kolagen

Kolagen adalah “lem” tubuh, karena merupakan komponen protein pembentuk struktur kulit, otot, dan pembuluh darah yang berbentuk serat tripel heliks. Secara alamiah, sedikitnya satu persen kolagen kita hilang setiap tahun. Karenanya, pada usia 30 tahun, manusia kehilangan kolagen sekitar 15 ­ 20 persen. Pada usia 50 tahun yang hilang mencapai 35 ­ 40 persen.

Dari luar, orang sering memakai serum kolagen. Serum kolagen berisi kolagen dari binatang atau tumbuhan, misalnya gandum. Serum ini mengandung asam amino, yang gunanya melembapkan dan memberi nutrisi pada kulit. Selain itu, juga melembutkan dan menyamarkan keriput akibat penuaan kulit. Memberi nutrisi pada kulit bukanlah perkara semudah mengoleskan krim di kulit, karena nutrisi yang dibutuhkan oleh kulit dihasilkan lewat makanan yang langsung masuk ke dalam tubuh. Bukan lewat olesan dari luar.

Kesulitan utama kolagen buatan untuk menembus epidermis kulit karena ukuran molekulnya yang besar, diatas 15.000 Dalton. Sedangkan molekul terbesar yang bisa menembus kulit hanya 5.000-an Dalton. “Jadi, sekali lagi, iming-iming produk kosmetika yang menawarkan kolagen yang bisa menembus ke dalam kulit dan mengganti kolagen alami kulit yang sudah hilang karena usia, sampai sekarang masih diperdebatkan,” pesan Tridia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: