Antibiotik

–          Penicillin

Penicillin ditemukan pertama kali oleh Fleming. Sekitar tahun 1940 mulai diproduksi penicillin murni dari biakan kuman Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum. Melalui proses biosintesis unsur-unsur media biakan jamur digunakan sebagai bahan awal (prekusor) dalam pembuatan penicillin.

Berdasarkan sifat kimia yang menonjol dibedakan ke dalam 5 kelompok sebagai berikut:

1.      Penicillin alami

Misalnya penicillin-G, yang dihasilkan dari biakan jamur yang diekstraksi dan kemudian dimurnikan. Kalau diberikan secara oral kelompok penicillin ini cepat mengalami hidrolisis oleh asam lambung.

 

Kencur Instan HerbiPrima® adalah Produk alami berkhasiat untuk kesehatan yang diramu dari bahan alami yang bersih dan higienis tanpa bahan pengawet. Komposisi kandungan kimia HerbiPrima®.

2.      Penicillin yang tahan asam

Termasuk asam lambung, kelompok penicillin ini memiliki gugus phenoxyl yang terikat oleh gugus alkyl dari rantai acylnya. Dalam kelompok ini terdapat Phenoxy-methyl-penicillin, Phenoxy-aethyl-penicillin, Phebenicillin, Amoxicillin dan Ampiciliin.

3.       Penicillin yang tahan terhadap enzim penicillinase (β laktamase)

Yang disebabkan oleh penggantian cincin aromatis untuk melindungi cincin β laktam. Termasuk kelompok ini adalah Methicillin, Azidocillin dan Pirazocillin.

4.      Penicillin yang tahan asam dan enjima penicillinase

Termasuk kelompok ini meliputi Oxacillin, Nafcillin, Cloxacillin, Quinacillin dan Dicloxacillin.

5.      Penicilin yang memiliki spektrum anti bakterial luas terhadap kuman gram positif dan negatif.

Termasuk kelompok ini adalah Ampicillin, Carbenicillin, Epicillin, Suncillin, Hetacillin dan Carfecilin.

 

–       Klindamisin

Klindamisin digunakan untuk infeksi bakteri anaerob. Seperti infeksi pada saluran nafas, septikemia, dan peritonitis. Untuk pasien yang sensitif terhadap penisilin Klindamisin juga dapat digunkan untuk infeksi bakteri aerobik. Klindamisin juga dapat digunakan untuk infeks pada tulang yang disebabkan staphylococcus aureus. Sediaan topikalnya dalam bentuk Klindamisin posfat digunkan untuk jerawat yang parah.

Klindamisin efektif untuk infeksi yang disebabkan mikroba sebagai berikut :

  • Bakteri aerobik gram positif seperti golongan Staphylococus dan Streptococus (pneumococcus).
  • Bakteri anaerobik gram negatif termasuk golongan Batericoides dan Fusobacterium.

 

–       Metronidazol

Metronidazol efektif untuk bakteri anaerob dan protozoa yang sensitif karena beberapa organisme memiliki kemampuan untuk mengurangi bentuk aktif metronidazol di dalam selnya. Secara sistemik metronidazol digunakan untuk infeksi anaerobik, trikomonasis, amubiasis, lambiasis dan amubiasis hati.

 

 

–        Colistin

 

Colistin digunakan dalam bentuk sulfat atau kompleks sulfomethyl, colistimetate. Tablet Colistin sulfat digunakan untuk mengobati infeksi usus atau untuk menekan flora di kolon. Colistin sulfat juga digunakan dalam bentuk krim kulit, bubuk dan tetes mata. Colistimethat digunakan untuk sedian parenteral dan dalam bentuk aerosol untuk pengobatan infeksi paru-paru.

 

–       Tinidazol

Tinidazol merupakan kelompok antibiotika azol. Mekanisme kerjanya dengan cara masuk ke dalam sel mikroba dan berikatan dengan DNA.Dengan cara ini mikroba tidak dapat berkembang biak. Tinidazol adalah antibiotika khusus yang digunakan untuk menghentikan penyebaran bakteri anaerob. Bakteri ini biasanya menginfeksi lambung, tulang, otak dan paru-paru.

 

 

 

 

–       Teicoplanin

Teicoplanin merupakan kelompok antibiotika dari glikopeptida. Bakteri memiliki dinding sel luar yang dipertahankan oleh molekul peptidoglikan. Dinding sel sangat vital untuk mempertahankan pada lingkungan normal di dalam tubuh di mana bakteri hidup.Teicoplanin bekerja dengan mengunci formasi dari peptidoglikan. Dengan cara tersebut dinding bakteri menjadi lemah sehingga bakteri mati. Teicoplanin digunakan untuk infeksi serius pada hati dan darah. Teicoplanin tidak dapat diserap di lambung sehingga hanya diberikan dengan cara infus atau injeksi.
– Vancomycin

  • Vancomycin bekerja dengan membunuh atau menghentikan perkembangan bakteri.
  • Vancomycin digunakan untuk mengobati infeksi pada beberapa bagian tubuh. Kadangkala digabung dengan antibiotika lain.Vancomycin juga digunakan untuk penderita dengan gangguan hati (mis demam rematik) atau prosthetic (artificial) hati yang alergi dengan penisilin.Dengan kondisi khusus, antibiotika ini juga dapat digunakan untuk mencegah endocarditis pada pasien yang telah melakukan operasi gigi atau operasi saluran nafas atas (hidung atau tenggorokan).
  • Vancomycin diberikan dalam bentuk injeksi untuk infeksi serius kalau obat lain tidak berguna. Walaupun demikian, obat ini dapat menimbulkan beberapa efek samping yang serius, termasuk merusak pendengaran dan ginjal. Efek samping ini akan sering terjadi pada pasien yang berumur lanjut.

 

–        Linezolid

  • Linezolid digunakan untuk mengobati infeksi termasuk pneumonia,infeksi saluran kemih dan infeksi pada kulit dan darah. Linezolid termasuk golongan antibiotika oxazolidinon.Cara kerja dengan menghentikan perkembang biakan bakteri.
  • Linezolid dapat berupa tablet atau suspensi oral. Biasanya diminum sesudah atau sebelum makan dua kali sehari (setiap 12 jam) untuk 10 sampai 28 hari. Jangan minum kurang atau lebih dari yang diresepkan dokter anda.

 

Penggunaan AntiBiotik

Karena biasanya antibiotika bekerja sangat spesifik pada suatu proses, mutasi yang mungkin terjadi pada bakteri memungkinkan munculnya strain bakteri yang ‘kebal’ terhadap antibiotika. Itulah sebabnya, pemberian antibiotika biasanya diberikan dalam dosis yang menyebabkan bakteri segera mati dan dalam jangka waktu yang agak panjang agar mutasi tidak terjadi. Penggunaan antibiotika yang ‘tanggung’ hanya membuka peluang munculnya tipe bakteri yang ‘kebal’. Pemakaian antibiotika di bidang pertanian sebagai antibakteri umumnya terbatas karena dianggap mahal, namun dalam bioteknologi pemakaiannya cukup luas untuk menyeleksi sel-sel yang mengandung gen baru. Praktik penggunaan antibiotika ini dikritik tajam oleh para aktivis lingkungan karena kekhawatiran akan munculnya hama yang tahan antibiotika.

Perkembangan Teknologi Antibiotik

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat ini jenis antibiotika sudah sangat beragam, misalnya antibiotik beta-lactam, termasuk didalamnya antibitik sejuta umat Amoxicillin, Ampicillin, Sefalosporin. Antibitik aminoglikosida, antibiotik kloramfenikol, antibiotik makrolida, antibiotik quinolon, antibiotik tetrasiklin dan sebagainya.

Pilihan antibiotik apa yang tepat dengan penyakit pasien, tentunya harus berdasarkan diagnosa yang tepat dari dokter, sehingga dengan tepat diagnosa maka tepat pula pilihan antibiotiknya. Jadi jangan asal meminum antibiotik tanpa resep dokter, akibatnya dapat terjadi risiko efek samping obat, alergi obat dan risiko resistensi antibiotik. Salah satu bahaya jika meminum antibiotik sembarangan adalah resistensi antibiotik. Artinya antibiotik tidak mempan lagi digunakan untuk mengatasi infeksi. Contohnya begini, jika dulu minum amoksisilin bisa digunakan untuk mengatasi infeksi saluran pernafasan, jika terjadi resistensi, maka sekarang amoksisilin tidak dapat mengatasi infeksi saluran pernafasan.

Resistensi antibiotik dapat terjadi jika:

1. Antibiotik yang digunakan tidak tepat dengan indikasi penyakit

2. Aturan pakai yang tidak tepat, harusnya diminum 3 kali sehari, hanya diminum 1 kali sehari

3. Antibiotik tidak dihabiskan sesuai anjuran dokter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: