Produksi Asam Asetat (cuka)

Menurut Lay,B.W:1992, Pembentukan asam asetat melibatkan 2 perubahan kimiawi yaitu:

  1. Fermentasi alcohol dari karbohidrat

2.  Oksidasi alcohol menjadi asam asetat

perbedaan asam cuka yang dihasilkan tergantung pada substrat yang digunakan. Untuk produksi asam asetat digunakan fermentasi ragi. Konsentrasi alcohol diatur sehingga mencapai sekitar 10-13%, baru kemudian ditambahkan bakteri pembentuk asam asetat.

Peralatan yang digunakan ditujukan agar bakteri dapat melaksanakan proses oksidasi menjadi alcohol. Salah satu metode yaitu metode Frigs digambarkan sebagai berikut: Campuran yang terdiri dari cairan yang tertentu konsentrasi alkoholnya diasamkan dengan asam asetat dan zat hara tertentu yang diperlukan oleh pertumbuhan bakteri pembentuk asam asetat. Bakteri dalam genus Acetobakter dimasukkan ke dalam “beeachwood shavings” (gergajian kayu) campuran dimasukkan melalui suatu celah kecil (trough) dibagian atas alat ini. Sewaktu alcohol melewati gergajian kayu ini maka bakteri akan mengubah sebagian alcohol menjadi asam asetat. Campuran yang terkumpul dibagian dasar dituangkan kembali ke atas gergajian kayu, sehingga dihasilkan lebih banyak asam asetat. Proses ini merupakan proses aerobic sehingga oksigen diperlukan untuk pembentukan asam asetat.

Bahan Bacaan :

Lay,B.W.1992.Mikrobiologi. Rajawali Press: Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: