Produksi Alanin

Alanin adalah asam amino yang diakumulasikan oleh Micrococcus, Aeromobacter, Flavobacterium, Alkaligenes, Eschericia, Avobacter, dan Bacillus, serta Khamir Strepomyces. Strain yang terbaik untuk produksi alanin adalah Brevibacterium pentose. Bakteri ini mampu memproduksi sejumlah basa alanin dan asam glutamate dari xilosa, arabinosa, manosa, galaktosa, dan fruktosa. Bakteri ini dipengaruhi oleh sumber nitrogen organic, agitasi, aerasi, garam-garam, dan kondisi prafermentasi, serta akumulasi produk ahir, yaitu asam glutamate dan alanin. Hasil alanin sebanyak 40% didapatkan dari medium dengan glukosa sebagai sumber karbon. Jika menggunakan xilosa sebagai sumber karbon, maka akan didapatkan alanin sebanyak 25% dan asam glutamate sebanyak 15%.

Bakteri pembentuk alanin akan tumbuh dengan baik pada medium glukosa 10%, ammonium sulfat 2%, pepton 0,2%, ekstrak khamir 0,5%, K2HPO4 0,1%, MgSO4 7%, H2O 0,03%, CaCO3 2%. Ekstrak khamir diperlukan untuk pertumbuhan mikroorganisme dalam produksi alanin. Umpan ammonium sulfat dan urea selama fermentasi menghasilkan peningkatan akumulasi alanin. Penambahan asam piruvat dan asam laktat menghasilkan peningkatan yang nyata dalam akumulasi alanin. Peningkatan alanin juga terjadi setelah dilakukan penambahan garam ammonium.

Untuk Download Powerpoint Mikrobiologi Industri, Pangan, dan Kedokteran. Klik Disini

mikro terapan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: