Teknik Pembuatan Biogas Bak Mixer

Di dalam bak ini kotoran ternak dicampur dengan air untuk kemudian dialirkan menuju pembangkit. Ukuran bak pencampur yang  dibuat adalah 50x50x50cm sehingga volume yang dapat ditampung dengan kapasitas maksimum 80% bak adalah 100 liter. Desain bak permanen dengan bahan semen dan batu bata.


Gambar 2: Bak mixer

(http://manglayang.blogsome.com)

Bak mixer ini memiliki celah miring di kedua sisinya sebagai tumpuan filter/screen untuk memisahkan serat yang terlalu kasar. Screen ini dapat diangkat untuk dibersihkan.
Screen terbuat dari kawat ayam dengan mesh +/- 1cm. Dengan mesh 1cm inipun masih merasa terlalu rapat. Pada gambar terlihat bahwa serat yang kasar tersangkut pada screen.


Gambar 4: Proses pengayakan kotoran, masih membutuhkan usaha yang cukup keras.

(http://manglayang.blogsome.com)

Di bagian belakang bak ini (arah kiri pada gambar 4) terdapat 1 buah lubang (¾”) untuk overflow apabila air terlalu penuh atau apabila bak terisi air hujan. Kemudian 1 lubang lagi (2”) untuk pencucian/drainase dan 1 lubang (PVC 4”) dengan sumbat untuk pengaliran bahan baku ke dalam pembangkit.

Reaktor Kubah Tetap (Fixed Dome)

Reaktor ini disebut juga reaktor Cina. Dinamakan demikian karena reaktor ini dibuat pertama kali di China sekitar tahun 1930-an, dan kemudian sejak itu reaktor ini berkembang dengan berbagai model. Pada reaktor ini memiliki dua bagian, yaitu digester sebagai tempat pencerna material biogas dan sebagai rumah bagi bakteri, baik bakteri pembentuk asam ataupun bakteri pembentuk gas metana. Bagian ini dapat dibuat dengan kedalaman tertentu menggunakan batu bata atau beton.

Strukturnya harus kuat karena menahan  gas agar tidak terjadi kebocoran.bagian yang kedua adalah kubah tetap (Fixed Dome). Dinamakan kubah tetap karena bentuknya menyerupai kubah dan bagian ini merupakan pengumpul gas yang tidak bergerak (fixed). Memulai dari menyiapkan kotoran sapi yang akan digunakan lalu, masukan kotoran sapi tersebut didalam reactor kubah lalu ditambah dengan porsi air yang disesuaikan dengan tinja yang digunakan dan Gas yang dihasilkan dari material organik pada digester akan mengalir dan disimpan di bagian bawah.

Keuntungan dari reaktor ini adalah biaya konstruksi lebih murah daripada menggunakan reaktor terapung, karena tidak memiliki bagian yang bergerak menggunakan besi yang tentu harganya relative lebih mahal dan perawatannya lebih mudah, sedangkan kerugian dari reaktor ini adalah seringnya terjadi kehilangan gas pada bagian kubah karena kontruksi tetapnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: