Perkembangan Identifikasi dan Klasifikasi Mikroorganisme

Menyusun sistematik dalam dunia mikroorganisme bukanlah pekerjaan yang mudah. Kesulitan pertama yang dihadapi ialah menentukan apakah mikroba itu golongan hewan atau golongan tumbuhan. Setelah Leeuwenhoek menyelami dunia mikroorganisme, sarjana zoologi seperti Muller (1773) dan Erlenberg (1838) menggolongkan bakteri pada protozoa. Baru pada tahun 1872, Cohn sarjana botani bangsa Jerman, mengetahui adanya ciri-ciri yang menyebabkan ia lebih condong menggolongkan bakteri (salah satu mikroorganisme) pada tumbuhan. Klasifikasi bakteri secara agak lengkap pada tahun 1875, dan sejak itu diadakan penyempurnaan secara berangsur-angsur sampai sekarang. Tetapi sampai saat ini dalam penyempurnaan itu masih belum 100% benar baik dalam kesamaan suhu tubuh dan lain sebagainya masih menjadi masalah yang tak terselesaikan.

Perkembangan mengenai identifikasi dan klasifikasi mikroorganisme dapat dijelaskan sebagai berikut :

a.       Bumi kira-kira berumur kira-kira 4,6 milyar tahun dan sisa-sisa fosil sel prokariotik berumur 3,5-3,8 milyar tahun terdapat dalam stromatolit dan batuan sedimen. Stromalit adalah batuan berlapis yang dibentuk dari penggabungan sedimen mineral menjadi hamparan mikroba (microbial mats), prokariot pertama mungkin bersifat anaerob dan sianobakteri aaerobik mungkin mungkin muncul 2,5-3,0 milyar tahun yang lalu.

b.      Hasil penelitian Carl Woese dan kawan-kawan menyarankan bahwa organisme dibagi dalam tiga domain

1.   Eukaria meliputi seluruh organisme eukariotik.

2. Bakteria terdiri dari organisme prokariotik yang mempunyai rRNA bakterial and lipid membran terutama berupa diasil gliserol eter.

3. Archaea terdiri dari organisme prokariotik yang mempunyai rRNA archaeal dan lipid membran terutama berupada isoprenoid gliseral dieter atau turunan diglesrol tetrameter.

c.  Sel eukariotik modern yang muncul kurang lebih 1,4 milyar tahun yang lalu berasal dari prokariot.

1.   Hipotesis I

Perkembangan kloroplast dan mitokondria merupakan pelipatan (invaginasi) membran plasma dan kemudian membentuk ruang- ruang (compartmentalization) dengan fungsi tertentu.

2.   Hipotesis II (hipotesis endosimbiotik)

Menyarankan sebagai berikut:

a. Proses pertama pembentukan sel eukariot adalah pembentuk nukleus (mungkin fusi bakteri dan archaea purba).

b. Kloroplas dibentuk ketika bakteri fotosintetik yang hidup bebas bersimbiosis dengan sel eukariotik primitif (sianobakteria dan proklron disarankan sebagai kandidat yang paling kuat.

c. Mitokondria mungkin terbentuk melalui proses yang sama (tetua Agrobacterium, Rhizobium, dan riketsia menjadi kandidatnya).

3. Hipotesis endosimbiotik mendapat dukungan kuat dari penemuan sianobakterium yang berendosimbiotik dengan protista biflagelata (Cyanophora paradoxa); sianobakterium berfungsi sebagai chloroplast Cyanophora paradoxa; endosimbiotik ini kernal sebagai sianel (cyanelle)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: