PERAN MIKROORGANISME DALAM BIDANG INDUSTRI FARMASI

PENADAHULUAN

Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil. Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat dapat mengalami pertumbuhan, menghasilkan energi dan bereproduksi dengan sendirinya. Mikroorganisme memiliki fleksibilitas metabolisme yang tinggi karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. Akan tetapi karena ukurannya yang kecil, maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan.enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk perngolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut sudah ada.Mikroorganisme ini juga tidak memerlukan tembat yang besar, mudah ditumbuhkan dalam media buatan, dan tingkat pembiakannya relative cepat.

Oleh karena aktivitasnya tersebut, maka setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan.Sekilas, makna praktis dari mikroorganisme disadari tertutama karena kerugian yang ditimbulkannya pada manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Misalnya dalam bidang mikrobiologi kedokteran dan fitopatologi banyak ditemukan mikroorganisme yang pathogen yang menyebabkan penyakit dengan sifat-sifat kehidupannya yang khas. Walaupun di bidang lain mikroorganisme tampil merugikan, tetapi perannya yang menguntungkan jauh lebih menonjol.Mikrobilogi farmasi modern berkembang setelah perang dunia ke 2 dengan dimulainyaproduk antibiotik. Suplay produk farmasi dunia termasuk antibiotik, steroid, vitamin, vaksin, asam amino, dan hormon manusia diproduksi dalam jumlah beasr oleh mikroorganisme. Streptomyces hydroscopius memilik strain yang berbeda untuk membuata hampir 200 antibiotik yang berbeda. Antibiotik pada dasarnya dibuata dalam skala industri dengan cara menginokulasi spora dari kapang atau streptomycetes dalam suatu media pertumbuhan dan menginkubasinya dengan aerasi yang baik. Setelah mencapai konsentrasi yang cukup, larut diekstraksi, dipresitipasi dan diperlukan dengan prosedur standar industri lainnya.

Industri farmasi telah menggunakan bakteri untuk produksi vaksin dan antibiotik. Banyak antibiotik yang dibuat oleh bakteri yang hidup di tanah, seperti Tetracycline, erythromycin dan streptomycin. Vaksin yang diproduksi untuk melawan penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri, dibuat dari bagian bakteri yang menyebabkan penyakit tersebut. Dipteri, tetanus dan pertusis telah hilang dari beberapa negara maju karena penggunaan vaksin yang disebarluaskan untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut. Vaksin untuk demam thypoid dan kolera memiliki dampak yang sangat besar terhadap kualitas hidup di negara berkembang, karena mereka menghadirkan biaya yang relatif murah untuk mencegah penyakit tersebut. Dengan mikrobiologi para ahli farmasi dapat mengembangkan metode pembuatanobat baru dengan memanfaatkan mikroorganisme dan juga untuk menciptakan obatbaru yang lebih aman digunakan untuk memerangi mikroorganisme  penyebab penyakit.

 

1.Produk Antibiotik

Pada awalnya, antibiotik diartikan sebagai senyawa hasil metabolisme mikro organisme biasanya yang dapat merusak atau menghambat pertumbuhan mikro organisme lainnya. Biasanya, antibiotik merupakan suatu metabolit sekunder yang dihasilkan dalam fase stationer siklus pertumbuhan mikro organisme. Namun pada perkembangannya, istilah antibiotik ditujukan untuk semua senyawa kimia yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba baik yang berasal dari proses metabolisme mikroba maupun hasil sintesis. Idealnya, antibiotik memiliki toksisitas selektif terhadap mikroba tertentu dengan tingkat toksisitas yang tinggi tetapi hanya menimbulkan toksisitas yang minimal terhadap inang (manusia, ternak, dll) serta dapat diberikan melalui jalur umum.

Menurut daya hambatnya terhadap mikroba, antibiotik digolongkan menjadi bakteriostatik dan bakterisida. Bakteriostatik merupakan antibiotik yang hanya mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme sedangkan bakteriosida merupakan antibiotik yang dapat menyebabkan kematian mikroorganisme.

Antibiotik dapat pula digolongkan berdasarkan organisme yang dilawan dan jenis infeksi. Berdasarkan keefektifannya dalam melawan jenis bakteri, dapat dibedakan antibiotik yang membidik bakteri gram positif atau gram negatif saja, dan antibiotik yang berspektrum luas, yaitu yang dapat membidik bakteri gram positif dan negatif .

Mikro organisme penghasil mikroba tersebar dalam berbagai golongan, meliputi bakteri, actinomycetes, dan fungi. Dari ketiga golongan tersebut, yang paling banyak menghasilkan antibiotik adalah golongan actinomycetes, terutama Streptomyces yang mencapai 70% dari seluruh antibiotik yang dihasilkan oleh mikro organisme. Disusul oleh fungi yang mencapai 20% dan bakteri yang mencapai 10%. Bahkan, menurut Okami & Hotta, hampir 95% dari 2000 antibiotik yang ada dihasilkan oleh Streptomyces.Meskipun saat ini telah dikenal cara untuk menghasilkan antibiotik secara sintetis kimiawi, tetapi pada pelaksanaannya hal tersebut masih cukup sulit dilakukan.Oleh karenanya, sintesis antibiotik melalui mikro organisme masih menarik untuk dilakukan. Hal ini juga mengakibatkan banyak penelitian yang difokuskan pada Actinomucetes.

Actinomycetes termasuk bakteri yang berbentuk batang, gram positif, bersifat anaerobik atau fakultatif. Struktur Actinomycetes berupa filament lembut yang sering disebut hifa atau miselia, sebagaimana yang terdapat pada fungi, memiliki konidia pada hifa yang menegak. Actinomycetes merupakan bakteri yang bereproduksi dengan pembelahan sel, rentan terhadap pinicilin tetapi tahan terhadap zat antifungi. Actinomycetes merupakan golongan mikroorganisme yang tersebar luas di alam terutama tanah, banyak dari golongan ini yang diketahui mampu memproduksi metabolit sekunder seperti enzim, herbisida, pestisida dan antibiotic.

Produksi antibiotik melalui pemanfaatan mikro organisme dilakukan melalui fermentasi. Adapun sistem fermentasi yang telah berkembang yaitu:

  1. Sistem Continue

Pada sistem kontinyu, media selalu ditambahkan dari luar dan hasilnya dipanen secara berkala. Sistem ini cocok digunakan pada produksi besar (dalam skala industri) agar lebih efisien. Sistem ini tidak cocok digunakan untuk produksi kecil (skala laboratorium).

  1. Sistem Batch

Pada sistem ini tidak ada penambahan media dan pemanenan hasil pada akhir periode fermentasi, sehingga hanya dapat bertahan selama beberapa jam atau hari. Sistem ini cocok untuk produksi skala kecil (skala laboratorium).

Perbedaan penggunaan kedua metode tersebut akan menyebabkan perbedaan recovery, kemurnian, kualitas, dan sterilisasi pengemasan produk akhir.

 

2.Produksi Vaksin

 Vaksin berasal dari kata vaccinia, adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau “liar”.Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit. Vaksin dapat juga berupa organisme mati atau hasil-hasil pemurniannya (protein, peptida, partikel serupa virus, dsb.). Vaksin akan mempersiapkan sistem kekebalan manusia atau hewan untuk bertahan terhadap serangan patogen tertentu, terutama bakteri, virus, atau toksin. Vaksin juga bisa membantu sistem kekebalan untuk melawan sel-sel degeneratif (kanker).

 Vaksin  merupakan senyawa yang  dihasilkan oleh suatu  mikroorganisme untuk  menghambat pertumbuhan  mikroorganisme lain.Banyak ditemukan  mikroorganisme yang  mengandung substansi  dengan aktivitas antibiotik.Vaksin diproduksi oleh strain mutan patogen virulen tanpa menghilangkan antigen yang diperlukan untuk menimbulkan respons imun. Perkembangan bidang bioteknologi memungkinkan produksi seluruh seluruh vaksin baru. Beberapa vaksin baru ini ditujukan bagi target baru, dan beberapa lagi lebih efektif dan memiliki efek samping lebih sedikit  dibandingkan vaksin tradisional yang ada saat ini.

 

Untuk menghasilkan vaksin terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus, strain virus ditumbuhkan dengan menggunakan telur ayam tertunas. Individu yang memiliki alergi terhadap telur ayam tidak dapat diberi vaksin yang dibuat dengan cara seperti ini. Vaksin virus juga dapat diproduksi melalui kultur jaringan. Misalnya, vaksin rabies tradisional diproduksi pada telur bebek tertunas dan memiliki efek samping yang sangat menyakitkan. Vaksin ini digantikan oleh produksi vaksin melalui kultur jaringan fibroblas manusia yang memiliki efek samping yang lebih sedikit. Produksi vaksin terhadapyang efektif dalam mencegah infeksioleh bakteri, fungi, dan protozoa melibatkan pertumbuhan strain mikroorganisme pada media artifisial yang meminimalkan gangguan beruparespons alergi.vaksin yng diproduksisecara komersial harus di uji dan distandardisasi terus sebelum digunakan, sehingga terjadi outbreak (wabah) penyakit akibat introduksi vaksin seperti yang pernah terjadi pada tahun 1976 akibat adanya vaksin swine influenza yang inadekuat dapat dihindari.

3.Produksi vitamin dan Asama A mino

Vitamin merupakan faktor nutrisi esensial bagi manusia. Beberapa vitamin dapat diproduksi melalui fermentasi mikroorganisme, dan digunakan sebagai suplemen makanan. Misalnya vitamin B12 dapat diproduksi sebagai produk samping pada fermentasi antibiotik oleh Streptomyces. Vitamn B12 juga diperoleh dari fermentasi Propionibacteriaum shermanii atau Paracoccus denitrificans.Riboflavin dapat dihasilkan dari fermentasi berbagai macam mikrooganisme, misalnya bakteri Clostridium dan fungi Eremothecium ashbyi atau Ashbya gossypii.

Masalah utama produksi asam amino komersial melalui fermentasi mikroorganisme adalah adanya mekanisme alam kontrol pengaturan mikroorganisme yang membatasi jumlah asam amino yang dihasilkan dan dilepaskan dari sel. Masalah ini dapat diatasi dengan strain mikroorganisme yang direkayasa secara genetis sehingga tidak memiliki mekanisme kontrol seperti  strain asli (wild type). Manusia memerlukan berbagai macam asam amino, termasuk lisin. Konsentrasi lisin dalam padi-padian tidak cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi manusia. Lisin diproduksi melalui fermentasi mikroorganisme, sehingga dapat digunakan sebagai suplemen makanan bagi manusia dan sebagai bahan tamabahan pada sereal. Metionin juga diproduksi melalui sintesis kimia dan digunakan sebagai suplemen makanan.Produksi lisin dari karbohidrat menggunakan Corynebactrerium glutamicum, suatu auksotrof yang memerlukan homoserin. Cane molasses umumnya digunakan sebagai substrat, dan pH dijaga agar tetap netral dengan menambahakan amonia atau urea. Pada saat gula dimetabolisme, lisin akan tetap terakumulasi pada media dan sintesis homoserin dihambat pada tahap homoserin dihidrogenase.

 

4.Alkoloid

Alkaloid, beberapa diantaranya dapat dimanfaatkan dalam terapi, umumnya diperoleh dari tanaman, namun alkaloid ergot dihasilkan dari fungi. Alkaloid ergot pertama kali diperoleh dari sklerotium Ascomycetes, yaitu Claviceps purpurae. Istilah ergot digunakan untuk menunjukkan bahwa alkaloid jenis ini dihasilkan oleh fungi. Alkaloid ergot dibedakan menjadi 2 kelompok berdasarkan atas kandungan asam lisergat  dan clavin. Alkaloid asam glisergat hanya diproduksi oleh genus Claviceps, sedangkan alkaloid clavin ditemukan pada genus Aspergillus, penicillium, dan Rhizobium. Alkaloid ergot digunakan untuk menstimulasi sistem syaraf simpatik. Beberapa alkaloid lisergat seperti halnya ergotamin dan ergobasin digunakan pada terapi kandungan yaitu untuk mengkontraksi uterus pada saat proses melahirkan untuk mengkontraksi uterus postpatu.

Kelas tropane alkaloid, ditemukan terutama di Solanaceae, berisi anticholinergic obat hiosiamin dan skopolamin. Solanaceous tanaman telah digunakan secara tradisional untuk mereka obat, halusinasi, dan beracun properti, yang berasal, di bagian, dari alkaloid tropane. Untuk mendapatkan perbaikan sumber obat-obatan, metabolik rekayasa tanaman yang berfungsi sebagai komersial sumber skopolamin bisa meningkatkan pemuliaan klasik dalam upaya mengembangkan tanaman dengan alkaloid yang optimal pola. Sumber komersial saat ini skopolamin adalah Duboisia, yang dibudidayakan 1284 Bab 24 Produk Alam (Metabolit Sekunder) di perkebunan di Australia, Indonesia, dan Brasil. Beberapa alkaloid tropane lain yang memproduksi spesies menumpuk hiosiamin bukan skopolamin sebagai alkaloid utama. Timbul pertanyaan apakah ekspresi transgen dalam tanaman obat akan mengubah pola alkaloid penghasil sehingga lebih dari alkaloid farmasi berguna, skopolamin, diperoleh. Untuk tujuan ini, 6β hiosiamin cDNA encoding-hidroksilase dari niger H. (semacam tumbuhan hitam) telah diperkenalkan ke Atropa belladonna (mematikan nightshade) dengan menggunakan Agrobacterium tumefaciens- dan A. Transformasi rhizogenes-mediated. Yang dihasilkan transgenik tanaman dan akar berambut masing-masing berisi lebih besar konsentrasi skopolamin daripada melakukan liar-jenis tanaman. Ini Atropa transgenik tanaman memberikan contoh pertama tentang bagaimana tanaman obat bisa berhasil diubah dengan menggunakan teknik genetika molekular untuk menghasilkan peningkatan jumlah dari medicinally penting alkaloid.

 Merancang bermakna transformasi eksperimen membutuhkan pengetahuan menyeluruh dari jalur biosintesis alkaloid. Seperti studi juga dibatasi oleh kemampuan kita untuk mengubah dan regenerasi tanaman obat. Untuk tanggal, keahlian dalam bidang yang penting tertinggal jauh di belakang bahwa untuk tembakau, warna ungu tua, dan sereal tanaman. Sebagai contoh, di daerah tropane alkaloid, transformasi dan regenerasi dari Duboisia, tanaman yang perkebunan, panen, dan teknik pemurnian memiliki sudah ditetapkan secara komersial, akan harus dikembangkan sebelum potensi komersialisasi dapat dipertimbangkan. Genetik manipulasi kultur jaringan tanaman dapat meningkatkan konsentrasi tingkat-membatasi enzim atau dapat mengakibatkan ekspresi gen produk yang tidak normal induksi dalam kultur sel. Jika demikian, alkaloid produksi dalam sel tumbuhan atau kultur jaringan bisa menjadi layak industri Pendekatan.Contoh lain sukses tentang bagaimana metabolik rekayasa bisa mengubah produk alami sintesis telah disediakan olehBrassica napus transformasi (canola)dengan pengkodean cDNA C. roseus triptofan dekarboksilase digunakan dalam biosintesis alkaloid indol monoterpenoid. Kegunaan biji dari tanaman ini menghasilkan minyak sebagai pakan ternak telah dibatasi sebagian oleh kehadiran indola glucosinolate, belerang yang mengandung senyawa yang membuat makan kurang protein lezat. The dekarboksilase triptofan transgen di canola pengalihan tryptophan kolam jauh dari glukosinolat indole biosintesis dan masuk ke tryptamine. Benih dewasa dari canola transgenik tanaman mengandung kurang dari indol yang glucosinates dan tidak menumpuk tryptamine, sehingga lebih cocok untuk digunakan sebagai hewan pakan dan mencapai potensi ekonomi berguna produk.

 Sampai saat ini, penjelasan enzimatik sintesis minimal delapan alkaloid adalah baiklengkap atau hampir lengkap: ajmaline, vindoline,berberin, corydaline, macarpine, morfin, berbamunine, dan skopolamin. Dari alkaloid ini, mereka yang saat ini industri digunakan, seperti morfin dan scoploamine, adalah masih terisolasi dari tanaman yang menghasilkan mereka daripada sintesis. Masa depan untuk penelitian tentang alkaloid ini terletak pada pengembangan sistem alternatif produksi, seperti sel tumbuhan atau mikroba budaya, dan dalam pengembangan tanaman dengan spektrum peningkatan alkaloid untuk produksi yang lebih efisien obat-obatan saat ini terisolasi dari lapangan-tumbuh tanaman. Desain sistem ini alternatif dan tanaman dioptimalkan membutuhkan molekul manipulasi, yang pada gilirannya memerlukan pengetahuan tentang jalur biosintesis alkaloid di tingkat enzim. Banyak kemajuan telah dibuat dengan alkaloid pilih, tetapi masih banyak ditemukan tentang enzimatik sintesis farmasi penting alkaloid seperti camptothecin, kina, dan emetine, untuk menyebutkan hanya beberapa contoh. cDNA sekarang telah terisolasi untuk sekitar 20 enzim alkaloid biosintesis, dan tingkat di mana baru klon diidentifikasi adalah tertentu untuk peningkatan kedatangan tahun. Sebagai gen terisolasi, kita dapat mengantisipasi bahwa ekspresi heterolog sistem yang akan dikembangkan di bakteri, ragi, dan sistem sel serangga budaya untuk memungkinkan produksi enzim tunggal, dan mungkin bahkan jalur pendek, untuk sintesis biomimetik alkaloid. Kita pemahaman tentang bagaimana ekspresi gen biosintesis alkaloid diatur oleh Elisitor atau pada jaringan tertentu juga akan meningkatkan sebagai promotor alkaloid gen biosintesis dianalisis. Masa depan akan hampir pasti membawa genetik rekayasa mikroorganisme dan eukariotik sel budaya yang menghasilkan alkaloid, metabolis rekayasa tanaman obat dengan disesuaikan alkaloid spektrum, farmasi penting alkaloid pada kultur sel, dan bahkan sintesis enzimatik belum diketahui alkaloid melalui biokimia kombinatorial.

5.Asam Glutamat

Asam glutamat merupakan asam amino yang banyak diproduksi (4 juta ton/tahun). Glutamatsendiri adalah salah satu jenis asam amino non-essensial yang merupakan substansi dasar penyusun protein dan bisa diproduksi sendiri oleh tubuh kita untuk keperluan metabolisme sertaditemukan hampir di dalam setiap makanan yang mengandung protein. Beberapa jenis makananyang mengandung glutamat dari alam adalah tomat, keju, saos soja, saos ikan, dan bahkan jugaterdapat di air susu ibu (ASI).

Asam glutamat biasanya digunakan pada produksi MSG.MSG pertama kali dipatenkan oleh perusahan yang berkedudukan di Jepang, Ajinomoto. Denganpasokannya yang sekitar 30% dari seluruh MSG di dunia, Ajinomoto telah mendominasi pasar sejak ditemukannya bahan aditif sintesis ini.Dalam bentuk aslinya MSG berupa serbuk putih yang mengkristal dan jika dilarutkan dalam air,akan terurai menjadi ion Sodium (dikenal juga dengan nama Natrium) serta ion Glutamat. MSGmenjadi semakin favorit karna tidak berwarna, berbentuk kristal, dan mudah dalam penggunaanserta dalam penyimpanannya. Satu-satunya yang dipengaruhi oleh MSG adalah rasa dalammakanan tersebut. MSG tidak membuat kualitas makanan jelek menjadi lebih baik atau tidak membuat makanan menjadi lebih awet, tapi MSG membuat makanan menjadi lebih enak.Pada Abad 21 teknik pembuatan MSG mulai beragam. Menurut The Encyclopedia of CommonNatural Ingredients´ MSG bisa diproduksi dengan menggunakan proses klasik (proses ekstraksi),teknik hidrolisis protein, sintesis kimia, dan fermentasi oleh mikroba. Dalam penjelasam  ini hanya teknik fermentasi yang akan dibahas lebih lanjut.Fermentasi medium yang digunakan dapat berupa bahan mentah terutama yang  mengandung karbon (C):glukosa, fruktosa, maltosa, sukrosa, xilosa, dan asam asetat serta sumber nitrogen (N): garamammonium, ammonia (NH3). Selain sumber C dan N juga diperlukan biotin dalam medium yangmerupakan faktor pembatas, tergantung sumber C yang digunakan. Contoh medium yang seringdigunakan adalah molase atau tetes tebu.

Mikroba yang dapat melakukan fermentasi asam glutamate adalah bakteri gram positif nonmotileyang membutuhkan biotin untuk tumbuh dalam jumlah sedikit atau aktivitas-ketoglutaratedehydrogenase dan aktivitas glutamate dehydrogenase yang tinggi seperti Micrococcusglutamicus, Bacillus circulans, Bacillus megaterium, Corynebacterium, Brevibacterium,Microbacterium, Arthrobacter.Perubahan permeabilitas dapat meningkatkan produksi asam glutamat oleh Micrococcus,Corynebacterium, Brevibacterium, dan Microbacterium. Kunci dari over produksi glutamatadalah karena spesies tersebut tidak mempunyai enzim -ketoglutarat dehidrogenase yangmemecah-ketoglutarat menjadi suksinil-CoA, dan membutuhkan biotin (tidak dapatmensintesis biotin).

Jika ditumbuhkan pada glukosa, spesies ini dapat memproduksi glutamat, terkumpul di dalam selsampai 50 mg/g berat kering, dan karena adanya regulasi umpan balik, produksi glutamat dapatberhenti. Jika permeabilitas sel dinaikkan, glutamat menjadi lebih mudah dikeluarkan dari sel,mengakibatkan konsentrasi glutamat di dalam sel tetap rendah, dan produksi glutamat terus berlangsung

Pembentukan asam glutamat dari glukosa membutuhkan sekurang-kurangnya 16 tahap reaksienzimatis. Asam alpha-ketoglutarat diubah menjadi asam glutamat melalui reaksi reduktif aminasi (penambahan NH3). Enzim yang mengkatalisa reaksi tersebut adalah NADP-specificglutamic acid dehidrogenase. Untuk mengaktifkan enzim tersebut diperlukan NADPH2.Untuk mengubah glukosa menjadi senyawa dengan tiga atom dan dua atom karbon, disamping menggunakan jalur HMP (hexomonophosphat) juga menggunakan jalur EMP (embdenmeyerhoff-parnas). Lintasan HMP menghasilkan lebih banyak NADPH2 yang diperlukan untuk reaksi konversi asam -ketoglutarat menjadi asam glutamat.Fermentasi asam glutamat merupakan fermentasi aerobik, maka kekurangan oksigen selama proses fermentasi menyebabkan jalur EMP lebih dominan. Hasilnya adalah banyak dihasilkannya asam-asam organik lain, seperti asam laktat, akibatnya asam glutamat yang terakumulasi berkurang.Fermentasi berlangsung selama 35-45 jam kemudian hasil fermentasi tersebut disentrifus untuk menghilangkan biomassa yang terbentuk dan bahan-bahan padat organik lainnya. Asam glutamate yang ada dalam larutan induk dipisahkan dengan resin, di mana asam glutamat akan tertahan didalam resin.

 Untuk mendapatkan MSG, resin yang sudah mengandung asam glutamat diregenerasi denganlarutan NaOH, dimana larutan yang telah digunakan untuk meregenerasi resin sudahmengandung MSG, selanjutnya untuk mendapatkan MSG yang putih, larutan ini didekolorisasidengan karbon aktif. Pembentukan MSG secara kimia dapat dilihat dari reakasi berikut:C5H9NO4 + NaOH C5H8NO4Na + H2O(asam glutamat) (monosodium glutamat)Larutan induk yang sudah didekolorisasi mengandung MSG dalam konsentrasi yang rendah,untuk menaikkan konsentrasi MSG dalam larutan, maka perlu dievaporasi, untuk mendapatkankristal MSG dilakukan dengan penurunan suhu larutan induk dengan proses kristalisasi.RegulasiMikroorganisme yang mampu menghasilkan asam glutamat langsung dari glukosa banyak tersebar di alam. Walaupun kapang, khamir dan Actinomyces dinyatakan mampu menghasilkanasam glutamat tapi hanya bakteri yang diketahui mampu menghasilkan asam glutamat lebih dari40 persen dari glukosa, dengan konsentrasi glukosa dalam media lebih dari 10 persen.Laboratorium perusahaan penghasil MSG (Monosodium glutamat) mengisolasi dan menelitistrain-strain bakteri penghasil asam glutamat dari lingkungan alam maupun mutannya

KAJIAN ISLAMI

Ajaran untuk mempelajari hal-hal yang terkecil tercantum dalam surat Al-Baqarah Ayat: 164

 

Artinya:Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

 Hal yang berkaitan dengan pengobatan Diabetes Melitus tersebut sesuai dengan surat Asy Syu’araa’ ayat 80

Artinya:  dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.

Hubungan :

Seperti dijelaskan di ayat diatas tersebut berobat dengan benda najis dan najis hukumnya adalah makruh bukan haram.Meskipun seperti itu perlu sekali dicatat bahwa makruh itu sebenarnya harus ditinggalkan.Orang yang meninggalkan yang makruh, mendapatkan pahala dari Allah SWT.Tapi jika ia mengerjakannya tidak mengapa dan tidak berdosa.

Atas dasar itu, maka penggunaan berbagai bahan yang najis dan haram, tidaklah mengapa hukumnya makruh ,misalnya menggunakan alcohol sebagai desinfektan klinis, sebagai pembersih kulit sebelum diinjeksi, sebagai pelarut bahan obat, dan sebagainya.Termasuk juga dalam hal ini, segala macam jenis lainnya di luar balkohol.Misalnya menggunakan selongsong kapsul bahan babi penggunaanurine sebagai terapi.

 Namun karena ada pendapat lain dari pendapat dari pendapat lain dari umat islam yang mengharamkan penggunaan benda najis untuk berobat, sebaiknya sebisa mungkin kita hanya menggunakan bahan yang suci dan halal dalam dunia obat-obatan. Kalaupun kita mengikuti pendapat yang memakruhkan, kita disunnahkan menggunakan bahan yang bukan najis, sebagai upaya untuk menghindarkan diri dari perselisihan kaidah fiqih.

 Sumber:

http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2170350-peranan-bakteri/#ixzz1d51HJchJ

http://www.scribd.com/doc/50896143/PERANAN-MIKROBIOLOGI-DI-BIDANG-FARMASI

http://iqbalali.com/2008/02/18/peran-mikroorganisme-dlm-kehidupan/

http://falahluqmanulhakiem.wordpress.com/2009/01/22/mengenal-mikrobayang-berguna-bagi-manusia/

http://students.ukdw.ac.id/~23070230/Project3.html

http://qtauntukselamanya.blogspot.com/2011/01/biosintesis-alkaloid.html

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 58 other followers

%d bloggers like this: