Kebutuhan Gizi Untuk Manula Berbasis Bahan Hayati Lokal

Kebutuhan Gizi Untuk Manula Berbasis Bahan Hayati Lokal

Pendahuluan

Tubuh manusia memperoleh energi dari makanan yang dimakan, yang kemudian dapat diubah menjadi energi bentuk lain. Energi digunakan oleh manusia diantaranya untuk melakukan pekerjaan eksternal (aktivitas), melakukan pekerjaan internal, pertumbuhan, dan perkembangan.

Manusia harus mendapatkan sejumlah makanan tertentu yang menghasilkan energi, terutama untuk mempertahankan proses kerja tubuh dan menjalankan kegiatan-kegiatan fisik. Ada dua cara untuk menentukan banyaknya energi yang dihasilkan dalam setiap makanan. Yaitu dengan cara langsung dan tidak langsung.

Manusia harus mendapatkan sejumlah makanan tertentu yang menghasilkan energi, terutama untuk mempertahankan proses kerja tubuh dan menjalankan kegiatan-kegiatan fisik. Ada dua cara untuk menentukan banyaknya energi yang dihasilkan dalam setiap makanan. Yaitu dengan cara langsung dan tidak langsung.  Menjadi manula secara alami akan dialami oleh setiap orang. Prosesnya tidak dapat dihindari, dicegah atau ditolak, kecuali lagi mereka yang ditakdirkan meninggal pada usia muda. Kekuatan fisik dan daya tahan tubuh pada manula telah menurun, serta mekanisme kerja organ tubuh mulai terganggu. Kemunduran tersebut disebabkan oleh perubahan yang secara alami terjadi pada manula, antara lain : (1). besar otot berkurang, karena jumlah dan besar serabut otot berkurang, (2). metabolisme basal menurun, (3). kemampuan bernafas menurun karena elastisitas paru-paru berkurang, (4). kepadatan tulang menurun karena berkurangnya mineral, sehingga lebih mudah cidera, (5). sistem kekebalan tubuh menurun hingga peka terhadap penyakit dan alergi, (6). sistem pencernaan terganggu yang disebabkan antara lain oleh tanggalnya gigi, kemampuan mencerna dan menyerap zat gizi kurang efisien dan gerakan peristaltik usus menurun, dan (7). indra pengecap dan pembau sudah kurang sensitif (kurang peka) yang menyebabkan selera makan menurun.

Di negara maju yang tergolong menula adalah orang yang berumur 51 tahun atau lebih. Sedangkan untuk di Indonesia, menurut Widya Karya Pangan dan Gizi (1988) yang digolongkan manula adalah mereka yang berumur di atas 60 tahun. Dalam cakupan yang lebih luas, WHO menggunakan patokan pembagian umur usia lanjut sebagai berikut : usia pertengahan (middle age) ialah kelompok usia 45 – 59 tahun; usia lanjut (elderly) usia 60 – 74 tahun; tua (old) usia 75 – 90 tahun; dan sangat tua (every old) di atas 90 tahun.

Kebutuhan gizi bagi setiap manusia berbeda-beda tergantung dari jenis kelamin, umur, aktivitas, ukuran dan susunan tubuh, iklim/suhu udara, kondisi fisik tertentu (sakit, hamil, menyusui) serta unsur lingkungan. Kecukupan atau konsumsi gizi manula berbeda dengan kecukupan gizi pada usia muda.

Kebutuhan gizi manula

 Standar kecukupan gizi di Indonesia masih menggunakan ukuran makro, yaitu kecukupan kalori (energi) dan protein, dan belum dapat menerapkan standar kecukupan gizi secara mikro, seperti kecukupan vitamin dan mineral.

Masalah gizi yang dihadapi manula berkaitan erat dengan menurunnya aktivitas fisiologis tubuhnya. Konsumsi pangan yang kurang seimbang akan memperburuk kondisi manula yang secara alami memang sudah menurun. Dibandingkan dengan usia dewasa, kebutuhan gizi manula umumnya lebih rendah  karena adanya penurunnan metabolisme basal dan kemunduran lain seperti diuraikan di atas.

Orang menjadi tua ditandai dengan kemunduran-kemunduran biologis yang pada lahirnya terlihat sebagai gejala-gejala kemunduran fisik. Gejala tersebut di antaranya kulit mulai mengendor dan pada wajah timbul garis-garis menetap dan keriput, rambut mulai berubah dan menjadi putih, gigi mulai ompong, penglihatan dan pendengaran menjadi buruk, cepat dan mudah lelah, gerakan-gerakan melamban, kehilangan kelincahan, kerampingan tubuh menghilang, dan di sana sini terjadi timbunan lemak.

Kemunduran kemampuan-kemampuan kognitif juga terjadi misalnya suka lupa, ingatan tidak lagi berfungsi dengan baik, ingatan pada hal-hal dari masa muda lebih baik daripada kepada hal-hal yang baru terjadi, lupa pada nama-nama, orientasi umum dan persepsi terhadap waktu dan ruang/tempat juga mundur, erat hubungannya dengan daya ingat yang sudah mundur dan juga karena pandangan biasanya sudah menyempit. Meskipun telah mempunyai pengalaman yang menumpuk, skor yang dicapai dalam tes inteligensi menjadi lebih rendah, dan cenderung tak mudah menerima hal-hal atau ide-ide baru.

Bagaimana dengan kebutuhan energi dan zat gizinya? Manusia pada hakikatnya perlu makanan seimbang sepanjang hidupnya untuk kelangsungan serta pemeliharaan kesehatannya. Tubuh manusia terdiri dari sebagian besar air (62,4%), protein (16,9%), lemak (13,8%) hidrat arang dan garam (6,9%). Untuk mencapai komposisi tubuh yang demikian, manusia memenuhinya melalui makanan yang berasal dari hewani dan tumbuh-tumbuhan. Makanan terdiri dari bagian-bagian yang berbentuk ikatan kimia atau unsur organik yang disebut zat gizi atau nutrien.

Untuk mencapai gizi yang prima, orang harus memakan makanan yang beraneka ragam menggunakan semua macam bahan makanan dari semua golongan, serta bahan makanan dalam jumlah dan kualitas yang benar dan tepat. Manusia membutuhkan 45 macam zat gizi untuk hidupnya. Zat-zat gizi ini dikelompokkan dalam kelompok besar yaitu protein, lemak, hidrat arang, vitamin dan mineral. Dalam mewujudkan keadaan gizi yang baik, tubuh manusia membutuhkan macam dan jumlah zat gizi dalam ukuran yang sebanding dengan yang dibutuhkan tubuh. Pada hakikatnya, masalah gizi terjadi akibat asupan zat gizi yang salah dan ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan asupan zat gizi tersebut oleh berbagai faktor. Kedua penyebab ini akan jelas gambarannya dengan meningkatnya usia. Dampak asupan gizi saat usia muda akan mempengaruhi status kesehatan dan gizinya di usia lanjut.

Bentuk masalah gizi yang banyak ditemui pada manula adalah sebagai berikut :

Gizi Lebih

Kegemukan atau gizi lebih merupakan masalah umum terjadi pada manula (diatas 40 tahun). Banyak faktor penyebab terjadinya kegemukan ini. Pada manula terjadi penurunan kegiatan sel-sel tubuh, sehingga kebutuhan akan zat-zat gizi juga menurun. Dengan asupan makanan yang tetap dan kegiatan yang menurun mengakibatkan kelebihan makanan dalam tubuh, yang akhirnya mengakibatkan kegemukan bahkan menjadi penyakit. Penyakit jantung, diabetes melitus, hipertensi dan penyempitan pembuluh darah merupakan penyakit yang erat kaitannya dengan keadaan kegemukan. Kegemukan yang disertai penyakit-penyakit degeneratif ini jelas memerlukan pengaturan diet yang akurat.

Gizi Kurang

Gizi kurang pada manula terjadi akibat anoreksia yang berkepanjangan dan mengakibatkan penurunan berat badan. Sering pula gizi kurang merupakan akibat dari penyakit infeksi kronis, keganasan, penyakit jantung kongestif, ketidaktahuan, masalah sosial, ekonomi atau sebab yang tidak diketahui. Kehilangan berat badan terjadi amat berlebihan sehingga asupan makanan tak dapat mengimbangi kehilangan yang cepat itu. Keadaan kurang gizi perlu mendapat penanganan diet khusus dan penetapan pengobatan dietetik memperhatikan penyebab dan kondisi manula.

Di samping itu pada beberapa keadaan tertentu, dijumpai kekurangan mineral dan vitamin terutama defisiensi zat besi, kalsium, vitamin C, B2, dan B6 sebagai akibat asupan makanan yang kurang, akibat penyakit tertentu ataupun akibat obat-obatan yang dimakan.

Kebutuhan Berbeda

Kebutuhan gizi bagi setiap manusia berbeda-beda tergantung dari jenis kelamin, umur, aktivitas, ukuran dan susunan tubuh, iklim/suhu udara, kondisi fisik tertentu (sakit, hamil, menyusui) serta unsur lingkungan. Kecukupan atau konsumsi gizi manula berbeda dengan kecukupan gizi pada usia muda.

A. Energi

Pada manula, kebutuhan energi menurun sehubungan dengan meningkatnya usia. Hal ini disebabkan banyak sel yang sudah kurang aktif yang mengakibatkan menurunnya kalori basal yang dibutuhkan tubuh, yang akhirnya mengakibatkan kegiatan fisik juga menurun. RDA untuk energi bagi manula wanita (51-75 tahun) adalah 1800 kkal (1400 – 2200 kkal) dan bagi laki-laki 2400 kkal (2000 – 2800 kkal). Untuk manula 75 tahun ke atas adalah 1600 kkal (1200-2000 kkal) untuk wanita dan 2050 kkal (1650 – 2450 kkal) untuk laki-laki..

B. Protein

Fungsi protein pada manula tidak lagi untuk pertumbuhan, tetapi untuk pemeliharaan dan pengganti sel-sel jaringan yang rusak, serta pengaturan fungsi fisiologis tubuh. Dianjurkan kecukupan protein usia lanjut dipenuhi dari protein yang berkualitas baik seperti susu, telur, daging, karena kecukupan asam amino yang pentingnya pada usia lanjut meningkat. Jumlah protein yang diperlukan bagi laki-laki lanjut adalah 49 gram/hari dan perempuan sebesar 41 gram/hari. Pada usia lanjut tidak diperlukan jumlah konsumsi protein yang berlebih karena akan memberatkan fungsi ginjal dan hati.

C.Lemak

Lemak merupakan sumber tenaga selain hidrat arang. Lemak yang berlebih dapat disimpan dalam tubuh sebagai cadangan tenaga, dan bila sangat berlebih akan disimpan sebagai lemak tubuh. Konsumsi lemak yang berlebih pada manula dihindari karena dapat meningkatkan kadar lemak tubuh, khususnya kadar kolesterol darah. Dianjurkan konsumsi lemak hewani dikurangi dan banyak menggunakan lemak nabati. Jumlah lemak yang dianjurkan diatur tidak melebihi 25% dari total kecukupan energi sehari.

D. Hidrat Arang — Penggunaan hidrat arang relatif menurun pada manula karena kecukupan kalori juga menurun. Dianjurkan 50% dari total energi berasal dari hidrat arang.

E. Vitamin — Kebutuhan vitamin pada manula tak jauh berbeda dengan kebutuhan pada waktu muda, kecuali niasin, riboflavin, thiamin. Kecukupan ketiga vitamin itu tergantung dari jumlah yang diperlukan. Pada manula, konsumsi vitamin seperti riboflavin, thiamin, thiamin, vitamin B6, asam folat, vitamin C dan D, dari makanan perlu mendapat perhatian yang khusus.

F. Mineral

Pada prinsipnya, mineral memang dibutuhkan sedikit, tetapi pada manula sangat penting bagi manula sering dijumpai masukan makanan kurang dalam beberapa jenis mineral seperti zat besi (Fe), kalsium (Ca),kalium, natrium dan klorida adalah penting pada keseimbangan elektrolit tubuh. Obat-obatan yang dikonsumsi dapat menurunkan kadar kalium tubuh. Jika manula yang normalnya aktif, menjadi terlihat lemah, maka perlu perhatian terhadap keseimbangan elektrolitnya

G. Air dan Serat

Kebutuhan air meningkat dengan bertambahnya usia. Dengan berkurangnya kemampuan ginjal maka air punya peranan penting sebagai pengangkut sisa pembakaran tubuh dan mendorong peristaltik usus. Dianjurkan manula mengkonsumsi cairan minimum 6-8 gelas sehari. Serat dalam makanan akan membantu mendorong peristaltik usus dan dapat mencegah konstipasi pada manula. Bahan makanan yang banyak serat adalah sayuran, buah-buahan dan jenis padi-padian tertentu.

Menu Harian Manula

Para ahli gizi menganjurkan bahwa untuk manula yang sehat, menu sehari-hari hendaknya : (1). tidak berlebihan, tetapi cukup mengandung zat gizi sesuai dengan persyaratan kebutuhan manula. (2). bervariasi jenis makanan dan cara olahnya; (3). membatasi konsumsi lemak yang tidak kelihatan (menempel pada bahan pangan, terutama pangan hewani); (4). membatasi konsumsi gula, dan minuman yang banyak mengandung gula; (5). menghindari konsumsi garam yang terlalu banyak, merokok dan minuman alkohol; (6). cukup banyak mengkonsumsi makanan berserat (buah-buahan, sayuran dan serealia) untuk menghindari sembekit atau konstipasi, dan (7). minuman yang cukup. Susunan makanan sehari-hari untuk manula hendaknya tidak terlalu banyak menyimpang dari kebiasaan makan, serta disesuaikan dengan keadaan pisikologisnya. Pola makan disesuaikandengan kecukupan gizi yang dianjurkan (lihat Tabel 1.), dan menu makannya dapat disesuaikan dengan ketersediaan dan kebiasaan makan tiap daerah. Menu makanan manula dalam sehari dapat disusun berdasarkan konsep “empat sehat lima sempurna” atau konsep “gizi seimbang”. Sebagai contoh menu berdasarkan “empat sehat lima sempurna” terdiri atas kelompok makanan pangan pokok (utama) yaitu nasi (1 porsi = 200 gram), kelompok lauk pauk misalnya daging (1 potong = 50 gram) atau tahu (1 potong = 25 gram), kelompok sayuran misalnya sayur bayam (1 mangkok = 100 gram ), kelompok buah-buahan misalnya pepaya (1 potong = 100 gram) dan susu ( 1 gelas = 100 gram). Pola susunan makan manula dalam sehari berdasarkan empat sehat lima sempurna tersebut dapat dilihat pada Tabel 2. Masing-masing kelompok makanan tersebut dapat diganti atau ditukar sesuai dengan kebiasaan makan dan ketersediaan pangan di tempat (akan diuraikan kemudian).

Tabel 2. Pola susunan makanan manula dalam sehari Kelompok Makanan

Jenis Pangan

Per Porsi

Jumlah Porsi Per Hari

Laki-Laki

Perempuan

Bahan Pokok

Lauk pauk

Sayuran

Buah-buahan

Susu

Nasi

(1 prg = 200 g)

Daging

(1 ptg = 50 g)

Tahu

(1 ptg = 25 g)

Bayam

(1 mgk = 100 g)

Pepaya

(1 ptg = 100 g)

Skim

(1 gls = 100 g)

3

1.5

5

1.5

2

1

2

2

4

1.5

2

1

Sumber : Ditjen Binkesmas, Depkes RI (1992)

Sedangkan berdasarkan konsep “gizi seimbang”, contoh menu manula dalam sehari disajikan pada Tabel 3. Menu ini disusun berdasarkan kecukupan energi dan gizi bagi manula.

Tabel 3. Menu ini disusun berdasarkan kecukupan energi dan gizi bagi manula.

Tabel 3. Menu untuk manula dalam sehari Waktu makan Menu Porsi
Pagi

Selingan

Siang

Selingan

Malam

Roti – telur

Susu

Papais

Nasi

Semur daging

Pepes tahu

Sayur bayam

Pisang

Kolak pisang

Mie baso

Pepaya

1 tangkep

1 gelas

2 bungkus

1 piring

1 potong

1 bungkus

1 mangkok

1 buah

1 mangkok

1 mangkok

1 buah

Sumber : Amini Nasoetion dan Dodik Briawan (1993)

Untuk menjaga menjaga agar menu harian tidak monoton, tetapi bervariasi, Variasi dalam menu harian sangat diperlukan karena sangat menghindari rasa bosan dan baik bagi kelengkapan zat gizi (komplementasi zat gizi).

Makanan berbasis hayati lokal yang sehat dan bergizi

Makanan merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan karena dari makanan manusia mendapatkan sumber tenaga atau kekuatan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu perlu diperhatikan jenis dan mutu makanan yang dikonsumsi. Contoh berbagai bahan makanan pengganti atau penukar bagi kelompok makanan yang telah disajikan pada Tabel 2 dan 3.

Tabel 4. Berbagai kelompok makanan pengganti/penukar Kelompok Makanan Jenis Makanan
Sumber Karbohidrat Nasi, jagung, ketan, bihun, biskuit, kentang, mie instan, mie kering, roti tawar, singkong, talas, ubi jalar, pisang nangka, makaroni
Sumber Protein Hewani Daging ayam, daging sapi, hati (ayam atau sapi), telur unggas, ikan mas, ikan kembung, ikan sarden, bandeng, baso daging
Sumber Protein Nabati Kacang tanah, kedelai, kacang hijau, kacang merah, kacang tolo, tahu, tempe, oncom
Buah-buahan Pepaya, belimbing, alpukat, apel, jambu biji, jeruk, mangga, nangka, pisang ambon, sawo, semangka, sirsak, tomat
Sayuran Bayam, buncis, beluntas, daun pepaya, daun singkong, katuk, kapri, kacang panjang, kecipir, sawi, wortel, selada
Makanan Jajanan Bika ambon, dadar gulung, getuk lindri, apem, kroket, kue pia, kue putu, risoles
Susu Susu sapi, susu kambing, susu kerbau, susu kedelai, skim

Makanan sehat adalah makanan yang mengandung triguna makan. Triguna makan merupakan makanan yang mengandung tiga kegunaan makanan yaitu:

A.Sebagai zat pembangun

Tubuh manusia harus dibangun dari bahan-bahan makanan yang memenuhi syarat-syarat mengandung: sumber zat tenaga, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur.
• Contoh bahan makanan sumber tenaga antara lain beras, mentega, mie, talas, kue, ubi, jagung, sagu, terigu, roti, gula, minyak goring, kentang, singkong dan lain-lain.
• Dalam membangun tubuh manusia diperlukan bahan-bahan makanan sumber zat pembangun. Makin baik kualitas bahan makanan sumber zat pembangun yang dimakannya, maka makin kuat pula tubuh yang dibinanya. Bahan makanan sumber zat pembangun bukan hanya untuk membangun tubuh semata tapi juga untuk perawatan yang baik, agar tubuh dapat tetap sehat.
• Contoh bahan makanan sumber zat pembangun antara lain tempe, tahu, telur, teri, susu, ikan emas, ayam, kacang hijau, kedelai, ikan nila, ikan asin, daging, kacang merah, kacang tanah, lele, ikan gurami, udang, hati dan lain-lain. Serta dianjurkan untuk memafaatkan pangan yang mudah didapat atau dari hasil pekarangan / kebun sendiri.

B.Sebagai zat pengatur

Untuk mengatur lancarnya aktivitas faal di dalam tubuh manusia, maka diperlukan pula zat-zat pengatur, yakni vitamin dan mineral yang berasal dari bahan-bahan makanan. Bila makanan tidak mengandung vitamin dan mineral, maka akan terjadi hambatan-hambatan yang merugikan tubuh sehingga tubuh menjadi mudah sakit.
• Contoh bahan makanan sumber zat pengatur antara lain sayur dan buah yang berwarna seperti kangkung, bayam, daun singkong, wortel, pepaya, mangga, jeruk, daun ubi, kacang panjang, labu kuning, nangka, nanas dan lain-lain. Serta dianjurkan untuk memafaatkan pangan yang mudah didapat atau dari hasil pekarangan/kebun sendiri.

C.Sebagai sumber tenaga

Untuk mengatur semua aktivitas yang terjadi dalam satu hari, dan merupakan  zat- zat yang diperlukan tubuh dalam mekanisme untuk melakukan aktivitas.

Apabila terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makan, akan  dilengkapai oleh zat gizi serupa dari makan yang lain. Jadi makan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.

Makanan sumber zat tenaga antara lain: beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar,kentang,sagu,roti dan mie. Minyak, margarine dan santan yang mengandung lemak juga  dapat menghasilakan tenaga. Makanan penujang aktivitas sehari-hari.

Contoh makanan yang bersumber hayati lokal untuk manula salah satunya adalah singkong

Singkong  merupakan tanaman yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai tempat dan kondisi, baik di daerah bersuhu dingin, sedang maupun panas. Ketela pohon dapat digunakan sebagai pengganti makanan pokok sehari-hari. Bahkan di daerah tertentu dijadikan sebagai makanan pokok seperti nasi.(Zulaikah, 2002).

Singkong adalah umbi-umbian yang mempunyai kandungan karbohidrat cukup tinggi. Semua bahan yang mengandung karbohidrat dapat digunakan sebagai bahan baku penghasil alkohol. Karbohidrat diubah menjadi gula oleh enzim yang terdapat pada ragi, kemudian gula diubah oleh mikroorganisme menjadi alkohol (Rukmana dan Yuniarsih, 2001). Singkong, yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.

Menurut pakar tanaman obat, Prof Hembing Wijayakusuma, efek farmakologis dari singkong adalah sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan menambah napsu makan. Bagian yang umum dipakai pada tanaman ini adalah daun dan umbi.

Umbi singkong memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, fosfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batang, mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat.

Selain sebagai makanan, tanaman singkong memiliki berbagai khasiat sebagai obat. Di antaranya obat rematik, sakit kepala, demam, luka, diare, cacingan, disentri, rabun senja, beri-beri, dan bisa meningkatkan stamina.

Mengatasi rematik bisa dilakukan dengan pemakaian dalam dan pemakaian luar.
Pada pemakaian luar, sebanyak lima lembar daun singkong, 15 gram jahe merah, dan kapur sirih secukupnya, dihaluskan dan ditambahkan air secukupnya. Setelah diaduk, ramuan dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.
Pada pemakaian dalam, 100 gram batang singkong, satu batang sereh, dan 15 gram jahe direbus dengan 1.000 cc air hingga tersisa 400 cc. Lalu, disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.

Mengatasi sakit kepala, daun singkong ditumbuk lalu digunakan untuk kompres.
Sebagai obat demam, 60 gram batang pohon singkong, 30 gram jali yang telah direndam hingga lembut direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Ramuan disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.

Mengatasi luka bernanah, batang singkong segar ditumbuk lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit. Untuk luka garukan, singkong diparut lalu ditempelkan pada bagian yang sakit dan diperban.Obat luka karena terkena benda panas, singkong diparut lalu diperas. Airnya didiamkan beberapa saat hingga patinya mengendap, lalu patinya dioleskan pada bagian yang luka.

Mengatasi diare, tujuh lembar daun singkong direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Lalu disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.

Obat cacingan, 60 gram kulit batang singkong dan 30 gram daun ketepeng cina direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Lalu disaring dan diminum airnya menjelang tidur.

Mengatasi beri-beri, 200 gram daun singkong dimakan sebagai lalap.
Untuk meningkatkan stamina, 100 gram singkong, 25 gram kencur, dan lima butir angco yang telah dibuang bijinya, diblender dengan menambahkan air secukupnya. Lalu tambahkan madu dan diminum.

Kandungan Gizi

Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin akan protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin. Selain umbi akar singkong banyak mengandung glukosa dan dapat dimakan mentah. Rasanya sedikit manis, ada pula yang pahit tergantung pada kandungan racun glukosida yang dapat membentuk asam sianida.

Umumnya daging umbi singkong berwarna putih atau kekuning – kuningan, untuk rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi akar yang masih segar dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Pada jenis singkong yang pahit, proses pemasakan sangat diperlukan untuk menurunkan kadar racunnya.

Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Dalam hal ini umbi singkong mudah sekali rusak, ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.

Singkong banyak digunakan pada berbagai macam penganan, mulai dari kripik, kudapan, sayuran hingga tape. Bahkan bisa juga dibuat tepung singkong yaitu tepung tapioka yang dapat digunakan untuk mengganti tepung gandum, tepung ini baik untuk pengidap alergi.

 

Kandungan Gizi Singkong 206 g
sumber informasi gizi singkong : http://caloriecount.about.com/calories-cassava-i11134
Water      122.94 g
Energy     330 kcal
Energy     1374 kj
Protein     2.8 g
Total lipid (fat)     0.58 g
Ash     1.28 g
Carbohydrate, by difference     78.4 g
Fiber, total dietary     3.7 g
Sugars, total     3.5 g
Calcium, Ca     33 mg
Iron, Fe     0.56 mg
Magnesium, Mg     43 mg
Phosphorus, P     56 mg
Potassium, K     558 mg
Sodium, Na     29 mg
Zinc, Zn     0.7 mg
Copper, Cu     0.206 mg
Manganese, Mn     0.791 mg
Selenium, Se     1.4 mcg
Vitamin C, total ascorbic acid     42.4 mg
Thiamin     0.179 mg
Riboflavin     0.099 mg
Niacin     1.759 mg
Pantothenic acid     0.22 mg
Vitamin B-6     0.181 mg
Folate, total     56 mcg
Folic acid     ~ mcg
Folate, food     56 mcg
Folate, DFE     56 mcg_DFE
Choline, total     48.8 mg
Betaine     0.8 mg
Vitamin B-12     ~ mcg
Vitamin B-12, added     ~ mcg
Vitamin A, IU     27 IU
Vitamin A, RAE     2 mcg_RAE
Retinol     ~ mcg
Vitamin E (alpha-tocopherol)     0.39 mg
Vitamin E, added     ~ mg
Vitamin K (phylloquinone)     3.9 mcg
Fatty acids, total saturated     0.152 g
4:0     ~ g
6:0     ~ g
8:0     ~ g
10:0     ~ g
12:0     0.002 g
14:0     ~ g
16:0     0.142 g
18:0     0.01 g
Fatty acids, total monounsaturated     0.155 g
16:1 undifferentiated     ~ g
18:1 undifferentiated     0.155 g
20:1     ~ g
22:1 undifferentiated     ~ g
Fatty acids, total polyunsaturated     0.099 g
18:2 undifferentiated     0.066 g
18:3 undifferentiated     0.035 g
18:4     ~ g
20:4 undifferentiated     ~ g
20:5 n-3     ~ g
22:5 n-3     ~ g
22:6 n-3     ~ g
Cholesterol     ~ mg
Tryptophan     0.039 g
Threonine     0.058 g
Isoleucine     0.056 g
Leucine     0.08 g
Lysine     0.091 g
Methionine     0.023 g
Cystine     0.058 g
Phenylalanine     0.054 g
Tyrosine     0.035 g
Valine     0.072 g
Arginine     0.282 g
Histidine     0.041 g
Alanine     0.078 g
Aspartic acid     0.163 g
Glutamic acid     0.424 g
Glycine     0.058 g
Proline     0.068 g
Serine     0.068 g
Alcohol, ethyl     ~ g
Caffeine     ~ mg
Theobromine     ~ mg
Carotene, beta     16 mcg
Carotene, alpha     ~ mcg
Cryptoxanthin, beta     ~ mcg
Lycopene     ~ mcg
Lutein + zeaxanthin     ~ mcg

Fungsi dan kandungan gizi daun ketela pohon

  • Memiliki kadar protein cukup tinggi, sumber energi yang setara dengan karbohidrat, 4      kalori setiap gram protein.
  • Zat aktif yang dikandungnya dapat digunakan untuk bahan obat-obatan, sayang saya belum tahu nama zat aktif yang dikandungnya.
  • Sumber Vitamin A, setiap 100 gram, mempunyai kandungan vitamin A mencapai 3.300 RE, kesehatan mata anda akan lebih baik.
  • Kandungan serat yang tinggi, dapat membantu buang air besar menjadi lebih teratur dan lancar dan mencegah kanker usus dan penyakit jantung.
  • Kandungan vit c per 100 gram daun singkong mencapai 275 mg, anda bisa terbebas dari sariawan dan kekebalan tubuh anda bisa lebih terjaga dengan asupan vitamin.

6 Menu Olahan Berbahan Singkong Sebagai Alternative Pemenuhan Gizi Pada Manula 

Puding Singkong Lapis Cokelat

 

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :

800 ml santan dari 1/2 butir kelapa
1/2 sendok teh garam
1 1/2 bungkus agar – agar bubuk
170 gram gula pasir
200 gram singkong parut, diperas 50 ml airnya dan buang
2 sendok makan cokelat bubuk dan 3 sendok makan air panas, dilarutkan
100 gram krim kocok
25 gram meises cokelat, untuk taburan

Cara Pengolahan :

  1. Rebus santan, garam, agar – agar bubuk, dan gula pasir sambil diaduk sampai mendidih. Masukkan singkong parut. Masak lagi sambil diaduk sampai mendidih.
  2. Ambil 1/3 adonan. Tambahkan larutan cokelat. Aduk rata. Masak lagi sambil diaduk sampai mendidih.
  3. Tuang adonan putih di gelas. Sendokkan adonan cokelat dan tuang lagi di adonan putih. Bekukan.
  4. Sajikan dengan krim kocok dan taburan meises cokelat.

Singkong Kelapa


Bahan:
450 gram singkong parut kasar
1/2 sdt garam
1 sdt vanili
50 ml air
75 gram gula pasir
Kelapa (untuk ditabur) :
50 gram kelapa parut
1/2 sdt garam

Cara Buat :
1.Campurkan vanili, garam, air dan gula lalu rebus dengan api kecil sampai mendidih dan      kental.

Lalu Dinginkan.Kukus singkong.Campur singkong dengan larutan di atas sampai merata.Taburi singkong dengan kelapa parut.Cara buat taburan Kelapa: Campur kelapa parut dengan garam lalu kukus sampai panas.

Kroket Singkong


Bahan Kroket Singkong :

  • 1 kg singkong, kupas, kukus, haluskan
  • 100 g gula pasir l 100 g mentega
  • 100 g keju, parut l 1 btr telur l Terigu secukupnya

Bahan Isi Kroket Singkong :

  • 300 g daging sapi, cincang halus
  • 3 bh wortel, potong kecil-kecil
  • 3 btg daun bawang, iris halus
  • 1 siung bawang putih, iris halus
  • 3 btr bawang merah, iris halus
  • 1/2 sdt merica
  • 1/2 ltr air
  • 1/2 sdt garam secukupnya
  • 1 sdt kaldu sapi bubuk

Cara Membuat Kroket Singkong :

  1. Membuat isi: tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum lalu tambahkan daging, wortel, daun bawang, merica, garam dan kaldu bubuk. Masak sampai agak matang. Tambahkan air lalu masak lagi sampai kering, sisihkan.
  2. Campur singkong dengan gula pasir, mentega , keju, dan telur aduk sampai rata, lalu tambahkan terigu sedikit demi sedikit sampai kalis.
  3. Ambil adonan, pipihkan lalu tengahnya isi dengan adonan isi. Bentuk lonjong, lalu goreng kecokelatan dengan api kecil.
  4. Sajikan selagi panas

Kolak Singkong Ubi

 

Bahan:

  • 2 buah Singkong, kupas dan bersihkan.
  • 3 buah Ubi merah, kupas dan bersihkan.
  • 2 buah Gula jawa, disisir halus.
  • Jahe, dikeprak (banyaknya sesuai selera).
  • Santan kental (banyaknya sesuai selera, kalo aku cuman memakai 3 sdm ajah).
  • 2 lembar daun pandan.

Cara membuat:

  • Rebus air bersama singkong, sampai singkong setengah matang masukkan ubi, daun pandan dan jahe, teruskan merebus sampai ubi dan singkong melunak.
  • Masukkan santan dan gula, aduk hingga rata, kalau kurang manis tambahkan gula pasir secukupnya, didihkan kembali sebentar.
  • Angkat dan sajikan hangat.

Gethuk lindri

 

A. Bahan-Bahan Yang Diperlukan Antara Lain :

Gula Yang Sudah Dihaluskan = 250 gram atau 1/4 kg
Vanili = seperempat sendok makan
Singkong = 1 kilogram
Kelapa Parut = Secukupnya
Garam = secukupnya
Pewarna Makanan = secukupnya
Santan Kental = 1 cangkir

B. Peralatan Masak Yang Diperlukan Antara Lain :

1. Penggilingan Getuk
2. Alat untuk penumbuk singkong seperti cobek atau penggilingan.

C. Panduan Cara Memasak Secara Bertahap Yaitu :

Kukus singkong sampai matang
Buang serabut di tengahnya kemudian ditumbuk sampai halus.
Beri gula halus secukupnya.
Masukkan panili dan santan kental sampai adonan lemas.
Beri pewarna secukupnya sesuai selera asalkan aman untuk makanan.
Masukkan ke gilingan getuk dan potong setiap 5 atau 6 cm.
Beri kelapa secukupnya di atasnya.

Cenil Singkong

Bahan :

1/3 adonan dasar kue singkong

Pewarna makanan kuning tua

Pewarna makanan hijau

¼ butir kelapa, parut en kukus dengan sedikit garam dan daun pandan

Gula secukupnya

Cara membuat :

1.      Bagi dua adonan, kemudian beri masing-masing warna kuning dan hijau.

  1. Bentuk adonan menjadi bulatan-bulatan kecil seperti kelereng, lalu kukus di dalam dandang yang sudah dipanasi sebelumnya dan dialasi dengan daun pisang.
  2. Kukus hingga matang. Angakt lalu guliri di atas kelapa parut yang sudah dikukus sebelumnya.
  3. Taburi gula. Sajikan.

 

Kesimpulan

  • Kebutuhan gizi bagi setiap manusia berbeda-beda tergantung dari jenis kelamin, umur, aktivitas, ukuran dan susunan tubuh, iklim/suhu udara, kondisi fisik tertentu (sakit, hamil, menyusui) serta unsur lingkungan. Kecukupan atau konsumsi gizi manula berbeda dengan kecukupan gizi pada usia muda.
  • Konsumsi pangan yang kurang seimbang akan memperburuk kondisi manula yang secara alami memang sudah menurun. Bentuk masalah gizi yang banyak ditemui pada manula adalah gizi lebih adalah Kegemukan atau gizi lebih merupakan masalah umum terjadi pada manula (diatas 40 tahun), Penyakit jantung, diabetes melitus, hipertensi dan penyempitan pembuluh darah merupakan penyakit yang erat kaitannya dengan keadaan kegemukan. Kegemukan yang disertai penyakit-penyakit degeneratif ini jelas memerlukan pengaturan diet yang akurat. Gizi kurang pada manula terjadi akibat anoreksia yang berkepanjangan dan mengakibatkan penurunan berat badan, beberapa keadaan tertentu, dijumpai kekurangan mineral dan vitamin terutama defisiensi zat besi, kalsium, vitamin C, B2, dan B6 sebagai akibat asupan makanan yang kurang, akibat penyakit tertentu ataupun akibat obat-obatan yang dimakan
  • Makanan berbasis bahan hayati lokal merupakan makanan pengganti 4 sehat 5 semmpurna untuk mendapatkan sumber tenaga atau kekuatan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, makanan sehat adalah makana yang mengandung triguna makan. Triguna makan merupakan makanan yang mengandung tiga kegunaan makanan yaitu: sebagai zat tenanga, sebagai zat pengatur dan sebagai zat pembangun.
  • Singkong ( ketela pohon ) merupakan salah satu makanan yang berbasis bahan hayati lokal yang sesuai dengan kebutuhan manula. Singkong adalah umbi-umbian yang mempunyai kandungan karbohidrat cukup tinggi, Umbi singkong memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, fosfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batang, mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat.
  • 6 Menu Olahan Berbahan Singkong Sebagai Alternative Pemenuhan Gizi Pada Manula  adalah Puding Singkong Lapis Cokelat, Singkong Kelapa, Kroket Singkong, Kolak Singkong Ubi, Gethuk lindri dan Cenil Singkong

 

 

Daftar Pustaka

Budiyanto, Agus Krisno. 2009 . Dasar-dasar Ilmu Gizi. UMM Press.Malang

http://eemoo-esprit.blogspot.com/2010/10/kandungan-gizi-singkong-cassava.html  diakses tanggal  4 juni 2011

http://profit-000.blogspot.com/2011/01/manfaat-dan-kandungan-gizi-labu-kuning.html diakses tanggal 13 juni 2011

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/10/08/1706/4/15-Kebutuhan-Nutrisi-Lansia- diakses tanggal 31 mei 2007

http://isti19cantix.wordpress.com/2007/07/01/gizi-pada-manula/ diakses tanggal 31 mei 2011

http://denny11.wordpress.com/2008/09/03/penyuluhan-gizi-dan-kesehatan/ diakses tanggal  1 juni 2011

http://resources.unpad.ac.id/unpad-content/uploads/publikasi_dosen/KEBUTUHAN%20NUTRISI%20DAN%20CAIRAN%20%20PADA%20LANSIA.pdf diakses tanggal  1 juni 2011

http://oktavita.com/makanan-sehat-bagi-lansia.htm diakses tanggal  2 juni 2011

http://www.kabarinews.com/article.cfm?articleID=31862 dikses tanggal 13 juni 2011

http://masenchipz.com/khasiat-ubi-jalar dikses tanggal 13 juni 2011

http://kesehatan-dan-kecantikan.tokobagus.com/perawatan-kesehatan/green-soya-lansia-2452911.html dikses tanggal 13 juni 2011

 

 

 

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 55 other followers

%d bloggers like this: