NUTRIJJEL FOOD ALGA COKLAT ( Sargassum sp ) SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PENGOBATAN KANKER LEHER RAHIM ( KANKER SERVIK ) BERBASIS HERBAL

Pendahuluan

             

Kita belakangan ini sering mendengar mengenai “ KANKER LEHER RAHIM “. Kanker ini selama ini memang menjadi momok yang sangat menakutkan khusus bagi kaum perempuan. Kanker leher rahim atau yang sering disebut kanker servik merupakan tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim, perubahan untuk menjadi kanker ini membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 10 sampai 15 tahun. Salah satu penyebab dari penyakit ini yaitu Human Papilloma Virus atau yang disingkat HPV. Virus ini bersifat onkogenik (menyebabkan kanker) ( Anonymous,  2006 ).

Kanker leher rahim atau karsinoma leher rahim uterus merupakan kanker pembunuh wanita nomor dua didunia setelah kanker payudara. Setiap tahunnya terdapat kurang lebih 500 ribu kasus baru kanker leher rahim sebanyak 80 persen terjadi pada wanita yang hidup dinegara berkembang. Sedikitnya 231 ribu wanita diseluruh dunia meninggal akibat kanker leher rahim. Dari jumlah itu, 50 % kematian terjadi di Negara-negara berkembang. Hal itu terjadi karena pasien mengatahui setelah stadium lanjut. Menurut data Departemen Kesehatan RI, ( kompas, 29 November 2007 ) penyakit kanker rahim saat ini menempati urutan pertama daftar kanker yang diderita kaum wanita Indonesia. Saat ini ada sekitar 100 kasus per 100 ribu penduduk atau 200 ribu kasus setiap tahunnya kanker leher rahim yang sudah masuk ke stadium lanjut sering menyebabkan kematian dalam jangka waktu relatife cepat. Selain itu, lebih dari 70 % kasus yang dating ke rumah sakit ditemukan dalam keadaan stadium lanjut. Faktor-faktor yang mendukung timbulnya kanker leher rahimantara lain : menikah di usia muda, merokok, penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka panjang, kehamilan yang sering digugurkan, penyakit menular seksual, pemakaian IUD yang tidak terkontrol, infeksi gonore atau clamadia dari leher rahim.

Pengobatan kanker leher rahim untuk saat ini adalah sudah ditemukan vaksinasi untuk mencegah kanker leher rahim ini, bahkan vaksinasi ini dapat diberikan pada remaja putri mulai usia 10 tahun. Dengan melakukan vaksinasi ini pencegahan dapat dilakukan, dan bagi wanita yang aktif atau sudah berhubungan seksual harus rutin melakukan pap smear atau inspeksi visual. Pengobatan secara medis selama ini untuk penderita penyakit kanker leher rahim sangat mahal, oleh sebab itu kami mengangkat judul NUTRIJJEL  FOOD ALGA  COKLAT  (Sargassum sp) SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PENGOBATAN KANKER LEHER RAHIM ( KANKER SERVIK ) BERBASIS HERBALa. Selain dapat membantu pengobatan para penderita penyakit kanker leher rahim dengan tidak perlu  mengeluarkan biaya yang cukup besar. Judul makalah ini juga dapat meningkatkan kegunaan dari Sargassum sp yang selama ini belum banyak diketahui oleh masyarakat (A.H.S. Thomas, 1989).

            Sargassum sp adalah salah satu jenis tumbuhan alga yang termasuk dalam divisi Phaeophyta. Sargassum sp sebagai bahan baku dasar alginate memiliki potensi dan pemanfaatan yang banyak belum terjamah. Di dalam Sargassum sp terdapat banyak kandungan antara lain : kandungan bahan kimia utama yakni alginat dan mengandung protein, vitamin C, tannin, iodine, phenol sebagai obat gondok, anti bakteri dan tumor ( Trono & Ganzon, 1988). Duarte et al (2001) melaporkan bahwa sargassum sp mengandung fucoida yaitu suatu zat yang dapat menghambat perkembangan sel kanker rahim.

Penyakit kanker leher rahim

                  

Kanker leher rahim (kanker serviks) adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina). Kanker ini 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks. Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut. (Anonymous, 2009).

Klasifikasi kanker serviks

Pembagian  stadium klinik ditetapkan oleh IFGO ( International Federation of Karsinoma and Obstetric) 1985 sebagai berikut:

  1. Karsinoma pra Invasif

Stadium 0: karsinoma insitu

  1. Karsinoma invasif

Stadium I: karsinoma terbatas pada leher rahim ( tidak termasuk perluasan ke korpus uter), terdiri dari :

  • IA  :  karsinoma pra klinik ( diagnosa atas dasar pemeriksaan mikroskopis)
  • IA1: invasive stroma minimal mikroskopis
  • IA2: lesi dapat diukur secara mikroskopis. Batas invasi membrane basalis 5mm dan  permukaan atau kelenjar dan penyeberan horizontal 7mm.
  • IB  : lesi yanglebih luas dari IA2 yang secara klinis tampak atau tidak.

Stadium II: kanker meluas ke luar leher rahim belum mencapai dinding panggul, kanker sudah mencapai vagina tapi belum mencapai 1/3 distol, terdiri dari :

  • IA  : parametrium masih bebas
  • IIB: parametrium sudah terkena

StadiumIII: kanker sudah mencapai dinding panggul, tumor mencapai dinding panggul, tumor mencapai 1/3 distal vagina. Semua kasus dengan hironefosis dan ginjal yang tidak berfungsi kecuali penyebabnya oleh hal lain, terdiri dari :

  • IIIA: belum mencapai dinding panggul
  • IIIB: sudah mencapai dinding panggul

Stadium IV: kanker sudah meluas ke luar pelvis minor atau secara klinis sudah mengenai mukosa kandung kemih dan atau rectum, terdiri dari :

  • IVA: menyebar ke organ sekitar
  • IVB: menyebar ke organ jauh.

Penyebab kanker serviks

Pertama, kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal. Akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Kedua, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama. Selain itu faktor-faktor yang mendukung timbulnya kanker leher rahimantara lain : menikah di usia muda, merokok, penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka panjang, kehamilan yang sering digugurkan, penyakit menular seksual, pemakaian IUD yang tidak terkontrol, infeksi gonore atau clamadia dari leher rahim. Hal yang paling menakutkan dari penyakit ini adalah penyakit ini tidak menimbulkan gejala, sehingga kita tidak dapat mendeteksinya, kecuali apabila kita rajin melakukan cek up. Jika kondisi kanker ini sudah memasuki tahapan yang cukup gawat, maka gejala yang timbul antara lain : pendarahan dari liang sanggama, timbulnya keputihan yang bercampur darah dan berbau, nyeri panggul dan gangguan, bahkan tidak bisa buang air kecil (Almatsier, 2001).

Gejala kanker serviks

Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut.

Gejala kanker serviks tingkat lanjut :

  1. Keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
  2.  Perdarahan di luar siklus menstruasi.
  3. Munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
  4. Penurunan berat badan drastis.
  5. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan  nyeri punggung.
  6. Juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

Masa pertumbuhan kanker serviks

Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya. Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks. Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistic menunjukkan bahwa kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita pada umur 20 sampai 50 tahun. Kanker ini biasanya terjadi pada puncak usia reproduktif perempuan sehingga akan menyebabkan gangguan kualitas hidup secara fisik, kejiwaan dan kesehatan seksual di Indonesia diperkirakan setiap satu jam ada satu orang yang meninggal akibat kanker leher rahim.

Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun. Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah lawan seksual. Semakin banyak lawan seksual yang Anda miliki, maka kian meningkat pula risiko terjadinya kanker leher rahim. Sama seperti jumlah lawan seksual, jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim. Anda yang terinfeksi virus HIV dan yang dinyatakan memiliki hasil uji pap smear abnormal, serta para penderita gizi buruk, juga berisiko terinfeksi virus HPV. Pada Anda yang melakukan diet ketat, rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E setiap hari bisa menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan pada tubuh, sehingga Anda mudah terinfeksi. Selain itu Ada banyak penelitian yang menyatakan hubungan antara kebiasaan merokok dengan meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker serviks. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001.

Menurut Joakam Dillner, M.D., peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim. “Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang,” ujarnya.

Cara mencegah kanker leher rahim ( kanker serviks )

Pap smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker leher rahim. Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka). Menggunakan asam asetat cuka adalah yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII) ( Gracia, 2006 ).

Selain itu Pengobatan kanker leher rahim untuk saat ini  sudah ditemukan vaksinasi untuk mencegah kanker leher rahim ini, bahkan vaksinasi ini dapat diberikan pada remaja putri mulai usia 10 tahun. Dengan melakukan vaksinasi ini pencegahan dapat dilakukan, dan bagi wanita yang aktif atau sudah berhubungan seksual harus rutin melakukan pap smear atau inspeksi visual. Sepeti pada kejadian penyakit yang lain , jika perubahan awal dapat dideteksi seawal mungkin, tindakan pengobatan dapat diberikan sedini mungkin. Jika perubahan awal telah diketahui pengobatan yang umum diberikan adalah dengan pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser, cone biopsy, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan. Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker, dan kanker leher rahim telah dapat di identifikasi maka untuk penyembuhan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu operasi atau dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya dan bisa juga dengan radioteraphy yaitu dengan menggunakan sinar-X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun exsternal (Anonymous, 2005).

Sargassum sp ( Alga Coklat )

          

Sargassum sp (alga coklat) hidup di pantai, warna coklat karena adanya pigmen fikosantin (coklat), klorofil a, klorofil b dan xantofil. Tubuh berbentuk seperti benang atau lembaran yang dapat mencapai puluhan meter. Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, c sedangkan generatif dengan isogami dan oogami.
Contoh :
– Laminaria
– Fucus
– Turbinaria
– Sargasum
Peranan ganggang coklat :
– Penghasil asam alginat, sebagai bahan campuran es krim, cat, obat-obatan, lateks sintetis
– Sumber I2 (iodium) dan K (kalium)
– Sebagai makanan ternak

Berwarna coklat / pirang, sebagai hasil asimilasi dan sebagai zat makanan. Tidak ditemukan zat tepung, hidup di air tawar, dilaut dan didaerah iklim sedang dan dingin, hidupnya melekat pada batu-batu, kayu dan ada yang hidup sebagai endofit.
Menurut Abbot (1978) klasifikasi dari alga coklat ini sebagai berikut :
Divisio     : Phaeophyta
Classsis     : Phaeophyceae
Ordo        : Fucales
Familia    : Sargassaceae
Genus      : Sargassum
Species    : Sargassum sp

Sargassum sp adalah salah satu jenis tumbuhan alga yang termasuk dalam divisi Phaeophyta. Sargassum sp sebagai bahan baku dasar alginate memiliki potensi dan pemanfaatan yang banyak belum terjamah, selama ini alginat masih diperoleh dengan cara impor. Indonesia cukup potensial sebagai penghasil rumput laut seperti agar-agar, algin dan carrageenan. Untuk mencukupi kebutuhan di dalam negeri Indonesia masih mengimpor agar, algin dan carrageenan dalam jumlah cukup besar. Pada tahun 1981-1984 Indonesia mengimpor agar senilai US $ 410.958 per tahun dan algin US $ 5.050426 per tahun belum termasuk carrageenan. Total agar dan algin rata-rata US $ 5.461.385 per tahun. Nilai agar dan algin tersebut hamper 30 kali nilai ekspor rumput laut pada periode yang sama. Di perairan Indonesia diperkirakan terdapat lebih dari 15 jenis algae Sargassum sp dan yang telah dikenal mencapai 12 jenis. Sedangkan di perairan Indo-Pasifik tercatat 58 jenis. Habitat algae Sargassum sp tumbuh di perairan berarus yang jernih pada kedalaman 0,5-10 m, mempunyai substrat dasar batu karang, karang mati, batuan vulkanik dan benda-benda yang bersifat massive di dasar perairan (Anonymous, 2008).

Sistem reproduksi dari Sargassum sp adalah reproduksi vegetative dilakukan melalui fragmentasi. Cara ini banyak dilakukan untuk usaha budidaya. Reproduksi generative yaitu perkembangan individu melalui organ jantan (antheridia) dan organ betina (oogenia). Di dalam Sargassum sp terdapat banyak kandungannya antara lain kandungan bahan kimia utama yakni alginate dan mengandung protein, vitamin C, tannin, iodine, anti bacteria dan tumor (Trono & Ganzo, 1988). Asam alginate tersusun dari asam D-Manuronik dan asam L-Guluronik. Duarte et al (2001) melaporkan bahwa Sargassum sp mampu mensintesis 2 jenis fucoida yang berbeda strukturnya yaitu fucoida dengan presentasi GlcA yang lebih tinggi dan sulfat yang lebih rendah dan fucoida dengan GlcA dan sulfat dalam jumlah besar yang terkonsentrasi pada residu fucoida dengan fucosa dan galaktosa sebagai komponen mayor (Subagya, Hari. 1987)

Fucoida terbukti mampu menghambat pertumbuhan sel kanker karena mampu mentriger proses apoptosis. Apoptosis merupakan mekanisme biologi yang merupakan salah satu jenis kematian sel terpogram. Apoptosis digunakan oleh organism multisel untuk membuang sel yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh. Suatu saat sel kehilangan kemampuan apoptosis (misalnya karena mutasi), atau bila inisiatif untuk melakukan apoptosis dihamba (oleh virus), sel yang rusak dapat terus membelah tanpa terbatas, yang akhirnya menjadi kanker, fungi fucoida ini yaitu menghambat tumbuhnya kanker. Peranan dari fucoida adalah menghambat perkembangan efek sitopati (CPE) dan melindungi struktur sel dari infeksi yang disebabkan oleh virus, kemampuan menghambat aktivitas replikasi pada beberapa virus yang beramplop seperti HIV (Human Immunodeficiency) dan CMV (Human cytomegalovirus) menghambat penyerapan virus sehingga menghambat induksi formasi sinsitium, mampu mengaglutinasi virion, mampu menginduksi apoptosis, menghambat pengeluaran cairan putih (keputihan) dan menghilangkan bau tidak sedap pada leher rahim (Anonymous, 2005).

Aneka Macam Olahan Makanan Bahan Sargassum sp

Rumput laut sargassum telah lama dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat. Sebagai sumber gisi, rumput laut  memiliki kandungan karbohidrat (gula atau vegetable-gum), protein, sedikit lemak, dan abu yang sebagian besar merupakan senyawa garam natrium dan kalium. Selain itu, rumput laut juga mengandung vitamin-vitamin, seperti A,B1,B2,B6,B12, dan C; betakaroten; serta mineral, seprti kalium, kalsium, fosfor, natrium, zat besi, dan yodium. Hidrokoloid dari Rumput laut (Karaginan, Agar dan Alginat) sangat diperlukan mengingat fungsinya sebagai gelling agent, stabilizer, emulsifier agent, pensuspesi, pendispersi yang berguna dalam berbagai industri seperti industri makanan, minuman, farmasi dan kosmetik, maupun industri lainnya seperti cat tekstil, film, makanan ternak, keramik, kertas, fotografi dan lain- lain.

Pemanfaatan Senyawa Hidrokoloid dalam Makanan

JENIS HIDROKOLOID 1978 (%) 1993 (%) 1998 (%)
Guar Gum

Xanthan Gum

Arabic Gum

Pektin

Gelatin

Locust Bean Gum

Carboxy Methyl Cellulose (CMC)

6

11

5

15

16

6

13

5

7

6

14

14

6

8

6

5

6

12

11

7

5

Karaginan

Agar

Alginat

13

9

6

18

12

10

21

15

12

Sumber: Whistler dan BeMiller (1973).

Bakso Alga Coklat ( Sargassum sp )

BAHAN / BUMBU :

a. Daging sapi cincang (porsi kira2 sendiri).
b. Udang cincang (secukupnya).
c. Soun secukupnya, rendam air panas sampai empuk lalu potong-potong.
d. Alga coklat rendam air panas.
e. Kacang walnuss dicacah kasar (potong dadu kecil).
f. Seruas jahe cincang halus.
g. 2 butir putih telur.
h. 1 sdt garam
i. 1/2 sdt merica
j. 2 sdm tepung maisena atau tapioka.

CARA MEMBUAT :

1. Campur daging sapi, udang, putih telur, tepung maizena garam dan merica, uleni, tekan-tekan, hingga semua bahan tercampur rata dan licin.
2. Kemudian campurkan soun, aduk rata.
3. Buat bulatan baso dengan 2 sendok atau tangan.
4. Rebus air dalam panci hingga hangat (jangan sampai mendidih bergolak-golak, karena baso bisa pecah bila mendadak dimasukkan kedalam air mendidih), panasnya sedang-sedang saja, cemplungkan bulatan baso satu persatu.
5. Kalau baso sudah mengapung, angkat, tiriskan.
6. Diamkan hingga dingin, kemudian masukkan kedalam plastik kedap udara, simpan di freezer.
7. Kalau mau dimakan, baso dari freezer, di rebus kembali sebentar.

 ES CENDOL ALGA COKLAT ( Sargassum sp )

Bahan-bahan:

  1. 125 gram tepung sagu aren
  2. 4 sendok makan tepung beras
  3. 400 gram air
  4. 100 ml air daun suji (dari 30 lembar daun suji, blender bersama 150 ml air, saring)
  5. 3 tetes pewarna hijau

Bahan Pelengkap:

  1. 100 gram alga coklat siap beli
  2. 100 gram kolang-kaling warna merah siap beli
  3. 100 ml sirup gula
  4. 100 ml sirup cocopandan
  5. Es batu secukupnya

Cara Membuat Resep Masakan Es Cendol Rumput Laut:

  1. Aduk rata bahan cendol, masak sambil diaduk hingga meletup-letup. Angkat, panas-panas tuang ke cetakan cendol, tekan-tekan cetakan cendol. Tampung cendol yang keluar ke dalam baskom berisi air dingin.
  2. Siapkan gelas saji, susun cendol, alga coklat, kolang-kaling.
  3. Tambahkan sirup gula, sirup cocopandan, es batu.
  4. Siap untuk disajikan

Hasil: 5 Porsi

Sup Alga Coklat ( sargassum sp )

Bahan :

  1. 12 butir telur puyuh
  2. 100 gram alga coklat, potong-potong
  3. 700 cc air
  4. 1 sendok teh garam
  5. ½ sendok teh lada bubuk
  6. ½ sendok teh penyedap rasa, jika suka
  7. ½ sendok teh kaldu ayam bubuk
  8. 5 buah cabai rawit merah, haluskan
  9. 5 siung bawang putih, haluskan
  10. 1 sendok makan ebi
  11. Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat Masakan Sup alga coklat:

  1. Tumis bumbu halus, ebi hingga harum. Masukkan air, garam, kaldu, penyedap rasa, lada. Masak hingga mendidih.
  2. Tambahkan sayur alga coklat dan pecahkan telur puyuh satu persatu. Masak hingga matang, angkat.
  3. Hidangkan. Untuk 4 porsi.

 PUDING SEMANGKA ALGA COKLAT (Surgassum sp)

Bahan-bahan:

a.    1 bungkus agar-agar putih / bening

b.    650 ml air

c.    300 gram buah semangka, potong dadu / bulat kecil

d.    100 gram alga coklat, potong-potong

Cara Membuat Resep Masakan Puding Semangka Rumput Laut:

1.    Campur agar-agar, air, gula pasir. Aduk rata, masak hingga mendidih, angkat, aduk-aduk hingga agak dingin.

2.    Masukkan semangka dan alga coklat, tuang ke dalam cetakan mangkuk, biarkan dingin dalam lemari es. Sajikan dingin.

Hasil: 10 porsi

Manisan Alga Coklat (Sargassum sp )


 Berdasarkan kandungan gizinya, rumput laut sangat baik kita konsumsi untuk menjaga kesehatan. Akan tetapi jajanan berbahan baku rumput laut yang dijajakan di pinggir jalan seperti es rumput laut, manisan rumput laut, atau yang lainnya sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi. Bukan karena rumput lautnya, tetapi karena cara pengolahannya yang tidak terjamin sehingga mengandung banyak bakteri. Lebih baik kita menyajikan rumput laut sendiri agar layak konsumsi. Kita dapat membuat manisan dari rumput laut sebagai berikut :

Siapkan bahan-bahannya, yaitu;
– Rumput laut 250 garam
– Air 125 cc
– Gula pasir butiran putih 125 gram
– Citric Acit 1,25 gram
– Pengawet sodium benzoat 0,25 gram
– Pewarna untuk manisan dan Essens secukupnya.

Cara pembuatannya:
1. Alga coklat dicuci bersih, rendam selama 2 -3 hari. Dan setiap 12 jam air rendamannya diganti secara berulang-ulang selama masa perendaman.
2. Angkat, cuci bersih lalu tiriskan.
3. Potong alga coklat dengan ukuran panjang 3 – 5 cm.
4. Panaskan air 125 cc dan gula pasir sambil diaduk-aduk sampai larut dan mendidih. Kemudian tambahkan pengawet 0,25 gram dan pewarna secukupnya.
5. Lalu masukan Citric Acit (untuk memberi rasa asam agar manisan lebih segar) dan Essens (untuk memberi aroma dan rasa pada manisan)
5. Diamkan selama semalam sampai larutan gula meresap kedalam alga coklat.
6. Kemas alga coklat dalam wadah tertutup, lalu simpan dalam lemari pendingin aga lebih segar.

KESIMPULAN

            Alga coklat ( Sargassum sp ) merupakan jenis alga yang sangat mengandung banyak manfaat. Salah satu kandungannya yaitu zat fucoida yang dapat menghambat perkembangan sel kanker leher rahim ( kanker servik ), tetapi masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui manfaat dari alga coklat ini. Dengan adanya alternatife Sargassum sp ini dapat meringankan biaya penderita penyakit kanker leher rahim, karena  kita tahu selama ini pengobatan medis sangat mahal dan banyak penderita dari kalangan ekonomi rendah tidak melakukan pengobatan dengan baik. Dan ini juga dapat meningkatkan kualitas dari Sargassum sp ini sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

A.H.S. Thomas. 1989. Tumbuhan tingkat rendah. Penerbit Kanisius.

Almatsier, 2001. Kanker serviks. Media komputindo: Jakarta

Gracia, 2006. Servix . yayasan bina pustaka sarwono prawirogardjanto: Jakarta

Kompas, 29 November 2007. Angka Kematian kanker servix, halaman 2.

Subagya, Hari. 1987. Budidaya alga sargassum sp. Ganox: Jakarta

Anonymous. 2005. Penanggulangan kanker servik. www.kesrepo.info diakses 10/6/2011

Anonymous. 2006. Kanker leher. www.medicastor.com diakses 10/6/2011

Anonymous. 2008. Alga Sargassum sp dan pemanfaatannya. http://id.shyoong.com/writing-and speaking.

Anonymous.2009. Sargassum. http://fitrahajar.wordpress.com/2007/11/22

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 61 other followers

%d bloggers like this: