MENU OLAHAN BUNGA ROSELLA SEBAGAI DIET TERAPI PENYAKIT HIPERTENSI

Pendahuluan

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi. Faktor penyebabnya adalah obesitas, makanan yang kita konsumsi atau pola makan yang tidak seimbang.

Tekanan darah yang selalu tinggi adalah salah satu faktor risiko untuk stroke, serangan jantung, gagal jantung dan aneurisma arterial, dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis

Penyakit hipertensi termasuk penyakit kronik akibat gangguan sistem sirkulasi darah yang menjadi masalah besar bagi kesehatan masyarakat. Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1995 menyebutkan bahwa penyakit sirkulasi ini pada kelompok umur 45-60 tahun mencapai 20,9%, sedang pada umur diatas 60 tahun angka ini mencapai 29,5%. Demikian juga pada tahun 1995 penyakit sirkulasi menduduki urutan pertama penyebab kematian pada lansia, yakni sebesar 18,9% . Setelah umur 69 tahun, prevalensi hipertensi meningkat sampai 50% .

Penyakit ini telah menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia maupun di beberapa negara yang ada di dunia. Diperkirakan sekitar 80 % kenaikan kasus hipertensi terutama di negara berkembang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000, di perkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025. Prediksi ini didasarkan pada angka penderita hipertensi saat ini dan pertambahan penduduk saat ini.

Rosella (Hibiscuss sabdarifa Linn) adalah nama tanaman dari keluarga sejenis kembang sepatu. Konon tanaman ini berasal dari Afrika dan Timur Tengah. Tanaman perdu ini bisa mencapai3-5 meter tingginya. Saat ini manfaat teh bunga rosella sudah banyak dikenal oleh masyarakat dunia. Terutama karena banyaknya para peneliti dari berbagai negara yang sudah mempublikasikan hasil penelitian mereka tentang khasiat bunga rosella bagi kesehatan tubuh manusia.

Dari hasil-hasil penelitian tersebut mereka menyarankan untuk mengkonsumsi bunga rosella secara teratur guna memperoleh manfaatnya secara maksimal. Nilai gizi dan kandungan anti oksidan yang tinggi di dalam bunga rosella sangat baik bagi kesehatan. Anti oksidan dapat menghambat terjadinya radikal bebas atau kerusakan sel pada tubuh manusia. Dengan kata lain, meminum teh rosella secara teratur akan sangat membantu kita dalam melawan berbagai macam penyakit .

Definisi Hipertensi dan Faktor Penyebabnya

Hipertensi adalah penyakit lazim yang didefinisikan secara singkat sebagai peningkatan tekanan darah arteri yang terus menerus (DiPiro dkk, 2005). Secara teoritis, hipertensi didefinisikan sebagai suatu tingkat tekanan darah tertentu, yaitu di atas tingkat tekanan darah tersebut dengan memberikan pengobatan akan menghasilkan lebih banyak manfaat dibandingkan dengan tidak memberikan pengobatan. Peningkatan tekanan darah akan menaikkan mortalitas dan morbiditas .

Mekanisme hipertensi pada lanjut usia belum sepenuhnya diketahui. Hal yang penting mungkin karena menurunnya elastisitas (kaku) pembuluh darah arteri, disamping faktor lainnya seperti penurunan sensitivitas baroreseptor maupun adanya retensi natrium. Penyakit penyerta hipertensi yang perlu pengobatan tersendiri dan dapat terjadi bersamaan dengan hipertensi adalah kencing manis, resistensi insulin, hiperfungsi kelenjar thyroid (hyperthyroid), rematik, gout, dan hyperlipidemia (kadar lemak darah tinggi), dan lain- lain.

Berbagai macam faktor penyebab dan faktor resiko yang dapat dihindarkan, karena dapat memperberat keadaan hipertensi, antara lain makanan yang mengandung lemak dan kolesterol tinggi, makanan dengan kadar garam tinggi, daging kambing, buah durian, minuman alkohol yang berlebihan, makanan dan minuman yang mengandung bahan pengawet, rokok, kopi, kegemukan (obesitas), kurang olahraga, usia dan stres .

Klasifikasi Penyakit Hipertensi

            Hipertensi dapat di klasifikasikan berdasarkan tigginyatekanan darah (TD) dan berdasarkan etiologinya. Berdasarkan tingginya TD, seseorang dikatakan hipertensi bila TD-nya > 140/90 mmHg. Untuk pembagian yang lebih rinci, The Join National Committeeon prevention, detection, evaluation and treatment of high blood pleasure (JNC) , membut klasifikasi yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Pada JNC V (1992) hipertensi dibagi dalam 4 tingkat: ringan, sedang, berat dan sangat berat, sedangkan pada JNC VI (1997 ) hipertensi dibagi menjadi tingkat 1, tingkat 2, dan tingkat 3 ditambah satu kelompok hipertensi sistolik terisolasi, lalu klasifikasi terbaru JNC VII (2003) hanya membagi hipertensi menjadi tingkat 1 dan tingkat 2 dan menghilangkan kelompok hipertensi sistolik terisolasi.

Dibawah ini merupakan tabel tentang klasifikasi tekanan darah menuut JNC: KLASIFIKASI TEKANAN DARAH UTUK USIA

18 TAHUN ATAU LEBIH BERDASARKAN JNC VI, 1997

Klasifikasi Sistol

(mmHg)

Distol

(mmHg)

  Optimal < 120 < 80
  Normal < 130 <85
  Normal Tinggi 130-139 85-89
  Hipertensi
    Tingkat 1 140-159 90-99
    Tingkat 2 160-179 100-109
    Tingkat 3 > 180          > 110
  HT sistolik terisolasi   >140          < 90
  • Tabel 2

KLASIFIKASI TEKANAN DARAH UTUK USIA

18 TAHUN ATAU LEBIH BERDASARKAN JNC VII, 2003

 

Klasifikasi Sistol

(mmHg)

Distol

(mmHg)

  Normal < 120 < 80
  Prehipertensi 120-139 80-89
  Hipertensi
    Tingkat 1 140-159 90-99
    Tingkat 2  > 160  > 100

            Berdasarkan etiologinya hipertensi dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Hipertensi Esensial

Hipertensi esensial atau hipertensi primer atau idiopatik adalahhiperensi tanpa kelainan dasar patologi yang jelas. Lebih dari 90% kasus merupakan hipertensi esensial. Penyebab multifaktorial meliputi faktor genetik dan lingkungan. Faktor genetik mempengaruhi kepekaan terhadap natium, kepekaan terhadap stress, reaktivitas pembuluh darah terhadap vasokonstriktor, resistensi insulin dan lain-lain. Sedangkan yang termasuk faktor lingkungan antara lain diet, kebiasaan merokok, stress emosi, obesitas dan lain-lain .

Hipertensi Sekunder

Meliputi 5-10% termasuk kasus hipertensi sekunder. Termasuk dalam kelompok ini antara lain hipertensi akibat penyakit ginjal ( hipertensi renal), hipertensi endokrin, kelainan saraf pusat, obat-obatan dan lain-lain. Hipertensi renal dapat berupa hipertensi renovaskular, misalnya pada stenosis arteri renalis, vaskulitis  intrarenal, dan hipertensi akibat lesi parenkim ginjal seperti pada glomerulonefritis, peilonefritris, penyakit ginjal polikistik, nefropati diabetik dan lain-lain. Hipertensi endokrin antara lain akibat kelainan korteks adrenal ( hiper aldosateronisme primer, sidrom Cushing), tumor medulla adrenal (feokromositoma), hipertiriodisme, hiperparatiriodisme, dan lain-lain. Penyakit lain yang dapat menimbulkan hipertensi antara lain koarktasio aorta, kelainan neurologik (tumor otak, ensefalitis), stress akut, polisiternia dan lain-lain.

Komplikasi Penyakit Hipertensi

Dalam perjalannya penyakit ini termasuk penyakit kronis yang dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi antara lain :

1.Penyakit jantung Hipertensi

            Peningkatan tekanan darah secara sistematik meningkatkan resistensi terhadap pemompaan darah dari vertikel kiri, sehingga beban jantung bertambah. Sebagai akibatnya terjadi hipertrofi ventrikel kiri untuk meningkatkan kontraksi. Hipertrofi ini ditandai dengan ketebalan dinding yang bertambah, fungsi ruang yang memburuk dan dilatasi ruang jantung. Akan tetapi kemampuan ventrikel untuk mempertahankan curah jantung dengan hipertrofi konpensasi akhirnya dilampaui dan terjadi dilatasi dan payah jantung.  Jantung semakin terancam seiring parahya aterosklerosis koroner.

2.Penyakit Arteri koronaria

            Hipertensi umumnya diakui sebagai faktor penyebab utama penyakit Arteri Koronaria. Plaque atau penggumpalan terbentuk pada percabangan arteri yang ke arah arteri koronaria kiri serta kanan dan agak jarang pada arteri sirromflex. Aliran darah ke distal dapat mengalami obstruksi secara permanen maupun sementara yang disebabkan oleh akumulasi plaque. Sirkulasi kolateral berkembang disekitar obstruksi arteromasus yang menghambat pertukaran gas dan nutrisi ke miokardium. Kegagalan sirkulasi kolateral untuk menyediakan suplai oksigen yang adekuat ke sel yang berakibat terjadinya penyakit arteri koronaria.

3.Aorta Disekans

            Pembuluh darah terdiri dari beberapa lapisan, tetapi ada yang terpisah sehingga memungkinkan darah masuk. Pelebaran pembuluh darah bisa timbul karena dinding pembuluh darah aorta terpisah atau disebut aorta disekans. Kejadian ini dapat menimbulkan penyakit aneurisma dimana gejalanya adalah sakit kepala hebat, sakit di perut sampai ke pinggang belakang dan ginjal. Aneurisme pada perut dan dada penyebab utamanya pengerasan dinding pembuluh darah karena proses penuaan (aterosklerosis) dan tekanan darah timggi memicu timbulnya aneurisme.

 4.Gagal Ginjal

            Gagal ginjal merupakan suatu keadaan klinis kerusakan ginjal yang progresif dan irreversible dari berbagai penyebab, slah satunya bagian yang menuju ke kardiovaskular. Mekanisme terjadinya hipertensi pada gagal ginjal kronik oleh karena penimbunan garam dan air atau sistem renin angiostensin aldesteron (RAA).

5.Stroke

            Stroke umumnya disebabkan oleh suatu hemmorrhage (kebocoran darah atau leaking blood) atau suatu gumpalan darah (thrombosis) dari pembuluh-pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak. Gejala-gejala dan tanda-tanda (penemun-penemuan pada pemeriksaan fisik) pasien dievaluasi untuk menilai kersakan syaraf. Sebuah stroke dapat menyebabkan kelemahan, kesemutan/rasa geli, atau kelumpuhan dari tangan-tangan atau kaki-kaki dan kesulitan bicara dan penglihatan.

Klasifikasi Bunga Rosella

 Kingdom         : Plantae

 Kelas               : Magnoliopsida

 Ordo                : Malvales

 Famili              : Malvaceae

Genus              : Hibiscus

Spesies            : Hibiscus sabdariffa L.

 Pohon Roselle tumbuh dari biji/benih dengan ketinggian yang bisa mencapai 3 – 5 meter serta mengeluarkan bunga hampir sepanjang tahun. Bunga Roselle berwarna cerah, Kelopak bunga atau kaliksnya berwarna merah gelap dan lebih tebal jika dibandingkan dengan bunga raya/sepatu. Bagian bunga Roselle yang bisa diproses menjadi makanan ialah kelopak bunganya (kaliks) yang mempunyai rasa yang amat masam. Kelopak bunga ini bisa diproses menjadi pelbagai jenis makanan seperti minuman, jelly, saos, serbuk (teh ) atau manisan Roselle. Daun muda Roselle bisa juga dimakan sebagai ulam atau salad. Sementara itu di Afrika, biji Roselle dimakan karena dipercaya mengandung minyak tertentu. Di Sudan, Roselle diproses menjadi minuman tradisional yang dinamakan Karkadeh dan merupakan minuman kebangsaan orang Sudan).

Tumbuhan herbal ini ternyata mampu berfungsi sebagai bahan antiseptik, penambah syahwat, agen astringen. Tanaman ini juga banyak digunakan dalam pengobatan tradisional seperti batuk, lesu, demam, tekanan perasaan, gusi berdarah (skurvi) dan mencegah penyakit hati. Bunga Roselle banyak digunakan untuk pembuatan jus, saos, sirup dan juga sebagai bahan pewarna pada makanan. Ekstrak dari pada kuncup bunganya ternyata mampu berfungsi sebagai antispasmodik (penahan kekejangan), antihelmintik (anti cacing) dan antibakteria. Selain itu rosella ternyata mampu menurunkan kadar penyerapan alkohol. Daun tumbuhan herbal ini juga bisa digunakan untuk merawat luka, penyakit kulit dan gigitan serangga. Bahan penting yang terkandung dalam kelopak bunga Roselle : Gossy peptin anthocyanin dan glucoside hibiscin yang mempunyai efek diuretic dan choleretic, memperlancar peredaran darah, mencegah tekanan darah tinggi, meningkatkan kinerja usus serta berfungsi sebagai tonik (obat kuat). Kandungan Kelopak segar Dalam 100 g :

Air                         9.2 g

Protein                1.145 g

Lemak                  2.61 g

Serat                   12.0 g

Abu                     6.90 g

Kalsium            1,263 mg

Fosforus           273.2 mg

Zat Besi              8.98 mg

Karotena           0.029 mg

Thiamine           0.117 mg

Riboflavin         0.277 mg

Niacin               3.765 mg

Asid Askorbik        6.7 mg

Sumber: Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Propinsi Jawa Barat

Dari penelitian oleh Pusat Penelitian Biomedis di Meksiko, pada Juli 2004, bunga rosella mampu menurunkan tekanan darah sistolik dari 139.05 menjadi 123.73mm Hg. Sedangkan tekanan darah diastolic turun dari 90.81menjadi 79.52 mm Hg.. Dalam eksperimen ditemukan juga bahwa ekstrak kelopak bunga Roselle mengurangi efek alcohol pada tubuh kita, mencegah pembentukan batu ginjal, dan memperlambat pertumbuhan jamur/bakteri/parasit penyebab demam tinggi.

Kelopak bunga Roselle juga diketahui membantu melancarkan peredaran darah dengan mengurangi derajat kekentalan darah. Ini terjadi karena asam organic, poly-sakarida dan flavonoid yang terkandung dalam ekstrak kelopak bunga Roselle sebagai Farmakologi. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah kelopak bunga Roselle mengandung vitamin C dalam kadar tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia terhadap serangan penyakit.

Uji farmakologi khasiat Rosella telah diakui di India, Afrika & Meksiko Uji Farmaloginya Senegal, mereka merekomendasikan bubuk atau Teh Rosella / Calyx Rosella bermanfaat menurunkan tekanan darah. Mekanisme kerjanya (senyawa aktifnya membantu melancarkan peredaran darah dengan mengurangi derajat fiskositas (kekentalan) darah, dengan begitu kerja jantung memompa darahpun semakin ringan dan otomatis tekanan (darah) rendah. Semua itu tak lepas dari peran asam organic polisakarida dan flafonoid yang terkandung di dalamnya.

Penelitian yang dilakukan oleh Didah tahun 2005 menunjukkan bahwa kandungan antioksidan yang dimiliki oleh kelopak rosella terdiri atas senyawa gossipetin, antosianin, dan glukosida hibiscin yang mempunyai efek diuretik, memperlancar peredaran darah, mencegah tekanan darah tinggi, meningkatkan kinerja usus serta berfungsi sebagai tonik (obat kuat). Antosianin merupakan pigmen alami yang memberi warna merah pada seduhan kelopak bunga rosella dan bersifat antioksidan.

 Williams telah melakukan studi terhadap 70 orang dengan tingkat penyakit hipertensi ringan hingga sedang (140/90 mmHg – 179/109 mmHg) yang berada dalam kondisi sehat dan tidak melakukan pengobatan sejak sebulan sebelum penelitian diujikan. Secara acak, sebagian orang diminta untuk mengonsumsi teh rosella sebanyak satu setengah liter sebelum sarapan setiap hari. Sebagian lagi mengonsumsi 25 mg obat antihipertensi. Setelah empat minggu, ternyata tekanan darah diastolik berkurang hingga sepuluh angka untuk 79 % orang yang mengonsumsi teh rosella dan 84% pada orang yang mengonsumsi obat antihipertensi. Belum pernah dilaporkan efek samping yang serius akibat konsumsi kelopak bunga rosella selain jantung berdebar.

 Bunga rosella terbukti secara klinis mampu mengurangi jumlah plak yang menempel pada dinding pembuluh darah. Tidak hanya itu, rosela juga memiliki potensi untuk mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dan lemak dalam tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa rosela juga bermanfaat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi (tekanan darah tinggi), membantu program diet bagi penderita kegemukan (obesitas), melancarkan peredaran darah, menurunkan demam umum, melancarkan dahak bagi batuk berdahak, dan dapat dimanfaatkan untuk melancarkan buang air besar.

 Pemberian 10 gram kelopak bunga rosella yang di seduh dengan 0.52 liter air hangat. Dimana seduhan ini mengandung 9,6 miligram anthocyanin. Pemberian seduhan bunga rosella ini dilakukan setiap hari selama 4 minggu. Mampu menurunkan tekanan darah yang hampir sama dengan pemberian captopril 50 mg/hari. Terdapat penurunan tekanan darah sistolik sebesar 11.2 % dan tekanan diastolic sebesar 10.7%. Setelah diberi terapi seduhan bunga rosella selama 12 hari pada 31 penderita hipertensi sedang.

Menu Olahan Bunga Rosella

1.Es Kelapa Rosella

Bahan

1 buah kelapa muda
1 kaleng nata de coco

50 gr rosella kering

 ½ kg gula pasir
1000 ml air

Cara Membuat Sirup

  1. Didihkan 1000 ml air, masukkan 50 gr Rosella kering.
  2. Matikan api dan tutup panci sampai +/- 30 menit.
  3. Setelah seluruh rosella tenggelam, angkat seluruh rosella tersebut sampai tersisa airnya saja dalam panci tersebut kemudian masak kembali air teh rosella bersama ½ kg gula pasir.

 

Penyajian

  1. Masukkan 5 atau lebih nata de coco pada gelas saji, serut daging kelapa muda.
  2. Tuangkan dengan air kelapa dan sirup rosella.
  3. Siap dihidangkan dengan tambahan es batu.

2. Rosella Fruittea

 

Bahan:

20 kuntum bunga rosella, seduh

200 gram strawberry segar

2 buah jeruk lemon

1250 cc air

1 kaleng lengkeng, tiriskan

250 cc sirup

Es batu secukupnya

 Cara Membuat Resep Minuman Rosella Fruit Tea:

  1. Masak air hingga mendidih, masukkan bunga rosella, rebus hingga berwarna merah. angkat, saring
  2. Belah strawberry menjadi 4 bagian, sisihkan. Belah jeruk lemon 2 bagian, iris tipis melintang.
  3. Masukkan bunga rosella ke gelas. Tuang sirup, gula batu, aduk rata
  4. Beri strawberry, jeruk lemon, lengkeng. Aduk-aduk
  5. Hidangkan dengan es batu

3.Agar-agar Rosella

Bahan:

20 kuntum bunga rosella,

1 sachet agar-agar putih

3  gelas belimbing air

Gula secukupnya

 Cara Membuat Resep Agar-agar Rosella

1.Masak air hingga mendidih, masukkan bunga rosella, rebus hingga berwarna merah. angkat, saring

2. Masukkan agar-agar sachet putih kedalam air saringan bunga rosella dan didihkan lagi

3.Masukkan gula secukupnya sesuai selera, aduk hingga merata

4.Matikan api dan dinginkan selama 15 menit

5. Tuang agar-agar rosella ke dalam cetakan agar-agar sesuai selera, dinginkan atau taruh di lemari es

6. Agar-agar siap dihidangkan

4.      Jus Rosella

BAHAN :

1 sdm bunga rosella kering

1 sdm gula buah

Es serut secukupnya

Air panas secukupnya

1 buah strawberry untuk hiasan

 CARA MEMBUAT :

1. Rendam bunga rosella kering dalam air panas, selama +/- 10 menit, lalu saring dan dinginkan.

2. Siapkan blender, masukkan es serut, 150 ml air bunga rosella dan gula buah, lalu blender hingga tercampur rata dan lembut.

3. Siapkan gelas saji, tuangkan jus ke dalamnya.

4. Sajikan dalam kondisi dingin dan beri hiasan buah strawberry.

Untuk 1 porsi

5.      Rosella Ice Cream

 Bahan

500 ml santan dari 1 butir kelapa

100 gram gula pasir

150 gram ROSELLA segar, blender

50 gram tepung sagu

1/4 sdt garam

1 lembar daun pandan, sobek-sobek

Cetakan es loli atau cup-cup kecil

Cara Membuat

1. Campur santan dengan gula pasir, ROSELLA, tepung sagu, dan garam, aduk rata.

2. Tambahkan daun pandan, setelah mendidih, angkat, dinginkan.

3. Tuangkan kedalam cetakan es loli atau dalam cup kecil dan simpan dalam freezer sedikitnya 3 jam hingga beku.

4. Sajikan setelah beku dan mengeras.

Untuk: 6 buah

Kesimpulan

 Hipertensi adalah penyakit lazim yang didefinisikan secara singkat sebagai peningkatan tekanan darah arteri yang terus menerus.  Secara teoritis, hipertensi didefinisikan sebagai suatu tingkat tekanan darah tertentu, yaitu di atas tingkat tekanan darah tersebut dengan memberikan pengobatan akan menghasilkan lebih banyak manfaat dibandingkan dengan tidak memberikan pengobatan. Peningkatan tekanan darah akan menaikkan mortalitas dan morbiditas .

Bahan penting yang terkandung dalam kelopak bunga Roselle : Gossy peptin anthocyanin dan glucoside hibiscin yang mempunyai efek diuretic dan choleretic, memperlancar peredaran darah, mencegah tekanan darah tinggi, meningkatkan kinerja usus serta berfungsi sebagai tonik (obat kuat)

Uji farmakologi khasiat Rosella telah diakui di India, Afrika & Meksiko Uji Farmaloginya Senegal, mereka merekomendasikan bubuk atau Teh Rosella / Calyx Rosella bermanfaat menurunkan tekanan darah. Mekanisme kerjanya (senyawa aktifnya membantu melancarkan peredaran darah dengan mengurangi derajat fiskositas (kekentalan) darah, dengan begitu kerja jantung memompa darahpun semakin ringan dan otomatis tekanan (darah) rendah. Semua itu tak lepas dari peran asam organic polisakarida dan flafonoid yang terkandung di dalamnya.

Bunga rosella dapat digunakan sebagai bahan pembuatan teh, sirup, selai, manisan dan banyak sekali produk olahan bunga rosella. Untuk menambah variasi bahan olahan bunga rosella dapat dibuat makanan olahan bunga rosella seperi jelly food rosella, minuman seperti jus rosella dan fruittea rosella.

Daftar Pustaka

 Gunawan, dr Lany.2002. Hipertensi Tekanan Darah Tinggi. Kanisius:Yogyakarta

Pinzon,dr Rizaldi dkk.2010. Awas Stroke. CV Andi Offset:Yogyakarta

Tim Dokter Ui.2009. Farmakologi. UI Press:Jakarta

Wijayakusuma, Prof.H.M Hembing. Ramuan Herbal Penurun Kolesterol.Pustaka Bunda:Jakarta

http://www.scribd.com/doc/39496290/Kandungan- Rosellae.

http://www.asihmtq.blogspot.com/2007/12/bunga-rosella.html

http://www.resepmasakanmu.com/resep-minuman-rosella-fruit-tea.htm

http://momheritage.blogspot.com/2008/06/rosella-juice-ice-cream.html

http://resepherbal.e-salim.com/2009/02/es-kelapa-sirup-rosella/

http://www.pharosindonesia.com/news-a-media/beritakesehatan/328-hipertensi.html

http://www.blogsehat.com/2010/1/20/penyakit-komplikasi-hipertensi/

About these ads

One response to this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 59 other followers

%d bloggers like this: