Pemanfaatan Daun Mimba (Azadirachta indica Juss.)dalam Diet Therapy Diabetes Mellitus

PENDAHULUAN

Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Kadar gula darah sepanjang hari bervariasi, meningkat setelah makan dan kembali normal dalam waktu 2 jam. Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70 – 110 mg/dL darah. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya.

Diabetes mellitus sering disebut dengan the great imitator, yaitu penyakit yang dapat menyerang semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai keluhan. Penyakit ini timbul secara perlahan-lahan, sehingga seseorang tidak menyadari adanya berbagai perubahan dalam dirinya.

Pada umumnya diabetes mellitus tergolong menjadi 2 tipe, yaitu :

  1. Diabetes mellitus tipe I

Sebagian besar sel beta pulau langerhans yang memproduksi insulin dalam pankreas mengalami kerusakan. Akibatnya kadar insulin menjadi kurang aatau tidak ada. Sehingga diabetes tipe ini tergantung sepenuhnya pada insulin. Dan biasanya diabetes mellitus tipe ini ditemukan pada penderita berusia muda/anak-anak.

  1. Diabetes mellitus tipe 2

Sebagian kecil pulau beta langerhans yang memproduksi insulin dalam pankreas mengalami kerusakan. Kelompok ini terdiri dari diabetasi tidak gemuk (non-obese) dan gemuk (obese). Dan diabetes tipe ini masih bisa dibantu dengan menggunakan obat-obatan. sel-sel dalam pankreas dapat membentuk insulin, tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Faktor genetik, pola hidup, dan pola makan memegang peranan penting sebagai penyebab diabetes.

Gejala dan tanda tanda :

  1. Sering buang air kecil dengan volume yang banyak (poliuria).
  2. Selalu merasa haus dan ingin minum terus (polidipsia).
  3. Sering merasa lapar, lemah, serta mudah lelah dan mengantuk.
  4. Gatal-gatal dan mudah timbul borok (luka) yang sulit sembuh.

Penyakit DM dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang dapat membahayakan jiwa penderitanya. Komplikasi tersebut dapat berupa komplikasi akut dan komplikasi kronis. Komplikasi akut terjadi jika kadar glukosa darah seseorang meningkat atau menurun dengan tajam dalam waktu relatif singkat. Kadar glukosa darah bisa menurun drastis jika penderita menjalani diet terlalu ketat. Perubahan yang besar dan mendadak dapat berakibat fatal. Dalam komplikasi akut dikenal beberapa istilah, yaitu :

  1. Hipoglikemia adalah keadaan seseorang dengan keadaan kadar gula darah diatas normal. Gejala hipoglikemia ditandai dengan munculnya rasa lapar, gemetar, mengeluarkan keringat, berdebar-debar, pusing, gelisah, dan penderita bisa menjadi koma.
  2. Ketoasidosis diabetik-koma diabetik yang diartikan sebagai keadaan tubuh yang kekurangan insulin dan bersifat mendadak akibat infeksi, lupa suntik insulin, pola makan yang terlalu bebas atau stress.
  3. Koma hiperosmoler non ketotik yang diakibatkan adanya dehidrasi berat, hipotensi, dan shock. Karena itu, koma hiperosmoler non ketotik diartikan sebagai keadaan tubuh tanpa penimbunan lemak yang menyebabkan penderita  menunjukkan pernapasan yang cepat dan dalam (kusmaul).
  4. Koma lakto asidosis yang diartikan sebagai keadaan tubuh dengan asam laktat yang tidak dapat diubah menjadi bikarbonat. Akibatnya, kadar asam laktat dalam darah meningkat dan seseorang bisa mengalami koma.

Sedangkan pada komplikasi Kronis, dikelompokkan menjadi komplikasi spesifik dan komplikasi tak spesifik. Komplikasi spesifik meliputi :

  1. Retinopati diabetika, gejalanya penglihatan mendadak buram dan berkabut.
  2. Nefropati diabetika, terjadi pembengkakan, hipertensi dan kegagalan fungsi ginjal yang menahun.
  3. Neuropatika diabetika, gejalanya kemampuan untuk merasakan sesuatu menjadi lemah, impotensi, penglihatan kembar, mengeluarkan banyak keringat.
  4. Diabetik foot, tidak berfungsinya kulit, adanya gelembung berisi cairan pada kulit dan mudah terinfeksi.

Sedangkan komplikasi tak spesifik dapat berupa :

  1. Kelainan pembuluh darah
  2. Kekeruhan pada lensa mata
  3. Adanya infeksi sepeti infeksi saluran kencing atau tuberkolusis (TBC) paru.

Kadar gula dalam darah penderita DM dapat dinormalkan dengan berbagai usaha, misalnya menggunakan obat-obatan medis, diet herbal dan olahraga. Pada diet therapy herbal penderita dapat menggunakan daun mimba, bawang putih, lidah buaya, sambiloto, dll.

Mimba (Azadirachta indica Juss.)

a.    Sistematika Mimba

Divisi         : Spermatophyta
Subdivisi   : Angiospermae
Kelas         : Dicotyledonae
Subkelas    : Dialypetaleae
Bangsa      : Rutales
Suku          : Meliaceae
Marga        : Azadirachta
Jenis          : Azadirachta indica Juss. (Tjitrosoepomo, 1996)

 b.   Morfologi Tanaman

Merupakan pohon yang tingi batangnya dapat mencapai 20 m. Kulit tebal, batang agak kasar, daun menyirip genap, dan berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi dan runcing, sedangkan buahnya merupakan buah batu dengan panjang 1 cm. Buah mimba dihasilkan dalam satu sampai dua kali setahun, berbentuk oval, bila masak daging buahnya berwarna kuning, biji ditutupi kulit keras berwarna coklat dan didalamnya melekat kulit buah berwarna putih. Batangnya agak bengkok dan pendek, oleh karena itu kayunya tidak terdapat dalam ukuran besar (Heyne, 1987).

Daun mimba tersusun spiralis, mengumpul di ujung rantai, merupakan daun majemuk menyirip genap. Anak daun berjumlah genap diujung tangkai, dengan jumlah helaian 8-16. tepi daun bergerigi, bergigi, beringgit, helaian daun tipis seperti kulit dan mudah laya. Bangun anak daun memanjang sampai setengah lancet, pangkal anak daun runcing, ujung anak daun runcing dan setengah meruncing, gandul atau sedikit berambut. Panjang anak daun 3-10,5 cm (Backer dan Van der Brink, 1965).

Helaian anak daun berwarna coklat kehijauan, bentuk bundar telur memanjanga tidak setangkup sampai serupa bentuk bulan sabit agak melengkung, panjang helaian daun 5 cm, lebar 3 cm sampai 4 cm. Ujung daun meruncing, pangkal daun miring, tepi daun bergerigi kasar. Tulang daun menyirip, tulang cabang utama umumnya hampir sejajar satu dengan lainnya.

 c.   Kandungan Kimia dan gizi

Daun Mimba rasanya pahit, berkhasiat sebagai penutun panas (antipiretik) dan antirematik. Kandungan kimia daun mimba antara lain azachdirichtin, minyak gliserda, asam asetiloksituranoe, dan senyawa lain untuk mengobati diabetes mellitus, hepatitis, kanker, lever, eksim dan penambah nafsu makan. Daun Mimba juga mengandung bahan aktif flavonoida, triterpenoid, glokosida, dan senyawa antivirus.

 

 

Manfaat mimba bagi penderita Diabetes mellitus

Berdasarkan penelitian, aktivitas hipoglikemik ekstrak daun mimba setingkat dengan glibenklamid. Glibenklamid merupakan bahan aktif yang berfungsi sebagai antidiabetes.
Bahan aktif ini banyak ditemukan dalam obat-obatan penurun kadar gula darah yang beredar di pasaran. Berdasarkan data itu, ekstrak daun mimba bermanfaat untuk mengontrol gula darah dan mencegah atau menunda terjadinya diabetes melitus.
Bagian daunnya juga sering dimanfaatkan sebagai obat alami. Salah satu khasiat daunnya, yaitu sebagai penurun kadar gula darah. Pembuktian hal ini sudah dilakukan pada kelinci yang terserang diabetes dan diberi induksi larutan aloksan. Efek penurunan gula darah terlihat jelas pada kelinci yang terserang diabetes dibandingkan dengan kelinci normal.

Aktivitas penurun gula darah dengan ekstrak daun mimba selama dua minggu, sebelum pemberian aloksan secara bertahap, dapat mencegah kenaikan gula darah.
Hasil penelitian lain menyebutkan, ekstrak daun mimba tidak memengaruhi penggunaan glukosa pada jaringan atau glikogen pada hati. Namun, ekstrak itu dapat meningkatkan penggunaan glukosa pada jaringan dan menghambat pengurangan glikogen yang dirangsang oleh epinefrin.

Resep menu olahan daun mimba untuk diet therapy herbal penderita DM

Pada hakekatnya seorang penderita penyakit menahun seperti diabetes, sedapat mungkin harus dapat mengawasi dan mengatur hidupnya sendiri dan melakukannya sepanjang umur hidupnya. Bilamana ini dilakukan dengan seksama dan cermat, seorang penderita diabetes dapat hidup relatif normal, melakukan pekerjaan sediakala sehari-hari, dan tidak  perlu selalu dirawat dirumah sakit atau menjauhkan diri dari masyarakat sebagai seorang penyandang cacat. Dan Perlu dicamkan bahwa diabetes tidak bisa disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan. Usaha yang dapat dilakukan untuk menormalkan Penderita Diabetes mellitus yaitu salah satunya bisa dengan melakukan diet therapy herbal, dengan memanfaatkan menu olahan masakan dari tanaman yang memiliki manfaat penting bagi penderita diabetes mellitus, yaitu untuk menurunkan atau menormalkan kadar gula darah penderita diabetes mellitus. Salah satunya yaitu dengan menggunakan daun mimba.

Untuk memperoleh hasil yang maksimal,  penderita diabetes mellitus disarankan dalam diet therpy herbal (daun mimba)nya,  mengkonsumsi mimba dua kali sehari. Dan yang harus diperhatikan adalah pengkonsumsian mimba ini haruslah teratur, sehingga hasil yang dicapai tidak mengecewakan. Selain itu pola makan tetap harus dijaga agar khasiat mimba dapat benar – benar terasa.

Berikut adalah beberapa menu olahan daun mimba:

 1.    Teh daun mimba

 

Bahan :

  1. Daun mimba
  2. Air secukupnya

Cara Memasak :

  1. Keringkan daun mimba, namun tidak dibawah paparan sinar matahari secara langsung, hanya diangin-anginkan atau di oven.
  2. Ambil tujuh lembar daun mimba dan tambahkan 400 cc air
  3. Rebus air dan daun mimba hingga air yang tersisa sebanyak 200 cc
  4. Minum 2 kali sehari.

 2.    Rebusan daun mimba

Bahan :

  1. 7 lembar daun mimba
  2. Air 2 gelas

Cara membuat :

  1. Cuci bersih semua bahan
  2. Masukkan air dan daun mimba ke dalam panci perebusan
  3. Rebus hingga air yang tersisa menjadi 1 gelas saja
  4. Saring air rebusan tersebut
  5. Konsumsi sebanyak 2 kali sehari

 3. Sayur bening bayam-mimba

 

Bahan :

  1. 1 ikat bayam
  2. 2 biji jagung manis potong masing-masing menjadi 3 bagian
  3. 1/2 buah tomat iris enam
  4. 5 lembar daun mimba
  5. 2 lembar daun salam

Bumbu :

  1. Bawang putih 2 siung iris kasar
  2. Bawang merah 3 butir iris kasar
  3. Garam secukupnya

Cara membuat

  1. Cuci bersih semua bahan
  2. Didihkan air, masukkan bawang putih, bawang merah, daun salam, tomat dan garam
  3. Masukkan jagung terlebih dahulu kemudian daun mimba dan bayam hingga setengah matang
  4. Tambahkan tomat, aduk sebentar kemudian angkat

 4. Sayur asam campur daun mimba

 

Bahan :

  1. 100 gram buah melinjo
  2. 200 gram nangka muda potong 2×2 cm
  3. 1 buah jagung muda potong 2×2 cm melintang
  4. 50 gram kacang tanah
  5. 10 buah kacang buncis potong 4 cm
  6. 50 gram daun melinjo muda
  7. Daun mimba 4 lembar
  8. 3 buah cabai hijau belah 2
  9. 1 lembar daun salam
  10. Sepotong lengkuas memarkan
  11. 3 buah asam mentah, kupas dan memarkan

Bumbu yang dihaluskan :

  1. 2 buah cabai merah
  2. 2 buah kemiri sangrai/panggang
  3. 1/2 sdt terasi
  4. 5  buah bawang merah
  5. 1 siung bawang putih
  6. 1 1/2 sdt garam
  7. 1/2  sdm gula merah
  8. 1 sdt asam bila perlu

Cara membuat :

  1. Rebus buah melinjo dan kacang tanah masing-masing secara terpisah agar warna sayur asem tidak keruh – tiriskan.
  2. Rebus buah melinjo, nangka muda, jagung, dan kacang tanah sampai matang
  3. Masukkan bumbu yg dihaluskan, salam dan lengkuas.
  4. Masukkan kacang buncis, cabai hijau.
  5. Terakhir, masukkan daun mimba, daun melinjo, asam, garam dan gula. Tambahkan air asam bilamana kurang segar. Masak sampai seluruhnya matang, tetapi tidak terlampau lunak.

KESIMPULAN

  1. Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat.
  2. Diabetes mellitus terbagi dalam 2 tipe, yaitu DM tipe 1 yang bergantung pada insulin karena sel beta pulau langerhans dalam insulin mengalami kerusakan sehingga tidak mampu memproduksi insulin dan DM tipe 2 yang tidak bergantung pada insulin karena sel beta pulau langerhans dalam pankreas hanya mengalami sedikit kerusakan sehingga masih mampu memproduksi insulin akan tetapi tidak memenuhi kebutuhan.
  3. Daun Mimba rasanya pahit, berkhasiat sebagai penutun panas (antipiretik) dan antirematik. Kandungan kimia daun mimba antara lain azachdirichtin, minyak gliserda, asam asetiloksituranoe, dan senyawa lain untuk mengobati diabetes mellitus, hepatitis, kanker, lever, eksim dan penambah nafsu makan. Daun Mimba juga mengandung bahan aktif flavonoida, triterpenoid, glokosida, dan senyawa antivirus.
  4. Berdasarkan penelitian, aktivitas hipoglikemik ekstrak daun mimba setingkat dengan glibenklamid. Glibenklamid merupakan bahan aktif yang berfungsi sebagai antidiabetes.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous.2007.Tanaman anti kanker.http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-anti-kanker/ensiklopedia-4-2/daun-mimba/.Diakses tanggal 12 Juni 2011

Anonymous.2007.Mimba. http://www.smallcrab.com/kesehatan/199-mimba-alat-kb-a-pengendali-gula-darah.Diakses pada tanggal 12 Juni 2011

Anonymous.2008.Resep herbal. http://jamumanjur.com/herbal/kencing-manis-diabetes-mellitus.Diakses pada tanggal 12 Juni 2011

Anonymous.2009.Kandungan bahan aktif mimba. http://justazadirachtaindica.blogspot.com/2009/10/kandungan-bahan-aktif-mimba.html.Diakses pada tanggal 12 juni 2011

Anonymous.2009.Mimba. http://meemhy.wordpress.com/2009/03/02/mimba-azadiractha-indica/.Diakses pada tanggal 12 juni 2011

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 59 other followers

%d bloggers like this: