POTENSI OLAHAN BUAH MENGKUDU (PACE) SEBAGAI BAHAN HAYATI LOKAL DALAM UPAYA PENGOBATAN PENYAKIT KANKER PAYUDARA

Pendahuluan

Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali dan akan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan disekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta saraf tulang belakang (Mangan, 2005). Secara garis besar kanker dibagi menjadi 4 jenis, antaralain: Karsinoma, Sarkoma, Leukimia, dan Limfoma.

Bila pada suatu tempat di badan kita terdapat pertumbuhan sel-sel yang berlebihan, maka akan terjadi suatu benjolan atau tumor. Tumor ini dapat bersifat jinak maupun ganas. Tumor yang ganas inilah yang disebut dengan kanker. Tumor ganas mempunyai sifat yang khas, yaitu dapat menyebar luas ke bagian lain di seluruh tubuh untuk berkembang menjadi tumor yang baru. Penyebaran ini disebut metastase. Kanker mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang tumbuh secara cepat, ada yang tumbuh tidak terlalu cepat, seperti kanker payudara.

Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berasal dari sel-sel yang terdapat pada payudara. Payudara terdiri dari lobulus-lobulus, duktus-duktus, lemakdan jaringan konektif, pembuluh darah dan limfe. Pada umumnya kanker berasaldari sel-sel yang terdapat di duktus, beberapa diantaranya berasal dari lobulus danjaringan lainnya. Kanker payudara termasuk diantara penyakit kanker yang paling banyak diperbincangkan karena keganasannya yang seringkali berakhir dengan kematian. Kanker payudara disebabkan karena asupan energi yang berlebihan pada obesitas menstimulasi produksi hormon estrogens, terutama setelah menopause.

Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm pada waktu 8-12 tahun. Sel kanker tersebut diam pada kelenjar payudara. Sel-sel kanker payudara ini dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Kapan penyebaran itu berlangsung, kita tidak tahu. Sel kanker payudara dapat bersembunyi di dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.

Pada tahun 2003, WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa kanker merupakan problem kesehatan yang sangat serius karena jumlah penderita meningkat sekitar 20% per tahun. Kanker payudara, yang dinyatakan sebagai ‘pembunuh’ no. 2 setelah kanker leher rahim, juga mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.  Di Amerika Serikat 180.000 kasus baru per tahun. Di Netherlands 91 kasus baru setiap 100.000 penduduk, di Indonesia sendiri, diperkirakan 10 dari 100.000 penduduk terkena penyakit kanker payudara.

Penyebab kanker biasanya tidak dapat diketahui secara pasti karena penyebab kanker merupakan gabungan dari sekumpulan faktor genetik dan lingkungan. Namun ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko terjadinya kanker, sebagai berikut :

1. Faktor Keturunan (genetik)

Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang sering diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker indung telur, kanker kulit dan kanker usus besar. Sebagai contoh, resiko seorang wanita untuk menderita kanker meningkat dari 1,5 s/d 3 kali jika ibunya atau saudaranya perempuannya menderita kanker payudara.

2. Faktor Lingkungan

  • Merokok sigaret meningkatkan resiko terjadinya kanker paru-paru, mulut, laring dan kandung kemih.
  • Sinar ultraviolet dari matahari
  • Radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) digunakan dalam sinar rontgen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan diledakkan bom atom yang bisa menjangkau jarak jauh.

3. Gangguan Keseimbangan Hormonal

Hormon Estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel yang cenderung mendorong terjadinya kanker, sedangkan progesteron melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan. Ada kecenderungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan hormon progesteron menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim.

4. Faktor Kejiwaan Emosional

Stress yang berat dapat menyebabkan gangguan keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel menjadi hiperaktif dan berubah sifat menjadi ganas sehingga menyebabkan kanker.

5. Radikal bebas

Radikal bebas adalah suatu atom, gugus atom, atau molekul yang emiliki electron bebas yag tidak berpasangan dilingkaran luarnya. Sumber-sumber radikal bebas antara lain adalah :

  • Radikal bebas terbentuk sebagai produk sampingan dari proses metabolisme
  • Radikal bebas masuk kedalam tebuh dalam bentuk racun-racun kimiawindari makanan, minuman, udara berpolusi dan sinar ultraviolet dari matahari
  • Radikal bebas diproduksi secara berlebihan pada waktu kita makan berlebihan (berdampak pada proses metabolisme) atau bila kita dalam keadaan stres berlebihan baik stres secara fisik, psikologis maupun biologis.

Kanker payudara terjadi karena adanya perubahan/mutasi tertentu pada DNA sel payudara. DNA adalah komponen kimia yang membentuk gen kita. Ada mutasi gen yang bersifat diwariskan (genetic), tetapi ada juga yang tampaknya terjadi dengan sendirinya tanpa diketahui penyebab pasti.

Faktor Terkait Gaya Hidup & Resiko Kanker Payudara :

1. Tidak memiliki anak atau hamil di usia tua

Wanita yang tidak memiliki anak atau memiliki anak pertama diatas usia 30 tahun memiliki resiko terkena kanker payudara sedikit lebih tinggi daripada yang bukan. Sering hamil pada usia muda, menurunkan resiko terkena kanker payudara. Mengapa ? Karena kehamilan menurunkan jumlah total siklus menstruasi wanita dalam hidupnya, inilah alasannya.

2. Menggunakan Pil KB

Studi menemukan bahwa wanita yang menggunakan pil KB dalam jangka panjang memiliki resiko agak lebih besar terkena kanker payudara daripada yang bukan. Resiko ini kelihatannya menurun ke normal ketika penggunaan Pil KB tersebut dihentikan.

3. Menggunakan Terapi Hormon pasca Menopause

Terapi hormon pasca menopause (PHT) atau dikenal sebagai terapi pengganti hormone (HRT) dan terapi hormone menopause(MHT), telah banyak digunakan dalam kurun waktu lama untuk membantu meringankan gejala menopause dan mencegah timbulnya osteoporosis.  Pada dasarnya ada 2 jenis utama terapi hormone. Untuk wanita yang masih memiliki rahim, biasanya dokter meresepkan hormone estrogen dan progresteron (PHT). Untuk yang sudah diangkat rahimnya, dokter meresepkan hanya estrogen (ERT). Penggunaan kombinasi hormone (PHT) diatas dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara maupun resiko kematian akibat kanker payudara tersebut. Peningkatan resiko ini dapat terjadi secepat 2 tahun sesudah penggunaan terapi hormone tersebut. Selain itu, biasanya kanker payudara ini juga cenderung ditemukan pada stadium lanjut. Penggunaan terapi estrogen sendiri agaknya tidak meningkatkan resiko terkena kanker payudara secara signifikan (bila digunakan dalam jangka pendek), tetapi penggunaan dalam jangka panjang (diatas 10 tahun), ditemukan dapat meningkatkan resiko terkena kanker ovarium dan payudara. replacement therapy is the same for “bioidentical” and “natural” hormones as it is for synthetic hormones.

4. Tidak Menyusui Anak

Beberapa studi menemukan bahwa menyusui anak dalam jangka panjang (1.5-2 tahun), terutama dapat agak menurunkan resiko terkena kanker payudara. Penjelasan yang mungkin adalah karena menyusui menurunkan jumlah total siklus menstruasi wanita.

5. Alkohol

Penggunaan minuman berallohol amat jelas terkait dengan meningkatnya resiko terkena kanker payudara. Resiko semakin meningkat dengan jumlah allohol yang dikonsumsi. Wanita yang minum 2 hingga 5 gelas minuman beralkohol setiap harinya memiliki resiko 1.5 kali lipat lebih tinggi daripada yang bukan. Penggunaan alkohol secara berlebihan juga dapat meningkatkan resiko terkena kanker mulut, kerongkongan, esophagus dan liver. Minuman beralkohol yang disarankan hanya 1 gelas saja sehari.

6. Obesitas atau Kelebihan Berat Badan

Kelebihan berat badan atau obesitas ditemukan dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara, terutama bagi perempuan paska menopause. Sebelum menopause, ovarium Anda menghasilkan sebagian besar estrogen. Setelah menopause, sebagian besar estrogen wanita berasal dari jaringan lemak. Memiliki jaringan lemak berlebihan setelah menopause dapat meningkatkan probabilitas Anda terkena kanker payudara akibat tingkat estrogen.

7. Kurangnya Aktivitas Fisik

Berolahraga dapat mengurangi resiko kanker payudara. Pertanyaannya adalah berapa banyak latihan yang diperlukan ? Dalam sebuah penelitian dari Women’s Health Initiative (WHI), sedikitnya jalan cepat 1.25 -2.5 jam per minggu dapat mengurangi 18% resiko terkena kanker payudara. Berjalan 10 jam seminggu dapat mengurangi lebih sedikit lagi resiko tersebut. Olahraga fisik yang disarankan adalah selama 45-60 menit, minimum 5 hari dalam seminggu.

Selain itu, di Indonesia terdapat beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan pengobatan maupun pencegahan kanker payudara. 70% dari penderita berkunjung ke dokter atau rumah sakit pada keadaan stadium lanjut.

Secara umum penyembuhan yang biasa dilakukan untuk penyakit kanker adalah sebagai berikut: pembedan (operasi), penyinaran (radioterapi), dan kemoterapi. Namun penyembuhan tersebut bisa berefek negatif, yakni memperburuk kondisi pasien diantaranya menyebabkan mual, muntah, leukopenia, stomatitis, dan lain-lain. Seperti yang disampaikan dr. Abidin Widjanarko, Sub bagian Hematologi-Onkologi Medik Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI dan RS Kanker Dharmais. Selain itu vaksin untuk mencegah kanker yang diproduksi oleh dua perusahaan obat berskala internasional, Merck dan GlaxoSmithKline, harga jualnya di Indonesia masih sangat mahal yaitu pertiga kali dosis suntikan sekitar Rp 3,5 juta.

Berdasarkan fakta diatas, maka di gunakanlah suatu pengobatan alternatif dengan menggunakan suber hayati lokal salah stunya yaitu mengkudu yang digunakan sebagai obat herbal dalam pengobatan penyakit kanker payudara.

Riset medis tentang Mengkudu dimulai setidaknya pada tahun 1950, ketika jurnal ilmiah Pacific Science melaporkan bahwa buah Mengkudu menunjukkan sifat anti bakteri terhadap M. pyrogenes, P. Aeruginosa, dan bahkan E. coli yang mematikan itu.

Studi dan penelitian tentang Mengkudu terus dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian dan univer­sitas. Sejak tahun 1972, Dr. Ralph Heinicke, ahli biokimia terkenal dari Amerika Serikat mulai melakukan penelitian tentang alkaloid xeronine yang terdapat pada enzim bromelain (enzim pada nenas), dan kemudian menemukan bahwa buah Mengkudu juga mengandung xeronine dan prekursornya (proxeronine) dalam jumlah besar.  Xeronine adalah salah satu zat penting yang mengatur fungsi dan bentuk protein spesifik sel-sel tubuh manusia.

Tahun 1993, jurnal Cancer Letter melaporkan bahwa beberapa peneliti dari Keio University dan The Institute of Biomedical Sciences di Jepang yang melakukan riset terhadap 500 jenis tanaman mengklaim bahwa mereka menemukan zat-zat anti kanker (damnacanthal) yang terkandung dalam Mengkudu.

Lembaga-lembaga penelitian terkemuka di Perancis, Belanda, Jerman, Irlandia, Jepang, Taiwan, Austria, Kanada, dan bahkan National Academy of Sciences, sebuah pusat kajian ilmu pengetahuan nasional yang prestisius di Amerika Serikat telah melakukan berbagai penelitian tentang Mengkudu. Sementara itu, para peneliti di Uni­versitas Hawaii juga telah melakukan banyak riset tentang Mengkudu, diantaranya riset tentang aktifitas anti-tumor dan anti-kanker Morinda citrifolia yang dimuat pada sebuah jurnal ilmiah (Proc, West Pharmacology Society Journal, vol,37, 1994).

Survei yang dilakukan oleh Dr. Neil Solomon terhadap 8000 pengguna sari buah Mengkudu dengan melibatkan 40 dokter dan praktisi medis lainnya menunjukkan bahwa sari buah Mengkudu membantu pemulihan sejumlah penyakit, antara lain : kanker, penyakit jantung, gangguan pencernaan, diabetes, stroke, dan sejumlah penyakit lain yang ditunjukkan pada tabel berikut.

Kondisi Jumlah Pasien % tertolong
1. Kanker 874 67
2. Sakit jantung 1058 80
3. Stroke 983 58
4. Diabetes, tipe 1&2 2434 83
5. Lesu 7 931 91
6. Peningkatan daya seksual 1545 88
7. Penguatan otot 709 71
8. Kegemukan (obhesitas) 2638 72
9. Tekanan darah tinggi 721 87
10. Perokok 447 58
11. Artritis 673 80
12. Nyeri 3785 87
13. Depresi 781 77
14. Alergi 851 85
15. Masalah pencernaan 1509 89
16. Masalal pernapasan 2727 78
17. Sulit tidur 1148 72
18. Lemah konsentrasi 301 89
19. Peningkatan perasaan sehat 3716 79
20. Kestabilan mental 2538 73
21. Sakit ginjal 2127 66
22. Stress 3273 71

» Data di atas di sadur dari buku Liquid Island Noni(M. citrifolia ), The Tropical Fruit with 101 Medical Uses. » % tertolong adalah pasien yang mengalami peningkatan kesehatan atau merasakan adanya   perubahan dalam tubuh mereka baik secara obyektif maupun subyektif setelah rnengkonsumsi sari buah Mengkudu.

Melalui riset intensif yang dilakukan oleh para ilmuwan di laboratorium, Mengkudu menunjukkan keunggulan yang luar biasa.Tanaman ini mengandung berbagai vitamin, mineral dan enzim, alkaloid, ko-faktor dan sterol tumbuhan yang terbentuk secara alamiah. Selain itu, daun dan akar Mengkudu mengandung asam amino utuh yang merupakan sumber protein utama.

Kadar air buah Mengkudu sekitar 52 persen. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui elemen apa Baja yang terdapat di dalam Mengkudu. Studi dan penelitian tersebut telah menunjukkan adanya zat-zat menarik di dalam sari buah Mengkudu, meskipun belum semuanya teridentifikasi. Baru pada tahun 1993, seorang peneliti (Helen Sim), dalam tesis masternya yang berjudul The Isolation and Characterization of A Fluores­cent Compound From The Fruit of Morinda citrifolia: Stud­ies on 5-ht Receptor System melaporkan adanya zat-zat di dalam buah Mengkudu yang tidak dikenal oleh dia maupun teman-temannya. Sebagian besar zat-zat tersebut berhubungan dengan kesehatan dan telah dibuktikan hanya terdapat di dalam buah Mengkudu.

Potensi Buah Mengkudu Sebagai Obat Kanker

Karakteristik Buah Mengkudu (Morinda citrifolia)

Mengkudu (Basa Aceh: keumeudee, Jawa: pace, kemudu, kudu); cengkudu (Sunda), kodhuk (Madura), tibah (Bali) berasal daerah Asia Tenggara, tergolong dalam famili Rubiaceae. Nama lain untuk tanaman ini adalah Noni (bahasa Hawaii), Nono (bahasa Tahiti), Nonu (bahasa Tonga), ungcoikan (bahasa Myanmar) dan Ach (bahasa Hindi).

Tanaman ini tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya merupakan buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol, dan ketika sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam.

Secara tradisional, masyarakat Aceh menggunakan buah mengkudu sebagai sayur dan rujak. Daunnya juga digunakan sebagai salah satu bahan nicah peugaga yang sering muncul sebagai menu wajib buka puasa. Mengkudu (keumeudee) karena itu sering ditanam di dekat rumah di pedesaan di Aceh. Selain itu mengkudu juga sering digunakan sebagai bahan obat-obatan. (Bangun, 2002)

Kajian Kimia Buah Mengkudu

Buah mengkudu mengandung berbagai senyawa yang penting bagi kesehatan. Hasil penelitian membuktikan bahwa buah mengkudu mengandung senyawa metabolit sekunder yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, selain kandungan nutrisinya yang juga beragam seperti vitamin A, C, niasin, tiamin dan riboflavin, serta mineral seperti zat besi, kalsium, natrium, dan kalium.

Beberapa jenis senyawa fitokimia dalam buah mengkudu adalah terpen, acubin, lasperuloside, alizarin, zat-zat antrakuinon, asam askorbat, asam kaproat, asam kaprilat, zat-zat skopoletin, damnakantal, dan alkaloid.

Senyawa turunan antrakuinon dalam mengkudu antara lain adalah morindin, morindon dan alizarin, sedangkan alkaloidnya antara lain xeronin dan proxeronin (prekursor xeronin). Xeronin merupakan alkaloid yang dibutuhkan tubuh manusia untuk mengaktifkan enzim serta mengatur dan membentuk struktur protein.

Komposisi kimia buah mengkudu dalam 100 g bagian yang dapat dimakan:

  • Air                : 89,10%
  • Protein          : 2,90%
  • Lemak          : 0,60%
  • Karbohidrat : 2,20%
  • Serat             : 3%
  • Abu              : 1,20%
  • Lain-lain       : 1%

Sumber: Jones (2000)

Kandungan nutrisi dalam 100 g buah mengkudu :

  • Kalori                  : (kal) 167
  • Vitamin A           : (IU) 395,83
  • Vitamin C            : (mg) 175
  • Niasin (mg)          :  2,50
  • Tiamin (mg)         : 0,70
  • Riboflavin (mg)   : 0,33
  • Besi (mg)             : 9,17
  • Kalsium (mg)       : 325
  • Natrium (mg)       : 335
  • Kalium (mg)        : 1,12
  • Protein (g)           : 0,75
  • Lemak (g)            : 1,50
  • Karbohidrat (g)   : 51,67

Sumber: Jones (2000).

Efek Farmakologi Buah Mengkudu

Berbagai penelitian telah membuktikan adanya aktivitas antibakteri dari mengkudu. Acubin, lasperuloside dan alizarin serta komponen antrakuinon lainnya terbukti mempunyai aktivitas antibakteri. Komponen-komponen tersebut dapat menghambat berbagai bakteri seperti P. aeruginosa, Proteus morgaii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, E. coli, Salmonella, dan Shigela serta dapat digunakan sebagai obat pada infeksi kulit, flu (batuk), dan demam yang disebabkan oleh bakteri. Ekstrak buah matang menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa, M. pyrogenes, dan E coli.

Mengkudu Sebagai Obat Kanker Payudara

Penggunaan mengkudu untuk pengobatan kanker akhir-akhir ini semakin populer dengan semakin banyaknya penelitian mengenai manfaat mengkudu untuk kanker.

Tim peneliti Universitas Hawai yang dipimpin Annie Hirazumi mendapati bahwa jus mengkudu meningkatkan kerja sistem kekebalan tubuh (terutama sel makrofag dan limfosit) tikus putih yang diinduksi dengan sel kanker paru Lewis, sehingga mampu bertahan hidup 50 hari lebih. Padahal tikus yang tidak diberi mengkudu hanya mampu bertahan hidup antara 9-12 hari saja. Annie juga meneliti bahwa jus mengkudu bermanfaat untuk mengatasi sarcoma.

Tim peneliti Universitas Negeri Lousiana, AS, yang dipimpin Conrad A. Hornick, Ph.D menemukan bahwa jus mengkudu dalam kadar 10% dapat menghentikan pembentukan pembuluh darah (anti angiogenesis) pada sel kanker payudara dan merusak pembuluh darah kanker yang sudah ada, sehingga sel-sel kanker mati.

Sedang Maria Gabriela Manuele dan kawan-kawan berhasil membuktikan bahwa scopoletin dapat mengaktifkan limfosit sekaligus membasmi sel kanker limfoma.

Tak mau kalah dengan kolega-koleganya, Dr. Rangadhar Satapathy, MD menyatakan bahwa tanaman mengkudu memiliki 150 neutraceutical (zat gizi berkhasiat obat), lima di antaranya merupakan zat antikanker:

(1) Polisakarida yang banyak terdapat pada mengkudu mencegah menempelnya sel yang rusak/bermutasi ke sel lain, sehingga dapat mencegah terjadinya metastase.

(2) Damnacanthal, sejenis anthraquinon, menghambat pertumbuhan sel ganas. Alizarin, anthraquinon lain, menghentikan aliran darah ke jaringan tumor, sehingga menghentikan perkembangannya.

(3)  Epigollocatechin gallate (EGCg). Antioksidan golongan flavonoid polifenol yang banyak terdapat dalam mengkudu ini mencegah mutasi sel dan menginduksi apoptosis (bunuh diri) pada sel-sel abnormal.

(4) Terpenoid dalam mengkudu mencegah pembelahan sel ganas dan juga menginduksi apoptosis. Salah satu terpenoidnya, limonen, terbukti efektif untuk mengatasi kanker payudara, kanker liver, kanker paru, dan juga leukemia. Terpenoid yang lain, betakaroten, membantu merangsang kelenjar thymus untuk memproduksi lebih banyak sel Limfosit T yang dapat langsung menghancurkan sel kanker. Sedang asam ursolat yang juga golongan triterpenoid dapat mencegah pertumbuhan sel abnormal (kanker) sekaligus menyuruh sel abnormal yang sudah ada untuk bunuh diri (apoptosis).

(5) Menurut hasil penelitian Dr. Heinicke, proxeronine sangat banyak terdapat dalam mengkudu. Di dalam usus proxeronine diubah menjadi xeronine. Xeronine yang juga diproduksi tubuh dalam jumlah terbatas ini dibutuhkan untuk mengaktifkan protein sel sebelum digunakan dalam seluruh proses kimiawi tubuh. Xeronine juga memperbaiki struktur dan menormalkan fungsi sel-sel tubuh yang rusak. Karena pada dasarnya setiap sel mengandung protein, maka kecukupan xeronine dapat memperbaiki segala jenis sel yang tidak normal. Dari sini diperoleh penjelasan, mengapa efek xeronine berbeda pada tiap orang, namun umumnya menunjukkan perbaikan kondisi sesuai penyakit masing-masing. Jika ingin mendapatkan manfaat yang maksimal dari buah mengkudu, konsumsi buah yang sudah tua atau matang, hasil penelitian menunjukan semakin matang maka zat-zat yang bermanfaat semakin bertambah. Diantaranya adanya kandungan senyawa anthraquinone sebagai anti bakteri dan jamur, terpenten berfungsi meremajakan sel tubuh, dammacanthel yang dapat mencegah perkembangan sel kanker dan melawan pertumbuhan sel  abnormal pada stadium pra kanker. Buah berkadar air 52% ini juga menyimpan beragam vitamin, diantaranya asam askorbat, asam kaproat, asam kaprik dan asam kaprilat yang mampu menangkal radikal bebas penyebab kanker.

Cara pemanfaatan mengkudu untuk mengatasi penyakit  Kanker

  1. Buah Mengkudu juga bisa dimakan langsung,bila si pengonsumsi tahan akan rasa pahit dari buah mengkudu tersebut.
  2. Buah Mengkudu yang telah dicuci bersih, ekstrak akan mengkudu diperas dibuat minuman/juice yang dicampur dengan madu atau perasa lain untuk menghilangkan baunya yang menusuk. Untuk bahan obat umumnya masing-masing direbus dengan air kira-kira 3 gelas sampai mendidih dan jumlah air berkurang menjadi 1 gelas, lalu airnya diminum.
    Jus mengkudu yang sengaja memfermentasi jus mengkudu dengan asumsi akan lebih berkhasiat dan enak rasanya.  Padahal, asumsi seperti itu tidak benar. Proses jus mengkudu yang tepat tidak melibatkan khamir di dalamnya dan kehadiran khamir secara spontan menunjukkan proses yang tidak higienis. Oleh karenanya, salah satu saran penting agar mendapatkan nilai positif bagi kesehatan dari konsumsi jus mengkudu, adalah teliti sebelum membeli.
    Pastikan jus mengkudu yang akan dikonsumsi itu dalam keadaan segar dan diproses lewat pengolahan teknologi yang tepat serta higienis. Selain itu, tentu saja keteraturan dalam mengonsumsi jus mengkudu sesuai anjuran.
  3. Bagi konsumer yang tidak tahan akan rasa pahit dari buah mengkudu inovasi yang lain bisa depergunakan dengan cara buah mengkudu yang belum matang benar diiris tipis-tipis kira-kira diameternya seperempat centimeter tebalnya. Setelah diiris-iris kemudian dijemur kira-kira 2-3 hari di bawah sinar matahari. Pada waktu dijemur, mengkudu ditutupi kain warna hitam karena kain warna hitam menyerap panas matahari, tetapi mencegah penyerapan sinar ultra-violet sehingga zat aktif ultravioletnya tidak masuk ke dalam mengkudu. Setelah mengkudu dikeringkan sampai kadar airnya tinggal 10%, kemudian dimasukkan ke dalam plastik dan disimpan di tempat yang kering jika belum akan diproses. Jika akan diproses tidak perlu disimpan ke dalam plastik. Setelah itu mengkudu menjadi simplisia, lalu mengkudu diproses dengan cara perkulasi atau maserasi.
  4. Perkulasi adalah menyaring bahan nabati dengan melewatkan pelarut secara lambat dengan pelarut alkohol. Maserasi adalah perendaman zat padat dalam cairan hingga terjadi suspensi. Suspensi ialah cairan atau gas yang mempunyai partikel-partikel sangat halus yang tidak dapat larut. Jika dengan cara maserasi atau perendaman hanya membutuhkan waktu 5 hari.
    Setelah direndam dengan alcohol kemudan diaduk dengan alat pengaduk otomatis yang digerakkan dengan listrik. Proses selanjutnya alcohol diuapkan dengan suhu di bawah 490 derajat celcius agar zat yang berkhasiat di dalam mengkudu tetap utuh. Alkohol tersebut tetap dihilangkan supaya tidak meracuni. Mengkudu yang sudah kering lalu direndam dengan alcohol setelah itu harus diuapkan karena alcohol berfungsi sebagai zat yang mempermudah di dalam proses pengekstrakan mengkudu. Jika ekstrak dari mengkudu sudah terambil , alkoholnya harus dihilangkan. Penghilangan alcohol semacan itu disebut evaporasi dengan alat yang dinamakan evaporator. Setelah proses penguapan selesai mengkudu sudah berwujud ekstrak kental,dan tinggal menambah bahan pengering yang disebut fatselulose atau juga bias amilum. Atau sama saja dengan oven. Kemudian dimasukkan kedalam selongsong kapsul. Satu kapsul diisi 500 mg.
  5. Takaran jus mengkudu untuk penderita kanker untuk meningkatkan energi tubuh mereka secara maksimal adalah sebgai berikut :
    Tahap 1: 1 Liter Juice mengkudu perhari selama 4 hari pertama
    Tahap 2: ½ Liter jus mengkudu perhari selama 4 hari berikutnya
    Tahap 3 : 240 cc jus mengkudu sehari selama 30 hari berikutnya
    Tahap 4: 105 cc untuk selanjutnya
    Untuk takaran pengonsumsian mengkudu yang diolah selain dengan cara di jus, sebaiknya tidak digunakan secara berlebihan. Bila penyakit dirasa sudah sembuh, kurangi dosis pengonsumsiannya.

Menu Olahan Mengkudu yang Dapat Digunakan antara Lain Adalah :

  • Jus mengkudu
    Proses pembuatannya adalah buah mengkudu pasca panen disortasi dan dicuci bersih, ditiriskan kemudian dihancurkan dan diambil sari mengkudunya. Sari mengkudu disaring hingga mendapatkan cairan yang jernih. Setelah jernih dicampur dengan bahan jus dan dipasteurisasi. Sari mengkudu pasteurisasi dikemas dalam botol dan siap untuk dipasarkan.
  • Minuman instant mengkudu
    Proses pembuatan minuman instant mengkudu tidak jauh berbeda dengan jus mengkudu namun pada proses pembuatan minuman instant setelah mendapatkan cairan mengkudu jernih dicampur dengan pencampur bahan serbuk kemudian dikeringkan dengan spray dryer menjadi ekstrak mengkudu. Ekstrak mengkudu dicampur dengan bahan minuman instan dan dihomogenisasi. Setelah homogen dikemas wrapping dan siap untuk dipasarkan.
  • Keripik kembang goyang mengkudu
    Proses pembuatannya mengkudu segar dicuci bersih dan dihilangkan bijinya, kemudian diparut halus. Kocok telur sampai berwarna putih dan campurkan semua bahan halus yaitu bawang putih, tepung beras, terigu dan tapioca (perbandingan tepung 2:1:1 ),kemudian masukkan mengkudu halus dan garam secukupnya, campurkan hingga merata semua bahan. Terakhir masukkan santan dan campurkan hingga adonan homogen. Panaskan minyak panas dan cetakan kembang goyang, cetak adonan dengan cetakan dan digoreng dengan menggoyang-goyangkan cetakan hingga berwarna kuning kecoklatan, setelah dingin barulah ditaburkan bumbu aneka rasa dan siapuntuk dikemas dan dipasarkan.
  • Kopi Mengkudu
    Kopi mengkudu dibuat dengan cara tradisional, yakni buah mengkudu yang sudah tua dipotong kecil-kecil. Selanjutnya potongan buah mengkudu tersebut dijemur di terik panas matahari. Penjemuran mengkudu ini membutuhkan waktu tiga hingga empat hari, karena buah mengkudu mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Setelah kering mengkudu tersebut kemudian disangrai hingga berwarna hitam. Saat menyangrai daun mengkudu di rajang kecil-kecil di campurkan agar menambah aroma harum. Setelah buah mengkudu menjadi hitam barulah mengkudu dihaluskan. Bubuk kopi mengkudu berwarna hitam seperti bubuk kopi pada umumnya. Namun yang membedakan adalah rasanya yang khas buah mengkudu dan tidak mengandung kafein karena murni buah mengkudu.

Bila dikaji dari sisi religius, Allah SWT sangat menganjurkan menggunakan tumbuh-tumbuhan dalam mengobati suatu penyakit, seperti yang tercantum dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai berikut:

Q.S Al An’am ayat 141: “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

Q.S Al Baqarah ayat 57:”Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”[53]. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang  ”menganiaya diri mereka sendiri”.

Q.S Al Baqarah ayat168: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.

Q.S An Nahl ayat114:”Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah”.

Q.S Al Maa’idah ayat 88:”Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”

Dari ayat-ayat di atas dapat kita ketahui bahwa Allah SWT menganjurkan umatnya untuk makan-makanan yang halal lagi baik diantarannya adalah mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat-obatan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penulisan tentang “POTENSI OLAHAN BUAH MENGKUDU (PACE) SEBAGAI BAHAN HAYATI LOKAL DALAM UPAYA PENGOBATAN PENYAKIT KANKER PAYUDARA” maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Jus mengkudu dalam kadar 10% dapat menghentikan pembentukan pembuluh darah (anti angiogenesis) pada sel kanker payudara dan merusak pembuluh darah kanker yang sudah ada, sehingga sel-sel kanker mati.

2. Mekanisme buah merah dalam membunuh sel-sel kanker yaitu senyawa Polisakarida, Damnacanthal, Epigollocatechin gallate (EGCg), Terpenoid dan Properoxine, akan mencegah terjadinya metastase, menghambat pertumbuhan sel ganas, mencegah mutasi sel dan menginduksi apoptosis pada sel-sel abnormal, membantu merangsang kelenjar thymus untuk memproduksi lebih banyak sel Limfosit T yang dapat langsung menghancurkan sel kanker, dan memperbaiki segala jenis sel yang tidak normal.

3. Buah mengkdu berkadar air 52% ini menyimpan beragam vitamin, diantaranya asam askorbat, asam kaproat, asam kaprik dan asam kaprilat yang mampu menangkal radikal bebas penyebab kanker.

4. Pemanfaatan buah mengkudu sebagai obat kanker antara lain adalah dimakan langsung, dibuat jus dengan ditambahkan madu, diekstrak dan dijadikan sebagai kapsul.

Daftar Pustaka

Anonymous.2010. Kanker Payudara . http://sehatherba.com/artikel-kanker/kanker-payudara-2.html . Diunduh tanggal 3 Juni 2011

Anonymous.2007. Mengenal Manfaat Mengkudu untuk Kanker. http://rumahkanker.com/pengobatan/alternatif/75-mengenal-manfaat-mengkudu-untuk-kanker/ . Diunduh tanggal 2 Juni 2011

Anonymous.2010. Riset Medis Tentang Mengkudu .http://www.ekafood.com/riset.htm

            Diunduh tanggal 5 Juni 2011

ewinghardinita.blogspot.com/2011/03/karya-tulis-ilmiah-pemanfaatan-buah.html

            Diunduh tanggal 2 Juni 2011

id.wikipedia.org/wiki/Mengkudu

            Diunduh tanggal 2 Juni 2011

repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16747/5/Chapter%20I.pdf

            Diunduh tanggal 3 Juni 2011

repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21274/4/Chapter%20II.pdf

            Diunduh tanggal 3 Juni 2011 

www.smallcrab.com/kesehatan/660-berbagai-khasiat-minuman-kesehatan-dari-buah mengkudu

            Diunduh tanggal 5 Juni 2011

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 61 other followers

%d bloggers like this: