PEMANFAATAN ULAT DAUN SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN KAYA PROTEIN

PENDAHULUAN

Tumbuhan tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. Kadang tumbuhan mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri, atau jamur). Hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan memakannya. Belalang, kumbang, ulat, wereng, tikus, walang sangit merupakan beberapa contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman. Hama tanaman seperti ulat dapat merusak tumbuhan dengan mengganggu proses – proses dalam tubuh tumbuhan sehingga mematikan tumbuhan. Oleh karena itu, tumbuhan yang terserang penyakit, umumnya, bagian tubuhnya utuh. Akan tetapi, aktivitas hidupnya terganggu dan dapat menyebabkan kematian, oleh karena itu perlu di kendalikan. Walaupun demikian, ada beberapa jenis hama yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan seperti ulat daun, hama tersebut diketahui memiliki kandungan nilai gizi yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan yang baik dalam peningkatan nilai gizi masyarakat.

Usaha pemanfaatan nilai tambah dari hama tanaman ulat daun yang mengandung protein hewani yang tinggi ini merupakan usaha untuk mengurangi masalah kekurangan gizi, beberapa waktu yang lalu, sebuah stasiun televisi swasta menayangkan sekelompok masyarakat di Thailand sedang antri di suatu restoran yang khusus menyajikan masakan dari aneka jenis serangga. Makanan tersebut begitu larisnya, sehingga mereka rela antri hanya untuk mendapatkan sepiring kecil masakan aneka serangga tersebut. Ternyata di bagian dunia yang lain, termasuk di negara kita serangga dan ulat daun memang dapat digunakan sebagai bahan makanan. Tetapi tentunya jenis serangga dan ulat  tertentu dan perlu diketahui cara pemasakannya.

Menurut tinik  warga Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, ulat daun dapat digunakan sebagai makanan pengganti ikan yang semakin hari semakin mahal, karena pada ulat daun selain sebagai pengganti ikan mereka percaya banyak terdapat kandungan protein di dalamnya.

Keanekaragaman pangan merupakan hal yang multisektoral yang bertujuan untuk peningkatan gizi masyarakat, masalah gizi kurang perlu di tuntaskan karena hal itu menyangkut masalah multisektoral yang memerlukan pendekatan pendekatan multisektoral sebagai upaya mengatasi masalah kekurangan gizi (suhardjo, et al, 1986). Masalah peningkatan gizi terutama protein merupakan suatu hal yang penting namun kurang tercukupi hal ini dikarenakan sumber protein yang mahal, oleh karena itu ulat daun dapat dijadikan sebagai alternatif makanan kaya akan preotein.

NILAI GIZI ULAT

Bagi kelompok masyarakat tertentu, terutama di Afrika dan beberapa kelompok di Asia, konsumsi larva dan serangga dewasa ternyata memberikan sumbangan zart gizi yang sangat berarti. Di Eropa dan Amerika, perburuan serangga untuk dimakan ternyata juga dilakukan, tetapi tujuannya sebagian besar adalah untuk gaya hidup. Banyak orang di negara-negara maju tersebut menyukai gaya hidup di alam bebas atau alam liar termasuk cara mendapatkan makanannya. Bagi mereka, serangga merupakan makanan favorit yang sering diburu. Aneka buku dan ribuan resep serta situs-situs di internet tentang mengolah serangga sebagai bahan makanan telah dibuat dan dikembangkan oleh kelompok masyarakat tersebut.Sebagian besar serangga kaya akan protein (40-60 persen) dan lemak (10-15 persen). Serangga dewasa kadang-kadang membutuhkan penghilangan kulit kerasnya sebelum dapat digoreng atau disangrai. Larva serangga baik dalam bentuk serangga muda maupun ulat (sering disebut caterpillar) dapat langsung dimasak, atau ditambahkan ke dalam saus atau rebusan makanan (daging dan sayur/buah).sama halnya dengan serangga ulat pun dapat dimanfaatkan dan memiliki  kandungan proteinKebiasaan makan ini merupakan jejak dari wabah kelaparan dahsyat pada tahun 1960-an di wilayah pegunungan berkapur itu. Pada waktu itu, masyarakat kami akan makan apa saja yang tidak berbahaya untuk sekadar bertahan hidup. Misalnya makan bonggol pisang, batang kelapa, belalang, termasuk ulat jati ini.

Menggali kearifan lokal dari hama tumbuhan untuk sumber makanan adalah sesuatu yang jarang dilakukan. Hal tersebut merupakan indikator bahwa sesuatu yang merugikan ternyata dapat memberikan keuntungan lebih misalnya saja sumber makanan dari ulat, ulat daun jati dan ulat daun pisang misalnya terbukti mengandung protein hewani yang tinggi sehingga cocok untuk peningkatan gizi masyarakat. Sumber makanan tersebut akan memberikan andil cukup besar dalam usaha penganekaragan pangan, hama ulat ini sebagai sumber alternatif protein hewani yang tinggi untuk meningkatkan gizi.

Dalam setiap sel yang hidup, protein merupakan bagian yang sangat penting pada sebagian besar jaringan tubuh protein merupakan komponen terbesar setelah air. Diperkirakan separuh atau 50% dari berat kering sel dalam jaringan seperti misalnya hati dan daging terdiri dari protein, dan dalam tenunan segar sekitar 20%. Protein dalam tubuh manusia, terutama dalam sel jaringan bertindak sebagai bahan membran sel dapat membentuk jaringan pengikat misalnya kolagen dan elastin serta membentuk protein inert seperti rambut dan kuku. Disamping itu protein dapat bekerja sebagai enzim, bertindak sebagai plasma(albumen), membentuk antibodi, membentuk kompleks dengan molekul lain serta dapat bertindak sebagai bagian sel yang bergerak (protein otot). Kekurangan protein dalam waktu lama dapat mengganggu berbagai proses dalam tubuh dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit (Agus, 2009).

PENTINGNYA PROTEIN

Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti “yang paling utama”) adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).

1. Enzim

Merupakan golongan protein yang terbesar dan paling penting. Kira-kira seribu macam enzim telah diketahui, yang masing-masing berfungsi sebagai katalisator reaksi kimia dalam jasad hidup. pada jasad hidup yang berbeda terdapat macam jenis enzim yang berbeda pula. Molekul enzim biasanya berbentuk bulat (globular), sebagian terdiri atas satu rantai polipeptida dan sebagian lain terdiri lebih dari satu polipeptida.

Contoh enzim: ribonuklease, suatu enzim yang mengkatalisa hidrolisa RNA (asam poliribonukleat); sitokrom, berperan dalam proses pemindahan electron; tripsin; katalisator pemutus ikatan peptida tertentu dalam polipeptida.

2. Protein Pembangun

Protein pembangun berfungsi sebagai unsure pembentuk structur.

Beberapa contoh misalnya: protein pembukus virus, merupakan selubung pada kromosom; glikoprotein, merupakan penunjang struktur dinding sel; struktur membrane, merupakan protein komponen membrane sel; α-Keratin, terdapat dalam kulit, bulu ayam, dan kuku; sklerotin, terdapat dalam rangka luar insekta; fibroin, terdapat dalam kokon ulat sutra; kolagen, merupakan serabut dalam jaringan penyambung; elastin, terdapat pada jaringan penyambung yang elastis (ikat sendi); mukroprotein, terdapat dalam sekresi mukosa (lendir).

3. Protein Kontraktil

Protein kontraktil merupakan golongan protein yang berperan dalam proses gerak. Sebagai contoh misalnya; miosin, merupakan unsure filamen tak bergerak dalam myofibril; dinei, terdapat dalam rambut getar dan flagel (bulu cambuk).

4. Protein Pengangkut

Protein pengangkut mempunyai kemampuan mengikat molekul tertentu dan melakukan pengangkutan berbagai macam zat melalui aliran darah. Sebagai contoh misalnya: hemoglobin, terdiri atas gugus senyawa heme yang mengandung besi terikat pada protein globin, berfungsi sebagai alat pengangkut oksigen dalam darah vertebrata; hemosianin, befungsi sebagai alat pengangkut oksigen dalam darah beberapa macam invertebrate; mioglobin, sebagai alat pengangkut oksigen dalam jaringan otot; serum albumin, sebagai alat pengangkut asam lemak dalam darah; β-lipoprotein, sebagai alat pengangkut lipid dalam darah; seruloplasmin, sebagai alat pengangkut ion tembaga dalam darah.

5. Protein Hormon

Seperti enzim, hormone juga termasuk protein yang aktif. Sebagai contoh misalnya: insulin, berfungsi mengatur metabolisme glukosa, hormone adrenokortikotrop, berperan pengatur sintesis kortikosteroid; hormone pertumbuhan, berperan menstimulasi pertumbuhan tulang.

6. Protein Bersifat Racun

Beberapa protein yang bersifat racun terhadap hewan kelas tinggi yaitu misalnya: racun dari Clostridium botulimum, menyebabkan keracunan bahan makanan; racun ular, suatu protein enzim yang dapat menyebabkan terhidrolisisnya fosfogliserida yang terdapat dalam membrane sel; risin, protein racun dari beras.

7. Protein Pelindung

Golongan protein pelindung umumnya terdapat dalam darah vertebrata. Sebagai contoh misalnya: antibody merupakan protein yang hanya dibentuk jika ada antigen dan dengan antigen yang merupakan protein asing, dapat membentuk senyawa kompleks; fibrinogen, merupakan sumber pembentuk fibrin dalam proses pembekuan darah; trombin, merupakan komponen dalam mekanisme pembekuan darah.

8. Protein Cadangan

Protein cadangan disimpan untuk berbagai proses metabolisme dalam tubuh. Sebagai contoh misalnya: ovalbumin, merupakan protein yangterdapat dalam putih telur; kasein, merupakan protein dalam biji jagung.

Protein sangat penting bagi tubuh manusia. Setiap sel dalam tubuh kita mengandung protein, termasuk kulit, tulang, otot, kuku, rambut, air liur, darah, hormon, dan enzim. Pada sebagian besar jaringan tubuh, protein merupakan komponen terbesar kedua setelah air. Diperkirakan 50% berat kering sel dalam jaringan hati dan daging terdiri dari protein. Sedangkan dalam tenunan daging segar sekitar 20%.  Protein ditemukan dalam berbagai jenis bahan makanan, mulai dari kacang-kacangan, biji-bijian, daging unggas, seafood, daging ternak, sampai produk susu dan juga ulat daun . Buah dan sayuran memberikan sedikit protein. Pemilihan sumber protein ini mesti bijaksana, karena banyak makanan yang tinggi protein juga tinggi lemak dan kolesterol.

Asam-asam amino (penyusun protein) yang menyusunnya. Sampai kini dikenal 24 jenis asam amino, terdiri dari 10 asam amino esensial dan 14 asam amino non-esensial. Asam amino esensial yakni asam amino yang tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh kita, dan harus diperoleh dari makanan. Ke-10 asam amino itu adalah lisin, leusin, isoleusin, treonin, metionin, valin, fenilalanin, histidin, dan arginin. Arginin tidak esensial bagi anak-anak dan orang dewasa, tapi berguna bagi pertumbuhan bayi. Histidin esensial bagi anak-anak tetapi tidak esensial bagi orang dewasa.

Protein yang menyediakan asam amino esensial dalam perbandingan yang menyamai kebutuhan manusia disebut bermutu tinggi. Sebaliknya, yang kekurangan satu atau lebih asam amino esensial disebut bermutu rendah. Jumlah asam amino non-esensial tidak dapat digunakan sebagai pedoman karena asam-asam amino itu dapat dibuat dalam tubuh. Asam amino esensial yang jumlahnya sangat kurang dalam bahan makanan disebut asam amino pembatas. Dalam biji-bijian sereal, asam amino pembatasnya adalah lisin, sedangkan dalam kacang-kacangan biasanya metionin. Karenanya, protein dari bahan-bahan makanan ini bermutu rendah. Sedangkan protein dari daging, telur, susu, dapat menyediakan asam-asam amino esensial, sehingga disebut protein bermutu tinggi.

Kalau kita terlalu banyak mengonsumsi protein bermutu rendah dan tidak bervariasi, kita akan kekurangan asam amino pembatas ini dan mulai menderita gejala-gejala kekurangan protein. Namun bahkan jika kita tidak makan protein hewani, kita bisa memenuhi kebutuhan protein sepanjang menyertakan bahan pangan nabati berprotein tinggi seperti kacang-kacangan, lentil, tahu, dan tempe, dan mengombinasikannya dengan protein dari biji-bijian seperti gandum, jagung, beras, atau oatmeal. Dengan mengombinasikan dua jenis protein nabati itu, kedua protein akan saling melengkapi. Begitu juga mengombinasikan konsumsi protein nabati dengan protein hewani akan meningkatkan mutu protein nabati. Sebab jumlah protein pembatas akan ditingkatkan dan adanya tambahan asam amino esensial lain dari protein hewani yang sebelumnya tak ada dalam protein nabati.

Protein mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Bahkan banyak dari proses pertumbuhan tubuh manusia di pengaruhi oleh protein yang terkandung didalam tubuh.

  •  Sebagai enzim

Hampir semua reaksi biologis dipercepat atau di bantu oleh suatu senyawa makromolekul spesifik yang disebut enzim, dari reaksi yang sangat sederhana seperti reaksi transportasi karbon dioksida sampai yang sangat rumit seperti replikasi kromosom, protein besar peranannya terhadap perubahan perubahan kimia dalam system biologis.

  • Alat pengangkut dan penyimpan

Banyak molekul dengan MB kecil serta beberapa ion dapat diangkut atau dipindahkan oleh protein protein tertentu, misalnya hemoglobin mengangkut oksigen dalam eritrosit sedangkan mioglobin mengaangkut oksigen dalam otot. Pengatur pergerakan protein merupakan komponen utama daging, gerakan otot terjadi karena adanya dua molekul protein yang saling bergeseran.

  •  Penunjang mekanis

Kekuatan dan daya tahan robek kulit dan tulang disebabkan adanya kolagen, suatu protein berbentuk bulat panjang dan mudah membentuk serabut, pertahanan tubuh atau imunisasi pertahanan tubuh biasanya dalam bentuk antibody, yaitu suatu protein khusus yang dapat mengenal dan menempel atau mengikat benda benda asing yang

masuk ke dalam tubuh seperti virus, bakteri dan sel- sel lasing lain

  •   Media perambatan impuls saraf

Prptein yang mempunyai fungsi ini biasanya berbentuk reseptor, misalnya rodopsin, suatu protein yang bertindak sebagai reseptor penerima warna atau cahaya pada sel- sel mata.

  • Pengendalian pertumbuhan

Protein ini bekerja sebagai reseptor (dalam bakteri) yang dapat mempengaruhi fungsi bagian – bagian DNA yang mengatur sifat dan karakter bahan.

Mutu  protein dinilai dari perbandingan asam-asam amino yang terkandung dalam protein tersebut. Pada prinsipnya suatu protein yang dapat menyediakan asam amino esensial dalam suatu perbandingan yang menyamai kebutuhan manusia, mempunyai mutu yang tinggi, sebaliknya protein kekurangan satu atau lebih asam-asam amino esensial mempunyai mutu yang lebih rendah jumlah asam amino yang tidak esensial tidak dapat digunakan sebagai pedoman karena asam-asam amino tersebut dapat disintesis di dalam tubuh.

ULAT DAUN PISANG

Ulat-ulat ini  merusak pohon pisang,  daun-daunnya menjadi terobek-robek dan tampak merana. Biasanya, setelah tiga bulan panen, maka pohon pisang akan kembali mengeluarkan bunga dan siap untuk menghasilkan buah. Namun, dengan adanya serangan hama ulat pada daun ini, pisang tampak kering meskipun sudah disiram.Predator alami dari ulat pisang ini umumnya adalah bangsa unggas dan burung seperti burung kutilang dan beberapa jenis burung gereja.

Sempat terpikirkan cara pembasmian hama ulat ini dengan lebih komprehensif sehingga kehadiran ulat ini tidak sekedar menjadi hama yang memiliki dampak negatif saja, melainkan menjadi hama yang memiliki nilai ekonomis. Pada negara thailand. Salah satu keunikan Thailand adalah makanan yang berbasis serangga, ulat daun pun dapat dimanfaatkan sebagai makanan yang kaya protein.

Meskipun disadari pangan hewani sebagai kebutuhan primer, namun hingga kini konsumsi protein hewani penduduk Indonesia sangat rendah. Sebagai contoh pada tahun 2000, konsumsi daging unggas penduduk Indonesia hanya 3,5 kg/kapita/tahun, sedangkan Malaysia (36,7 kg), Thailand (13,5 kg), Fhilipina (7,6 kg), Vietnam (4,6 kg) dan Myanmar (4,2 kg) (Poultry International, 2003). Konsumsi daging unggas penduduk Indonesia hanya 10 gram/kapita/hari, sedangkan Malaysia 100 gram/kapita/hari. Oleh karena itu konsumsi protein dapat diperoleh dengan alternatif pengolahan ulat daun.

Memanfaatkan protein hewani bagi pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak-anak, protein hewani pun dapat meningkatkan pertahanan tubuh terhadap serangan berbagai penyakit infeksi sekaligus membangun bagian tubuh yang rusak pada anak-anak dan juga pada orang dewasa. Makanan yang mengandung kadar protein tinggi, sangat penting bagi upaya pemulihan gizi jangka pendek yang perlu terus dimanfaatkan untuk meningkatkan gizi.

Studi Monckeberg (1971) dalam Rusfidra (2005c) menunjukkan adanya hubungan tingkat konsumsi protein hewani pada anak usia pra-sekolah. Konsumsi protein hewani yang rendah pada anak usia prasekolah dapat mengakibatkan anak-anak berbakat normal menjadi sub-normal atau bahkan defisien. Peningkatan konsumsi protein hewani dapat mengurangi frekuensi kejadian defisiensi mental. Ironisnya mereka pada umumnya berasal dari keluarga tidak mampu (miskin).

Protein hewani memiliki komposisi asam amino yang lengkap dan dibutuhkan tubuh. Nilai hayati protein hewani relatif tinggi. Nilai hayati menggambarkan berapa banyak nitrogen (N) dari suatu protein dalam pangan yang dimanfaatkan oleh tubuh untuk pembuatan protein tubuh. Semakin tinggi nilai hayati protein suatu bahan pangan makin banyak zat N dari protein tersebut yang dapat dimanfaatkan untuk pembentukan protein tubuh.

ULAT DAUN JATI

Setiap tahun BLORA yang terkenal dengan pohon jatinya pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan atau laboh, warga di sekitar hutan mengalami panen ungker atau enthung (kepompong dari ulat daun jati-Red).  Dibulan November-Desember sekarang,kepompong ini demikian melimpah di daerah-daerah di mana pohon jati tumbuh dengan baik seperti di Tuban, Gunung Kidul, Bojonegoro, Rembang, Jepara dan Blora.

Pada pohon jati, ketika daun jati bersemi, banyak ulat yang memakan habis daun-daunnya. Namun hama ini dapat kita manfaatkan karena dapat dimakan. Ulat ini berwarna coklat muda sampai hitam. Ketika masih dalam bentuk ulat, dia akan memakan habis daun jati hingga tersisa kerangkanya saja. Begitu tiba waktunya untuk bermetamorfosa jadi kepompong, ulat ini akan turun dari atas pohon ke tanah. Caranya dengan terjun menggunakan air liurnya yang membentuk sulur. Mirip yang dilakukan oleh binatang laba-laba atau ungker tanah.

Sesampai di tanah, dia akan mencari tempat tersembunyi. Biasanya di balik daun atau batu. Di situ, dia membungkus dirinya dengan air liur dan butiran tanah, kemudian bertapa untuk berubah bentuk menjadi kepompong. Warnanya coklat tua dan permukaannya licin. Nah kepompong inilah yang enak dimakan. Musim ungker seperti ini bagi warga di sekitar hutan memang merupakan berkah tersendiri, karena mereka akan mendapat penghasilan tambahan.

Kandungan nutrisi ulat daun jati berupa ptotein, mineral, vitamin,lemak dan karbohidrat.

Secara taksonomi ulat daun jati memiliki urutan sebagai berikut:

Kingdom         :animalia

Filum              : arthropoda

Kelas               :insekta

Ordo                :lepidoptera

Family             :hyblaeadae

Genus              : hyblaea

Spesies            : hyblaeapuera

Ulat ini dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani tinggi yang mampu menyumbang kekurangan gizi berupa protein pada tubuh, protein hewani memang dapat dimanfaatkan selain mengurangi defisiensi gizi juga bermanfaat sebagai pembentuk jaringan bagian tubuh ,pertumbuhan, membentuk sel darah, memberi tenaga dan lain sebagainya.

Gambar : Kepompong ulat daun jati

Ungker merupakan kepompong dari jenis ulat jati Hyblaea puera. Ciri-ciri fisik enthung jati (kepompong) ini adalah warna coklat sampai coklat tua kehitam-hitaman, panjang rata-rata 1,4 –1,9 cm, berat rata-rata 0,7-1,3 mg. Ulat jati menyerang pada awal musim penghujan, menyerang pohon-pohon jati yang baru saja memunculkan daun-daun hijau setelah menggugurkan daun ketika musim kemarau. Ulat dan kupunya dapat dijumpai dalam jumlah sangat besar pada 4 – 6 minggu pertama di musim hujan. Oleh karenanya tidak heran pada masa itulah masyarakat memanen ungker dari lantai hutan, karena kepompong ulat jati ini letaknya di lantai hutan dibalik serasah daun jati. Ulat Hyblaea puera muda memakan daun yang lunak dengan meninggalkan urat-urat dan tulang-tulangnya. Ulat dewasa memakan seluruh jaringan daun kecuali tulang-tulang daun yang besar.

Pengaruh serangan ulat jati pada pertanaman jati secara umum adalah menurunkan potensi tiap pohon, dan dalam kondisi khusus dapat meningkatkan resiko kematian pohon jati muda. Daun tanaman berfungsi dalam proses fotosintesis yang hasilnya digunakan untuk pertumbuhan. Daun-daun yang dimakan ulat adalah daun-daun produksi pertama setelah sebelumnya tanaman meranggas. Dengan adanya serangan ulat maka periode efektif fotosintesa pohon menjadi berkurang, dengan demikian periode efektif untuk pertumbuhan (penambahan tinggi dan diameter) menjadi semakin pendek.

Akibat serangan hama ulat jati dalam kondisi khusus dapat meningkatkan resiko kematian tanaman jati muda (tanaman 1 – 3 tahun) di lapangan. Hal tersebut bilamana sebelum serangan ulat jati didahului oleh periode musim kemarau yang panjang. Pada jati muda, daun-daun yang tumbuh pada awal musim hujan dapat merupakan hasil cadangan energi terakhir untuk mempertahankan hidup setelah melalui masa kemarau panjang. Jika daun-daun tersebut kemudian diserang habis oleh ulat maka tanaman sudah tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan hidup lagi; sehingga setelah serangan ulat jati berakhir, maka tanaman jati muda juga tidak dapat menumbuhkan daun lagi (mati).

Tapi justru ulat yang dianggap hama pengganggu ini menjadi berkah bagi masyarakat sekitar hutan jati. Melimpahnya kepompong ulat jati menjadi sumber tambahan gizi dan ekonomi keluarga.

Rochadi mengatakan  protein hewani memiliki asam amino esensial. Protein hewani itu, diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan sehat. Peningkatan konsumsi protein hewani itu akan mampu menciptakan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia. Hanya dengan memenuhi standar norma gizi minimal akan terbentuk masyarakat yang sehat dan cerdas. Ada beberapa kendala, untuk meningkatkan konsumsi hewani bagi masyarakat. Yaitu, kurangnya sadar gizi dan mampu gizi pada masyarakat Indonesia. Kurangnya sadar gizi, berarti rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat akan gizi. Selain itu, faktor selera juga menentukan.

PENGOLAHAN MAKANAN ULAT DAUN KAYA PROTEIN

  •   Di goreng

Ulat daun jati di goreng, dengan ditambahkan bumbu sesuai selera yang diinginkan, bisa di masak dengan bumbu kecap.

Selain enak, goreng ulat juga dipercaya mampu menyembuhkan alergi kulit. Yang pasti daging ulat banyak mengandung protein yang bermanfaat bagi tubuh.

  •   Di goreng santan

Ulat direndam dalam santan, dan digoreng hingga renyah.Sebelumnya kepala ulat kumbang kelapa tersebut dibuang lebih dahulu dan badannya digoreng dengan minyak sayur.

  • Ulat daun dibuat tumis rasa sayur lodeh yang kaya akan protein hewani.

KESIMPULAN

Protein sangat penting bagi tubuh manusia, protein berfungsi dalam tubuh sebagai enzim, alat pengangkutan dan alat penyimpan yaitu pengatur pergerakan, penunjang mekanis, pertahanan tubuh, pengendalian pertumbuhan. Memanfaatkan protein hewani bagi pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak-anak, protein hewani dapat meningkatkan pertahanan tubuh terhadap serangan berbagai penyakit infeksi sekaligus membangun bagian tubuh yang rusak pada anak-anak dan juga pada orang dewasa. Makanan yang mengandung kadar protein tinggi, sangat penting bagi upaya pemulihan gizi jangka pendek yang perlu terus dimanfaatkan untuk meningkatkan gizi.

DAFTAR PUSTAKA

Budiyanto, MAK. 2009. Dasar- dasar Ilmu Gizi. UMM Press :Malang

Suhardjo et al. 1985. Pangan, gizi dan pertanian. Universitas indonesia: Jakarta

Kristanto, purnawan.2010.ulat daun jati. http://www.smallcrab.com/jengkol/284-enthung-lezat. diakses pada tanggal 29 mei 2011

Satria,2011. Protein ulat daun. http://green.kompasiana.com/penghijauan/2011/04/04/enthung-ulat-jati-nikmat-disangrai/. Diakses pada tanggal 29 mei 2011

Santon. 2011.olahan ulat.  http://www.sabdaspace.org/ulat_jati_goreng. Diakses pada tanggal 29 mei 2011

Syair, abdul.2011. ulat pada pohon jati.  http://www.blorapost.com/ungker-goreng-pohon-jati.html. Diakses pada tanggal 29 mei 2011

Setiawan, heri. 2010. Masakan ulat daun. http://arumsekartaji.wordpress.com/2011/04/04/masakan-ulat-dan kepompong/. diakses pada tanggal 29 mei 2011

Sulistiawan , 2011. Protein pada makanan. http://archive.kaskus.us/thread/4898511.Diakses pada tanggal 29 mei 2011

Relawati . 2009.  protein pada ulat. http://jurnalberita.com/2011/01/tak-mampu-beli-ikan-warga-konsumsi-ulat/. Diakses pada tanggal 3 juni 2011

Nurhafid. 2011. Konsumsi protein hewani. http://disnakkediri.wordpress.com/2009/12/24/peranan-konsumsi-protein-hewani/. Diakses pada tanggal 2 juni 2011

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 59 other followers

%d bloggers like this: