PEMANFAATAN BEKATUL (RICE BRAN) UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DALAM DARAH BAGI PENDERITA DIABETES MELLITUS

PENDAHULUAN

Diabetes mellitus atau yang sering disebut sebagai penyakit gula atau kencing manis merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh penduduk Indonesia. Hal ini sangat memprihatinkan, sebab menurut survey yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa jumlah penderita diabetes mellitus diIndonesia sekitar 17 juta orang (8,6 persen dari jumlah penduduk) atau menduduki urutan terbesar ke-4 setelah India, Cina, dan Amerika Serikat.

Menurut data WHO, penderita diabetes mellitus di Indonesia sejak 2000 mengalami peningkatan. Meningkatnya penderita diabetes mellitus kini menjadi ancaman yang serius bagi manusia. Tahun 2030 prevalensi diabetes mellitus di Indonesia mencapai 21,3 Juta. Epidemic diabetes mellitus merupakan ancaman global. International Diabetic Federation (IDF) mengestimasikan bahwa jumlah penduduk Indonesia usia 20 tahun ke atas yang menderita diabetes mellitus sebanyak 5,6 juta orang pada tahun 2001 dan akan meningkat menjadi 8,2 juta pada 2020, sedang survey Depkes 2001 terdapat 7,5 persen penduduk Jawa dan Bali menderita diabetes mellitus. Data Depkes tersebut menyebutkan jumlah penderita diabetes mellitus menjalani rawat inap dan jalan menduduki urutan ke-1 di rumah sakit dari keseluruhan pasien penyakit dalam.

Meningkatnya jumlah penderita diabetes mellitus dikarenakan pola hidup yang kurang sehat seperti tidak memperhatikan asupan gizi yang seimbang pada makanan yang dikonsumsinya, kurang bahkan tidak pernah berolahraga, dan lain-lain. Bila penderita diabetes mellitus kurang mampu mengontrol kadar gula dalam tubuhnya, dapat menimbulkan komplikasi seperti stroke, gagal ginjal, jantung, kebutaan dan bahkan harus menjalani amputasi jika anggota badan menderita luka yang tidak bisa mengering darahnya.

Diabetes mellitus, yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing gula atau kencing manis adalah kelainan metabolisme yang disebabkan oleh banyak faktor, dengan simtoma berupa hiperglisemia kronis (kadar gula tubuh yang tinggi) dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya, serta defisiensi transporter glukosa, atau keduanya. Hal ini ada hubungannya dengan keadaan air seni penderita diabetes mellitus yang banyak mengadung gula sebagai akibat tidak dapat berlangsungnya proses pemakaian gula didalam tubuh secara normal.

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit diabetes mellitus antara lain, buang air kecil terutama pada malam hari (poliuria), selain itu juga akan merasa cepat lapar dan akan merasa lapar lagi walau belum beberapa lama (polifagia). Merasa haus walau belum beberapa lama minum (polidipsia). Gejala lain yang sering juga dikeluhkan adalah sering kesemutan gatal, mata kabur sehingga  cepat ganti kacamata, disfungsi ereksi, gatal-gatal pada vulva vagina. Banyak makan tapi badan menjadi atau tetap kurus, sedangkan orang gemuk cepat menjadi kurus.

Setelah jangka panjang tanpa perawatan memadai, dapat memicu berbagai komplikasi kronis, seperti gangguan pada mata dengan potensi berakibat pada kebutaan, gangguan pada ginjal hingga berakibat pada gagal ginjal, gangguan kardiovaskular, disertai lesi membran basalis yang dapat diketahui dengan pemeriksaan menggunakan mikroskop elektron, gangguan pada sistem saraf hingga disfungsi saraf autonom, foot ulcer, amputasi, charcot joint dan disfungsi seksual. Gejala lainnya seperti dehidrasi, ketoasidosis, ketonuria dan hiperosmolar non-ketotik yang dapat berakibat pada stupor dan koma serta rentan terhadap infeksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan bentuk diabetes mellitus berdasarkan perawatan dan simtoma, antara lain:

  1. Diabetes tipe 1, adalah diabetes yang terjadi karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas.
  2. Diabetes tipe 2, merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen, termasuk yang mengekspresikan disfungsi sel β, gangguan sekresi hormon insulin, resistansi sel terhadap insulin yang disebabkan oleh disfungsi GLUT10dengan kofaktor hormon resistin yang menyebabkan sel jaringan, terutama pada hati menjadi kurang peka terhadap insulinserta RBP4 yang menekan penyerapan glukosa oleh otot lurik namun meningkatkan sekresi gula darah oleh hati.
  3. Diabetes gestasional, diabetes melitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan, dengan keterlibatan interleukin-6 dan protein reaktif C pada lintasan patogenesisnya.

Manfaat dari Kandungan yang ada pada Bekatul

Bekatul merupakan hasil samping penggilingan padi yang diperoleh dari lapisan luar karyopsis beras. Meskipun bekatul sudah sangat dikenal baik oleh masyarakat Indonesia secara luas serta tersedia melimpah, namun pemanfaatannya untuk dikonsumsi manusia masih terbatas. Bekatul hanya dikenal sebatas sebagai pakan ternak yang tidak mempunyai nilai jual. Tapi siapa yang menyangka bahwa ternyata bekatul mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi.

Kandungan karbohidrat yang ada pada bekatul cukup tinggi, berasal dari endosperma beras karena kulit ari sangat tipis dan menyatu dengan endosperma yang kadarnya mencapai 51-55 g/100 g. Oleh karena mempunyai kadar karbohidrat yang cukup tinggi, maka bekatul dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif  pengganti beras. Kandungan protein yang ada pada bekatul bila dibandingkan dengan protein yang ada pada telur memang beda sangat jauh, akan tetapi bila dibandingkan dengan protein yang ada pada kedelai, biji kapas, jagung dan tepung terigu, bekatul dapat dikatakan lebih unggul. Kandungan protein pada bekatul sebesar 11-13 g/100 g. Kandungan asam amino lisin pada bekatul lebih tinggi bila dibandingkan dengan Kandungan asam amino lisin beras. Zat gizi lain yang menonjol pada bekatul beras adalah lemak, kadarnya mencapai 10-20 g/100 g.

Minyak yang diperoleh dari bekatul dapat digunakan sebagai salah satu minyak makan yang terbaik di antara minyak yang ada, dan sudah dijual secara komersial di beberapa negara. Minyak yang berasal dari bekatul memiliki keunggulan dapat menurunkan kadar kolesterol darah dalam tubuh. Bekatul beras juga kaya akan vitamin B kompleks dan vitamin E. Vitamin B kompleks sangat dibutuhkan sebagai komponen pembangun tubuh, sedangkan vitamin E merupakan antioksidan yang sangat kuat. Selain itu, bekatul merupakan sumber mineral yang sangat baik, setiap 100 gramnya mengandung kalsium 500700 mg, magnesium 600-700 mg, fosfor 1.000-2.200 mg, ), mangan (Mn), zat besi (Fe), Kalium (K), seng (Zn), dan lain-lain. Bekatul juga merupakan sumber serat pangan (dietary fiber) yang sangat baik. Selain untuk memperlancar saluran pencernaan, kehadiran serat pangan juga berpengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol darah.

Kandungan terpenting yang ada dalam tubuh yang menjadi suatu keistimewaan dari bekatul dibandingkan dengan makanan yang lain adalah adanya kandungan vitamin B15 (Pangamic Acid) lebih. Vitamin B15 (Pangamic Acid) berfungsi sebagai penyempurna rangkaian proses metabolisme dalam tubuh. Selain itu, zat-zat gizi dan vitamin yang terkandung dalam bekatul seperti vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B12, B15, inosital, fitat, asam ferulat, tokoferol, tokotrienol, dan orizanol merupakan elemen-elemen yang sangat esensial dalam sistem metabolisme tubuh kita.

Senyawa fitokimia (phytos = tanaman, chemicals = zat kimia) yang ada pada bekatul menjadi topik penelitian terpenting karena dapat memberikan fungsi-fungsi fisiologis dalam pencegahan penyakit degeneratif. Komposisi fitokimia bekatul sangat bervariasi, tergantung kepada faktor agronomis, varietas padi, dan proses penggilingannya (derajat sosoh). Fraksi tak tersabunkan dari minyak bekatul terdapat sampai 5% dari berat minyak, dengan kandungan utamanya sterol. Sterol yang terdapat dalam jumlah banyak adalah beta-sitosterol yang jumlahnya 50% dari total sterol.

Komponen penting lainnya yang dapat ditemukan adalah senyawa tokol (tokotrienol dan tokoferol). Senyawa tokoferol adalah vitamin E yang bersifat antioksidan yang kuat sehingga penting dalam menjaga kesehatan manusia. Kandungan lainnya yang juga memberikan pengaruh kesehatan sangat menguntungkan adalah oryzanol dan asam ferulat (ferulic acid).

Penggunaan bekatul sebagai bahan makanan sangatlah terbatas karena sifatnya yang mudah rusak karena aktivitas hidrolitik dan oksidatif dari enzim lipase yang secara alamiah (endogenous) terdapat pada minyak bekatul atau oleh mikroba. Untuk memperolah bekatul awet bersifat food grade dengan mutu yang tinggi, seluruh komponen penyebab kerusakan harus dikeluarkan atau dihambat, dan pada saat bersamaan kandungan komponen berharga (nutritional) harus tetap dijaga.

Fraksi lemak dari bekatul telah banyak diteliti dan dilaporkan memberikan efek dapat menurunkan jumlah lemak darah (hipolipidemia) dengan uji pada hewan percobaan maupun manusia. Minyak bekatul menurunkan kadar kolesterol darah dan low density lipoprotein cholesterol (LDL-kolesterol), serta dapat meningkatkan kadar high density lipoprotein cholesterol (HDL-kolesterol) darah. Kemampuan fraksi lemak bekatul dapat menurunkan jumlah lemak darah (hipolipidemia) disebabkan karena adanya komponen oryzanol dan kemampuan lainnya dari bahan yang tidak tersabunkan.

Selain itu fraksi non-lemak pada bekatul ternyata juga memiliki efek hipolipidemia yang sama dengan fraksi lemak. Selain dapat memberikan efek hipolipidemia, penelitian yang telah dilakukan oleh Ardiansyah, mahasiswa Doktoral Laboratorium Nutrisi, Universitas Tohoku, Jepang, menyebutkan bahwa manfaat lain dari fraksi ini ternyata memiliki kemampuan untuk menurunkan tekanan darah secara nyata. Percobaan tersebut dilakukan dengan menggunakan bahan percobaan tikus stroke-prone spontaneously hypertensive rats (SHRSP). SHRSP adalah spesies tikus yang secara genetik mengalami hipertensi dan hiperlipidemia. Fraksi non-lemak pada bekatul dapat diperoleh dengan ektraksi menggunakan ethanol yang dilanjutkan dengan ekstraksi menggunakan Driselase. Driselase adalah nama produk enzim komersial untuk degradasi dinding sel tanaman yang terdiri dari selulase, silanase, dan laminarise.

Asam ferulat dan total fenol merupakan komponen biaoktif yang saat ini diketahui terdapat di dalam fraksi bekatul sehingga dapat menurunkan tekanan darah dan lemak darah, disamping tentunya tokotrienol dan gamma-oryzanol yang sebelumnya telah diketahui sebagai senyawa antioksidan. Mekanisme penurunan tekanan darah oleh asam ferulat yaitu dengan menghambat kerja enzim angiotensin I-converting enzyme (ACE) yaitu suatu enzim yang bertanggung jawab terhadap terjadinya peningkatan tekanan darah. Penelitian dari Ardiansyah juga membuktikan hal tersebut dimana terjadi suatu penurunan aktivitas dari ACE.

Mekanisme terjadinya penurunan lemak darah diduga melalui peningkatan kapasitas pengikatan LDL reseptor. Mekanisme lain yang juga berperan dalam penurunan kolesterol darah adalah peningkatan aktivitas enzim cholesterol-7 alpha-hydroxylase (Cyp7a1) yaitu suatu enzim yang bertanggung jawab dalam proses biosintesis asam empedu. Peningkatan aktivitas enzim ini akan menstimulir konversi kolesterol menjadi asam empedu, sehingga dapat menyebabkan terjadinya penurunan kolesterol dalam darah.

Manfaat dari Bekatul

Bermula dari temuan Dr. Ernst T. Krebs, ahli Biokimia dari San Francisco, Amerika Serikat, yaitu orang yang pertama mengisolasi vitamin B15 dari biji aprikot, kemudian mengembangkan penelitiannya tentang vitamin B15 bukan vitamin alami dari tumbuhan, tapi sintetis (buatan). Krebs menyebut vitamin ini banyak manfaatnya untuk kesehatan manusia dan vitamin ini banyak terdapat di rice bran alias kulit ari beras atau bekatul. Vitamin B15 di Indonesia sebenarnya dapat ditemukan dengan mudah, karena tersedi dengan melimpah. Akan tetepi masyarakat kurang memahami akan hal ini. Mereka malah menggunakannya sebagai pakan ternak, dan menganggap bekatul tidak ada gunanya karena sifatnya yang mudah rusak.

Bermula dari itulah banyak peneliti atau pengamat di Indonesia berusaha mencoba membuktikan kebenaran penelitian tersebut. Salah satunya adalah Letkol (Purn.) dr. Yusuf Nursalim (79), dokter pensiunan TNI AD yang masih buka praktek di Bandung. Berawal dengan melakukan penelitian semu ilmiah, dia mencobakan untuk dirinya sendiri, akhirnya dia mengetahui banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dengan mengkosumsi bekatul ini. Banyak penyakit yang dapat disembuhkan atas sarannya untuk mengkonsumsi bekatul, dengan prinsip tidak menghentikan pemakaian obat yang telah diberikan oleh dokter. Selain ini dianjurkan untuk tidak menghentikan konsumsi bekatul saat terasa penyakitnya mulai membaik seperti mengkonsumsi obat. Sangat dianjurkan sekali mengkonsumsi bekatul secara rutin agar hasil yang didapat dapat maksimal dan dapat menghilangkan berbagai penyakit degeneratif lainnya.

Berbagai macam penyakit yang dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi bekatul antara lain:

  1. Diabetes Mellitus (kencing manis)
  2. Hypertensi (tekanan darah tinggi)
  3. Hypercholesterolaemi (kadar kolesterol tinggi)
  4. Arteriosclerosis (pengapuran pembulu darah)
  5. Heart Infarct (serangan jantung karena penyumbatan)
  6. Coronair Insufficiency (gangguan aliran pembuluh darah jantung)
  7. Asthma Bronchiale (bengkak, asma)
  8. Cirrhosis Hepatis (memperbaiki fungsi hati)
  9. Rheumatic (encok)
  10. Memulihkan Libido (gairah sex) yang menurun
  11. Gejala sering sakit kepala, sering pusing pada tekanan darah rendah
  12. Gejala sering ‘berdebar jantung’ dan ‘extrasystole’
  13. Rasa pegal pada otot
  14. Mengatasi gangguan pencernaan
  15. Obstiopasi (sembelit)/susah buang air besar
  16. Peningkatan daya tahan fisik (ausdauer)
  17. Pencegahan kanker colon (usus besar)
  18. Basedov Hyperthroid (penyakit kelenjar gondok yang bekerja berlebihan)
  19. Penuaan dini
  20. Obesitas (kegemukan)

Masih banyak lagi penyakit yang dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi bekatul ini. Tapi saat ini jarang sekali dapat ditemukan bekatul di sekitar kita. Berbeda dengan zaman dahulu yang sangat mudah sekali mendapatkannya, karena orang-orang masih menggunakan penumbuk padi tradisional untuk dapat memanfaatkan gabah menjadi beras. Sehingga bisa didapatkan bekatul. Orang zaman dahulu pun sangat sedikit sekali resiko mengidap penyakit aneh-aneh seperti diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, dan lain-lain. Mereka menganggap berbagai macam penyakit tersebut merupakan penyakit kota. Tapi saat ini semua telah berubah. Orang desa pun dapat dengan mudah terserang penyakit tersebut. Gaya hidup yang ada di kota saat ini dapat dengan mudah ditemukan di desa-desa. Menumbuk padi secara tradisional untuk mendapatkan beras juga telah hilang dan sudah digantikan dengan menggiling padi menggunakan mesin giling. Padahal hal ini dapat membuat kandungan gizi yang ada pada bekatul hilang. Sebenarnya beras yang sudah putih itu mengandung sebagian besar karbohidrat saja, dan hanya sedikit atau tidak ada sama sekali zat gizi serta vitamin yang terkandung. Zat gizi serta vitamin terdapat melimpah pada bekatul yang sulit sekali diperoleh bila padi digiling dengan menggunakan mesin penggiling modern.

Dalam proses penggilingan dan pemolesan padi sampai menjadi beras putih telah membuang 80% vitamin B1, 70% vitamin B3 , 90% vitamin B6, 50% mangan (Mn), 50% fosfor (P), 60% zat besi (Fe), 100% serat dan asam lemak esensial. Maka tinggallah beras yang putih bersih tetapi hanya mengandung karbohidrat saja, padahal seharusnya beras merupakan bahan makanan yang kaya vitamin, mineral, serat dan asam lemak esensial. Padahal semangkuk brown rice mengandung 90% kebutuhan Mangan (Mn) perhari. Mangan banyak berperan pada proses metabolisme tubuh, merupakan komponen enzim superoxide dismutase (SOD) yang melindungi mitokondria terhadap kerusakan oksidasi.  Semangkuk brown rice mengandung 21% kebutuhan Magnesium (Mg) perhari. Magnesium berfungsi dalam proses metabolisme dan bersama Kalsium (Ca) menjaga kesehatan tulang.

Semangkuk brown rice mengandung 14% kebutuhan serat perhari. Dalam penelitian terhadap 74.091 wanita selama 12 tahun terbukti bahwa mereka yang kurang mengkonsumsi serat dalam makanannya lebih mudah mengalami kegemukan. Serat juga melindungi terhadap konstipasi dan risiko kanker kolon. Brown rice mengandung Selenium (Se) merupakan mineral yang berfungsi penting dalam mencegah timbulnya keganasan, metabolisme tubuh, anti-oksidan, dan berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh. Selenium merupakan komponen enzim glutathione peroxidase yang berperan penting dalam proses detoksifikasi di hati. Serat juga memperlambat absorpsi karbohidrat ke dalam darah sehingga menstabilkan kadar gula darah. Diet kaya serat ternyata juga menurunkan risiko terjadinya batu empedu.

Kandungan serat, Mg dan vitamin B, pada brown rice juga melindungi terhadap penyakit kardiovaskuler.  Brown rice juga kaya Fitonutrien yang merupakan anti-oksidan misalnya quercetin, curcumin, ellagic acid, catechins, dan sebagainya. Lebih dari 80% Fitonutrien terdapat pada kulit ari, maka proses penggilingan dan pemolesan telah membuang sebagian besar Fitonutrien. Konsumsi bahan makanan kaya serat (biji-bijian, kacang-kacanagan, sayuran dan buah-buahan) terbukti menurunkan prevalensi sindroma metabolik yang ditandai perut buncit, kadar kolesterol HDL rendah, hipertrigliseridemia dan hipertensi. Kelebihan berat badan (Indeks massa tubuh > 25). Penderita diabetes mellitus, penderita sindroma metabolik (obesitas, terutama obesitas sentral (perut buncit), kadar kolesterol HDL rendah, hipertrigliseridemia dan hipertensi). Manula (resiko penyakit jantung koroner, penyakit-penyakit keganasan, batu empedu), banyak terpapar polutan (asap rokok, asap motor, dan lain sebagainya).

Bekatul sebagai Pencegah Diabetes Mellitus

Vitamin B15 merupakan salah satu kandungan terpenting yang dapat ditemukan pada bekatul. Setelah dilakukan penelitian tentang vitamin B15, serta adanya penjelasan ilmiah tentang hal ini, menunjukkan bahwa cara kerja dari vitamin ini mampu menyempurnakan metabolisme dalam tubuh, maka dapat disimpulkan bekatul dengan kandungan vitamin B15 yang cukup tinggi dapat dipergunakan sebagai obat dari penyakit diabetes mellitus, sebab penyakit ini merupakan penyakit akibat terganggunya proses metabolisme dalam tubuh.

Pada diabetes mellitus yang dikaitkanya dengan kondisi yang dikenal sebagai resistensi insulin, pemberian bekatul tidak berpengaruh. Namun, ada 2 kasus dengan reaksi positif, yaitu suntikan insulin yang dipakai tiap hari berkurang, dari 40 hanya menjadi 20 unit. Dapat diyakini bahwa bekatul dapat merangsang sel-sel beta pada Pulau Langerhans di dalam panrkeas untuk membentuk insulin hal ini dapat terjadi karena ketidakmampuan tubuh untuk merespon insulin dengan baik. Sel-sel beta pada Pulau Langerhans di dalam panrkeas telah bekerja keras untuk memproduksi insulin lebih banyak, tetapi jaringan tubuh (misalnya, otot dan sel-sel lemak) tidak merespon dan tidak peka terhadap insulin. Pada titik ini, diabetes mellitus terjadi di mana kadar gula darah melambung di atas normal. Kadar gula darah yang terus-menerus tinggi pada akhirnya akan menimbulkan banyak komplikasi kesehatan yang serius.

Dr. Liem yang telah melakukan berbagai terapi penyakit dengan bekatul telah membuktikan keampuhan dari bekatul dalam mengobati penyakit diabetes mellitus ini. Pada pasien yang terkena diabetes mellitus tipe 2 atau yang tidak bergantung pada pemberian insulin dr. Liem meresepkan tiga hal, yaitu program diet, pemberian glibenklamida satu tablet sehari, dan konsumsi bekatul tiga kali sehari, masing-masing satu sendok makan munjung atau penuh. Dalam beberapa bulan kemudian pasien yang awalnya memiliki kadar gula 400 mg/dl, berangsur-angsur mulai normal. Begitu juga dengan penyakit komplikasinya yang lain yaitu impotensi juga ikut teratasi. Pemberian obat glibenklamida juga mulai bisa untuk ditinggalkan. Tetapi untuk konsumsi bekatul tetap dia lanjutkan. Dr. Liem telah memberikan pengarahan bahwa mengkonsumsi bekatul tidak seperti mengkonsumsi obat, yang apabila telah sembuh menghentikan konsumsinya, akan tetapi mengkonsumsi bekatul disarankan seperti nasi, harus secara teratur dan terus-menerus.

Bekatul dapat dikonsumsi dalam berbagai jenis produk olahan. Bisa dibuat bubur, roti, minuman, dan sebagainya. Produk olahan makanan yang dibuat dengan membeikan bekatul bila ada penambahan gula atau madu, bisa digantikan dengan menggunakan gula rendah kalori seperti pada gula jagung, hal ini dilakukan agar diet diabetes dapat terlaksana dengan baik. Berikut beberapa contoh produk olahan dengan menggunakan bekatul.

Resep Bangket Bekatul (Sukabumi)

Bahan Resep Bangket Bekatul (Sukabumi):

  • 1/4 btr Kelapa, parut memanjang
  • 375 gr Tepung bekatul
  • 5 btr Telur
  • 200 gr Gula pasir
  • 1 bks Vanili
  • Garam secukupnya

Cara Membuat Resep Bangket Bekatul (Sukabumi):

  • Campur kelapa parut dengan bekatul, sangrai hingga matang
  • Kocok telur, gula dan vanili hingga mengembang
  • Campur adonan telur dan bekatul, beri sedikit garam, aduk rata
  • Tuang adonan ke dalam cetakan, panggang hingga matang, angkat
  • Sajikan dalam piring saji

Sandwich ‘Bagel Bekatul’ with Tofu

Bahan Adonan

  • 480 gr tepung terigu cakra
  • 120 gr tepung bekatul
  • 1 bungkus ragi instant (11gr)
  • 450 ml air hangat
  • 2 sdm gula pasir
  • 1/2 sdm garam
  • 2 ltr air
  • 1 sdm gula pasir

Bahan Isi

  • Tofu telur (iris-iris sekitar 1/2 cm, kemudian goreng setengah matang)
  • Plain Butter (mentega tanpa rasa)
  • Mayonaisse
  • Bawang bombay diiris kecil-kecil atau melintang
  • Keju slice
  • Daun selada
  • Ketimun (diiris miring)

Cara Menbuat

  • Campur tepung dan ragi instant. Aduk, sisihkan.
  • Masukkan 2 sdm gula dan garam ke dalam air hangat. Aduk rata. Tuang ke dalam adonan tepung.
  • Aduk dengan mixer kecepatan rendah selama 1 menit.
  • Aduk lagi dengan mixer (gunakan whisk pengaduk roti) selama 8 menit, atau uleni dengan tangan sampai benar2 kalis, licin dan elastis.
  • Tutup dengan lap bersih, diamkan 15 menit.
  • Potong menjadi 12 bagian sama besar.
  • Bentuk bulat2 masing2 bagian, lalu lubangi tengahnya bentuk seperti donat.
  • Letakkan di tempat yang datar, tutup dan biarkan selama 20 menit.
  • Panggang 10 cm dari atas api selama 4 menit, dibalik sesekali. Sebaiknya adonan tidak dipindahkan dari tempatnya saat memanggang, untuk menjaga agar adonan tidak rusak.
  • Angkat, tiriskan.
  • Panaskan 2 ltr air, masukkan 1 sdm gula pasir. Biarkan mendidih lalu kecilkan api.
  • Masukkan bagel dalam air, dan tunggu sampai naik ke atas.
  • Masak selama 3 menit, dibalik sesekali. Angkat. Tiriskan.

Jus Bit Bekatul

Bahan

  • I buah bit ukuran besar
  • 1 buah tomat
  • I buah wortel
  • 1 sdm perasan lemon
  • 1 sdm madu (optional)
  • 15 gr bubuk bekatul

Cara Membuat

  • Cuci bersih bahan-bahan yang telah disediakan kemudian potong-potong dan blender.
  • Masukkan hasil blenderan pada gelas kemudian tambahkan bubuk bekatul, perasan lemon, serta madu. Setelah itu aduk rata.
  • Jus siap dinikmati.

Jus Pepaya Bekatul

Bahan

  • 150 gr papaya
  • 150 gr nanas
  • 150 cc air
  • 15 gr bekatul
  • 1 sdm madu ( optional )

Cara membuat

  • Cuci bersih buah-buahan
  • Masukkan bahan dalam blender
  • Blender sampai halus dan siap dinikmati

Bekatul dapat di dibuat dengan resep yang praktis seperti berikut.

Minuman Rice Bran

Seduh 15 gram (1 sdm munjung) bekatul dengan air panas, tambahkan 15 cc madu dan garam. Minum selagi hangat.

Catatan

Organic Rice bran sudah diolah sehingga siap saji, sehingga bisa langsung dikonsumsi cukup dengan menambahnya di aneka minuman seperti susu, wedang jahe, kopi dan lain sebagainya. Bagi yang sedang diet, dapat pula dicampur dengan 15 gr Rice bran dengan 1 sachet energen.

Jus Taoge dan Nanas

Bahan

  • Taoge, 150 gram, seduh dengan air mendidih, lalu tiriskan
  • Nanas 1 buah, dikupas, dicuci dengan sedikit garam lalu potong kecil-kecil
  • Bekatul 1 sdm (15 gram)
  • air 750 cc
  • gula/madu secukupnya.

Cara membuat:

  • Blender taoge dan nanas bersamaan, tambahkan air lalu saring.
  • Tambahkan bekatul, gula/madu.
  • Sajikan dalam keadaan dingin.

 

KESIMPULAN

Bekatul dapat diperoleh saat gabah dihilangkan bagian sekamnya melalui proses penggilingan (pengupasan kulit). Awalnya akan diperoleh beras pecah kulit (brown rice). Beras pecah kulit terdiri atas bran (dedak dan bekatul). Dedak dan bekatul tidaklah sama. Dedak merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi yang terdiri atas lapisan sebelah luar butiran beras (perikarp dan tegmen) dan sejumlah lembaga beras. Sedangkan bekatul merupakan lapisan sebelah dalam butiran beras (lapisan aleuron/kulit ari) dan sebagian kecil endosperma berpati.

Bekatul memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, kadarnya mencapai 51-55 g/100 g. Oleh karena mempunyai kadar karbohidrat yang cukup tinggi, maka bekatul dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif  pengganti beras. Sedangkan kandungan proteinnya beda sangat jauh bila dibandingkan dengan telur, akan tetapi bila dibandingkan dengan kedelai, biji kapas, jagung dan tepung terigu, bekatul dapat dikatakan lebih unggul yaitu sebesar 11-13 g/100 g. Kandungan asam amino lisin pada bekatul lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang ada pada beras. Zat gizi lain yang menonjol pada bekatul beras adalah lemak, kadarnya mencapai 10-20 g/100 g.

Kandungan zat-zat gizi dan vitamin yang ada pada bekatul antara lain kandungan vitamin B15 (Pangamic Acid) lebih, vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B12, B15, inosital, fitat, asam ferulat, tokoferol, tokotrienol, dan orizanol merupakan elemen-elemen yang sangat esensial dalam sistem metabolisme tubuh kita.

Bekatul dapat membantu dalam mengobati penyakit diabetes mellitus karena adanya vitamin B15 yang dapat membantu dalam menyempurnakan metabolisme dalam tubuh. Sedangkan penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit yang diakibatkan karena terganggunya proses metabolisme dalam tubuh.

Bekatul dapat diolah menjadi produk olahan yang sangat beragam. Bisa dibuat sebagai produk minuman seperti dibuat jus dengan penambahan buah-buahan, dibuat minuman dengan diseduh menggunakan air panas dan ditambahkan bahan yang lain. Bisa juga dibuat camilan dengan diolah menjadi roti kering, dibuat sandwich, dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

Budiyanto, M.A.K. 2009. Dasar-dasar Ilmu Gizi. Malang: UMM Press.

http://id.wikipedia.org/wiki/Bekatul di unduh 1 Juni 2011

http://kesehatan.kompas.com/read/2009/09/14/12533349/Bekatul.Gizinya.Kaya.Betul di unduh 1 Juni 2011

http://beranda.blogsome.com/2006/04/20/khasiat-bekatul-3/ di unduh 1 Juni 2011

http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1093501280,53247 di unduh 3 Juni 2011

http://www.infopenyakit.com/2008/03/penyakit-diabetes-mellitus-dm.html di unduh 3 Juni 2011

http://ennycs.blogspot.com/2010/06/bekatul-gizinya-kaya-betul.html di unduh 3 Juni 2011

http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2011/02/26/minyak-bekatul-solusi-sehat-untuk-jantung-sehat/ di unduh 3 Juni 2011

http://www.bekatul.net/team-announcements/sandwitchbagelwithtofu di unduh 3 Juni 2011

http://www.bekatul.net/team-announcements/reseppraktisbionaricebranbekatulhalus di unduh 3 Juni 2011

http://www.bekatul.net/team-announcements/jusbitbekatul di unduh 3 Juni 2011

http://www.ibukitakartini.com/wanita/resep-bangket-bekatul-sukabumi/ di unduh 3 Juni 2011

http://anaksehat4lifetransferfactor.wordpress.com/2011/03/24/diabetes-mellitus-2/ di unduh 3 Juni 2011

http://diabetesmellituscenter.wordpress.com/category/artikel/ di unduh 3 Juni 2011

http://www.bekatul.net/team-announcements/juspepayabekatul di unduh 3 Juni 2011

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 58 other followers

%d bloggers like this: