Klasifikasi Masa Depan

Taksonomi mikroorganisme bukanlah subjek yang statis. Skema klasifikasi terus menerus berubah secara perlahan karena diperoleh lebih banyak informasi dan karena dikembangkannya berbagai metode untuk menafsirkan data. Dua perkembangan yang relatif baru telah muncul untuk digunakan dalam taksonomi mikroorganisme sehingga yang dalam berbagai cara akan membuat keputusan-keputusan yang lebih objektif sehingga muncul adanya salah satu cara ialah taksonomi numeris dan taksonomi

genetika.

 

Taksonomi Numeris

Taksonomi numeris juga disebut taksonomi komputer, didasarkan pada asas-asas yang dipublikasikan bertahun-tahun yang lalu tetapi penerapannya baru-baru ini. Pada taksonomi numeris dapat kita peroleh mengenai informasi tentang mikroorganisme. Dikarenakan beberapa alasan tertentu, kebanyakan taksonomiwan masa kini dengan tegas meninggalkan pendekatan filogenetik, dan menggantikannya dengan cara yang lebih empiris: mencoba mendasarkan penyusunan taksonomi pada hitungan persamaan dan perbedaan antar organisme. Pendekatan ini mula-mula diusulkan oleh Michel Adanson, teman sezaman Linnaeus, dan yang kemudian dikenal sebagai taksonomi menurut Adanson (atau menurut angka numerikal). Perkiraan yang mendasarinya ialah bahwa asalkan setiap ciri fenotipik diberi bobot yang sama, maka haruslah mungkin untuk mengungkapkan jarak taksonomi antara organisme menurut angka, yang digambarkan sebagai kesamaan sifat yang dimiliki, serta dibandingkan dengan semua sifat yang diteliti. Kegunaan hubungan numerikal yang ditentukan demikian itu sangat dipengaruhi oleh jumlah sifat yang diteliti; sifat ini harus sebanyak mungkin lagi beragam, untuk mendapatkan contoh fenotipe yang representatif. Pendekatan Adanson rupa-rupanya dianggap tidak praktis sampai akhirakhir ini, karena luasnya sistem kerja yang terlibat. Kesulitan ini telah disingkirkan dengan tampilnya komputer, yang dapat dirancang untuk membandingkan data bagi sejumlah besar ciri serta organisme dan menghitung derajat kesamaan. Untuk setiap pasangan organisme,

penghitungan derajat kesamaan dapat diperoleh dengan dua cara yang sedikit berbeda koefiensi kesamaan Sj tidaklah memperhitungkan ciri-ciri yang yang negatif bagi kedua organisme, karena hanya didasarkan pada kesamaan positif; koefisien sebanding Ss mencakup kesamaan positif dan

negatif dalam penghitungannya.

Setelah koefisien kesamaan (atau koefisien sebanding) dihitung bagi setiap pasangan organisme yang sedang diteliti,maka data Taksonomi numerikal tidak memiliki konotasi evolusioner pada taksonomi filogenetik, tetapi dapat memberikan dasar yang lebih obyektif dan mantap bagi penyusunan kelompok taksonomik. Mungkin kegunaannya yang paling besar ialah bahwa taksonomik numerikal itu tidak dapat diterapkan sama sekali sampai sejumlah ciri yang relative besar telah ditentukan, sehingga pengunaannya merangsang penelitian tentang fenotipe yang cermat. Tambahan pula, analisisnya dapat selalu diperbaiki serta dibenarkan karena ditentukan oleh banyak ciri bagi suatu kelompok tertentu.

Keuntungan pada taksonomi numeris yaitu :

a. Dapat dibuat secara obyektif

Jika prosedur diterapkan dengan benar tidak terbuka untuk dipertentangkan.

b. Hasil penemuan dapat diulang-ulang

Jika pihak (taksonomiawan) lain mengikuti prosedur yang sama dengan data yang sama akan memperoleh hasil yang sama pula.

 

Taksonomi Genetik

Pada taksonomi tersebut kita dapat mengetahui unsur genetik dalam mikroorganisme. Unsur genetika yang terkandung ialah DNA dengan bantuan prosedur laboratorium kita dapat menentukan komposisi basa (Kandungan guanin plus sitosin atau GS) DNA pada mikroorganisme juga dapat ditentukan pula dengan percobaan hibridisasi.suatu mikroorganisme tertentu dan kemudian membandingkannya dengan komposisi basa DNA pada mikroorganisme lainnya.Derajat kekerabatan atau kesamaan DNA pada berbagai mikroorganisme dapat ditentukan pula dengan percobaan hibridisasi. Dalam teknik ini utusan tunggal DNA mikroorganisme dipertemukan dengan utusan tunggal DNA mikroorganisme yang lain. Derajat penyatuan kembali utasan-utasan tunggal ini mencerminkan derajat kesamaannya.

Perkembangan biologi molekular telah membuka sejumlah penekatan baru bagi pencirian organisme, yang mempunyai pengaruh besar pada taksonomi bakteri. Yang mempunyai arti khusus ialah teknik-teknik tertentu yang memberikan pengertian yang dalam tentang sifat-sifat genotipik dan dengan demikian melengkapi pencirian organisme ini yang sampai kini semata-mata fenotipik. Dua macam analisis yang dilakukan terhadap asam nukleat yang disolasi melengkapi keterangan mengenai genotipe: analisis susunan basa DNA dan penelitian hibridisasi kimiawi antara asam nukleat yang diisolasi dari berbagai organisme.

Metode klasifikasi yang paling cermat adalah keterkaitan sifat genetika antar organisme. Metode ini paling obyektif dan didasarkan pada DNA. Pada tahun 1960, cabang ilmu yang disebut biologi molekuler menggunakan teknik untuk melihat kesamaan DNA antar organisme. Pada mulanya kesamaan yang dibadingkan hanyalah % mol G + C saja. Organisme yang berkaitan erat memiliki % G +C yang sama, sebaliknya organisme yang jauh berbeda memiliki nilai % G + C yang berbeda pula. Namun demikian, organisme yang tidak berkaitan mungkin saja memiliki % G + C yang sama. Oleh karena itu dicari metode perbandingan yang lebih cermat dengan cara membandingkan urutan dari nukleotida. Urutan nukleotida inilah yang merupakan ciri dasar suatu organisme.

Metode yang sering digunakan untuk melihat keterkaitan genetik adalah :

  1. Homologi DNA

DNA dipanaskan sehingga terurai menjari untaian tunggal. Untaian tunggal ini kemudian dicampur dengan organisme lainnya dan didinginkan kembali. Bila dua organisme ini berkaitan erat maka akan terbentuk Heterodupleks. Ini berarti untaian dari satu organisme akan berpasangan dengan untaian dari organisme lainnya. Bila tidak ada keterkaitan tidak akan terlihat heterodupleks. Metode ini paling berguna dalam tingkat klasifikasi species.

2. Homologi RNA ribosom dan ribosomal RNA oligonukleotida

Dua organisme dapat saja tidak erat kaitannya, tetapi masih memperlihatkan homologi DNA. rRNA yang disandi oleh sebagian DNA yang disebut sebagai RNA sistron. Pada bakteri ternyata rRNA cistron ini “highlyy conserved” lestari. Ini berarti bahwa selama evolusi cistron ini memperlihatkan perubahan yang lebih sedikit di badingkan dengan bagian DNA yang lain

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 59 other followers

%d bloggers like this: