Klasifikasi Jamur

Fungi atau cendawan adalah organisme heterotrofik mereka memerlukan senyawa organik untuk nutrisinya. Bila mereka hidup dari benda organik mati yang terlarut, mereka disebut saprofit. Saprofit menghancurkan sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang kompleks, menguraikannya menjadi zat-zat kimia yang lebih sederhana, yang kemudian dikembalikan ke dalam tanah, dan selanjutnya meningkatkan kesuburannya. Jadi mereka dapat sangat menguntungkan bagi manusia. Sebaliknya, mereka juga dapat merugikan kita bilamana membusukkan kayu, tekstil, makanan dan bahan-bahan lain. ( Budiyanto, 2005 )

Identifikasi selain dengan bentuk morfologi juga ditentukan oleh sifat – sifat lain seperti kultur, fisiologi, dan reproduksi seksual. Sifat – sifat penting yang digunakan untuk identifikasi dan klasifikasi jamur / fungi / khamir / kapang yaitu sebagai berikut :

  1. Sifat – sifat morfologi

1.      Reproduksi vegetatif

§  Pertunasan

§  Pembelahan

§  Pembelah tunas

§  Pembentukan spora aseksual

2.      Bentuk sel vegetatif ( bentuk, ukuran, warna, ciri – ciri lain )

  1. Sifat – sifat kultur

1.      Karakteristik pertumbuhan di dalam medium cair

2.      Karakteristik pertumbuhan pada medium padat

  1. Sifat – sifat fisiologi

1.      Penggunaan senyawa karbon

2.      Penggunaan senyawa nitrogen

3.      Pertumbuhan di dalam medium dengan tekanan osmotik tinggi

4.      Pertumbuhan pada suhu relatif tinggi

5.      Produksi asam

6.      Produksi senyawa eksraseluler

7.      Hidrolisis urea

8.      Pemecahan lemak

9.      Pembentukan pigmen

10.  Produksi eter

11.  Ketahanan terhadap aktidion ( sikloheksimida )

12.  Pencairan gelatin

  1. Reproduksi seksual

1.      Karakteristik askus dan aksospora

2.      Infertilisas pada khamir Ascomycetes

3.      Karakteristik teliospora dan sporodia ( basidiospora )

( Waluyo, 2005 )

Berdasarkan karakteristik tersebut, klaifikasi jamur dapat dibedakan menjadi tiga kelas utama dalam dua divisi, yaitu :

a.    Divisi Myxomycophyta

b.   Divisi Eumycophyta

  1. Kelas Phycomycetes, golongan jamur tingkat rendah

Contoh jamur adalah Saprolegnia sp. (jamur air). dan jamur patogen seperti Phytophthora infestans (penyebab penyakit potato blight), Plasmopora viticola (penyebab penyakit embun tepung pada tanaman).

  1. Kelas Ascomycetes, golongan jamur tingkat tinggi

Contoh jamur ini yang penting adalah genus Aspergillus dan Penicillium. Spesies seperti P. roqueforti dan P. camemberti dapat digunakan untuk flavour (aroma). Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum untuk produksi antibiotik penisilin. Jamur Aspergillus niger untuk fermentasi asam sitrat, Aspergillus oryzae dan Aspergillus wentii untuk fermentasi kecap.

  1. Kelas Basidiomycetes, golongan jamur tingkat tinggi

Contoh jamur ini adalah Pleurotus sp (Jamur Tiram), Cyantus sp., dan khamir Sporobolomyces sp.

  1. Kelas Deuteromycetes, termasuk golongan fungi imperfecti, yakni golongan jamur (cendawan) yang memiliki fase pembiakan seksual yang belum diketahui dengan jelas. Contoh jamur ini adalah beberapa spesies Aspergillus, Penicillium, dan Monilia.
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 59 other followers

%d bloggers like this: